Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Adinda dan Nungky



Seorang gadis cantik paripurna baru saja keluar dari sebuah kantor yang bisa didatangi oleh semua orang yaitu kantor polisi, Nungky tersenyum senang sambil menatap benda persegi panjang tipis yang sedang dipegangnya.


Gadis itu baru saja membuat SIM dan sekarang dia bisa bebas kemana saja tanpa takut ditilang, setelah dua kali menyebabkan Ricko berurusan dengan polisi, gadis itu menjadi sedikit merasa bersalah untuk itu dia mencoba untuk tidak merepotkan Ricko lagi dengan membuat SIM, dia tidak tahu kenapa dia ingin melakukan itu, hanya saja kata hatinya mengatakan jika Ricko bukanlah orang yang jahat seperti kelihatannya.


"Abang kerokan pasti senang kalau tahu aku sudah punya SIM" Ucap Nungky senang sambil berjalan menyusuri trotoar.


Kukuruyuk.


Suara perut yang berbunyi nyaring itu membuat Nungky menghentikan langkah kakinya, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat dimana dia sedang berdiri, terlihat ada beberapa kafe dan juga restoran di sana membuat gadis itu berdecak senang dan melangkahkan kakinya kembali dengan riang, merasa ingat sesuatu Nungky berhenti berjalan dia pun membuka tas kecil yang tersampir di bahunya.


"Yah cuma goceng, cukup buat makan apaan kalau gini!" Desahnya kecewa saat melihat isi di dalam dompetnya yang kering kerontang dan hanya menyisakan uang lima ribu.


Suara perutnya kembali berbunyi membuat gadis itu mengusap perut kecilnya yang terasa perih minta diisi, dia melihat beberapa pengunjung sedang melahap santapan mereka dengan nikmat membuat gadis itu meneteskan air liurnya, pantang menyerah dia kembali membuka tasnya Berharap dia bisa menemukan harta Karun di dalam sana, namun setelah mencari hingga sudut-sudut paling tersembunyi sekalipun dia tidak menemukan apa-apa kecuali permen yang sudah benyek.


"Sabar ya nak tahan dulu lapernya, nanti kalau udah nyampe rumah baru kita makan!" Ucap Nungky sambil mengusap-ngusap perutnya sedih.


Dengan gontai gadis itu kembali melanjutkan langkah kakinya, Nungky memegangi perutnya yang terus-menerus berbunyi minta diisi, tiba-tiba di depannya ada sebuah mobil yang berhenti, Adinda keluar dari mobilnya sambil berjalan ke depan mobilnya, dia pun memeriksa mesin mobilnya yang menyebabkan mobilnya mogok barusan.


"Aduh apa yang salah ya, ini banyak banget kabelnya mana ngeri aku" Gumam gadis cantik itu bingung, pasalnya dia sama sekali tidak mengerti tentang mesin mobil apalagi cara memperbaiki mobilnya.


"Hai Mbak Gatel kita ketemu lagi!" Sapa Nungky riang sambil menepuk pundak Adinda membuat gadis yang ditepuknya itu terpekik kaget.


"Astagfirullah!" Pekik Adinda sambil mengusap dadanya setelah melihat wajah Nungky yang sedang tersenyum menyebalkan padanya."Kamu ngapain kesini gadis licik, pantas saja mobilku jadi mogok begini, dimana ada kami pasti aku selalu kena sial Ky!" Ucapnya lagi dengan nada menuduh yang sebenarnya tidak salah juga.


"Teganya kamu Mbak aku ini calon adik iparmu, mana mungkin aku berbuat begitu Mbak Gatel!" Nungky menatap Adinda dengan pandangan wajah terluka. "Aku ini anak baik pembawa berkah tau,ย  percayalah setiap ada Nungky disitu ada keberuntungan!" Ucapnya lagi sambil tersenyum bangga.


Adinda mendengus sambil memutar bola matanya malas, bagaimana mungkin dia mau mempercayai kata-kata gadis disamping itu, dia sendiri yang sudah berkali-kali bertemu dan mengenal Nungky tidak pernah mendapatkan keberuntungan , yang ada malah banyak kesialan yang menimpanya, dia sendiri percaya jika maksud keberuntungan yang diucapkan Nungky adalah untuk dirinya sendiri bukan orang lain.


"Sudahlah Ky aku malas berdebat denganmu, lebih baik aku mengurus mobilku saja" Ucap gadis cantik itu sambil mencoba memperbaiki mesin mobil yang tidak dimengertinya.


Nungky melongok memperhatikan Adinda yang sedang berusaha memperbaiki mobilnya, terlihat jelas gadis itu terlihat bingung dan hanya menatap mesin mobilnya dengan sedih, Adinda memperhatikan kabel-kabel yang ada di mobilnya itu untuk mengetahui ada yang putus atau tidak, namun nihil semua kabelnya baik-baik saja tidak ada yang putus satupun.


