
2 orang gadis tengah berjalan secara berdampingan sambio menjilati es krim yang baru saja mereka beli di toko swalayan, mereka berdua terlihat asyik menjilati es krim mereka ditambah matahari yang terasa terik membakar kulit.
“Enak banget ya Kak, panas-panas gini makan es krim!” Ucap Chika tersenyum senang sambil menjilati es krimnya yang tinggal setengah.
Nungky menatap Chika sebal, nasibnya sial sekali karena harus vertemu Chika saat perjalanan pulang menuju rumah, dan dengan tidak tahu malunya Chika malah mengikutinya membeli es krim, alhasil Nungky harus membagi 4 es krim yang dibelinya itu.
“Gak gratis loh ya pokoknya jangan lupa bantuin aku buat deketin bang Awan!” Ucap Nungky sambil mengambio es krim keduanya di dalam kresek berlogo garis warna-warni.
Chika ikut mengambil es krim hingga kresek itu kini kosong.”Pasti kakak iparku sering-sering aja ya beliin aku es krim”Ucapnya sambil tersenyum senang menatap Nungky dengan muka polos yang terlihat sangat menyebalkan.
Tiba-tiba langkah kedua gadis itu terhenti di depan sebuah kafe, saat Nungky diam tidak bergerak membuat Chika ikut berhenti dan ikut menatap ke dalam kafe tersebut dimana ada dua orang yang sedang mengobrol di dalam kafe sambil menyesap kopi.
“Kak Kartik itukan cewek bang Awan, wah selingkuh nih harus di begal!” Ucap Chika yang tersulut emosi dan berjalan menuju kafe tersebut.
Nungky berdecak sambil menarik tas punggung Chika membuat gadis kecil itu meronta-ronta, Nungky melepaskan Chika dan merangkul gadis kecil itu yang menatapnya bingung.
“Ayo kita foto saja ngapain ngelabrak buang-buang tenaga tahu gak Chik!” Ucap Nungky mengajak Chika menuju kafe dimana Kartika tengah mengobrol bersama seorang pria.
“Ngapain di foto kak mau bikin album foto orang-orang yang selingkuh ya?”tanya Chika sambil melepaskan rangkulan Nungky, dia tidak bisa bernafas saat mencium bau ketiak Nungky yang bau asem karena keringat.
Nungky berdecak kesal ternyata gadis kecil itu tidak tau maksudnya.”Bukan Chik kita foto terus kirimin fotonya ke bang Awan, habis itu baru kita tunggu dan lihat hasilnya, mudahkan?” Ucap Nungky menjelaskan.
Chika mengangguk mengerti.”Benar juga ya Kak Ky, dengan gitu bang Awan bisa tahu kalau si ratu Tik-Tik itu selingkuh” Ucap Chika tersenyum saat mendengar ide dari calon kakak iparnya itu.
“Ya Sudah cepat foto mereka ngapain diam disini!” Perintah Ningky sambil mendorong Chika ke arah kafe.
“Aku yang foto kenapa bukan kakak, kan aku masih kecil kak!” Ucap Chika menolak menuruti perintah Nungky.
“Aku sudah besar yang kecil itu harus nurut sama yang lebih tua, ayo cepat nanti mereka keburu pergi!” Perintah Nungky lagi.
Dengan bersungut-sungut Chika pun memasuki kafe tersebut.”Dasar nenek gayung nyebelin masa aku disuruh-suruh coba, gak bakal aku ijinin dia jadi istri bang Awan!” Sungutnya sebal.
Dengan perlahan gadis itu memasuki kafe dan duduk di sudut ruangan yang letaknya tidak terlalu jauh dengan tempat Kartika dan si pria duduk, diluar jendela Nungky mengacungkan jempolnya memberi Chika semangat.
Chika tersenyum kecut, gadis menyebalkan itu memang jago memanfaatkan dirinya, Chika pun membuka kamera di hp miliknya dan mulai memotret dirinya sendiri yang terlihat imut dan cantik, gadis itu terkikik geli saat melihat foto dirinya sendiri.
“Sudah ah aku fotoin si ratu Tik-tik itu dulu!” Ucapnya sambil memotret Kartika dan si pria dalam diam seperti detektif di film-film yang sering Chika tonton.
Setelah selesai memotret Chika mencari nomor kontak kakaknya Awan dan mengirim semua foto yang dia ambil termasuk foto dirinya sendiri, kemudian Chika pun berjalan keluar menghampiri Nungky yang sudah menunggunya diluar.
“Gimana sudah bereskan?” Tanya Nungky saat Chika sudah berada di depannya.
“Beres kak!” Ucap Chika tersenyum dan mengacungkan jempolnya.
“Bagus ayo kita ngumpet, kita tunggu bang Awan beraksi!” Ucap Nungky sambil menarik Chika untuk bersembunyi di bawah pohon yang besar.
Awan yang sedang berjalan menyusuri koridor sekolah yang terlihat sepi, dia baru saja akan pulang setelah melakukan rapat Osis yang membuatnya harus pulang terlambat, bunyi notif pesan dari Hp nya membuat Awan menghentikan langkah kakinya dan melihat isi pesan tersebut.
Awan tersenyum saat melihat foto narsis dari adiknya Chika yang terlihat menggemaskan, senyumannya lenyap ketika dia melihat foto dimana Kartika tengah dipeluk oleh seorang pria, Awan menaruh hp ke dalam saku celana dan kembali melanjutkan langkah kakinya menyusuri koridor sekolah.
