
Nungky si gadis imut baru saja pulang sekolah sambil berjalan kaki sendirian, sepertinya gadis itu mulai terbiasa berjalan kaki dan mencari mangsa untuk mengantarkannya pulang.
Tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat melihat seseorang yang dikenalnya yaitu Regi yang sedang dipukul oleh sekelompok pria berbadan besar dan membawa Regi pergi memasuki sebuah mobil hitam mewah, seorang pria berbadan besar itu mengikuti mobil tersebut sambil mengendarai sepeda motor milik Regi.
“Wah bang Regi diculik, apa jangan-jangan dia mau dibunuh terus semua organnya diambil buat dijual ke luar negeri” Ucap Nungky bergidik ngeri membayangkan khayalannya tentang Regi.
“Taksi” Nungky menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat di depannya.
“Mau kemana dek?” Tanya si supir yang berumur sekitar 25 tahunan, saat Nungky sudah masuk dan duduk di dalam taksinya.
“Ikuti mobil itu bang cepat ya jangan sampai ketinggalan” Ucap Nungky sambil menunjuk mobil yang membawa Regi.
“Siap Neng kita meluncur” Ucap si supir sambil menjalankan mobilnya mengikuti mobil didepannya.
“Tunggu aku bang, Nungky akan datang menyelamatkanmu” Ucap Nungky dalam hati bertekad untuk menyelamatkan Regi.
Disinilah dia berada di depan sebuah rumah mewah dengan pagar menjulang tinggi di depannya, tadi saat mengikuti mobil yang membawa Regi dia melihat mobil itu memasuki pagar rumah di depannya membuat Nungky langsung menghentikan taksi yang dia tumpangi didepan rumah tersebut.
“Neng ongkosnya” Ucap Si supir yang bernama Ucup setelah Nungky berkenalan saat mereka mengejar mobil tadi.
“Nih bang kembaliannya ambil aja gak apa-apa anggap aja bonus” Ucap Nungky memberikan selembar uang seratus ribuan kepada Ucup.
“Yaelah neng kembalian dari mana uangnya pas gini, yaudah ya neng abang pergi dulu!” Pamit Ucup sambil berlalu meninggalkan Nungky.
Setelah Ucup pergi Nungky memperhatikan keadaan dibalik pagar tersebut, terlihat beberapa pria berbadan kekar yang tadi memukuli Regi tengah berdiri dibalik pagar, sedangkan yang lainnya Nungky tidak tahu kemana karena penglihatannya yang terbatas terhalang oleh pagar yang menjulang tinggi di depannya itu.
Nungky berkeliling mencari cara untuk bisa masuk ke dalam rumah super besar itu tanpa ketahuan oleh pengawal yang sedang berjaga di depan rumah tersebut, dia menatap pagar besi yang bagian atasnya berujung runcing, dia yakin pagar tersebut akan sulit untuk dilewatinya, kalau dia tidak hati-hati mungkin pantatnya akan menancap di ujung pagar tersebut yang tentu saja dia tidak mau hal itu terjadi.
Akhirnya Nungky tersenyum senang saat dia melihat sebuah pohon besar di sebelah rumah tersebut, Nungky melirik kanan kirinya setelah yakin tidak ada orang dia mengeluarkan celana olahraga miliknya dan langsung mengenakannya.
Setelah siap dengan cekatan Nungky menaiki pohon tersebut dengan lincah, naik pohon adalah keahliannya sejak kecil setelah dia berguru dan bertapa di gua hantu alias sering mencuri buah tetangga yang membuatnya ahli naik pohon apalagi dalam keadaan kepepet dia jagonya.
Nungky dengan leluasa melihat sekitarnya dari atas pohon sambil berdiri di dahan yang cukup besar, matanya menyipit mencari sosok Regi di setiap jendela yang terbuka, namun sayang Regi tidak terlihat dimanapun sepertinya pria itu berada di sisi rumah yang satunya sehingga di posisinya sekarang Regi tidak terlihat.
Nungky menuruni dahan-dahan tersebut hingga dia berhenti di dahan yang dirasa tepat untuk loncat melewati pagar besi tersebut, dengan kepercayaan dirinya yang cukup tinggi berbekal dari pengalamannya saat nyolong buah tetangga Nungky loncat dari dahan tersebut, dan akhirnya dia nyangkut di pagar tersebut membuatnya terlihat seperti monyet yang sedang bergelantungan.
“Ehh huaaaa abang-abang tolong ada putri jatuh!” Teriak Nungky sambil meronta-ronta.
“Hey siapa itu?”
Mendengar teriakan itu 2 pengawal datang ke tempat Nungky menggantung dengan tidak kerennya di atas pagar, Nungky tersenyum menampilkan gigi putihnya kepada 2 pengawal yang menatapnya bingung.
