Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Alvian Si Penurut



Disinilah keempat orang wanita tersebut berkumpul di dalam mobil bersama seorang lelaki tampan bernama Alvian, kelima orang tersebut tengah mengamati seorang lelaki tampan berumur alias aki-aki yang sudah keriput yang pakaiannya necis seperti badut sawah yang tengah berdiri di depan sebuah rumah mewah milik Lisa saudara sepupu Rania.


Tadi karena suatu insiden dan alasan yang tabu Rania bersama Reno suaminya tidak bisa ikut bersama mereka, alhasil Kikan pun mengajak anak bungsunya yang bernama Alvian untuk ikut ke Bandung.


Alvian merupakan seorang photografer terkenal yang juga merupakan adik kandung dari Reno sekaligus mantan kekasih dari istri kakaknya Rania, takdir memang tidak bisa ditebak siapa yang tahu mereka akan bernasib seperti itu, meski Alvian masih mencintai Rania tapi pria tampan itu sudah merelakan Rania dengan Kakaknya Reno dan sekarang dia sedang mencari tambatan hati yang baru.


“Wih tuh si aki-aki giginya bikin aku silau!” Ucap Gisuwa pelan sambil melihat ke arah pria tua itu menggunakan teropong.


“Mana coba lihat!” Veyya mengambil teropong yang dipegang Gisuwa dan melihat gigi si pria tua itu.


Dengan gaya santainya si pria tua alias aki-aki itu menyunggingkan senyuman menjijikannya kepada setiap orang yang lewat, dia begitu menyilaukan dengan giginya yang sebagian memakai gigi emas dan juga gigi aslinya yang sudah menguning dimakan usia, dia terlihat sangat percaya diri meski dengan tampang, penampilan dan usia yang sudah tidak muda itu.


Veyya seketika merasa mual sendiri membayangkan bagaimana Lisa bisa tahan digoda oleh aki-aki tua yang bernama Udin itu.


“Kenapa Veyy udah berapa bulan mau aku beliin tes buat demam?” Tanya Nungky sambil nyengir membuat Veyya langsung menatapnya tajam.


“Ini gimana kita mau ngapain nih biar si Aki-aki gigi emas itu pergi,  Mama gak kuat kalau terus-terusan liat tampang tukang kawin bawaannya pengen nonjok terus” Ucapnya sambil menoleh ke arah Nungky, Veyya dan Gisuwa yang duduk di jok belakang.


“Sama Mama Cantik aku juga gak kuat jadi mual-mual aku!” Ucap Veyya sedih.


“Kita gebukin sekarang aja yuk Mama Cantik biar tahu rasa si aki-aki!” Ucap Gisuwa dengan semangat yang berapi-api.


“Jangan, kita harus pikirin strategi jitu biar gak gagal!” Ucap Nungky dengan gaya sok pintarnya.


“Terus ini kita mau ngapain Ky, kamu sudah punya rencana belum?” Tanya Veyya menatap Nungky penasaran.


“Sudahlah ini aku juga dari tadi lagi nungguin banci lewat tapi gak dapat-dapat” Jawabnya sambil melihat jalan di sekitar mereka.


“Mau banci Ky, Mama kayaknya tau siapa yang cocok” Ucap Kikan sambil tersenyum misterius.


Ketiga gadis dan seorang ibu paruh baya itu saling berpandangan kemudian mereka menoleh menatap Alvian yang sedang asyik makan roti karena tadi pagi dia belum sempat sarapan, seolah mengerti maksud tatapan 4 orang tidak berperasaan itu Alvian langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Tidak aku tidak mau, aku disini cuma supir gak ada urusan lain!” Tolaknya mentah-mentah.


“Memangnya siapa juga yang nanya sama kamu Al mau atau nggaknya?” Ucap Kikan sambil tersenyum.


“Ma-maksud Mama apa?” Tanya Alvian bingung dan juga gugup.


Tanpa menjawab pertanyaan Alvian, Kikan dan ketiga gadis itu langsung menyerang Alvian didalam mobil yang bahkan tidak bisa untuk melakukan pembelaan diri karena keganasan empat orang perempuan tersebut.


Dengan santai mereka mulai melucuti jaket sertap pakaian Alvian yang lain menyisakan kaos dalam dan juga celana pendek, Alvian langsung menutupi tubuhnya dengan kedua tangan dia menatap mereka termasuk ibunya sedih, dia merasa ternodai oleh mereka berempat.


“Teganya kalian menyentuhku, aku sudah tidak suci lagi ya Allah!” Ucap Alvian sedih yang malah membuat mereka berempat tertawa.


“Tenang Bang Al aku masih mau sama abang kok, lagian aku belum liat semua” Ucap Nungky cengengesan sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Alvian.


Alvian langsung merapatkan posisi duduknya sambil menatap Nungky ngeri, gadis yang akhir-akhir ini suka muncul membawa berkah yang ternoda itu memang suka bicara asal yang membuat Alvian jadi keder sendiri.


“Mama mertua gimana udah siap?” Tanya Nungky menoleh ke arah Kikan.


Kikan mengacungkan jempolnya sambil memegang sebuah gaun berwarna ungu yang seksi, entah kenapa saat melihat gaun itu perasaan Alvian menjadi tidak enak.


