
Dua orang gadis berbeda usia tengah bersembunyi dibalik semak-semak, mereka tengah melihat gerak-gerik dua orang manusia tepatnya sepasang kekasih yang tengah duduk dibawah pohon rambutan yang rindang dan berbuah lebat itu.
“Wan coba lihat langit cerah ya secerah hatiku buat kamu” Ucap Kartika melancarkan rayuan gombalnya sambil tersenyum manis kepada Awan yang tersipu malu mendengarnya.
“Kartik kamu tahu kamu itu bagaikan bulan dimalam yang indah membuatku mengingat wajah cantikku hingga terbawa mimpi!” Ucap Awan ikut merayu Kartika gadis yang sudah menjadi kekasihnya itu selama beberapa hari.
“Kamu bisa Wan bikin aku dag dig dug gini, jadi makin cinta” Ucap Kartia sambil tersenyum malu.
“Cuih si Kartik itu mau aja di bandingin sama bulan, emang dia gak tahu apa kalau bulan itu cuman terlihat indah dari kejauhan tapi aslinya bopeng-bopeng!” Ucap Nungky sambil tersenyum kecut memandang mereka berdua.
“Hihi iya kak, mendingan kayak Kakak cantiknya kayak Bunga bangkai” Ucap Chika sambil terkikik geli.
“Apa maksud kamu bilang begitu Chik, mau ngehina apa muji nih?” Tanya Nungky sambil menatap Chika dengan kesal.
“Santai Kak Ky, kan bunga bangkai itu unik segaligus langka kayak Kakak” Ucap Chika sambil tersenyum.
Nungky terlihat berpikir kemudian mengangguk sambil tersenyum senang.”Kamu benar juga Chik aku memang unik dan juga langka, tapi samainnya jangan sama bunga bangke juga dong Chik yang bagusan dikit kek!” Ucap Nungky kemudian merasa Bunga bangkai terlalu mencolok untuknya.
“Aku tahunya bunga itu doang yang langka Kak, tapi bagus kok cocok buat kakak” Ucap Chika meyakinkan.
“Baiklah tidak apa-apa yang penting aku termasuk langka dan unik” Ucap Nungky menyetujui pendapat Chika.
“Eh Kak lihat tuh bang Awan lagi petikin rambutan buat kak Kartik!” Ucap Chika sambil menunjuk Awan yang baru saja turun dari pohon.
Nungky menoleh menatap Awan yang tengah membuka kulit rambutan tersebut dan menyuapi Kartika yang melahapnya dengan senang, tanpa sadar dia langsung menggigit daun jambu yang berada di dekatnya.
“Bang Awan mau disuapin juga dong kulitnya juga gak apa-apa bang aku rela” Ucap Nungky dalam hati.
Dia merasa dadanya sesak karena melihat kemesraan yang dipertontonkan Awan dan juga Kartika, gadis itu memandang pujaan hatinya dengan sendu berharap jika dia yang ada di posisi Kartika sekarang.
“Kak Ky masih lapar ya sampai daun jambu dimakanin gitu, udah habis banyak tuh kak!” Ucap Chika membuat Nungky tersadar dan menghentikan kegiatan anehnya itu sambil memuntahkan daun jambu yang masih tersisa dimulutnya.
“Kenapa gak ngasih tau dari tadi Chik, aku pikir aku lagi makan salad tadi” Ucap Nungky menatap Chika kesal yang sedang nyengir padanya.
“Emang ada ya salad pakai daun jambu?” Tanya Chika polos.
Nungky mengabaikan perkataan gadis itu dan kembali memperhatikan Awan dan juga Kartika yang kini tengah membaca buku pelajaran, dia melihat Kartika yang mencuri pandang pada Awan membuat lelaki tampan itu tersenyum ke arahnya.
“Gak bisa dibiarin aku harus gagalin aksi si Tik-Tik, kalau gak bisa habis bang Awan!” Gumam Nungky pelan sambil mematahkan ranting dengan kesal.
“Gimana caranya Kak?” Tanya Chika penasaran.
Kemudian datang banci taman lawang lewat yang dikenal Nungy dengan baik, karena si pria eh atau manusia setengah jadi itu adalah pengamen yang suka keliling komplek tempat dia dan Awan tinggal.
“July” Panggil Nungky pelan.
July alias Jono si banci taman komplek melirik sekitarnya mencari sumber suara yang memanggilnya, kemudian dia melihat Nungky dan Chika yang melambai ke arahnya di balik pohon jambu yang di penuhi rumput liar membuat kedua gadis itu tidak terlihat.
“Apasih Cyiinn manggil-manggil aku, kalau mau ngasih duit sini gak usah banyak cincong!” Ucap Juleha ketus setelah menghampiri mereka sambil menenteng gitar kecil miliknya itu, dia memang tidak pernah ramah terhadap para gadis karena mereka merupakan saingan baginya dalam mendapatkan pacar.
“Gak Jul aku cuman mau ngasih tau bang Awanmu lagi pacaran sama cewek gatel, lihat deh tuh mereka mesra banget!” Ucap Nungky sambil menunjuk Awan dan juga Kartika yang kini sedang mengobrol.