“Hay abang-abang kekar turunin aku dong, putri cantik mau turun” Ucap Nungky sambil cengengesan.
Regi pria itu sedang duduk berlutut dengan tangan terikat di sebuah ruangan besar, dimana ada seorang pria tampan yang cukup berumur sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Regi yang wajahnya sudah babak belur karena habis dipukuli oleh anak buahnya.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh membuatnya keduanya menoleh ke arah pintu yang terbuka yang di depannya berdiri 2 orang pengawal yang menjaga ruangan tersebut, dan datanglah seorang pengawal yang menggendong Nungky di pundaknya seperti karung beras.
“Hua turunkan aku bang jangan perkosa aku, tidak bang aku masih suci!” Teriak Nungky sambil meronta-ronta dan memukuli punggung si pengawal yang bahkan tidak bergeming sedikitpun seolah pukulan Nungky hanya gigitan nyamuk kecil yang mengganggu.
Gubrak
Si pengawal menjatuhkan Nungky yang langsung tergeletak mengenaskan dengan gaya terlentang, kemudian gadis itu bangun dan berdiri sambil menepuk-nepuk pantatnya.
“Abang kalau nurunin yang keren dong masa dilempar gitu untung aku gak kenapa-napa coba” Omel Nungky menatap si pengawak dengan kesal.
“Hai abang Regi ketemu lagi kita” Ucapnya menatap Regi sambil cengengesan.
Regi melongo menatap Nungky yang berdiri di depannya, dia menatap gadis itu yang terlihat acak-acakan dengan rambut kusut dan juga dia memakai celana dibalik rok sekolahnya yang sudah robek dengan mengenaskan.
“Kamu” Gumam Regi pelan.
“Ada apa ini kenapa kamu membawa gadis itu jemari? Tanya si pria paruh baya tampan yang bernama Mamat eh salah Mario maksudnya.
“Maaf tuan Rio gadis ini ketahuan saat mencoba untuk menerobos masuk memasuki rumah tuan, maka dari itu saya membawanya kemari” Ucap Si penjaga menjelaskan dengan sopan.
“Baiklah kamu boleh keluar dari ruanganku!” Usir Mario sambil mengibaskan tangannya.
Si pengawal mengangguk patuh dan berlalu pergi meninggal kan ketiga orang tersebut, Mario menatap gadis yang baru saja menerobos masuk ke rumahnya itu dengan mata memicing, sedangkan Nungky dia terlihat sibuk membuka ikatan tali yang melilit tangan Regi.
“Aduh ini tali susah amat ya dibukanya bang coba aku bawa golok udah kutebas nih tangan eh tali maksudnya” Ucap Nungky sambil cengengesan dan akhirnya dia berhasil membuka tali tersebut.
Regi melemaskan tangan yang terasa sakit karena ikatan kuat tadi yang melilit tangannya, kemudian dia menoleh menatap Nungky yang sedang tersenyum ke arahnya.
“Heh gadis cilik kenapa kamu bisa ada disini?” Ucapnya kemudian.
“Buat nolongin abanglah, masa aku diam saja liat abang diculik sama abang-abang kekar, tenang bang aku disini sekarang, ayo kita basmi mereka!” Ucap Nungky sambil memegang pundak Regi dan menatapnya dengan yakin.
“Ehhemm”
Suara deheman seseorang membuat keduanya menoleh menatap Mario yang tengah menatap mereka, Nungky mengajak Regi berdiri dan dengan santainya dia duduk di seberang meja Mario.
“Kenapa Om batuk ya minum air hangat campur garam dan gula Om dijamin sembuh” Ucap Nungky meyakinkan.
“Itu buat sakit perut Ky bukan batuk” Bisik Regi yang berdiri disamping Nungky sambil melirik Mario dengan takut.
“Oh udah ganti resep ya bang kok aku gak tahu” Ucap Nungy sambil cengengesan.
“Sudah cukup basa basinya sekarang katakan gadis cilik, untuk apa kamu mencoba menerobos masuk rumahku?” Ucap Mario menatap Nungky.
“Buat nyelamatin bang Regi lah Om, saya tahu om ini bos sindikat penculik orang untuk dijual organnya kan, hayo ngaku saya sudah tahu semua kebusukan om” Ucap Nungky dengan gaya mengintimidasinya.
Bukannya takut Mario malah tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Nungky, Nungky menatap Mario bingung sepertinya pria tua di depannya itu mendadak kena Virus gila.
“Dasar kamu ini ada-ada saja, apa menurutmu aku terlihat seperti bos penjahat hah? Regi katakan pada temanmu siapa aku sebenarnya” Ucap Mario setelah dia menguasai tawanya.
