Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Pagi Yang Indah



Di Hari minggu yang cerah seorang gadis yang merasa dirinya adalah kembaran artis pop terkenal yaitu Raisa, tengah berbaring dengan nyaman di ranjangnya yang berantakan seperti kamar habis terkena banjir.


Nungky tengah tertidur lelap sambil menyungingkan senyumannya, entah apa yang sedang gadis itu impikan hingga dia bisa senyum-senyum sendiri dalam tidurnya.


“Ayo bang kita main cubit-cubitan” Ucapnya mengigau.


Gadis itu masih terlelap dalam tidurnya sambil bergerak kesana-kemari sambil menendang, dia tidak memperdulikan suara jam weker yang sudah berbunyi dari beberapa jam yang lalu, gadis itu mengerutkan keningnya saat suara-suara yang menyakitkan terdengar di telinganya.


“Nungky bangun nak sudah siang”


Terdengar suara Desi berteriak dari lantai bawah untuk membangunkannya, namun Nungky tidak bergeming dia mencoba melawan suara ibunya itu degan menutupi telinganya dengan bantal berharap jika itu bisa meredam teriakan Desi yang menyakitkan telinga.


“Nung bangun Nung, anak perawan jangan bangun siang ntar dapat jodoh kang sayur loh”


“Nungky bangun kalau gak Mama buang sepatu kamu ke tong sampah, oh kalau gak Mama jual aja ke tukang loak” Kali ini suara Desi terdengar mulai tidak sabar.


Tok


Tok


Tok


“Nung bangun ada Reza Rahardian lagi syuting di depan” Ucap Desi menggedor pintu kamar Nungky, tapi sayang gadis itu masih belum beranjak dari tidurnya.


Desi mendengus sebal karena Nungky tidak termakan oleh tipu muslihatnya, namun desi tak hilang akal dia mengambil speaker dan menyalakan musik dangdut dengan keras tepat di depan kamar Nungky.


“Arrggghhhh”


Nungky  berteriak kesal sambil melempar bantal yang menutupi telinganya saat mendengar suara lagu sunda berjudul *hayang kawin* diputar dengan keras tepat di depan kamarnya.


Dengan kesal dia beranjak menuju pintu kamarnya, disana di depan kamarnya terlihat Desi, Juno dan makhluk kecil nyasar yaitu Chika tengah berjoget ala biduan dangdut, mereka langsung menghentikan aksi mereka saat Nungky menatap mereka bingung.


“Kalian ngapain joged-joged di depan kamarku?” Tanya Nungky menatap mereka bingung.


“Pagi sayang Papa cuma ikut-ikutan Mama aja kok nak” Ucap Bram sambil berlalu pergi merasa malu dengan kegiatannya yang dipergoki anaknya sendiri.


“Ada apa sih Ma, ngapain nyetel  lagu itu di depan kamarku, emangnya aku se-gak laku itu sampai harus dengerin lagu itu Ma” Protes Nungky menatap ibunya kesal.


“Kalau gak gitu kamu gak bakal bangun Nung, iyakan Chik?” Ucap Desi meminta dukungan dari Chika anak tetangganya itu.


Chika mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.”Iya kak Ky lagian lagunya enak kak aku suka” Ucap Chika kemudian membuat Nungky mendengus sebal mendengar persengkongkolan 2 makhluk licik didepannya itu.


“Ngapain sih kamu pagi-pagi kesini Chik pasti mau ngerusuh ya?” Tuduh Nungky.


“Enak saja memangnya Chika itu kamu Nung yang kerjanya cuma makan, tidur terus bikin ulah, Chika itu kesini dari tadi bantuin Mama nyuci piring sama nyuci baju baik banget kan dia” Ucap Desi membela Chika sambil mengusap kepala Chika dengan lembut yang tengah menatapnya dengan senyuman sok polos yang menyebalkan.


“Dasar ratu drama bisa banget ngambil hati ibuku” Ucap Nungky dalam hati sambil menatap Chika kesal.


“Eh Ky dari pada bengong gak ada kerjaan mending kamu siramin tanaman didepan sana udah pada mau mati tuh” Perintah Desi kepada Nungky.


“Males ah Ma ngapain sih nyuruh aku nyiramin tanaman bunga di depan udah sekarat gitu,  mending tidur lagi aku” Tolak Nungky malas.


“Berani ya kamu ngelawan Mama, itu juga gara-gara kamu Ky yang suka ngelayab kalau Mama suruh nyiramin bunga didepan jadi pada mau mati kan tanaman Mama” Ucap Desi sambil menjewer kuping Nungky dengan kesal.


“Aduh sakit Ma” Ucap Nungky sambil melepaskan jeweran ibunya itu.


