Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Masuk Tv



"Akhirnya sampai juga" 


Dengan perlahan gadis cantik Paripurna itu turun dari mobil yang sudah dia letakkan di parkiran sebuah gedung pencakar langit, sambil menenteng Map merah dan juga tas makanan, Nungky pun melangkahkan kakinya menuju kantor tersebut.


"Misi Mbak Cantik, kasih tahu dong ruangan Suami saya dimana ya!" Ucap Nungky pada Sang resepsionis yang sedang sibuk menerima telepon.


Si Resepsionis itu mengangkat tangannya seolah menyuruh Nungky untuk menunggu sambil terus berbicara dengan seseorang di telepon tersebut, setelah dia menutup teleponnya dia pun menoleh menatap Nungky."Iya Mbak ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya sopan bergaya seperti seorang resepsionis yang handal, padahal dalam hati dia menggerutu karena tugasnya seharian ini sangat sibuk.


"Saya mau ketemu suami saya Mbak kasihan dia belum makan, jadi dengan baik hati putri cantik ini datang membawa makanan spesial untuk Abang kerokan sayang!" Ucap Nungky sambil cengengesan.


Si Resepsionis yang bernama Karyo salah maksudnya Karina itu menatap Nungky bingung."Maaf Mbak disini setau saya tidak ada yang namanya Abang Kerokan, sepertinya anda salah tempat" Ucapnya memberi tahu.


"Emangnya siapa yang bilang kalau suami saya namanya Abang Kerokan coba, nama aslinya itu Ricko Rahardian ituloh yang punya perusahaan ini Mbak" Ucap Nungky menjelaskan sambil cengengesan.


Mendengar itu Karina menatap Nungky sambil tersenyum remeh."Jangan bercanda sejak kapan Tuan kejam eh maksudku Tuan Ricko punya istri, sudahlah Mbak jangan mengkhayal jam segini siang bukan pagi juga bukan, saya lagi sibuk nih banyak kerjaan!" Ucapnya mengusir Nungky sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Dasar Mbak rese, dibilangin malah gak percaya" Ucap Nungky dalam hati menatap Karina dengan kesal.


Tiba-tiba seseorang keluar dari  lift dengan seorang gadis yang tengah merangkulnya, sedetik kemudian para wartawan datang entah dari mana menyerbu keduanya sambil memotret mereka berdua, Ricko mencoba menghalau Cahaya menyilaukan itu dengan tangannya, dia menatap Jenny kesal karena dia tau ini semua ulah gadis yang datang ke kantornya tanpa izin.


"Tuan Ricko tolong jelaskan pada kami, apakah benar Tuan Ricko dan Jenny akan segera bertunangan?" Tanya seorang wartawan bertanya pada Ricko.


"Sejak kapan hubungan Tuan Ricko dan Mbak Jenny dimulai?" Tanya Wartawan yang lain.


Rentetan pertanyaan dari para wartawan tersebut membuat Ricko pusing seketika, ditambah Jenny yang dengan centilnya bergelayut manja di lengannya yang kekar, Ricko coba menepis tangan gadis itu namun Jenny kembali merangkulnya membuat Ricko menyerah dan membiarkan Jenny, dia kembali menatap para awak media yang meliputnya dengan tatapan dingin mencoba untuk membuat mereka bungkam, namun mereka tak gentar dengan tatapan Ricko mereka begitu bersemangat dengan kabar terbaru tentang pengusaha dingin yang digosipkan sedang dekat dengan model Cantik bernama Jenny yang juga merupakan anak seorang pengunjung kaya.


"Siapa tuh ada artis ya?" Ucap Nungky melirik kerumunan itu dengan penasaran, sayangnya dia tidak bisa melihat wajah orang yang sedang dikerumuni itu karena terhalang oleh mereka.


"Sepertinya bukan, mungkin Tuan sedang melakukan wawancara dengan mereka" Ucap Karina menebak ikut menatap para wartawan tersebut.


"Hmmm sepertinya aku harus melihatnya langsung, kali aja aku jadi artis dadakan" Ucap Nungky sambil cengengesan, sejenak dia merapikan rambut dan pakaiannya, kemudian dengan langkah kaki yang sama sekali tidak anggun Nungky berjalan menghampiri kerumunan tersebut."Permisi Putri cantik mau lewat!" Ucapnya seraya melangkahkan kakinya membelah kerumunan tersebut dengan cara menyelipkan tubuh kecilnya di antara mereka.