July memang suka menggoda Awan setiap kali dia lewat di depan rumah Awan, Nungky tersenyum senang kali ini dia bisa memakai saingan untuk membantunya mengalahkan musuh.
“Sial tuh cewek siapa sih dia berani-beraninya deketin calon laki akyuuuhhh, mana mukanya jelek gitu cantikan juga aku kemana-mana!”Ucap July setelah melihat Awan dan juga Kartika.
“Siap aku samperin mereka dulu!” Ucap July sambil berjalan mendekati Awan dan juga Kartika.
“Abang Awanku ngapain disini sama dia, mendingan sama aku bang lebih seksi!” Ucap July sambil mengibaskan rambut palsunya mengenai wajah Kartika dengan sengaja.
“Misi dong aku mau duduk!” Ucap July menggeser Kartika hingga dia berada ditengah-tengah antara Awan dan Kartika.
“Siapa banci ini Wan kok deketin kamu, kamu gak lagi deketin dia kan ?” Tanya Kartika sambil melirik July ngeri.
“Heh cewek rese beraninya kamu manggil aku banci, banci-banci gini aku banyak yang suka ya!” Bentak July membuat Kartika mengkerut ketakutan.
“Dia itu yang suka ngamen di kompleks sini Kartik, dia emang suka godain aku tapi aku gak pernah nanggepin dia kok!” Ucap Awan menjelaskan sambil menggeser duduknya menjauhi July.
“Jadi abang suka lihat dan dengar kalau aku lagi ngamen ya bang, jadi terharu aku gimana suara ku bagus kan?” Ucap July sambil mengedipkan sebelah matanya dengan centil kepada Awan.
Awan mengangguk sambil tersenyum samar, jika dia mengatakan tidak bisa-bisa sifat preman July keluar dan akan membuat dia dan Kartika babak belur, padahal suara banci itu tidak lebih bagus dari suara knalpot motor yang di modif.
“Wan aku pulang duluan ya, Mamaku telepon nyuruh aku buru-buru pulang!”
Tanpa menunggu jawaban Kartika langsung pergi dengan terburu-buru meninggalkan Awan dan July berdua, Awan menggerakan pantatnya pelan mencoba untuk berdiri.
“Mau ngapain bang disini aja duduk sama aku kita ngobrol sambil ngopi gitu!” Ucap July sambil menarik Awan untuk kembali duduk bersamanya.
“Kabuuuuurrr ada Satpol PP”
Tiba-tiba terdengar suara mobil ambulan membuat July langsung lari kocar-kacir meninggalkan Awan sendirian yang menatap kepergian July sambil bengong, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa bingung kenapa July kabur saat mendengar suara ambulan.
“Banci yang aneh” Gumamnya sambil beranjak pergi.
Nungky dan Chika keluar dari persembunyian mereka sambil melakukan Tos dengan senang, aksi mereka berhasil kini Awan dan Kartika sudah berpisah dan July juga sudah kabur entah kemana.
Padahal jika july gagal membubarkan Awan dan Kartika, Nungky masih punya banyak rencana cadangan agar aksinya bisa sukses.
“Eh kenapa tadi kakak nyalain suara ambulan?” Tanya Chika bingung saat mereka sedang berjalan pulang.
“Aku gak tahu suara mobil satpol PP kayak gimana, tapi gak apa-apa si banci itu sudah kabur juga dia sepertinya juga tidak tahu yang mana suara ambulan atau satpol PP” Ucap Nungky sambil tertawa dengan senang, dengan kebodohannya sekalipun dia tetap bisa melakukan aksinya dengan sukses.
“Ya Allah mudah-mudahan jodoh bang Awan bukan dia, aku gak mau punya ponakan yang gesrek kayak dia!” Ucap Chika dalam hati sambil melirik Nungky yang tengah tertawa itu.
“Chik habis dari mana kamu?” Tanya Awan saat melihat Chika yang baru saja pulang melewatinya.
Chika menoleh ke arah Awan yang tengah duduk di kursi makan sambil minum dan menatapnya menunggu jawaban, rumah terlihat sepi ibunya pasti sedang ngerumpi di rumah sebelah yaitu rumah Nungky.
“Aku habis belajar kak sama teman!” Jawab Chika sambil tersenyum.
“Belajar apa Chik, kalau ada pelajaran yang kamu gak ngerti tanya abang saja Chik!” Ucap Awan sambil menatap Chika adik satu-satunya yang baru berumur 11 tahun dan menginjak kelas 5 SD itu.
Chika menggeleng.“Bukan belajar soal pelajaran Bang, tapi belajar soal cara gagalin orang pacaran!” Jawab Chika sambil berlari meninggalkan Awan yang ingin membalas ucapannya.
“Kenapa adikku jadi gitu ya?” Gumam Awan penasaran.
Di dalam kamar Nungky merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk, dia memandang langit-langit kamarnya sambil tersenyum, kemudian dia menoleh ke arah Photo Awan yang terpasang di balik pintu kamarnya.
“Bang Awan Aylapyupul Bang aku padamu” Ucap Nungky sambil memonyongkan bibirnya mencium photo Awan dari jarak jauh.