Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Belanja



Di sebuah pasar yang terletak tidak begitu jauh dari rumah Nungky, banyak pedagang berteriak mempromosikan barang dagangan mereka, mulai dari tukang sayur, ikan, ayam, kambing, bahkan tukang kawin juga ada.


Pasar adalah tempat dimana semua orang bisa mendapatkan barang-barang pokok untuk kehidupan sehari-hari, tempat dimana semua kalangan berkumpul untuk memenuhi kebutuhan mereka, bahkan copet pun banyak beraksi di pasar mencari mangsa-mangsa yang memiliki banyak uang.


Nungky berjalan mengikuti ibunya yang sedang asyik menengok kanan-kiri mencari barang yang dibutuhkannya, disampingnya Chika berjalan sambil menjilati es krim yang dibelikan Desi.


“Ma nyari apa sih dari tadi perasaan gak beli apa-apa cuman dilihatin doang” Ucap Nungky merasa bosan dengan tingkah ibunya yang selalu mengenakan daster itu.


Desi menoleh menatap Nungky sebal.”Berisik kamu Nung, namanya juga belanja ya gini harus pilih-pilih dulu kalau Mama ketipu gimana coba” Omel Desi sambil terus berjalan mencari sesuatu yang dia sendiri tidak tau.


“Kita ini cuma mau belanja sayuran Ma bukan beli emas apalagi berlian, emangnya sayuran ada yang palsu juga” Ucap Nungky kesal.


Namun Desi tidak menanggapi ocehan Nungky, dia terus berjalan hingga akhirnya dia berhenti di depan sebuah toko sayuran, dengan cermat dia mulai memilih-milih sayuran yang akan dibelinya, sedangkan Nungky gadis itu tengah bersandar di tembok sambil menguap dengan lebar.


“Bang cabe berapa sekilo?” Tanya Desi.


“80 ribu bu” Jawab si penjual yang berumur sekitar 30 tahunan itu.


“Astagfirullah itu harga sekilo apa sekarung sih bang mahal banget” Ucap Desi kaget saat mengetahui harga cabe tersebut.


“Itu sudah turun bu kemarin harganya 90 ribu, cabe emang jarang turun bu yang turun cuma harga diri aja yang lain mah kagak” Ucap Si penjual sambil tersenyum.


“Cie si abang lagi curhat nih ya bang, abis diputusin sama pacarnya ya bang?” Tanya Nungky menyahuti obrolan mereka.


“Iya Neng kok tahu sih, duh abang kadi sedih inget si Marni yang ninggalin abang terus nikah sama yang lain” Ucap si pedagang sedih.


“Lah kenapa tuh Bang dia selingkuh dari abang atau apa?” Tanya Desi penasaran.


“Bukan Bu dia udah hamil duluan sama pacarnya, saya ini kan cuma pengagum rahasia si Marni kalau lagi makan di wartegnya dia saya suka liatin padahal” Ucap Si pedagan sedih.


“Yang sabar aja ya bang saya ngerti kok, lain kali nyari gebetan di warung padang aja ya bang” Ucap Nungky memberi saran.


“Kenapa tuh neng banyak yang cakep ya?” Tanya si pedagang dengan muka berbinar senang.


“Bukan bang tapi disana banyak vbanci yang mangkal kalau abang godain pasti ada yang nyangku deh bang” Ucap Nungky membuat Desi dan Chika langsung terkikik geli.


“Yaelah si eneng tega bener jodohin abang sama banci kalau abang sama neng mau gak?” Ucap Si Pedagang merayu Nungky.


“Boleh bang tapi abang harus tampan, mapan, dan juga jangan jadi orang waras dulu baru saya setuju” Ucap Desi menjawab pertanyaan si pedagang dan menatapnya dengan tajam membuat si pedagang itu menatapnya takut.


“Yaudah bang cabenya bungkusin 2 ribu aja ya bang, sekalian itung yang lain juga” Ucap Desi sambil menyerahkan sayuran yang sudah di pilihnya.


“Mana dapat bu 2 ribu mau dapat berapa biji, seperempat aja ya bu” Tawar si pedagang.


“Boleh tapi harganya tetap 2 ribu anggap saja itu biaya kompensasi karena tadi abang deketin anak saya” Ucap Desi.


“Rugi bandar aing” Gumam si pedagang sedih sambil membereskan barang belanjaan milik Desi.


Selesai membayar barang belanjaannya Desi mengajak Nungky dan Chika ke tempat penjual lain untuk membeli lauk pauk, barang belanjaan yang tadinya hanya sedikit kini berubah banyak, Desi melenggang berjalan tanpa membawa apapun di depan mereka, sedangkan di belakangnya Nungky sudah seperti kuli panggul yang membawa karung beras dan belanjaan milik ibunya itu.


“Nung cepat lelet banget sih jalannya keong sama kamu cepetan keong kayaknya” Omel Desi di depannya.


“Bentar Ma berat nih, ya Allah dasar ibu kandung yang kejam” Gumam Nungky sedih.


“Sabar ya Kak Ky, semangat kak” Ucap Chika menyemangati Nungky, gadis itu terlihat asyik menyantap permen.


“Sabar mulu dapat hadiah kagak, bantuin coba Chik bawain nih kresek isinya cuma ikan kok” Ucap Nungky sambil memberikan kresek berukuran sedang kepada Chika.


