
Tiga orang gadis sedang berteriak senang saat salah satu gadis itu membawa mobil yang dikendarai dengan kecepatan tinggi, sengkan dua gadis yang bersamanya berdiri menikmati angin yang menerpa wajah dan membuat rambut mereka berkibaran diterpanya.
“Wah enak banget ya bisa jalan-jalan pakai mobil kayak gini” Ucap Gisuwa senang sambil kembali duduk di kursi mobil diikuti oleh Veyya yang juga melakukan hal yang sama.
“Ky besok-besok bawa mobil ini lagi ya, biar kita bisa jalan-jalan terus kayak gini” Ucap Veyya sambil tersenyum, Gisuwa mengangguk menyetujui ucapan Veyya.
“Betul itu Ky, tapi dibolehin gak sama yang punya mobilnya?” Ucap Gisuwa memandang Nungky yang sedang cengengesan.
Sejenak Nungky menoleh menatap keduanya sambil tersenyum.”Tenang guys yang punya mobil udah jadi sahabat dekat aku, pokoknya besok aku bakal bawa mobil lagi kalau gak yang ini ya bawa yang lain aja, banyak mobil nganggur kok” Ucapnya membuat Veyya dan Gisuwa terpekik senang.
“Wah enak dong pasti kaya ya orangnya, tapi kok kamu bisa kenal sama dia Ky kamu gak nyolong terus ketahuan kan?” Tanya Gisuwa penasaran.
“Dengar ya Ky, awas aja kalau nih mobil ketahuan mobil curian habis kamu sama aku” Ucap Veyya memperingatkan.
Nungky berdecak kesal mendengar tuduhan yang tidak sepenuhnya salah dari kedua temannya itu.”Gak lah aku kan anak baik mana berani aku nyolong coba” Ucapnya menjelaskan.”Aku kenal sama orang ini karena dia ngejar-ngejar aku gitu guys, maklum lah jadi cewek cantik memang banyak yang ngejar” Ucapnya lagi sambil cengengesan membuat Veyya dan Gisuwa mendengus sebal, tiba-tiba mobio mereka oleh membuat Veyya dan Gisuwa berteriak panik, beruntung Nungky kembali bisa menguasai kendaraan yang dikendarai dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tidak secepat sebelumnya.
“Heh bod*h kalau bawa mobil yang bener, kamu mau kita mati berjamaah Hah?” Bentak Veyya kesal.
“Iya masa kita mati sebelum nikah sih, ngomong-ngomong kamu udah punya SIM kan?” Tanya Gisuwa memastikan.
Melihat senyuman menyebalkan Nungky keduanya langsung paham jika gadis itu belum memilikinya, keduanya langsung berpelukan seolah bersiap menghadapi apa yang akan terjadi pada mereka berdua, seharusnya kedua gadis tersebut memastikan dulu Nungky memiliki SIM atau tidak sebelum mereka mengiyakan ajakan gadis itu untuk naik mobil bersamanya.
Melihat kedua temannya yang ketakutan Nungky malah tertawa seolah menertawakan kelakuan kedua temannya itu, dia menoleh menatap mereka berdua sambil tersenyum.”Tenang guys biar gak punya SIM aku ini ja-”
“Arghh Nungky awas!” Teriak Veyya dan Gisuwa bersamaan membuat Nungky langsung berbalik menghadap kedepan, gadis itu terkejut saat melihat sebuah motor yang terparkir di depannya.
Brakk
Nungky menabrak motor tersebut dengan cukup hebat yang cukup untuk membuat motor tersebut terseret beberapa langkah, dan bentuknya sudah tidak mulus seperti biasa, Nungky, Veyya dan Gisuwa langsung turun dari mobil melihat motor yang tergeletak itu, Nungky kembali melebarkan matanya saat melihat bagian depan mobilnya juga penuh dengan goresan.
“Ya ampun mobil si Abang kerokan kena gores” Ucapnya panik dalam hati “tapi gak apa-apalah cuman kegores doang” Ucapnya lagi sambil cengengesan seolah itu bukanlah masalah besar.
“Heh kampret ini motor gimana tanggung jawab kamu Ky” Omel Veyya membuat Nungky mengalihkan perhatiannya dan menatap motor tersebut.
“Gimana nih Ky motornya rusak parah, kamu sih Ky kebanyakan gaya jadi gini kan” Ucap Gisuwa ikut mengomeli Nungky.
“Gimana dong ya kalian punya duit gak?” Tanya Nungky, Veyya dan Gisuwa menggeleng secara bersamaan membuat gadis itu dilanda panik.”Yah mudah-mudah aja yang punya motor orangnya baik” Ucap gadis itu pelan.