“Yang lain juga udah siap Ky!” Ucap Veyya yang sedang memegang berbagai alat make up dengan semangat.


“Yang mana aja yang penting Ok, ayo kita lanjut!” Ucap Nungky bersemangat.


Tanpa aba-aba mereka kembali menyerang Alvian yang keadaanya makin mengenaskan, dia menyesal sangat menyesal menuruti permintaan ibunya yang kejam itu untuk pergi bersamanya, sekarang dia harus dinodai berkali-kali oleh ibu dan juga ketiga gadis yang masih dibawah umur itu.


“Bunuh saja aku ya Allah gak apa-apa aku mah ikhlas, asal kalau nanti aku lahir kembali jangan kasih aku ibu seperti ibuku sekarang dan Jauhkan aku dari orang-orang yang terkutuk ya Allah!” Dalam kesedihannya yang mendalam Alvian berdoa dengan rasa penuh khidmat seperti orang yang terdzholimi dan teraniaya.


“Wah anak Mama cantik banget, sini Mama foto dulu ya nak” Ucap Kikan tersenyum dan memotret Alvian dengan kamera hp miliknya.


“Kak Al cakep kak udah cocok jadi model!” Puji Veyya sambil mengacungkan kedua jempolnya.


“Benar banget kak Al kalau mau jadi model aku ikutan ya Kak” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.


“Sudah bang Al mukanya jangan ditekuk gitu, abang cantik kok kalau aku cowok aku pasti udah ajakin abang mojok” Ucap Nungky sambil mencolek dagu Alvian dan tersenyum ke arahnya.


Mereka tidak berbohong Alvian memang terlihat cantik dan juga anggun, untuk soal poles memoles Kikan dan yang lain memang jagonya, meskipun Alvian suka meronta-ronta di dalam mobil tapi hasilnya cukup memuaskan.


“Kan kamu udah cantik nih Al, sekarang pergi gih sana selesaikan tugas kamu Al” Usir Kikan sambil tersenyum lembut kepada anaknya itu.


“Gak mau aku bukan banci yang suka godain aki-aki” Tolak Alvian sambil menggeleng tidak mau.


“Yah jangan gitu dong Kak Al cantik, masa kita udah capek-capek dandanin gak jadi ngegoda tuh aki-aki” Ucap Gisuwa sedih.


“Ayolah bang al deketin Aki Udin gih, kalau berhasil aku cium deh bang!” Rayu Nungky yang tentu saja membuat Alvian tambah tidak mau.


“Pokoknya aku tidak mau, terserah kalian mau ngapain aku tidak akan pergi dari sini!” Tegas Alvian kali ini dia sudah bertekad untuk tidak menuruti keinginan keempat wanita tersebut.


“Oh jadi gitu ya kamu Al, kamu gak mau nurut sama Mama, atau kamu mau Mama yang berkorban buat deketin tuh si aki-aki?” Ucap Kikan memulai dramanya dengan wajah sedihnya.


“Sudah Mama cantik jangan gitu Ma, Kak Al pasti mau kok” Ucap Veyya menghibur Kikan.


“Tidak apa-apa biar Mama saja yang berkorban demi membantu saudara kita yang sedang kesusahan Mama ikhlas” Ucap Kikan sambil tersenyum ke arah mereka dengan berurai air mata.


Melihat itu Alvian jadi tertegun, dia tidak tega melihat ibunya sedih, tapi disisi lain dia tidak mau menggoda aki-aki bergigi emas itu, biar bagaimanapun dia ini masih normal.


“Mama mertuaku jangan nangis Ma, aku gak kuat liat Mama nangis” Nungky juga ikutan menangis bersama Veyya dan Gisuwa.


“Emang ya nasib kita sebagai cewek cantik dan imut harus berkorban dalam segala hal, gak ada yang mau bantuin!”:Ucap Gisuwa sedih sambil melirik Alvian yang terlihat menunduk mendengarkan percakapan mereka.


“Ya sudah Mama pergi ya anak-anak, doakan Mama biar selamat dan gak dinikahin sama tuh Aki-aki!” Ucap Kikan dengan berurai air mata dia membuka pintu mobilnya.


“Ma!” Panggil Alvian sambil memegang tangan Kikan yang sedang membuka pintu mobil.


Kikan menatap Alvian yang tengah tersenyum lembut padanya.”Biar Al saja Ma, Al bisa kok Al kuat!” Ucapnya kemudian.


Tanpa menunggu jawaban Alvian keluar dari mobilnya meninggalkan keempat gadis itu di dalam mobil, Alvian menghembuskan nafasnya kasar, dia mencoba tersenyum dan menghadapi apa yang menantinya di depan sana.


“Gimana akting Mama ok kan?” Tanya Kikan kepada Nungky dan yang lain sambil menghapus air matanya.


“Ok banget Ma hebat banget berasa nonton film azab!” Ucap Nungky yang disetujui oleh Veyya dan Gisuwa.


“Oya dong Mama gituloh, soal ngibulin Al mah gampang, dulu Mama pernah jadi artis lenong di sekolah makanya Mama jago!” Ucap Kikan sambil tersenyum bangga.