
Nungky tengah berjalan sendirian di pinggir jalan sambil bersenandung ria, gadis itu baru saja pulang kuliah dan berniat untuk berjalan kaki menuju rumahnya atau lebih tepatnya rumah orang yang menculiknya.
"Nungky!"
Gadis itu menoleh menatap Regi yang menghentikan motornya di pinggir jalan bersama Ipul dan Kemal."Kamu kok pulang duluan Ky, kan aku udah bilang tunggu bentar biar kita pulang bareng" Ucap Regi saat Nungky sudah berdiri di depannya.
"Maaf Bang aku tuh gak suka nunggu, ntar malah nyesek sendiri lagi" Ucap Nungky sambil cengengesan.
"Kok gitu Ky, nyesek gimana coba emang aku pernah bikin kamu sedih?" Tanya Regi penasaran.
Nungky menggeleng sambil tersenyum kecut."Gak sih Bang, oh iya Bang Regi mau kemana mau pulang atau jalan-jalan dulu?" Tanya Nungky.
"Terserah kamu Ky, aku ngikut kemanapun kamu pergi"Jawab Regi dengan mengulas senyum manisnya.
"Ky ayo pulang bareng aku!"
Nungky dan Regi menoleh menatap Awan yang tiba-tiba muncul di depan mereka, Regi dan Awan saling melempar senyum sinis mereka, Aura permusuhan terlihat sekali di antara mereka, Nungky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal entah mengapa dia merasa tidak enak tentang ini.
Tin
Tin
Seakan belum cukup tiba-tiba sebuah mobil yang dikendarai Alvian dan Adinda datang bersamaan, ada juga Aria yang sudah lama tidak bertemu dengannya itu kini muncul dengan senyuman manisnya yang dia tujukan untuk Nungky.
"Ky mau kemana, jalan-jalan bareng aku yuk!" Ajak Alvian dengan santainya tanpa mempedulikan tatapan tajam dari orang-orang disekitarnya, dan dia pun turun dari mobilnya menghampiri gadis pujaannya itu sambil tersenyum.
"Kalau mau jalan-jalan bareng aku aja yuk Ku, sama kak Dinda juga kita bertanya ga bisa ngobrol bareng di kafe pasti seru tuh" Ucap Wahyu yang turun dari mobil kakaknya itu dan menghampiri Nungky.
"Enak aja siapa juga yang mau ngajakin cewek licik ini Yu, ayo ah kita pulang saja!" Ucap Adinda yang ikut turun dari mobilnya dan mengajak adiknya itu untuk kembali sambil menarik tangannya.
Namun Wahyu tidak bergeming dia tetap diam ditempatnya sambil menatap Nungky tanpa berkedip seolah terhipnotis oleh senyuman gadis itu yang terlihat menawan, Adinda mendengus sebal menatap adiknya yang kini sudah terlena oleh oleh kelicikan Nungky.
"Ya Allah dari sekian banyak gadis di dunia ini, kenapa harus Nungky yang disukai Wahyu" Ucap Adinda dalam hati.
"Hai mbak Gatel mbak kemana saja, kangen aku gak?" Ucap Nungky menyapa Adinda dengan senyumannya yang menyebalkan.
"Gak Sudi aku kangen sama kamu Ky, heh gadis licik cepat suruh adikku sadar biar gak kena pelet kamu Ky!" Ucap Adinda dengan ketus.
"Apa sih Mbak mana pernah aku melet orang" Ketus Nungky membela diri. " Abang Wahyu kena pelet apa emang Bang?" Ucapnya lagi bertanya pada Wahyu yang malah tersipu malu mendapat tatapan Nungky.
"Heh bod*h jawab jangan malah senyam-senyum gak jelas" Ucap Alvia pada Wahyu dengan ketus.
Wahyu mendelik pada Alvian orang yang memang dikenalnya itu, dia yakin Alvian juga menyukai gadis yang sama seperti dirinya yaitu Nungky, dia tidak menyangka dia harus saingan dengan orang yang dikenalnya itu.
"Aku gak kena pelet apa-apa kok Ky" Jawab Wahyu, kemudian dia meneh pada Adinda."Kak jangan suka ngomong kasar sama Nungky gak baik kak, kasihan Nungky kakak jahatin Mulu!" Ucapnya lagi menasehati.
Adinda langsung melotot tajam pada Nungky yang sedang cengengesan tidak jelas padanya."Kamu jangan ketipu sama muka polos sii Rubah licik ini Yu, Nungky itu biang licik dari semua orang licik" Ucap Adinda memberitahu sambil menatap wajah adiknya itu dengan mata meyakinkan.
"Aku gak nyangka ternyata kakak sejahat itu sampai tega nuduh Nungky yang tidak-tidak" Ucap Wahyu menatap Adinda dengan raut wajah kecewa."Ky aku minta maaf atas nama kak Dinda ya, anggap aja kak Adinda syirik sama kecantikan kamu Ky" Ucap Wahyu sambil menyentuh pundak Nungky yang sedang memasang wajah sok sedihnya.
