
"Alhamdulillah kenyang!" Ucap Nungky setelah menghabiskan dua mangkuk bakso.
Teman-teman-nya yang lain hanya mendengus melirik Nungky, mereka benar-benar tidak mengerti bagaimana gadis berbadan kecil seperti Nungky bisa memiliki nafsu makan yang besar, kecuali Alvian dan Regi yang menatap Nungky penuh kekaguman, mereka berdua sudah tenggelam terlalu dalam oleh cinta Nungky, sehingga cara makan Nungky saja membuat mereka terpesona.
Nungky menyentuh layar di HP-nya dan menyalakan kamera tersebut, dengan santainya gadis yang merasa dirinya cantik Paripurna itu mengambil pose bersama Veyya dan Gisuwa yang ikut berpose, dengan centilnya mereka mengambil beberapa foto untuk mereka pamerkan di media sosial.
"Eh Ky kirimin foto barusan dong aku mau bagiin di IG aku juga!" Ucap Veyya dan Gisuwa secara serempak sambil memegang Hp mereka masing-masing dan membuka aplikasi media sosial yang sedang naik daun tersebut.
"Sudahlah ngapain juga kalian posting lagi kan udah aku bagiin di IG punyaku barusan, Abang-abang jangan lupa like ya!" Ucap Nungky kepada para pria yang berada di dekatnya, Alvian dan Regi langsung mengangguk mengiyakan dan langsung membuka hp milik mereka untuk menyukai postingan dari pujaan hati mereka itu.
"Sudah Ku udah aku kasih like sama komen juga!" Ucap Alvian setelah mengetikan sesuatu di kolom komentar Nungky.
"Aku juga udah Ky!" Ucap Regi tidak mau kalah, dia dan Alvian saling berpandangan dengan tajam seolah memancarkan aura permusuhan diantara mereka dengan jelas.
"Kita udah juga Bos Ky" Ucap Kemal, IPul mengangguk mengiyakan perkataan dari sahabatnya itu membuat Nungky tersenyum senang mendengarnya.
"Wah sekarang Bos ky udah banyak yang follow ya, padahal dulu masih dikit cuman sekitar dua puluh orang, tapi sekarang sudah ribuan Bos Ky memang hebat" Puji Ipul seraya mengangkat kedua jempol tangannya kepada Nungky, setelah melihat seberapa terkenal gadis tersebut di media sosial.
Mendengar itu Nungky tersenyum bangga."Tentu saja Bang aku ini kan Putri cantik yang baik hati, makanya banyak yang suka" Ucapnya bangga.
Veyya dan Gisuwa mengangguk mengiyakan, meski tidak menyukainya tapi mau tidak mau mereka harus menyukai fakta yang sayangnya benar, sejak mengenal Regi, Aria dan juga Wahyu, Nungky jadi mempunyai banyak penggemar di media sosial, tentu saja hal itu karena Arka, Regi dan Wahyu menyuruh semua orang yang menyukai atau yang mengenal mereka untuk mengikuti semua media sosial yang dimiliki Nungky, para pengikut mereka juga diwajibkan untuk memberikan komentar positif pada setiap postingan yang dilakukan Nungky, tentu saja hal itu juga karena permintaan Nungky yang dengan liciknya memanfaatkan ketenaran mereka bertiga.
Setelah selesai memakan bakso mereka kembali ke tempat parkiran dimana kendaraan mereka diparkirkan disana, karena perdebatan antara Regi dan Alvian yang mengajak Nungky untuk pergi bersama mereka, akhirnya Nungky memilih menaiki mobil Veyya dan ikut bersama kedua sahabatnya itu.
"Yah Bebeb Ky malah pergi" Ucap Alvian pelan sambil menatap mobil Veyya yang membawa pujaan hatinya itu pergi, kemudian dia menoleh menatap Regi disampingnya dengan tatapan tajam."Dasar bocah nakal gara-gara Bebeb Ky jadi pergi sama mereka harusnya dia itu pulang bareng aku!" Ucapnya kesal.
"Siapa yang kamu maksud bocah nakal hah?" Ucap Regi tak terima sambil mendorong dada Alvian pelan."Harusnya kamu sadar Putri Nungky itu harusnya pulang bareng aku dia perginya juga sama aku, kenapa pulangnya harus sama kamu hah?" Ucapnya lagi dengan nada tinggi.
"Heh kampret kutilan Nungky itu calon ibu dari anak-anakku, jadi sudah seharusnya dia pulang bersamaku, lihat saja sebentar lagi dia akan menjadi nyonya baru dirumahku!" Ucap Alvian sambil tersenyum sinis membuat Regi naik pitam mendengarnya.
Calon nyonya baru? Cuih Regi bahkan tidak Sudi mendengar kata-kata penuh khayalan dari pria di depannya itu, Nungky itu memang cantik dan bisa membuat siapa saja jatuh hati pada gadis unik yang hatinya masih belum kelihatan untuk siapa itu, dan Regi sebagai pria yang mencintai Nungky tidak akan pernah membiarkan khayalan Alvian menjadi nyata.
"Heh Abang-abang jelek, sadar diri lah Nungky itu sukanya sama cowok yang jago berantem kayak aku bukan kayak kamu, ngelawan jambret aja bisanya cuma nampar doang kayak cewek ah lebih tepatnya banci" Ucap Regi menekankan kata terakhir tersebut sambil tersenyum mengejek Alvian.
