Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Merasa di abaikan



"Rey, kau mau kemana?" tanya Ronald ketika melihat Rey membalikkan tubuh nya hendak berjalan menuju pintu luar.


"Untuk apa aku disini, kalau seseorang menganggap ku tidak ada." Rey membalikkan tubuh nya menatap Bella. Setelah mengatakan hal itu, Rey langsung keluar dari kamar tersebut.


Masih terasa sakit di hatinya saat melihat Bella tersenyum kepada Mike, tapi tidak kepada nya.


Rey berjalan menuju kamar dimana ibu nya dirawat.


***


"Apa aku sudah keterlaluan?" tanya Bella saat Rey sudah keluar dari kamar tersebut.


"Tidak Bella, yang kau lakukan itu benar! Kau juga harus memberinya pelajaran, supaya dia tidak meremehkan mu. Aku tidak mau kalau Rey menyakitimu lagi, Bella." Ucap Chelsea.


"Benar Bella, biarkan dia berfikir, apa yang selama ini telah ia perbuat terhadap mu!" timpal Lily.


"Baiklah! sekarang, bisakah kalian meninggalkan ku sendiri? aku lelah, ingin istirahat." Bella berbohong. Entah kenapa ia berfikir kalau dirinya begitu keterlaluan terhadap Rey.


"Bukan nya kau baru saja bangun?" ucap Lily yang membuat Bella bingung harus menjawab apa.


"Dokter bilang aku harus banyak beristirahat, supaya aku bisa cepat-cepat pulang," Bella kembali berbohong. Teman-teman nya pun mengiyakan perkataan Bella, dan langsung keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Bella sendiri.


Setelah teman-teman nya keluar, Bella langsung mengambil kotak hadiah yang di berikan Rey dari atas nakas. Bella membuka perlahan penutup kotak kecil itu. Saat telah terbuka, terlihat gelang yang sangat lucu menurutnya. Bella mengeluarkan gelang tersebut dari tempat nya. Mata nya tak henti-hentinya memandangi gelang tersebut, terdapat huruf R yang menjadi hiasan dari gelang itu.


Bella kembali fokus pada kotak kecil itu, karena ada terselip secarik kertas kecil di dalam nya. Bella mengambil kertas tersebut lalu membacanya.


Dear Bella,


Aku memberikan gelang itu supaya ketika kau memakai nya, kau akan mengingatku. Aku membeli dua gelang, yang satu bertuliskan huruf B, dan itu yang sedang kupakai. Ku harap, kau pun mau memakai gelang tersebut.


Bella, aku tau aku salah. Tidak seharusnya aku percaya dengan kata-kata Kia, dan malah menuduh mu yang sudah membunuhku.


Sayang, maaf ... aku kembali membuatmu menangis, bahkan aku berulang kali melanggar janji ku. Kata-kata ku sama sekali tidak bisa di percaya, bahkan aku sendiri benci melihat diriku.


Aku tak tau kapan perasaan cinta itu mulai tumbuh untukmu. Tapi yang jelas, hatiku sangat sakit ketika melihat kau menangis. Aku sangat khawatir, saat melihat mu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Hidupku terasa tidak lengkap saat tidak melihat senyum mu, yang dulu selalu ku lihat. Dan aku merasa sangat sakit, saat kau mengabaikan ku. Aku benar-benar mencintaimu, Sayang.


Aku tidak tau cara nya membuat wanita luluh. Aku bukan lah orang yang puitis, yang bisa meluluhkan hati wanita hanya dengan kata-kata. Intinya, aku hanya ingin kau tau, kalau aku sudah mencintaimu.


Kalau saat ini kau belum bisa memaafkan ku, aku akan berusaha untuk mendapatkan maaf mu. Aku akan berusaha, Sayang. Jadi, kumohon jangan hilangkan perasaan mu itu terhadapku! Aku mencintaimu, Bella.


Tanpa terasa, buliran bening telah mengalir membasahi pipi mulus wanita itu. Bella merasa sangat terharu ketika membaca surat tersebut.


