
Di sore hari yang cerah Nungky, Chika dan Regi sedang duduk berdua di gazebo sambil menikmati cemilan, gadis itu tertawa senang saat pria di dekatnya itu terbatuk-batuk setelah mendengar pernyataan cinta dari gadis mungil di depannya.
"Aduh Abang Gi kenapa batuk Bang, ditembak cewek cantik malah batuk si Abang mah" Ucap gadis itu terkikik geli.
"Abang Ganteng gak apa-apakan Bang, nih minum dulu!" Ucap Chika sambil menyodorkan segelas air di dekatnya kepada Regi yang langsung meminumnya.
"Terima kasih" Ucap Regi tulus setelah tenggorokannya terasa lebih baik.
Chika mengangguk sambil tersenyum dengan telaten gadis kecil itu mengelap sudut bibir Regi yang basah."Abang Ganteng minumnya belepotan Ihh Chika jadi tambah suka" Ucap Gadis itu polos.
Sontak Nungky langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya, dia tidak menyangka jika Chika benar-benar jatuh cinta pada Regi setelah pertama kali mereka bertemu, dan sekarang gadis mungil itu datang ke rumahnya setelah pulang sekolah, tentu saja itu bukan untuk menemui Nungky melainkan Regi yang sebelumnya sudah diberitahu Nungky jika pria itu ada di rumah.
"Kamu ada-ada Chik, Abang juga suka kamu kok, sebagai adik dan kakak tapinya". Ucap Regi sambil tersenyum samar, dia tidak menyangka gadis mungil itu akan menyatakan cinta padanya, kemudian dia menatap Nungky yang terlihat senang dengan kejadian memalukan itu.
"Abang aku maunya jadi istri Abang biar kita bisa menata masa depan yang indah Bang" Ucap Chika menatap Regi dengan raut wajah serius, kemudian dia mengambil sebuah brankas kecil yang berada di dalam tasnya."Nih liat Bang aku udah nabung buat biaya nikah kita nanti!" Ucapnya lagi sambil menunjukan isi brangkas tersebut yang ternyata berisi uang yang jumlahnya cukup banyak.
"Heh Chik kamu dapat uang segitu banyak dari mana abis ngerampok ya?" Ucap Nungky sambil melotot melihat uang milik Chika yang jumlahnya banyak itu, dia saja orang yang lebih dewasa tidak pernah mempunyai uang sebanyak Chika, dengan refleks dia mengulurkan tangannya mencoba untuk mengambil uang milik Chika, namun sayang Chika lebih gesit dengan gadis itu, dengan cepat Chika memukul tangan Nungky yang langsung cengengesan tidak jelas setelah aksi nyomotnya gagal.
Melihat tatapan nafsu Nungky Chika langsung menutup kembali brankasnya dan langsung menaruhnya ke dalam tas."Ini tuh hasil kerja keras aku jualan siang dan malam" Ucap Gadis itu menjelaskan.
Nungky berpikir mencerna ucapan Chika, setahunya gadis itu tidak pernah berjualan apapun, namun saat dia mengingat sesuatu Nungky langsung melotot pada Chika."Heh kampret itu uang hasil jualan foto Bang Awan kan berarti itu uangku, sini Chik balikin uangku!" Ucap Nungky mencoba merebut tas yang dipegang Chika.
Chika yang lebih kecil mencoba mempertahankan tas berharga miliknya itu, dia dan Nungky saling tarik-menarik tanpa mau mengalah, kemudian gadis mungil itu tersenyum sinis."Wah ada Tante Des" Pekiknya yang membuat Nungky langsung menoleh kebelakang namun sayang ibunya itu tidak ada, dia mendengus kembali menoleh pada Chika yang kini sudah duduk di belakang punggung Regi untuk meminta pertolongan.
"Awas kamu ya Chik dasar gadis penipu ulung, pokoknya aku mau uangku kembali!" Ucap Nungku tegas penuh anacaman.
Mendengar itu Chika hanya menjulurkan lidahnya meledek Nungky yang makin naik pitam, saat dia hendak menarik Chika Regi langsung menepis tangan gadis itu."Sudahlah Ky kasihan Chika dia masih kecil" Ucapnya membela Chika membuat Nungky mendengus sebal.
"Iya bener tuh Kak Ky aku itu masih kecil jangan dijahatin dong, aku ini calon penerus bangsa kak Ky sama calon pengantin Abang Ganteng juga iyakan Bang?" Ucap Chika menatap Regi sambil mengedip-ngedipkan matanya polos.
Regi hanya tersenyum samar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Niatnya deketin Nungky malah Chika yang kudapat" Batinnya pelan kemudian dia mengambil coklat dan langsung memberikannya pada Chika."Nih buat kamu Chika yang rajin ya sekolahnya, biar nanti kamu bisa nikah sama cowok impian kamu!" Ucapnya sambil mengusap kepala Chika dengan lembut, dia berharap ini hanyalah cinta monyet dari gadis mungil itu.
Chika mengangguk sambil melahap coklat yang berikan Regi dengan patuh."Iya Pasti Bang, Abang tenang saja aku itu anak pinter kok di sekolah, jadi kalau kita punya anak nanti anak kita pasti ada yang pinter, aku tahu kok Abang Gi itu kurang pinter jadi biar aku saja" Ucap Chika panjang lebar sambil menepuk-nepuk pundak Regi seolah meyakinkan pria itu jika semuanya akan baik-baik saja.