“Aduh Maaf kak Ky kata Mama aku gak boleh bawa yang berat-berat kan aku masih kecil kak” Jawab Chika menolak membantu Nungky sambil tersenyum dengan polos.


“Ini gak berat Chika cuman sekilo doang elah” Ucap Nungky kesal.


“Gak mau ah masih berat itu yang gak berat itu es krim, permen apa aja yang aku suka pokoknya” Ucap Chika membuat Nungky mendengus sebal.


“Ma nungguin apa lagi sih ayo kita pulang, udah panas banget nih!” Ajak Nungky.


“Iya tau Mama nungguin kendaraan yang Mama kenal, uang Mama habis nih buat belanja” Ucap Desi sambil cengengesan.


“Astagfirullah Ma makanya kalau belanja jangan kayak orang lupa ingatan, kamu juga Chik dari tadi jajan mulu jadi abis kan uangnya”Omel Nungky pada Chika.


“Yah maaf kak Ky, yaudah aku balikin lagi nih” Ucap Chika dengan wajah tanpa dosanya memberikan permen yang tinggal batangnya saja.


“Ya Allah dosa apa hamba punya ibu sama tetangga gak ada akhlak” Gumam Nungky sedih.


“Ma coba telepon Papa kek aku kan gak bawa hp” Ucap Nungky lagi.


“Kuota sama pulsa Mama abis Ky, kita jalan aja ya nak” Ucap Desi menatap Nungky dengan senyum manisnya yang terlihat menyebalkan, Nungky tahu jika mereka jalan kaki dia yang akan tersiksa.


Dan dewi fortuna pun datang yang anehnya selalu berpihak kepada Nungky si gadis licik,tidak jauh didepan mereka seorang gadis tengah memasuki sebuah mobil putih, melihat itu Nungky langsung tersenyum senang.


“Ayo kita pergi aku udah dapat kendaraan gratis buat kita” Ucap Nungky berjalan sambil membawa barang belanjaan dan disusul oleh Desi dan Chika.


Adinda yang baru saja selesai membeli air minum di sebuah toko yang terletak di depan pasar, dia langsung menoleh ke arah belakang dimana Nungky dan 2 makhluk tak dikenal sudah duduk manis di jok belakang mobilnya.


“Heh gadis licik ngapain kamu masuk ke mobilku cepat keluar!” Usir Adinda pada Nungky yang sedang cengengesan.


“Heh siapa sih kamu berani-beraninya bentak anak saya, sini kalau berani mau saya bikin bonyok tuh muka” Ucap Desi memandang Adinda kesal.


“Iya bener Tante Des sikat aja udah, ngapain mbak jahat kayak dia dibaikin” Ucap Chika ikut-ikutan mengompori.


“Denger tuh mbak gatel eh maksudnya mbak Dinda yang cantik, mending mbak anterin kita pulang aja ya mbak biar gak bonyok!” Ucap Nungky sambil cengengesan.


Adinda hanya melongo ditempatnya saat mendengar kata-kata mereka, dia ingin marah tapi takut beneran dibikin bonyok oleh ibu-ibu yang mengaku Ibunya Nungky si gadis licik yang selalu membuatnya menderita.


“Kenapa bengong cantik-cantik suka bengong hati-hati kesambet loh, udah ayo jalan!” Perintah Desi dengan tidak tau dirinya.


“I-iya tante tunggu bentar ya lagi nunggu teman dulu” Ucap Adinda takut.


Tidak lama kemudian seorang pria tampan masuk dan duduk di sebelah Adinda.”Din nih makanan kamu!” Ucap Pria tersebut sambil menaruh kantong berisi makanan cepat saji di sebelah Adinda.


“Bang Al”


Mendengar itu Alvian langsung menoleh ke belakang, matanya melebar saat melihat Nungky berada di belakangnya bersama 2 orang lain yang tidak dikenalnya.


“Nungky” Ucapnya Kaget.


“Bang Al kok ada dimobil mbak Dinda, abang selingkuh? Teganya kamu bang mengkhianatiku” Ucap Nungky penuh drama dengan memasang raut wajah sedihnya.


“Bukan Ky aku lagi ada urusan kerja sama Dinda, kamu sendiri ngapain ada disini?” Ucap Alvian balik bertanya saat Adinda mulai menjalankan mobilnya.


“Oh gitu ya bang hehe syukurlah, aku habis belanja nih bang belajar masak buat abang” Ucap Nungky sambil cengengesan.


“Oh iya bang kenalin ini Mamaku calon mertua abang” Ucap Nungky sambil menunjuk Desi yang sedang tidur dengan santai.


“kalau yang ini anak nyasar bang, aku pungut tadi lumayan buat belajar jadi ibu yang baik” Ucapnya lagi menunjuk Chika.


Alvian tersenyum ke arah Chika sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia tidak tahu harus berkata apa pada gadis seperti Nungky, jika dia salah bicara dia mungkin akan kena dampaknya.


“Dia siapa kak Ky bukannya kak Ky sukanya sama bang Awan kok godain abang ganteng yang ini?” Bisik Chika.


“Namanya juga hidup Chik harus banyak pilihan, kalau bang Awan nolak aku kan masih banyak gantinya biar gak galau” Ucap Nungky sambil tersenyum.


Chika terdiam memikirkan perkataan Nungky, sepertinya dia juga harus punya banyak rencana cadangan untuk memoroti Nungky jika gadis itu sudah tidak menyukai kakaknya artinya dia harus membuka ladang usaha lain yang akan membuatnya mendapat uang.