“Motorku!” Pekik seseorang membuat ketiga gadis tersebut langsung menoleh menatap sosok pria yang sedang berdiri menatap motornya sambil memegang kantong belanjaan, terlihat jika pria tersebut seperti baru selesai membeli baju, pria tersebut mendongak menatap Nungky, Veyya dan Gisuwa.
“Nungky”
“Bang Wahyu”
“Ah iya gak apa-apa kok Ky, mungkin sudah takdirnya motorku juga udah jarang masuk bengkel, jadi gini deh!” Ucap Wahyu mencoba menenangkan Nungky.
“Tapi aku gak punya uang Bang buat biaya perbaikan motor abang yang mahal itu, uang jajan aja aku pas-pas an Bang” Ucap Nungky lagi memasang wajah sedihnya sambil menunduk membuat Wahyu jadi tidak tega melihatnya.
“Gak apa kok Ky biar aku yang benerin pakai uangku sendiri, nih uang buat kamu kumayan buat nambah uang jajan” Ucap Wahyu sambil menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada Nungky.
Nungky menatap uang yang diberikan Wahyu padanya, kemudian dia kembali menatap Wahyu yang sedang tersenyum menatap nya.”Tak usahlah Bang, uangnya simpan saja buat nambahin biaya bengkel motor!” Ucapnya pura-pura menolak pemberian Wahyu.
Mendengar itu Wahyu langsung menaruh uang tersebut ke tangan Nungky sambil memegang tangan Nungky dengan erat.”Ambil saja Ky aku ikhlas jangan nolak, ditolak itu gak enak” Ucapnya sambil melepaskan tangannya yang memegang tangan Nungky membuat keduanya terkekeh pelan.
“Abang Wahyu baik bener deh jadi terharu aku makasih ya Bang, oh iya Abang mau kemana biar aku antar?” Ucap Nungky berbasa basi, dia menaruh uang yang diberikan Wahyu pada saku celananya sambil tersenyum senang, dia tidak menyangka tipu muslihatnya malah membuatnya mendapat uang dadakan.
“Ehm aku mau ke tempat kakakku yang lagi kerja Ky, dia minta dikirimi makanan tadi tapi aku juga belum beli makanannya, kamu mau mengantar aku beli makanan terus ke tempat kakakku Ky?” Tanya Wahyu penuh harap, dia benar-benar gadis itu mau mengantarnya, dia ingin bisa dekat dengan Nungky sebanyak yang dia bisa.
Nungky tersenyum sambil merangkul Wahyu.”Boleh kok Bang apa sih yang nggak buat abang, minta diaterin ke KUA juga aku siap Bang” Ucap Nungky membuat Wahyu langsung diam seribu bahasa karena mendapat perlakuan dari Nungky.
Dia menatap tangan Nungky yang merangkulnya sambil tersenyum dengan pipi merona merah, jantungnya berdetak dengan kencang seolah habis lari marathon, Wahyu sedikit takut suara debaran jantungnya bisa terdengar oleh gadis disampingnya itu.
“Oh Nungky aku padamu Ky!” Ucapnya dalam hati.
“Emang dasar si Nunung bisa banget bikin cowok tampan kepincut sama dia” Ucap Veyya sambil menatap Nungky dan Wahyu.
“Iya Veyy emang ya tuh bocah beruntung terus banyak banget akalnya, kalau diingat-ingat si Nungky tuh gak pernah bertanggung jawab walaupun dia udah sering bikin rusuh” Ucap Gisuwa, Veyya mengangguk setuju Nungky memang bisa di bilang gadis beruntung yang selalu saja bisa menghindar dari kesialan yang akan menimpanya.
“Lucunya lagi dia sekarang kayak ketimpa durian runtuh udah gak jadi ganti rugi, dapat uang banyak lagi, hebat banget dia” Ucap Veyya takjub.
“Kayaknya kita juga harus ikutin trik nya si Nungky deh” Ucap Gisuwa membuat Veyya menatapnya dengan iba.
“Jangan Gis, cukup dia aja yang gesrek kita mah jangan!, gak apa-apa gak seberuntung dia yang penting hidup kita normal Gis” Ucap Veyya mengingatkan.
“Woy ngapain berdiri terus ayo masuk, kalau nggak aku sama Bang Wahyu tinggalin kalian nih” Ucap Nungky yang sudah duduk manis di balik kemudi bersama Wahyu yang duduk disampingnya.
Dengan segera Veyya dan Gisuwa pun masuk mobil dan duduk di jok belakang, mobil mereka pun melaju melewati jalanan kota menuju tempat dimana kakak Wahyu yaitu Adinda yang sedang menunggu kedatangan adiknya itu.
---------'
Hiya nungguin ka hayoloh ngaku😆😆😆😆
Like , Vote n komen yang banyak guys biar aq smgt😆😆😆
--------