"Alhamdulillah bebas juga" Ucapnya bersyukur setelah melewati kerumunan tersebut, kemudian matanya menoleh ke depan dimana Ricko juga sedang menatapnya."Abang Kerokan Nungky Cantik sudah datang!" Ucapnya heboh sambil menghampiri Ricko dan Jenny.


"Heh Gadis sial*n kenapa kamu datang kemari dasar tidak tahu malu, cepat pergi sana sebelum aku mengusirmu!" Bisik Jenny menatap Nungky dengan kesal.


Nungky menoleh menatap Jenny sekilas kemudian gadis itu merangkul Ricko dengan manjanya."Abang Sayang aku rindu, nih sudah kusiapkan nasi goreng rasa cinta untukmu seorang Kandaku sayang" Ucapnya sambil menunjukan tas dan map yang dibawanya.


"Siapa dia Tuan Ricko apa dia kekasih anda yang lain?" Tanya salah satu wartawan dan langsung saja kamera terfokus ke arah Nungky yang sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah kamera dengan gaya sok anggun.


"Hallo semuanya perkenalkan aku Nungky si cantik dari kayangan, dan ya aku ini adalah calon istri dari Mas Ricko tersayang" Ucapnya menjelaskan dengan heboh.


"Apa jadi anda calon istri Taun Ricko, terus Nona Jenny siapanya Tuan Ricko?" Tanya para wartawan dengan kaget.


"Itu tidak benar aku adalah calon istri Tuan Ricko yang asli" Ucap Jenny dengan tegas, dia tidak akan kalah kali ini, dia tersenyum sinis pada Nungky merasa dirinya di atas awan karena dia yakin semua orang pasti akan lebih mempercayai kata-kata yang diucapkannya.


"Kanda bukankah dia itu yang kemarin ketahuan masuk ke kamar kita malam-malam?" Ucap Nungky polos menatap Jenny yang langsung melotot mendengarnya, kemudian Gadis cantik Paripurna itu langsung memeluk Ricko sambil membenamkan wajahnya di dada bidang pria yang sedang mematung menatapnya bingung."Tapi aku bersyukur juga karena kalau dia tidak datang mungkin aku sudah mengandung sekarang Mas, waktu itu kamu kelihatan sekali sedang bernafsu" Ucapnya dengan pipi merona merah seolah mengingat kejadian yang sebenarnya tidak pernah ada itu.


"Heh dasar kurang ngajar beraninya kami mengatakan kebohongan besar seperti itu, mau aku bunuh kamu hah?" Teriak Jenny marah berusaha untuk menjambak rambut Nungky yang dengan gesitnya langsung mengelak dan berdiri di belakangnya punggung Ricko.


"Apa?" Ucap Jenny dan Ricko secara bersamaan, Ricko menatap Nungky yang sedang cengengesan seperti orang yang terlihat bodoh, bagaimana tidak gadis itu benar-benar membuatnya mati kutu dengan semua kata-kata penuh dusta yang dia ucapkan.


"Tuan Ricko tolong jelaskan, benarkah anda akan menikah?" Tanya para wartawan dengan beruntun.


"Nona Ky bagaimana pertemuan pertama anda dengan Tuan Ricko?" Tanya mereka lagi kepada Nungky, sedangkan  jenny sepertinya sudah benar-benar mereka lupakan kehadirannya, terbukti gadis cantik itu malah terusir dengan para wartawan yang sedang mengerubuni Nungky dan Ricko.


"Ah itu sebenarnya pertama kali bertemu tidak ada yang spesial hanya saja Abang Kerokan langsung jatuh hati padaku!" Ucap Nungky menjelaskan dengan senyum malu-malu yang tentu saja membuat Jenny merasa mual seketika."Sejak hari itu Abang Kerokan alias Kang Mas Kanda Ricko tersayang ini tidak bisa tidur dengan nyenyak, sampai akhirnya saat kami bertemu lagi dia langsung menculikku!" Ucapnya lagi yang membuat para wartawan langsung heboh sambil mengambil beberapa potret wajah mereka berdua.