"Eh kampret gak usah pegang-pegang juga dong emangnya Nungky cewek apaan" Ucap Arka tidak terima sambil menepis tangan Wahyu dipundak Nungky dengan kasar."Sudah Ky ada aku yang bakal jagain kamu" Ucapnya lagi sambil memegang tangan Nungky dengan lembut.
Awan dengan gesit menarik tangan Nungky mengajak gadis itu menuju motornya, namun dengan sigap Alvian kembali menarik Nungky dengan keras hingga terbentur ke dada bidangnya yang berotot, Nungky langsung cengengesan tidak jelas saat dia merasakan dada Alvian yang terasa hangat itu.
Para pria disana langsung saling berpandangan dengan tajam seolah bersaing untuk memperebutkan Nungky, Adinda tersenyum sinis melihat mereka sambil bersandar di mobilnya dengan tangan terlipat di depan dada, dia yakin dia akan melihat pertunjukan yang menarik disini.
"Nungky pulang bersamaku!" Ucap Alvian tegas sambil menatap semuanya dengan tajam, tangannya tak melepaskan tangan Nungky yang dipegangnya.
"Tidak aku yang duluan datang, sudah jelas dia pergi bersama ku!" Ucap Regi menolak kata-kata Alvian tak kalah tegas.
"Pul Bos Gi kelihatan serem juga ya kalau lagi ngerebutin Bos Ky" Ucap Kemal yang memperhatikan mereka bersama Ipul di warung kopi sambil memakan gorengan.
Ipul mengangguk mengiyakan."Namanya juga demi cinta Mal lautan api pun bakal dilewati, gak nyangka ya dapetin Bos Ku aja bisa sesulit ini" Ucapnya menatap Regi prihatin.
"Iya Pul gimana nasib kita ya, cowok kayak Bos Ky aja susah di dapetin apalagi yang cantik kayak model" Gumamnya sedih.
Ipul menepuk-nepuk pundak Kemal prihatin."Sabar Mal,mungkin udah nasib kita bakal jomblo sampai dijodohin sama orang tua kita sendiri, kalau nyari sendiri mah kayaknya gak bakal dapat" Ucapnya sedih.
Awan menarik Nungky dari Alvian membuat gadis itu menabrak dada bidangnya membuat Nungky kembali cengengesan karenanya."Bang Awan narik nya kuat banget bikin aku kaget tau gak" Ucapnya tersipu malu membuat para pria langsung menatap Awan dengan tajam.
"Kamu pulang sama aku ya Ky, udah lama kan kita gak pulang bareng, kamu mau ke danau tempat kesukaan kamu waktu main sama aku gak Ky?" Ucap Awan mengajak Nungky sambil mengulas senyum manisnya.
"Gak bisa Nungky bersamaku!" Ucao Arka dan Wahyu bersamaan.
Dan akhirnya para pria itu saling adu mulut memperebutkan Nungky, Nungky melongo ditempatnya dia tidak menyangka akan banyak pria yang memperebutkan dirinya hanya untuk mengantarkannya pulang.
"Heh kalian jangan ngomong terus itu Nungky kabur!" Teriak Adinda sambil menunjuk Nungky yang sudah lari jauh.
"Nungky" Teriak mereka bersamaan sambil berlari mengejar Nungky.
Adinda tertawa terbahak-bahak melihat Nungky yang sedah dikejar masa eh pria yang menyukainya."Rasain kamu Ky, siapa suruh godain laki terus jadi keblinger sendiri kan" Ucapnya sambil terus tertawa.
"Hai cantik kenalan yuk! Ucap Ipul yang menghampiri Adinda bersama Kemal.
"Kakak cantik tinggal dimana mau ngopi bareng gak?" Ucap Kemal ikut bersuara menggoda Adinda.
Adinda menatap mereka sambil tersenyum sinis."Maaf ya saya gak suka sama brondong, ngaca dulu baru ngomong!" Ucapnya sinis sambil berlalu memasuki mobilnya.
Nungky menghentikan langkah kakinya saat Alvian dan yang lain sudah tidak terlihat, gadis itu terlihat ngos-ngosan dengan keringat yang mengucur deras."Ya Allah nasib cewek cantik dan imut kayak aku ya gini,direbutin semua orang" Ucapnya sambil tersenyum bangga.
"Abang kerokan!" Teriak Nungky sambil melambaikan tangannya saat Ricko lewat di depannya dengan mengendarai mobilnya.
Ricko melirik Nungky sambil mendengus sebal."Kenapa lagi aku harus ketemu dia disini" Gumamnya, dia yakin gadis itu akan menyusahkan dirinya lagi.
________________
Aku Hiatus ya guys😭😭😭 promoim novelku ya biar pada baca lupyuguys😘😘😘
Salam Gesrek
Othor Mecum