Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Rencana Berhasil



“Bang lagi jual rujak ya bang?” Tanya seorang gadis kepada si penjual rujak di depannya.


“Bukan neng lagi jual ketoprak saya, ya iyalah neng udah jelas saya jual rujak masih nanya lagi” Ucap Si Penjual ketus.


Nungky tersenyum mendengar jawaban si penjual.”Ya udah saya mau satu ya bang, jangan lama-lama ya bang keburu maghrib entar” Ucapnya kemudian.


“Baru juga jam satu Neng masa udah maghrib aja belum asharnya, yaudah tunggu bentar” Ucap Si penjual dan mulai menyiapkan rujak pesanan Nungky.


“Kak Ky aku gak dibeliin?”


Nungky menoleh menatap Chika sebal, hari ini mereka tengah berada di sebuah taman setelah pulang dari acara jalan-jalan santai mereka di hari minggu yang cerah, kadang Nungky memang bermain bersama Chika untuk menghabiskan waktu liburnya yang memang tidak pernah kemana-mana.


“Kamu kan udah ada es krim Chik, masa mau rujak juga” Ucap Nungky menunjuk es krim yang di pegang Chika.


“Beda loh kak es krim itu kan dingin kalau rujak itu pedas jadi harus beli juga, kayak hidup Kak gak mungkin adem ayem kan pasti ada aja omongan pedas dari tetangga yang kadang bikin sensi, sama kayak es krim sama rujak sama-sama menyimpan arti tersendiri!” Ucap Chika bijak menjelaskan dengan panjang lebar padahal dia sendiri tidak tahu artinya apa.


“Dasar ratu licik bisa aja ngomongnya kayak orang bener” Gumam Nungky kesal. “Bang rujaknya satu lagi cabenya sebiji aja ya bang, jangan banyak-banyak entar nih anak hilang malah mencret” Ucapnya lagi kepada si penjual.


“Kak Ky kakak gak ada niatan gitu buat suka sama Bang Wan lagi?” Tanya Chika saat mereka sedang menikmati rujak mereka.


Nungky menoleh menatap Chika bingung.”Emang kenapa Chika, males ah udah capek ngejar aku” Ucapnya sambil melanjutkan memakan rujak miliknya.


“Gak apa-apa sih Kak Ky cuman aku kasihan aja sama Bang Wan tiap hari galau mulu sambil mandangin foto Kak Ky yang lagi ngupil itu, kayaknya dia mulai suka deh sama Kak Ky” Ucap Chika panjang lebar padahal alasan dibalik semua itu dia ingin kembali memoroti Nungky, sejak gadis bernama Nungky itu berhenti mengejar cinta Awan pendapatan hasil penjualan barang ilegalnya jadi sepi membuat uang tabungan Chika menipis, dan caranya mendapat uang banyak dalam waktu singkat adalah Nungky.


Namun bukannya menjawab Nungky malah fokus melihat ke arah Taksi yang baru saja lewat di depan mereka, dia seperti mengenali dua orang yang berada dalam Taksi tersebut dari kacanya yang terbuka.


Dengan tergesa-gesa Nungky langsung menarik Chika dan menaiki bajaj yang kebetulan lewat di depan mereka.


“Bang ikutin mobil itu cepat” Perintahnya.


Si supir bajaj mengangguk dan mulai menjalankan Bajajnya mengikuti Taksi yang berada di depan mereka, hingga akhirnya Taksi tersebut berhenti di depan sebuah apartemen mewah, saat penumpang Taksi itu turun, Nungky dan Chika ikut turun dan mengikuti mereka hingga mereka sampai di lantai 5 apartemen tersebut, terlihat dua orang yang diikutinya tadi memasuki sebuah pintu apartemen.


TIng


Tong


Nungky memencet bell apartemen tersebut dengan tidak sabar, sedangkan Chika mencoba menggedor-gedor pintu tersebut meskipun dia sendiri tidak tahu ada apa.


Ceklek


Pintu apartemen itu terbuka menampilkan sosok wajah yang terlihat kesal karena terganggu oleh suara bell dan gedoran di pintu apartemen miliknya.


“Siapa sih ganggu ora---”


Adinda tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat gadis yang paling dihindarinya di dunia ini berdiri di depannya sambil cengengesan dengan seorang gadis kecil yang pernah menaiki mobilnya, Adinda mendengus sebal sambil tersenyum kecut dia yakin harinya tidak akan baik jika bertemu dengan Nungky.


Keesokan harinya di dekat sebuah taman, ada sebuah mobil hitam dimana Nungky, Chika dan Kikan tengah menunggu target mereka datang, disana ada juga Regi dan Alvian yang tengah didandani sedemikian rupa sampai mirip seorang preman pasar.