Desi memang memiliki tangan ajaib yang mana setiap dia menanam apapun tanaman itu pasti mati, meski sudah mencoba beribu kali tapi Desi masih gagal untuk membuat tanaman yang dia tanam untuk hidup, pernah dia mencoba menanam kaktus di rumahnya namun seminggu kemudian kaktus itupun juga mati, entah pupuk apa yang diberikan Desi hingga membuat kaktus itu mati.


“Sudahlah Mama males ngomong sama anak kayak kamu mending Mama nyari tukang sayur dulu deh di depan, oh iya jangan lupa siram ya Ky, awas aja kalah pas Mama pulang kamu belum siram tuh tanaman, Mama potong uang jajan kamu” Ancam Desi.


“Iya Ma udah cepetan gih pergi nanti keburu habis sayurannya” Usir Nungky.


Setelah ibunya pergi Nungky pun beranjak ke depan rumahnya bersama Chika yang terus mengekorinya dari belakang, dengan malas Nungky mulai menyiram tanaman di depan rumahnya itu dengan selang.


“Pagi Ky rajin banget udah nyiramin tanaman aja pagi-pagi gini”


Nungky menoleh menatap Awan yang sedang mengelap motornya yang sudah bersih mengkilat seperti habis dicuci.”Eh Bang Awan, iya nih bang aku emang suka bangun subuh buat beres-beres rumah, ini juga aku baru selesai nyuci, ngepel, nyedot Wc juga udah bang” Ucap Nungky berbohong sambil tersenyum manis kepada Awan.


“Bohong itu bang Wan, kak Ky baru bangun liat aja masih banyak beleknya belum cuci muka dia” Ucap Chika polos sambil menunjuk belek dimata Nungky, membuat Nungky langsung melotot padanya tapi bukannya takut Chika malah terkikik geli melihatnya.


“Bang Awan mau kemana kok udah nyuci motor pagi-pagi?” Tanya Nungky lagi.


“Gak mau kemana-mana kok Ky, emang sengaja aku nyuci motor sekarang biar nanti kalau mau pergi tinggal berangkat” Ucap Awan menjelaskan.


“Oh gitu ya bang enak dong, aku juga mau diboncengin sama abang” Ucap Nungky tersenyum genit, namun Awan hanya tersenyum samar tanpa menjawab ucapan Nungky.


Dengan tangan masih menyiram tanaman, Nungky memperhatikan Awan yang terlihat begitu tampan saat mengelap motornya, gadis itu tersenyum saat membayangkan Awan tengah membelai rambutnya dengan mesra.


“Nungky”


Nungky terkejut mendengar suara cempreng milik ibunya kembali terdengar membuyarkan lamunannya dengan Awan, dengan kesal diapun menoleh menatap orang yang sudah merusak khayalannya itu.


“Astagfirullah” Ucap Nungky saat melihat ibunya yang basah kuyup karena terkena siram oleh selang yang dipegangnya.


Nungky meringis sambil menjatuhkan selang tersenyum dia menatap ibunya sambil tersenyum, sedangkan Desi ibunya itu tengah melotot padanya, Awan yang melihat Desi yang seperti mau marah langsung ngacir masuk ke dalam rumahnya untuk menyelamatkan diri.


“Eh Chika ketinggalan di luar” Gumam Awan sambil menghentikan langkah kakinya.”Tapi biarin ajalah Chika banyak akal ini dia pasti selamat” Ucapnya lagi sambil melanjutkan langkah kakinya.


“Mama kenapa Ma habis kehujanan ya, disini panas loh padahal” Ucap Nungky.


“Dasar anak bandel ini Mama basah karena kamu siram Nunung” Ucap Desi kesal.


“Hihi rasain loh kak Ky, kebanyakan godain cowok sih” Ucap Chika tersenyum puas melihat Nungky dimarahi oleh Desi.


“Mama kok gak bawa apa-apa sih Ma, sayurannya udah habis?” Tanya Nungky saat melihat keranjang yang dibawa ibunya masih kosong.


“Bukan tukang sayurnya gak jualan hari ini, ayo siap-siap kita belanja di pasar” Ucap Desi sambil berjalan menuju ke dalam rumahnya.


Nungky mematikan air pada selang tersebut dan menyusul ibunya masuk ke dalam.


“Kak Ky aku ikut ke pasar ya kak” Rayu Chika sambil berjalan mengikuti Nungky menuju kamarnya.


Nungky menoleh menatap Chika sambil mendengus sebal.”Gak mau ah ngapain ngajak kamu, palingan mau minta dibeliin es krim gak ada untungnya buatku” Tolaknya.


“Ikut dong kak nanti aku kasih foto bang Awan waktu dia baru selesai mandi” Ucap Chika memberi penawaran.


“Ok adik ipar ayo kita jalan-jalan ke pasar” Ucap Nungky sambil merangkul Chika dengan senang.