Nungky menatap Regi menunggu pria itu menjelaskan tentang pria tua yang duduk didepan mereka.”Dia ayahku Ky” Ucap Regi pelan membuat Nungky melebarkan matanya terkejut, dia pun menoleh menatap Mario sambil tersenyum canggung.
“Hai Om apa kabar, sehatkan om?” Tanya Nungky berbasa-basi.
“Tentu saja, saya cukup sehat untuk menendangmu dan Regi keluar dari sini” Jawab Mario sadis.
“Teganya kamu om, tegakah kamu mengusirku yang cantik paripurna ini?” Ucap Nungky dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.
“Tentu saja aku tega, apalagi untuk orang-orang tidak berguna seperti kalian” Ucap Mario sambil menatap Nungky dan Regi secara bergantian.
“Dasar om tua jahat, pantesan bang Regi dipukuli tadi, yang sabar ya bang kalau sudah nikah nanti kita racun aja pake sianida” Ucap Nungky sambil menatap Mario tajam yang tentu saja mendengar ucapannya barusan, sedangkan Regi, dia hanya tersenyum samar tanpa berani membalas ucapan Nungky.
“Hey aku memukulnya karena dia itu memang pantas diperlakukan seperti itu” Ucap Marios membela diri.
“Oh ya apa itu om?” Tanya Nungky pura-pura penasaran.
“Karena dia itu bodoh dan tidak berguna, ah sudahlah aku yakin kamu sama tidak bergunanya dengan anakku” Ucap Mario malas.
“Enak saja Om saya ini anak paling pintar di sekolah tahu!” Ucap Nungky membela diri.
“Oh ya apa buktinya?” Tanya Mario menatap Nungky dengan alis terangkat sebelah.
“Adalah om, saya ini calon juara 1 ujian nasional loh om jangan macam-macam” Ucap Nungky dengan percaya dirinya.
“Eh nih bocah kalau mah bohong gak kira-kira siapa juga yang mau percaya!” Ucap Regi kesal dalam hati.
“Buktikan padaku kalau kamu benar-benar anak pintar dan bisa jadi juara 1 ujian nasional di sekolahmu!” Ucap Mario menantang Nungky.
“Imbalannya apa nih om, masa gak ada hadiahnya sih?” Ucap Nungky menantang balik.
“Terserah, ah kalau kamu menang aku akan memberikanmu salah 1 mobil yang terparkir di garasiku, dan tentu saja kamu bisa dengan bebas memilih mobil yang kamu mau” Ucap Mario sambil tersenyum sinis, dia yakin Nungky tidak akan mampu memenangkan tantangannya.
“Ok siap sama 1 lagi kalau saya menang jangan pernah pukulin bang Regi lagi!” Ucap Nungky sambil mengulurkan tangannya kepada Mario.
Mario mengangguk setuju sambil mengulurkan tangannya dan mereka saling berjabatan tangan sebagai bukti jika tantangan mereka dimulai pada hari itu.
Deg
Jantung Regi berdetak kembali dengan kencang saat Nungky menyebut namanya, dia merasa terharu dan bahagia karena Nungky membelanya di depan Mario ayahnya sendiri, selama ini tidak ada yang berani melawan apalagi menantang Mario yang terkenal galak.
“Oh Nungky aku padamu” Ucap Regi dalam hati.
Akhirnya semenjak kejadian itu Nungky memilih untuk meliburkan diri selama seminggu, dia fokus untuk belajar menghafal semua mata pelajaran yang selama ini tidak pernah dipelajarinya dengan serius, bahkan dia tidak mengijinkan seorangpun mengganggu waktu belajarnya bahkan saat teman-temannya datang dia tidak menemui mereka.
Ah tidak Nungky tidak sendiri dia ditemani makhluk kecil bernama Chika yang bertugas menyuapinya makan, gadis cilik itu tidak melakukannya dengan suka rela apalagi tanpa pamrih, dia membantu Nungky hanya demi bisa bermain memakai semua perlatan main yang dimiliki Nungky.
“Semangat kak Ky” Ucap Chika memberi semangat kepada Nungky sambil menyuapinya.
Nungky mengangguk dengan semangat seperti pejuang, dia bertekad untuk memenangkan tantangan itu dan menjadi juara saat ujian nanti yang akan dihadapinya dalam hitungan hari.
---------
Yag nanya Visual liat di eps 1-4 guys.
hadeh aku bingung gmn cranya masukin tokoh han ke sini, kalau mau kalian aja ya yg ngmg sama authornya aku malu dan tkut tak dianggap😆😆😆
hiya hiya hiyaaaaaaa