Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Tamu Cantik



Ting


Tong


Suara bell yang berbunyi membuat Desi dan Juno yang sedang asyik menonton tv itu saling berpandangan bingung, Desi menaruh keripik yang dipegangnya ke atas meja bersiap untuk melihat siapa yang sore-sore atau lebih tepatnya setelah adzan maghrib bertamu ke rumah mereka.


Saat Desi baru beranjak dari duduknya, Juno memegang tangan istrinya itu membuat Desi menoleh padanya dengan tatapan bertanya.”Biar Papa saja, takutnya itu para kunyuk yang mau deketin Nungky Ma, biar Papa usir mereka” Ucap tegas sambil beranjak dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan.


Desi menatap punggung suaminya itu sambil menghela napasnya pelan, sejak Juno tahu Nungky mendapat mobil dia jadi curiga dan waspada, dia mengatakan jika setelah itu mungkin anak mereka akan diculik dan dinikahi oleh pria tua yang memberi Nungky hadiah, padahal Desi saja yang setiap hari dirumah merasa kalau Nungky tidak laku buktinya sampai sekarang anaknya itu masih jomblo.


“Hadeh ada-ada aja si Papa, dikira anaknya laku kali ya, yang lirik aja gak ada kayaknya.” Gumam Desi pelan sambil memindahkan saluran tv ke acara sinetron yang sedang naik daun sekarang yaitu film*azab*.


“Ibu durhaka mati kelindes mobil anaknya” Gumam Desi membaca judul film azab kali ini sambil mengambil keripik yang dia taruh tadi.


”Ini yang durhaka anak apa ibunya sih matinya aja dilindes sama anaknya, wah seru nih artisnya masih muda, pasti kalau di dunia nyata si Nungky nih yang ngelindes aku, awas aja tuh anak kalau berani” Ucap Desi ngeri sendiri  karena Nungky mempunyai mobil sekarang dan Desi adalah orang yang selalu memakai mobil anaknya itu.


Juno membuka pintu rumahnya dengan perlahan, dia pun mendongak sambil bersiap untuk memarahi orang yang datang ke rumahnya, namun tenggorokannya terasa tercekat saat menatap dua gadis tinggi dan cantik berdiri di depannya sambil tersenyum, Juno terbatuk dan kembali menatap kedua gadis itu yang masih setia berdiri di depannya.


“Sore menjelang malam Om” Sapa mereka berdua ramah.


“So-sore ada apa ya kesini?” Tanya Juno bingung pasalnya dia tidak pernah melihat mereka berdua datang kemari sebelumnya.


“Kita mau ketemu teman kita Om, tadi kita dikasih tau kalau alamat rumahnya ini” Ucap salah satu wanita menjelaskan.


“Teman kalian, siapa?, setahu saya disini gak ada cewek cantik yang modelnya kayak kalian ada juga anak saya tapi dia biasa aja tampangnya gak mungkin dia kenal sama kalian” Ucap Juno akhirnya sadar kalau Nungky memang tidak secantik itu sampai bisa direbutin oleh para pria, dibanding kedua gadis itu Nungky bisa dibilang hanya tisu yang dipake buat ngelap wajah cantik mereka.


“Teman kita yang ini Om, kenal gak?” Ucap si wanita yang lain sambil menunjukan sebuah foto pada Juno di layar Hp nya.


Juno menatap foto tersebut dimana Nungky yang berada diantara kedua gadis tersebut tengah tersenyum ke arah kamera dengan senyumannya yang menyebalkan, Juno jadi merasa malu sendiri melihat anaknya yang kucel dibandingkan dengan kedua gadis itu yang terlihat sangat cantik di foto tersebut.


“Ya ampun Ky, Papa baru sadar kamu ternyata gak secantik itu nak, ya Allah mudah-mudahan ada yang mau sama anak saya” Gumam Juno berdoa dalam hati.


“Ah iya itu anak saya, mari masuk dia sedang di kamarnya!” Ucap Juno gugup sambil mempersilahkan keduanya masuk.


Dengan perlahan kedua gadis itu berjalan mengikuti Juno dari belakang sambil menenteng sebuah koper yang mereka bawa, saat sampan di ruang tamu Desi menjatuhkan keripik miliknya hingga berserakan di lantai,  saat melibat Juno berdiri dua gadis yang sangat cantik sambil tersenyum ke arahnya.


“Papa” Ucapnya pelan dengan mata sedih.


“Ma ini kenalkan te--”


“Sudah cukup Pa jangan diteruskan, Mama tahu mereka pasti istri-istri baru Papa kan, teganya kamu Pa setelah apa yang aku lakukan untukmu kini kamu berniat mengkhianatiku” Ucap Desi penuh drama dengan badan sudah meluruh di lantai, sepertinya dia terbawa suasana oleh sinetron yang sedang di tontonnya itu, sehingga bisa berpikiran jelek saat melihat mereka bertiga.


