Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Tantangan dimulai



Beberapa waktu kemudian Nungky berdiri di depan cermin sambil merapikan seragam sekolah, hari ini adalah hari ujian nasional dimana pertarungannya dengan ayah Regi yaitu Mario akan dimulai.


Setelah seminggu tidak bersekolah dan mengurung diri, Nungky terlihat berbeda dari biasanya, mulutnya komat-kamit membaca mantra eh menghafal semua rumus pelajaran yang sudah dia pelajari sebelumnya.


“Nung cepat turun sarapan nak” Terdengar suara Desi yang memanggilnya.


“Iya Ma bentar”


Nungky melihat penampilannya yang sudah rapi, dia sengaja menyetrika bajunya dengan rapi dan licin, gadis itu mengambil semua peralatan yang dibutuhkannya untuk menghadapi ujian nasional kali ini.


“Oke siap aku sudah imut dan cantik, akan aku kalahkan si om tua jahat itu dan mengambil mobilnya” Ucap Nungky sambil tertawa jahat.


Plak


Desi menempeleng Nungky yang sedang tertawa sendiri di depan cermin seperti orang kerasukan, Nungky menatap ibunya kesal yang saat ini malah sedang membaca ayat suci al-qur’an untuk mengusir anaknya eh makhluk tak kasat mata yang merasuki anaknya.


“Mama aku gak kerasukan” Ucap Nungky kesal.


Desi pun menghentikan bacaanya saat Nungky berbicara.”Ngomong dong dari tadi, udah capek-capek baca yasin juga, kan sayang suara merdu Mama harus keluar buat anak gak guna kayak kamu Ky” Omel Desi kesal sambil beranjak keluar kamar.


“Ayo cepat turun kalau nggak makanannya dihabisin Chika tuh” Teriak Desi dari luar.


“Dasar ibu aneh dia yang baca sendiri malah aku yang kena omel, untung ibuku kalau bukan udah ku racun dia” Ucap Nungky kesal dan beranjak keluar kamar mengikuti ibunya ke ruang makan.


“Eh ngapain sih anak nyasar kesini mulu, pulang gih sana!” Usir Nungky kepada Chika yang pagi-pagi sudah duduk manis dimeja makan bersama orang tuanya.


Chika mendongak menatap Nungky sambil tersenyum memperlihatkan giginya.”Pagi kak Ky, kakak cantik banget deh, sini kak sarapan” Ucap Chika berbasa-basi.


Nungky duduk disamping gadis menyebalkan itu.“Oh iya dong Nungky gitu loh emang kamu Chika jelek depan belakang” Ucap Nungky sambil terkikik geli.


“Dasar nenek gayung dipuji malah ngehina, kalau gak lagi numpang makan udah ku racun dia” Ucap Chika dalam hati yag sifatnya mulai menyerupai Nungky.


“Heh bocah ngapain sih tiap jam makan kesini mulu, emangnya dirumah kamu gak ada makanan apa?” Tanya Nungky saat mereka sedang menyantap nasi goreng buatan ibunya Desi.


“Ada kak banyak malah tapi masakan Mamaku terlalu enak buat dimakan sama manusia kak makannya aku kesini, soalnya aku gak mau jadi hantu sekarang” Ucap Chika menjelaskan.


Nungky mengangguk mengerti, masakan ibu Chika dan Awan memang ajaib rasanya, dulu dia pernah sekali mencoba telur dadar buatan ibu Chika dan lidahnya langsung terasa kelu, alhasil selama seminggu dia tidak bisa merasakan apa-apa saat menyantap makanan, jika diingat-ingat dia tidak mau mencoba lagi masakan ibu Chika, tapi dia cukup takjub pada keluarga Chika yang mampu bertahan selama ini.


“Pa ayo berangkat yuk kita berangkat sekarang!” Ucap Nungky kepada Juno setelah mereka selesai sarapan.


“Iya Om aku juga sudah siap!” Ucap Chika dengan tidak tahu dirinya membuat Nungky menatapnya sebal.


“Ada yah anak kayak nih bocah, ya Allah untung aku gak kayak gitu!” Ucap Nungky dalam hati.


Juno yang sedang asyik menggoda Desi didapur pun menoleh menatap kedua gadis yang sedang menatapnya dan juga Desi dengan wajah polos.


“Yah gak bisa nak mobil Papa mogok kamu jalan kaki aja ya, eh naik angkot aja deh!” Ucap Juno berbohong padahal dia sengaja tidak mau pergi dari rumah mumpung libur dan juga anaknya sedang sekolah, jadi dia dan istrinya bisa menghabiskan waktu mereka berdua.


“Yah”Nungky mendesah dengan lesu.


“Ya sudah mana uang jajannya dobel ya Pa” Ucapnya lagi sambil menengadahkan tangannya meminta jatah.