Gadis itu berdecak kesal."Ah sial mana Hp Ku baterainya habis lagi, jadi gak bisa nelepon siapa-siapa" Ucapnya sedih.


"Sudah Mbak Gatel tenang ada Nungky disini, biar aku saja yang memperbaiki mobil Mbak Gatel" Ucap Nungky sambil menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.


Adinda menatap Nungky yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum dengan meyakinkan, Sejenak gadis itu ragu Melihat wajah Nungky yang terlihat menyebalkan untuknya, namun jika tidak dicoba dia tidak tahu Nungky bisa memperbaiki mobilnya atau tidak.


"Baiklah coba kamu perbaiki mobilku, anggap saja ini sebagai bentuk ganti rugi atas semua kesialan yang kamu berikan padaku Nungky!" Ucapnya menyerah, dia berharap keputusannya kali ini tidaklah salah.


Adinda pun bergeser membiarkan Nungky mengambil tempatnya, dia memperhatikan Nungky yang tengah berpikir sambil mengerutkan keningnya saat Melihat mesin mobilnya itu kemudian gadis itu menjentikkan jarinya senang seolah mendapat pencerahan, sambil bersenandung kecil Nungky pun mulai memperbaiki mobil Adinda dengan cekatan, Adinda yang berdiri di sampingnya itu bertugas sebagai asisten dadakan yang memberikan semua benda yang diminta Nungky.


Nungky mengelap keringat yang mengucur di keningnya dengan tangan yang yang sudah dia bersihkan sebelumnya, Nungky menoleh menatap Adinda sambil tersenyum senang."Ayo calon kakak iparku kita coba mobilnya, aku yakin mobilnya sudah bisa menyala sekarang!"Ucapnya sambil merangkul Adinda yang tidak ternyata lebih tinggi darinya itu membuatnya harus sedikit berjinjit saat merangkul Adinda dan mengajaknya memasuki mobil tersebut.


Dengan ragu Adinda memasukan kunci mobilnya itu, disampingnya Nungky bersandar di kursinya sambil bersenandung seolah yakin dengan pekerjaannya sendiri yang menjadi montir dadakan, Adinda bernapas lega karena mobilnya tidak meledak saat dia memasukkan kunci mobilnya, dengan yakin gadis itupun memutar kunci mobilnya.


Duarr


Terdengar suara ledakan di mesin mobil yang mereka naiki, kedua gadis yang berada didalamnya mengerjapkan mata mereka terkejut sambil menatap asap yang mengepul keluar dari mobil yang mereka naiki, keduanya saling pandang dengan bingung namun sedetik kemudian mereka tersenyum saat asap itu kembali lenyap diiringi suara deru mesin mobil Adinda yang menyala.


"Sudah kubilang Mbak Gatel aku ini bisa diandalkan"ย  Ucap Nungky bangga.


Adinda mengangguk mengiyakan, kali ini dia menyetujui pernyataan Nungky."Iya aku percaya kali ini kamu tidak membuatku sial" Ucapnya senang, kemudian dia mendengar suara perut Nungky yang keroncongan membuatnya terkekeh geli melihat Nungky yang meratapi perutnya dengan sedih."Sudah karena kamu sudah membantuku, kali ini aku akan mentraktir kamu makan Ky!" Ucapnya lagi membuat Nungky tersenyum senang, mobil tersebut pun melaju membawa mereka ke sebuah kafe.


Nungky menatap kafe tersebut dalam diam, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan bingung, entah mengapa dia seperti mengenali tempat tersebut sedetik kemudian dia tersenyum saat mengingat tempat itu adalah tempat yang pernah dia datangi bersama Ricko dan sekertaris nya.


Mereka berdua pun berjalan memasuki kafe tersebut dan duduk di salah satu kursi yang berada di dekat jendela, Adinda dan Nungky memesan beberapa makanan yang berada di kafe tersebut dengan riang, setelah pesanan mereka datang mereka pun menyantap makanan tersebut dengan lahap, atau lebih tepatnya hanya Nungky yang makan sedangkan Adinda hanya memesan kopi beserta kue berukuran kecil sebagai pendampingnya.


"Hari ini kamu yang terakhir ya Ky, dompet-ku ketinggalan!" Ucap Adinda meminta maaf.


Nungky mengerjapkan matanya polos."Tapi aku juga gak punya uang loh Mbak Gatel, ada nih Goceng" Ucapnya menunjukkan uang yang dia punya sambil cengengesan.


Adinda Bergerak gelisah sambil menatap sekelilingnya dengan panik."Gimana dong Ky, kita bayar pake apa coba?" Ucapnya bingung.