Mendengar itu Nungky terkikik geli sedangkan Regi hanya mengerucutkan bibirnya sebal, karena selain ditembak dia juga dihina disaat bersamaan."Emang aku sebodoh itu ya?" Gumamnya dalam hati.
"Mau kemana Ky?" Tanya Regi saat Nungky turun dari Gazebo meninggalkan mereka berdua.
Gadis yang tengah menikmati keripik sambil berjalan itu menoleh menatap dua orang yang sedang duduk itu sambil tersenyum."Mau ke depan nyari kang Bakso biasanya jam segini dia suka lewat" Ucapnya menjelaskan."Sudah kalian disini saja biar aku yang beli!" Ucapnya lagi saat melihat Regi hendak turun untuk menyusulnya, kemudian Nungky melanjutkan langkah kakinya menuju ke depan rumah.
"Hei dasar kalian budak-budak kurang ngajar, sudah kubilang aku mau masuk, cepat buka gerbangnya!"
"Maaf Nona, kami sudah diperintahkan oleh Tuan Mario agar tidak membukakan pintu untuk anda" Jawab salah seorang pengawal kepada seseorang di balik gerbang yang sedang menggedor-gedor pintu gerbang tersebut dengan tidak sabar.
Gadis itu berjalan melewati para pengawal dan langsung memanjat gerbang tersebut, dia melebarkan matanya terkejut saat melihat Jenny sedang berkacak pinggang dan dengan nafas yang naik turun menahan nafas, beruntung gadis sombong itu tidak mendongak ke atas, sehingga dia tidak mengetahui jika ada makhluk cantik Paripurna sedang menatapnya, kemudian Jenny kembali menggedor-gedor pintu gerbang tersebut dengan keras.
Brukk
Dengan sekali loncat Nungky turun dari atas pagar yang menjulang tinggi."Dia itu pacarnya Abang Kerokan yang gak direstui sama Om Tua ya?" Tanyanya menatap para pengawal di depannya.
Zuki si pengawal setia pun berjalan sedikit ke depan."Bukan Nona Ky, dia itu suka sama Tuan Ricko tapi Tuan Ricko sama Tuan Mario tidak menyukai dia, makannya jika dia kesini kami diperintahkan untuk mengusirnya" Ucapnya menjelaskan.
"Woy Buka pintunya sial*an aku mau masuk!" Jenny kembali berteriak dibalik pagar."Baiklah jika kalian tidak mau membukakan pintu gerbangnya, tapi aku akan tetap disini sampai Ricko datang dan kalian akan kuhabisi semua" Ucapnya lagi penuh ancaman.
"Hmmm udah ditolak dan diusir masih aja nyolot dasar Medusa" Gumam Nungky sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti, Dengan santai Nungky menyalakan selang air dan langsung menyiramkan pada Jenny yang berada dibalik gerbang, gadis itu dibantu para pengawal yang membantunya menaiki pagar untuk menyiram gadis menyebalkan itu.
"Heh kurang ngajar siapa yang berani menyiramku!" Teriak Jenny marah, kemudian dia mendongak ke atas dimana Nungky melongokkan kepalanya sambil tersenyum."Ka-kamu" Ucapnya pelan terkejut dengan gadis licik yang kini kembali menyiraminya.
"Hai Mbak Cantik apa kabar, ketemu lagi dengan Nungky cantik dan imut" Ucap Nungky sambil cengengesan.
"Dasar gadis si*l beraninya kamu muncul di rumah calon suamiku, sini kalau berani!" Teriak Jenny marah.
"Hmmm aku mau sih nyamperin mbak Cantik" Ucap Nungky setelah berpikir beberapa saat."Tapi maaf aku sibuk nungguin calon lakiku pulang, kapan-kapan aja ya kita ngobrol lagi!" Ucapnya lagi sambil cengengesan yang tentu saja membuat Jenny tambah marah.
"Siapa calon suami yang kamu maksud, dengan gadis bodoh jangan bermimpi untuk menjadi Nyonya di rumah ini, kamu hanya pantas menjadi budak-ku! Teriak Jenny.
Nungky hanya memutar bola matanya malas tanpa membalas makian Jenny padanya, kemudian Nungky melihat seekor anjing yang berukuran cukup besar sedang lewat bersama pemiliknya, dengan liciknya Nungky menyiram anjing tersebut yang langsung menggeram marah dan melepaskan diri dari Tuannya.
"Arrghh tolong!" Teriak Jenny saat anjing tersebut mencoba untuk menggigitnya, Nungky yang berada di atas pagar tertawa terbahak-bahak saat melihat Jenny sedang berlari kocar kafir untuk menyelamatkan diri.
Dengan gesit Nungky turun dari atas pagar dan kembali masuk ke dalam rumahnya atau lebih tepatnya milik Ricko."Mana Baksonya Kak Ky katanya mau beli bakso?" Tanya Chika saat gadis itu duduk disampingnya.
"Tukang Baksonya libur karena ada orang gila mangkal barusan" Ucap Nungky sambil cengengesan tidak jelas, membuat Regi dan Chika saling berpandangan dan menatap Nungky, mereka sama-sama berpikir jika mungkin alasan tukang bakso itu libur adalah Nungky.
-------------
Muehehe udah jelas kan siapa jodohnya si Nunung 🤭🤭🤭.
Btw bantu Like Chat Story' temenku ya judulnya *Cinta Pria Dingin* 😍😍
like n komen yang banyak kalau nyampe Target aku up besok🤭🤭
Salam Gesrek
Othor Cantik Paripurna