“Diam kamu Al atau kamu mau Mama dandanin jadi banci lagi aja hah?, heran deh nih anak disuruh bantuin kakaknya aja susah banget” Omel Kikan membuat Alvian menunduk takut.


“Bang Regi abang yang kuat ya, biar abang berubah jadi preman abang tetap ganteng kok” Ucap Nungky yang sedang berpakaian ala ibu-ibu menepuk pundak Regi membuat pria itu tersenyum malu.


“Iya gak apa-apa kok Ky, Abang ikhlas yang penting Nungky senang” Ucap Regi sambil tersenyum.


Kikan yang melihat keanehan dari sikap Regi pria yang dibawa Nungky jadi kesal sendiri.”Heh Ak kayaknya kamu bakal dapat saingan deh nak, kamu sih sok jual mahal lihat tuh si Nungky udah ada yang ngejar aja” Bisil Kikan pada Alvian.


“Yaudah biarin aja sih Ma, lagian aku gak bilang aku mau sama Nungky” Ucap Alvina cuek membuat Kikan menatapnya dengan pandangan membunuh.


ping


Nungky membuka Hp nya dia tersenyum senang saat mendapat pesan dari Adinda jika Rania sudah keluar, dia pun mengetikkan pesan untuk Veyya dan Gisuwa yang sedang berada di taman.


Mereka yang tengah berdiri sambil menyapu taman itu langsung membuka hp milik mereka saat mendengar ada pesan masuk, mereka pun membaca pesan dari Nungky dan mengangguk secara bersamaan.


“Gis ayo kita nyapunya di sebelah sana, biar kita bisa memantau Ran” Ucap Veyya sambil menunjuk tempat dimana Rania sedamg duduk dibangku sendirian.


“Iya ayo, emang ya si Nungky kampret nyuruh kita jadi tukang sapu segala lagi, kam disomi banyak anak muda kuga yang nongkrong, kalau bukan karena Ran udah ku bejek-bejek dia” Uca Gisuwa kesal.


Veyya mengangguk setuju.”Tenang Gis habis ini kita buang dia ke laut, aku juga udah gedeg sama tuh anak mau enaknya doang dia” Ucap Veyya tak kalah kesal.


Kemudian Nungky pun keluar dari mobilnya bersama Chika, mereka berjalan melewati Rania yang terlihat tidak sadar oleh keberadaan Nungky, gadis itu memberi isyarat pada Regi dan Alvian, kemudian dia pun tersenyum ke arah Veyya dan Gisuwa yang tengah menyapu halaman.


“Mama mau es krim” Ucap Chika manja kepada Nungky yang berperan jadi ibunya.


“Ayo nak kita makan es krim sekalian sama orangnya juga kita makan” Ucap Nungky sambil menarik Chika dan diikuti oleh Veyya dan Gisuwa.


Mereka berempat diam memperhatikan bagaimana Alvian dan Regi berpura-pura jadi preman, sampai akhirnya Reno datang dan menyelamatkan Rania, saat Rania berteriak minta tolong , mereka berempat tersenyum senang karena rencana mereka berhasil.


Di sebuah rumah sakit terlihat beberapa orang tengah menunggu di luar ruangan, dimana Rania tengah menangisi keadaan suaminya yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, semua orang yang *** berada di taman hadir disana, kecuali Regi yang terkena musibah saat ada orang yang menyiramnya dengan air pel membuatnya harus pulang lebih awal.


Kikan menangis terharu saat melihat Rania kini telah kembali bersama mereka, dia memeluk suaminya itu sambil tersenyum senang.


“Pa lihat mantu Mama balik lagi, Mama senang banget Pa” Ucapnya pelan setelah barusan dia memeluk dan menciumi Rania dengan heboh.


“Papa juga sayang Ma, akhirnya keluarga kita kembali utuh ya, ayo sayang kita duduk jangan berdiri terus nanti kamu pegel!” Ucap William mengajak istrinya itu untuk duduk bersamanya.


“Mas Iyan tampan apa kabar Mas, kangen sama aku gak?” Tanya Veyya genit kepada Iyan yang sudah lama tidak dijumpainya, Adinda yang melihat Veyya menggoda Iyan hanya tersenyum kecil tanpa mengatakan apapun.


“Baik kok Veyy kamu apa kabar, kangen kok kamu kan udah aku anggap sebagai adikku sendiri” Ucap Iyan sambil tersenyum ramah.


“Yah jangan adik dong Mas, jadi calon istri aja boleh gak?” Tanya Veyya masih berusaha mendekati Iyan.


Sebelum Iyan menjawab Gisuwa menarik gadis tersebut dan membawanya pergi bersama Kikan dan Nungky untuk mencari makan, karena perut mereka sudah keroncongan minta diisi.