Bugh
Dengan kesal Alvian menonjok Regi membuat pria muda itu jatuh tersungkur menyentuh aspal jalanan, Ipul dan Kemal hendak membantu Regi namun pria itu menepis tangan mereka, dengan sekali hentakan Regi sudah bisa berdiri dengan tegap sambil menatap Alvian tajam.
Bugh
Ipul dan Kemal duduk di jok motor mereka sambil memperhatikan Regi dan Alvian yang sedang baku hantam, bukannya melerai keduanya malah saling bertepuk tangan untuk memberi semangat pada mereka.
Di tempat lain Nungky sedang asyik nongkrong di pinggir jalan sambil menikmati es kelapa bersama kedua sahabatnya yaitu Veyya dan Gisuwa, gadis yang menjadi sumber perkelahian antara Alvian dan Regi itu tersenyum lebar saat melihat sebuah mobil mewah berhenti tidak jauh darinya.
"Abang Kerokan" Teriak gadis itu memanggil nama pria yang baru saja keluar dari mobil yang dikendarainya.
Ricko menoleh menatap Nungky yang kini tengah berlari kecil ke arahnya sambil memegang es kelapa, gadis yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan membuatnya pulang cepat itu kini berdiri di depannya lengkap dengan senyuman menyebalkan yang terbit di bibirnya yang manis, ah sial lagi-lagi dia terpesona oleh tatapan maut Nungky.
"Abang mau jemput aku ya sampai jauh-jauh datang kemari, Abang tahu aja kalau aku mau pulang" Ucap Gadis itu menatap Ricko dengan wajah tersipu malu.
"Dasar Bod*h aku berhenti disini karena aku juga haus, berhentilah berkhayal tidak jelas Nungky" Ucap Ricko tegas.
"Nih Bang minum Abang pasti haus banget ya, sampai keringetan gitu" Ucap Nungky menyodorkan es kelapa yang dipegangnya kepada Ricko.
Ricko menatap es kelapa yang di sodorkan Nungky padanya tanpa berniat mengambil es tersebut membuat gadis imut itu berdecak kesal."Minumlah Bang ini masih bersih kok cuma aku minum dikit, Abang gak bakal mati juga kalau minum-minuman bekas aku!" Ucapnya dengan nada sedikit kesal, dia Hampir saja menarik tangannya kembali sebelum Ricko meminum es kelapa tersebut langsung dari tangan Nungky.
"Terima kasih" Ucap Ricko pelan saat dia selesa meminum es kelapa tersebut, Nungky mengangguk kecil, dia sebenarnya tidak menyangka jika Ricko mau meminum es kelapa yang sebelumnya sudah dia minum, dia mengedikkan bahunya tidak perduli tanpa berpikir lebih lanjut tentang keanehan dari pria di depannya itu.
Nungky membuang kelapa yang airnya sudah habis itu, kemudian tangannya terulur untuk menggandeng Ricko yang langsung terdiam karena perlakuan Nungky."Ayo Abang Sayang kita pulang" Ucap gadis cantik itu mengajak Ricko pergi dengan langkah kakinya yang riang memasuki mobil Ricko.
Ricko yang mendapat perlakuan dari Nungky hanya bisa menurut saat gadis kecil itu menggandeng tangannya, seumur Hidupnya dia tidak pernah membiarkan seorang pun untuk menggandeng dan berlaku seenaknya pada dirinya, tapi jika menyangkut Nungky lidah dan tubuhnya terasa mati rasa tanpa mampu memprotes, sialnya lagi dia bahkan menyukainya.
Veyya dan Gisuw menatap Nungky dari kejauhan saat gadis itu menggandeng tangan Ricko, keduanya saling berpandangan sambil mengangkat bahu mereka dengan kening berkerut bingung."Kayaknya Nungky beneran udah pindah haluan deh Veyy, terakhir dia kayak gitu sama Awan sekarang udah ganti sama Abang kerokan" Ucap Gisuwa pelan.
Veyya mengangguk setuju dengan perkataan dari Gisuwa sahabatnya."Baguslah GIS seenggaknya dia akan dah bisa lupain Awan setelah sekian lama berjuang, mudah-mudahan aja Abang Kerokan juga sama Nungky kalau nggak, aku gak tahu sama siapa cinta Nungky akan berlabuh" Ucapnya pelan, sebagai sahabat mereka berdua juga menginginkan yang terbaik untuk sahabat mereka Nungky yang belum juga mendapatkan pelabuhan terakhirnya.
"Tapi kamu kan juga belum jelas jodohnya Veyy, emangnya kamu gak takut jadi jomblo terus?" Ucap Gisuwa dengan polosnya sambil menatap Veyya yang kini menatapnya dengan kesal.
"Aw sakit Veyy" Pekik Gisuwa saat gadis cantik disampingnya itu menjitak kepalanya yang tidak berdosa.
"Makanya kalau ngomong itu dijaga kan udah jelas jodohku itu Mas Iyan , udah ah mendingan kita telepon Ran buat ngasih tahu kabar terbaru tentang Nungky" Ucap Veyya sambil mengambil hp miliknya bersiap untuk menelepon sahabat mereka.
Gisuwa mengangguk setuju dia juga mencoba menghubungi Rania, mereka seolah berlomba untuk segera memberitahukan kabar terbaru tentang Nungky kepada gadis yang kini sedang mengandung itu.
______
Bantu like Chat story' temen judulnya Cinta pria dingin guys plisss like ya😘😘