Kedua gadis itu saling berpandangan dengan bingung mereka tidak menyangka jika kedatangan mereka akan jadi seperti ini, Juno menghampiri istrinya itu dan memegang kedua bahu Desi mencoba untuk membangunkannya.


“Jangan sentuh aku Mas, aku jijik sama kamu” Ucap Desi penuh drama dengan menirukan salah satu dialog dari sinetron yang ditontonnya sambil menepis tangan Juno yang menyentuhnya dan menatapnya suaminya itu dengan tajam.


“Betul Tante kita ada apa-apa kok sama si Om nya” Ucap salah satu gadis tersebut menjelaskan.


“Diam kalian saya tau akal bulus kalian, Nungky tolongin Mama nak!” Teriak Desi memanggil anaknya itu.


“Ada apa sih Ma manggil-manggil aku, ini kenapa lagi pada berisik dari tadi” Omel Nungky sambil berjalan menuruni tangga dengan wajah menunduk.


Saat sudah turun Nungky mendongak dan alangkah terkejutnya dia saat melihat dua orang yang sedang ditunggunya kini berdiri di depannya.“Kak Kim, kak Alysh akhirnya kalian datang juga” Ucap Nungky bahagia sambil memeluk keduanya.


“Kamu kenal mereka juga Nung, apa kamu juga jadi wali pas Papa mu nikahin mereka?, ya Allah malang benar nasibku ini” Ucap Desi  merana.


Nungky berdecak kesal sambil menatap ibunya itu yang sedang duduk dilantai, dia tahu ibunya itu sedang melakukan drama sekarang.”Bukan Ma, mereka itu teman-teman aku namanya Kak Kim sama Kak alysh, mereka ini model internasional loh Ma” Ucap Nungky menjelaskan.


Mendengar itu Desi langsung beranjak bangun menatap kedua gadis itu sambil nyengir.”Aduh maaf ya Tante salah paham kirain kalian beneran simpanan Papanya Nungky abis bawa koper gitu sih” Ucapnya meminta maaf.


“Gak apa-apa kok Tante kita ngerti harusnya kita jelasin dari awal tadi” Ucap Alysha sopan.


“Mau jelasin gimana Alysh orang tadi kita mau ngomong aja di semprot mulu” Bisik Kimmy membuatnya mendapat cubitan dari Alysha.


“Udah ah ayo kakak-kakak cantik kita ke kamarku!” Ucap Nungky sambil menggandeng keduanya menaiki tangga menuju kamarnya.


Desi dan Juno menatap ketiga orang tersebut menghilang, setelah itu terdengan suara pintu yang ditutup dengan keras yang sudah jelas itu kelakukan anak mereka, Desi dan Juno saling berpandangan bingung sambil mengangkat bahu mereka.


“Gak nyangka ya Pa, anak kita temannya pada cantik-cantik semua mana model lagi” Ucap Desi sambil menoleh menatap suaminya itu.


“Sama Ma, Papa juga gak nyangka dan Papa baru sadar kalau anak kita gak secantik itu buktinya ada yang lebih cantik dari dia, Mama tahu Papa malu liat foto Nungky sama merela tadi, masa anak kita cuma pake kaos terus pake rambut palsu gitu gak ada cantik-cantiknya, kalau mereka Mama lihat sendiri kan pakai kaos sama celana jeans aja udah cantik banget” Ucap Juno prihatin.


“Apa Mama bilang Pa, Nungky emang cantik tapi gak cantik vanget juga sampai orang-orang pada ngejar dia” Ucap Desi menjelaskan dan Juno mengangguk setuju kali ini.


Di dalam kamar Nungky duduk dengan manis di depan meja rias, sedangkan Alysha dan Kimmy mulai mengeluarkan semua peralatan mereka di dalam koper, ketiganya saling berpandangan sambil tersenyum.


“Gimana kamu siapkan Ky?” Tanya Alysha memastikan.


Nungky mengangguk dengan semangat.”Siap kak, ayo kakak-kakak cantik kita mulai sekarang” Ucap Nungky bersemangat.


“Oke Nungky, aku dan  Alysha akan buat kamu kadi wanita tercantik malam ini” Ucap Kimmy dengan semangat dan mereka mulai mendandani Nungky untuk persiapan acara malam ini.


Sebelumnya Nungky sudah menghubungi mereka dan meminta keduanya untuk membantunya berdandan malam ini, mengingat dia ingin tampil berbeda di acara terakhir sekolahnya, untuk itu meminta Alysha dan Kimmy agar malam ini menjadi malam yang berbeda.


--------


Aku baikan gak jd hiatus gara2 bca komen kalian😉😉😉