"Heh dasar pelayan tidak tahu diri beraninya kamu menumpahkan air pada gaunku, apa kamu tahu harga gaunku ini sangat mahal bahkan lebih mahal dari harga dirimu sekalipun;" Teriakan seseorang membuat Adinda dan Nungky menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat Jenny dengan gaya angkuhnya sedang memarahi seorang pelayan wanita yang menangis sambil terus-menerus meminta maaf kepada Jenny, setelah Jenny merasa puas dengan menyiram pelayan tersebut dengan air, pelayan tersebut pun berlalu pergi setelah membereskan semua kekacauan yang dilakukan Jenny.


"Emang kampret tuh si Jenny, sombongnya minta ampun" Ucap Adinda kesal.


"Tenang Mbak Gatel semua orang pasti akan dapat karmanya sendiri kok!" Ucap Nungky bijak membuat Adinda menatapnya bingung.


Tanpa banyak bicara gadis itu-pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju meja dimana Jenny sedang sibuk memainkan ponselnya, Nungky tersenyum menyunggingkan senyum manisnya yang membuat siapa saja bisa mual mendadak itu sambil menepuk pundak Jenny pelan.


"Ka-kamu gadis licik, beraninya kamu datang kemari setelah apa yang kamu lakukan waktu itu!" Jenny menatap Nungky dengan tatapan matanya yang tajam."Oh tapi baguslah jadi aku bisa membalas semua perbuatanmu itu sekarang!" Ucapnya lagi sambil menyunggingkan senyuman liciknya.


"Gak usah dibalas juga aku sudah kena karma Mbak" Ucap Nungky sambil memasang raut wajah sedihnya itu membuat jenny menatapnya bingung."Waktu aku gebukkin kakak Cantik kerekam CCTV jadi aku harus ditangkap, dan lihat pelayan itu sudah melaporkanku ke polisi dan meminta kakak Cantik untuk memberikan keterangan nanti di kantor polisi" Ucapnya menjelaskan sambil menunjuk pelayan yang sedang berdiri di meja Adinda, mendengar itu Jenny tersenyum senang karena dia bisa membalas dendam tanpa harus melakukan apapun kepada Nungky.


"Bagus-bagus akhirnya gadis Licik sepertimu kena getahnya juga, sudah kubilang kamu tidak akan mampu melawan gadis sepertiku dan lihat sekarang kamu malah akan masuk penjara " Ucap Jenny angkuh dengan tawanya yang menyebalkan.


"Baiklah Kakak Cantik aku pergi dulu, tolong bantu aku agar hukumanku nanti tidak berat ya!" Ucap Nungky sambil melangkahkan kakinya menuju Adinda.


"Heh pelayan cepat bawa gadis itu pergi, nanti aku yang akan bertanggung jawab atas semuanya!" Teriak Jenny membuat si pelayan mengangguk mengerti dan membiarkan Nungky dan Adinda pergi.


Setelah keduanya menghilang pelayang tersebut pun datang menghampiri meja Jenny, dia menaruh kertas tagihan di atas meja Jenny membuatnya mengerjapkan matanya bingung.


"Heh apa-apaan ini kenapa kamu memberiku tagihan sekarang, aku bahkan belum selesai makan disini!" Ucap Jenny marah.


"Itu bukan tagihan makanan Mbak tapi tagihan mbak-mbak yang tadi, bukankah Anda sendiri yang bilang kalau anda yang akan bertanggung jawab?" Si pelayan itu menjelaskan dengan sopan meskipun dia sendiri ingin menyumpah serapahi gadis di depannya itu yang tadi sudah tega mempermalukan temannya.


"A-apa maksudmu bukankah tadi gadis itu sedang ditang-, ah sial aku kecolongan lagi" Ucap Jenny marah sambil menggebrak meja membuat para pengunjung menoleh menatap-nya.


Di tempat lain Nungky dan Adinda tertawa terbahak-bahak menertawakan Jenny yang sudah tertipu oleh mereka.


"Tidak kusangka kamu akan melakukan tipuan seperti yang pernah kamu lakukan padaku Ky, tapi baguslah aku juga senang melihatnya"ย  Ucap Adinda sambil tersenyum pada Nungky.


"Apa kubilang semua orang pasti dapat karmanya, kan lumayan juga kita bisa makan gratis kali ini" Ucap Nungky sambil cengengesan.


__________


Holla ada yang kangen si Nunung gak?๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Nih aku kasih eps yang panjang biar kalian gak Protes terus hehehehe,๐Ÿคง๐Ÿคง๐Ÿคง


Emang mau atau mau banget aku Up tiap hari?


aku usahain up besok kalau dapat like, komen dan Vote yang banyak mueehehehehe, aku jahat ya kalau gitu jadi semau kalian sajalah yang penting terus dukung othor yang cantik paripurna ini ya guys๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜maafkan daku yang jarang Up ketahuilah aku sibuk Main ML ๐Ÿ˜ญ


Salam Gesrek


OTHOR Cantik