Ricko mematung di depan para awak media yang sedang mengambil gambarnya dengan Nungky , sedangkan gadis cantik Paripurna itu malah sibuk bergaya ala model dadakan dengan wajah dibuat semanis mungkin, Ricko melirik Nungky sambil tersenyum samar, dia tidak tahu apa dia harus merasa beruntung atau sial karena mendapat bantuan dari gadis yang malah makin menyudutkan dirinya.


"Argghh Tolong" Teriak Nungky panik saat Ricko dengan tiba-tiba mengangkatnya seperti karung beras dan membawanya pergi meninggalkan para karyawan itu.


"Maaf ya semuanya Nungky cantik harus pergi, soalnya calon suami tercinta pengen ngajak baku hantam dulu" Ucapnya sambil melambaikan tangannya dengan heboh kepada para wartawan."Ayo Abang kita kuy, aku tahu kok Abang gak kuat lihat pesona aku kan, gak apa-apa kok Bang aku ngerti" Ucapnya lagi sambil cengengesan membiarkan Ricko membawanya pergi yang dia tidak tahu kemana.


"Awas kamu sial*an, akan aku pastikan hidupmu hancur berantakan karena sudah berani merebut Ricko dariku" Ucap Jenny penuh dendam, dia pun langsung berlalu pergi masih dengan gaya anggunnya meninggalkan kantor tersebut dengan kacamata yang menghiasi matanya.


Byur


"Nungky!" Pekik Desi terkejut setelah dia memuntahkan keripik yang sedang dikunyahnya itu."Anakku masuk Tv" Ucapnya penuh haru saat melihat wajah Nungky tengah melambaikan tangan dengan heboh ke arah kamera."Dasar tuh anak beruntung banget bisa juga dia naklukin si Tuan Kejam itu,tapi kok namaku gak disebut sih padahal aku kan Mama-nya, emang dasar si Nunung gak mau banget bagi-bagi ketenaran!" Ucapnya merasa kesal sendiri karena dia tidak bisa masuk tv seperti anaknya.


"Mana Nungky M!" Teriak Juno yang datang menghampirinya sambil berlari kecil dengan segera dia langsung mematikan tv jika tidak mungkin Juno akan langsung ngamuk jika melihat anak semata wayangnya masuk tv dengah kabar tinggal di rumah pria selama tiga bulan.


"Apaan sih Pa, Mama gak ngerti?" Ucap Desi pura-pura tidak tahu.


"Mana Nungky papa kangen!" Ucap Juno sambil melihat sekitarnya dengan semangat, namun saat tidak melihat wajah anak kesayangannya itu dia mengembuskan napasnya pelan dengan wajah menunduk sedih."Nungky kok gak ada sih Ma, barusan Papa dengar Mama nyebut nama dia tapi kok gak ada?" Ucapnya menatap Desi dengan sedih.


"Sudah Pa tenang saja hari ini juga dia pulang, sini Sayang  duduk bareng aku!" Ucap Desi menenangkan sambil menarik Juno untuk duduk disampingnya.


"Papa kangen sama Nungky Ma sudah tiga bulan loh dia gak ada disini" Ucap Juno sedih mengingat putrinya itu."Apa Papa jemput dia aja ya Ma, biar lebih cepat pulangnya" Ucapnya lagi menatap Desi dengan penuh semangat.


"Boleh Kok Pa tapi memangnya kamu berani ngadepin Mama aku?" Ucap Desi menatap Juno yang langsung menggeleng dengan cepat setelah mendengar ibunya disebut, sebelumnya Desi memang terpaksa berbohong dengan mengatakan Nungky tinggal sementara di rumah ibunya yaitu Nenek Nungky,karena jika tidak Juno pasti akan menyusul Nungky dan membuat keributan di rumah Ricko, tapi beda lagi jika dia mengatakan Nungky ada di rumah ibunya, Juno tidak akan berani datang ke rumah orang paling licik sedunia.


"Makannya kamu diam saja di rumah Pa, Nungky pasti pulang kok kalau nggak biar Mama yang jemput dia!" Ucap Desi menyakinkan suaminya yang mengangguk mengiyakan perkataan istrinya itu dengan patuh.


_____


Muehehe Si Nunung mau diapain ya,? aku harap bukan hal baik muehehe.


Btw ini part-nya bagus banget aku jadiin ending-nya terus seoason duanua aku lanjut di lapak lain🤣🤣🤣


Dukung terus Si Nunung ya guys,😘😘😘


Salam Gesrek


Othor cantik Paripurna