"Akhirnya kau bisa mencintaiku, Rey. Aku pikir, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mendapatkan cintamu. Ternyata saat ini kau sudah mencintaiku, Rey. Aku sangat bahagia. Tapi, biarkan aku memberimu sedikit pelajaran lagi, supaya kau tidak mengulangi kesalahan mu untuk kesekian kali nya." Gumam Bella dalam hati. Bella kembali melipat surat tersebut dan memasukkan kedalam kotak, begitu juga dengan gelang itu. Bella akan memakai gelang tersebut di saat waktu yang tepat.


***


"Rey, apa Bella masih disini?" tanya Bu Shinta pada anak nya. Rey hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Rey baik-baik saja, Bu. Apa ibu sudah selesai? kalau sudah, mari kita pulang sekarang!" ajak Rey pada ibu nya, sekaligus mengalihkan pembicaraan. Bu Shinta hanya menghela nafas dalam.


Hari ini, ibu nya Rey sudah di perbolehkan untuk pulang. Rey mengantarkan ibu nya pulang ke rumah. Setelah mengantarkan ibu nya, bi Siti dan bi Ira, Rey kembali ke rumah sakit.


***


Saat tiba di rumah sakit, Rey memarkirkan mobil nya. Saat tangan nya hendak membuka pintu mobil tersebut, tiba-tiba ponsel nya berdering.


Drrtt ... drrtt ....


"Selamat pagi, tuan Rey," ucap seseorang dari sebrang sana.


"Pagi. Ada apa?"


"Saya sudah mencari informasi mengenai tuan Edi Pamela, tetapi saya tidak menemukan satu berita pun mengenainya. Bahkan perusahaan Pamela grup telah lama tidak ada, ada yang mengatakan, kalau perusahaan tersebut telah berganti nama," Mendengar penjelasan dari orang tersebut, Rey langsung mengerutkan kening nya. Bagaimana bisa, batin nya.


"Bagaimana bisa seperti itu?" tanya Rey.


"Dari informasi yang saya dapatkan, setelah menikah dengan sekretaris nya, tuan Pamela langsung mengganti nama belakang nya, sesuai dengan nama mantan suami dari sekretaris nya itu. Alasan nya supaya istri dan anak nya tidak mengetahui keberadaan nya," Rey mengepalkan kedua tangan nya. Ia harus mencari pendonor sumsum tulang belakang kemana lagi untuk Bella.


"Baiklah! bagaimana dengan ledakan pesawat?"


"Tidak ada informasi yang bisa saya dapatkan, Tuan. Orang di balik kecelakaan tersebut, mungkin saja orang yang berpengaruh, jadi bisa dengan mudah nya menutup berita, dan tidak ada lagi pencarian tentang kebenaran yang terjadi," Rey semakin bingung dengan apa yang telah di jelaskan.


"Tolong cari lebih detail lagi! bukan nya aku memberimu waktu sampai nanti malam, kenapa kau memberitahukan nya sekarang?"


"Karena saya sudah mendapatkan informasi nya, Tuan."


"Hey kau ini, aku memberimu waktu sedikit lebih lama, agar kau bisa menyelidiki sedetail mungkin, tidak memberikanku informasi yang justru membuatku pusing seperti ini," cetus Rey.


"Maaf, Tuan. Saya akan mencari lebih dalam lagi informasi tentang kedua nya!"


"Baiklah! saya tutup telfon nya!"


"Baik, Tuan. Maaf mengganggu waktu anda!" Rey langsung mematikan sambungan telfon tersebut.


"Sebenarnya siapa dalang di balik kecelakaan pesawat itu? Kia bersama siapa, kalau hanya Kia sendiri, dia tidak mungkin bisa menutup awak media dan pihak kepolisian, sampai tidak ada lagi berita tentang ledakan itu muncul," gumam Rey sambil memijat pelan pangkal hidung nya.


"Siapa sebenarnya yang dinikahi oleh papa nya Bella? sudahlah! saat ini yang perlu aku pikirkan adalah mencari pendonor sumsum tulang belakang untuk Bella. Kamu harus sembuh, Sayang." Batin Rey.


Rey melihat gelang yang sedang di pakai nya. Gelang yang terdapat huruf B sebagai hiasan nya. Rey mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel nya. Terlihat foto Bella yang di pasang Rey sebagai wallpaper ponsel nya. Rey langsung mencium ponsel nya tersebut, dan memeluk nya.


"Ingin sekali aku mencium dan memeluk mu, Sayang. Maafkan aku!" ucap Rey lirih sambil masih memeluk ponsel tersebut.