Tanpa membantah Juno langsung memberi Nungky selembar uang seratus ribu, Desi yang melihat itu hanya tersenyum sepertinya dia dan suaminya memang ingin Nungky dan Chika segera pergi dari rumah mereka.


Setelah berpamitan Nungky dan Chika pun berjalan keluar rumah, Nungky menatap uang yang diberikan Juno ayahnya sambil tersenyum senang, sepertinya hari ini memang hari keberuntungannya.


“Kak bagi dong, ceban juga bolehlah” Ucap Chika sambil memandang Nungky dengan wajah memelas.


“Pagi Nungky”


Nungky dan Chika menoleh menatap seorang pria tampan yang memanggil Nungky barusan sedang duduk diatas jok motornya sambil tersenyum ke arah mereka.


“Bang Regi!” Teriak Nungky senang sambil menghampiri Regi yang diikuti Chika yang mengekor di belakangnya.


“Siapa abang ganteng ini Kak Ky, kenalin dong!” Bisik Chika menarik rok Nungky sambil menatap Regi dengan mata berbinar.


“Enak aja jatahku nih” Jawab Nungky balas berbisik.


“Bang Regi mau ngapain kesini tumben banget?” Tanya Nungky sambil tersenyum.


“Aku sengaja mau ngajak kamu berangkat bareng Ky biar gak telat” Ucap Regi menjelaskan.


“Pagi Ky!” Tiba-tiba Awan keluar sambil mendorong motornya menatap Nungky sambil tersenyum.


“Pagi Bang Awan” Balas Nungky tanpa tersenyum dengan ekspresi malas.


“Mau berangkat bareng gak Ky, ayo!” Ajak Awan sambil menyodorkan helm


pada Nungky.


Nungky terdiam menatap Regi dan Awan secara bergantian.”Maaf bang Awan aku berangkat bareng bang Regi aja ya” Ucap Nungky menolak ajakan Awan membuat Regi tersenyum senang.


Nungky pun menaiki motor Regi dan duduk dibelakangnya setelah memakai helm.”Dah semuanya” Ucap Nungky sambil melambai dengan senang ke arah Awan dan Chika.


Awan menatap motor yang melaju itu dengan pandangan tak terbaca, entah mengapa dia merasa tidak suka melihat Nungky pergi bersama pria lain dan menolak ajakannya, padahal sebelumnya gadis itu selalu berjingkrak senang jika Awan mengajaknya dan juga akhir-akhir ini Nungky sudah jarang menyapa apalagi menggodanya membuatnya merasa ada yang kurang.


“Ayo bang jalan anterin aku aja adikmu sendiri, biar ngenesnya gak kelihatan banget” Ucap Chika menepuk pundak kakaknya itu membuyarkan lamunan Awan.


“Bang Regi tahu gak aku sudah belajar loh buat ujian nanti, doain aku ya bang supaya aku menang demi masa depan kita yang hakiki” Ucap Nungky sambil tersenyum.


Regi mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, saat ini mereka sedang duduk bersama kedua temannya Ipul dan Kemal di sebuah warung kopi langganannya gaitu tempay dimana dia dan Nungky bertemu pertama kali.


“Bagus itu Bos Ky jangan kayak Bos Gi yang gak pernah belajar” Ucap Kemal sambil tertawa dengan mulut penuh pisang goreng membuat Regi langsung melotot padanya menyuruhnya diam.


“Iya bos Ky kalau bos sampai jadi juara 1 ajak kita-kita juga ya kalua mau jalan-jalan pake mobil baru!” Ucap Ipul karena sebelumnya Regi sudah memberitahu mereka tentang perjanjian Nungky dan ayahnya Mario.


“Tenang abang-abangku paati kuajak” Jawab Nungky sambil tersenyum.


“Bang sinj aku suapin biar abang semangat” Ucap Nungky sambil menyodorkan goreng pisang kepada Regi.


Dengan senang Regi menerima suapan Nungky, saat mengigit pisang tersebut matanya langsung melotot dan meludahkan pisang tersebut sambil mengipasi mulutnya.


“Nungky!” Teriak Regi kesal karena pisang yang diberikan Nungky masih panas.


“Shut!” Nungky menutup mulut Regi dengan menaruh jarinya didepan bibir Regi.


“Jangan teriak nanti abang suka” Ucapnya lagi.


Deg


Jantung Regi kembali berdetak kencang sambil menatap Nungky tanpa berkedip apalagi saat kedua temanya bersorak pada mereka sambil bersiul jantungnya tambah berdetak dengan cepat, sedangkan Nungky gadis itu kembali memakan gorengan sambil menyesap kopi miliknya seolah tidak menyadari perubahan pada Regi karena hal kecil yang dia lakukan.