Disinilah dia berada dia berjalan menghampiri Kartika yang tengah duduk membelakanginya, Awan berdehem membuat gadis itu berbalik menatapnya terkejut dengan mata yang melebar dan mulut yang terbuka.
Awan menyunggingkan senyuman manisnya menatap Kartika dan si pria.”Hai Kar, gak nyangka ya kita ketemu disini, oh iya siapa dia?” Tanya Awan mencoba berbasa-basi dia tidak mau mengambil langkah bodoh hanya karena sebuah foto yang dikirim adiknya Chika.
“Di-dia”
“Aku Jimmy mantan pacar yang akan segera balikan sama Kartik!” Ucap Sang pria yang ternyata bernama jimmy memotong ucapan Kartika.
“Oh benarkah itu Kar kenapa kamu tidak memberitahuku dulu, padahal seingatku aku ini masih berstatus sebagai pacar kamu Kar atau bukan?” Ucap Awan dia duduk di depan mereka berdoa dengan santai seolah dia tidak sedang memergoki kekasihnya tengah berduaan dengan mantan pacarnya.
“Dengarkan aku Wan, dia memang mantan pacarku tapi aku tidak berniat untuk kembali padanya, tolong percaya padaku Wan aku mencintai kamu Wan!” Ucap Kartika sambil memegang tangan Awan dan menatap Awan dengan wajah polosnya.
Awan menepis tangan Kartika, entah kenapa dia merasa risih saat kekasihnya itu menyentuhnya, dia merasa telah dikhianati untuk alasan yang belum jelas.
“Lalu kenapa kamu harus berpelukan bersamanya Kar, sudahlah lupakan kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi Kar!” Ucap Awan sambil beranjak berdiri.
“Tapi aku benar-benar tidak selingkuh apalagi balikan sama Jimmy, Jim jelaskan sama Awan kalau tidak ada yang terjadi diantara kita!” Ucap Kartika menatap Jimmy dengan pandangan memohon.
Melihat Kartika yang terlihat putus asa membuat Jimmy bimbang, dia bingung harus berbuat apa.”Benar Kartika dan aku tidak ada apa-apa diantara kami, aku memang meminta dia untuk balikan denganku tapi dia menolaknya!” Ucap Jimmy pelan.
Kartika tersenyum puas mendengar penjelasan Jimmy, kemudian dia kembali menoleh ke arah Awan yang menatap mereka dengan pandangan tak terbaca.
“Dengar itu Wan, sudah kubilang aku tidak selingkuh jangan marah padaku lagi ya?” Ucap Kartika.
“Tidak aku tidak marah padamu Kar, tapi mulai saat ini juga kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, aku mau kita putus!” Ucap Awan sambil berbalik dan berjalan meninggalkan Kartika.
“Kenapa kamu melakukan itu Wan padahal Jimmy sudah menjelaskannya semuanya padamu Wan, kenapa kamu malah putusin aku?” Ucap kartika dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Mendengar itu Awan menghentikan langkah kakinya.”Aku bukan minta putus karena mendengar penjelasan Jimmy Kar, yang aku dengar hanya seorang pria yang tengah berkorban untuk orang yang sangat dicintainya Kar, dan itu membuatku sadar bahwa perasaanku tidak lebih besar dari Jimmy” Ucapnya tanpa berbalik memandang wajah keduanya, dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju keluar kafe.
Melihat Awan yang sedang berada di parkiran cafe mengambil motornya, Nungky langsung merapikan rambutnya dia mencium bau badan dan ketiaknya yang ternyata bau, kemudian dia menoleh ke arah Chika yang menatapnya dengan pandangan bingung.
“Kamu pulang duluan gih Chik, biar aku sama Bang Awan pulangnya!” Usir Nungky.
“Gak mau ah aku juga mau pulang bareng bang Awan kak, males jalan aku!” Ucap Chik menolak perintah Nungky.
Nungky berdecak sebal dia pun mengeluarkan selembar uang 20 ribuan di saku bajunya dan memberikannya pada Chika.”Nih udah sana pulang jangan ganggu aku sama bang Awan!” Ucap Nungky sambil berdiri bersiap menghampiri Awan.
“Siap Kakak ipar aku pulang duluan ya!” Ucap Chika berlalu pergi meninggalkan Nungky dengan semangat.
Setelah Chika pergi, Nungky menghampiri Awan.”Bang Awan kok disini lagi ngapain?” Tanya Nungky berbasa-basi padahal sudah jelas dia tahu kenapa Awan ada disini.
Awan mendongak menatap Nungky yang tengah tersenyum padanya.”Eh kamu Ky, aku ada urusan disini, kamu sendiri ngapain masih belum pulang sudah sore loh ini?” Ucap Awan balik bertanya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
“Aku itu pas mau pulang tadi dapat firasat kalau bang Awan lagi sedih, makanya aku tungguin abang disini!” Ucap Nungky berbohong.
Awan tersenyum mendengar ucapan Nungky, gadis itu memang suka sekali membuatnya bingung dengan kelakuannya yang suka muncul tiba-tiba.”Ya sudah ayo kita pulang Ky!” Ajak Awan.
“Ayo bang kalau lagi sedih cerita sama aku aja ya bang, aku siap kok dengerin cerita sedih abang, mau nangis sambil meluk juga boleh kok hehe!” Ucap Nungky tersenyum sambil duduk di belakang jok motor Awan.
Motor itupun melaju meninggalkan kafe tersebut, dalam perjalanan pulang Nungky terus-terusan menggoda Awan hingga pria itu lupa jika dia baru saja putus dari kekasihnya Kartika.