Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Rayuan Maut Nungky



"Gini amat ya hidup jadi Putri cantik dan imut kayak aku ada aja yang syirik" Ucap seorang gadis cantik Paripurna dengan nada mengeluh, dia sedang berada di taman yang luas sambil mencabuti rumput liar, dia menatap sang Tuan kejam yaitu Ricko yang sudah menghukumnya pada hari yang cerah ini."Disuruh kerja mulu aku, kapan aku jadi Putri terus nikah sama pangerannya coba" Ucapnya lagi sambil terus mencabuti rumput dengan kesal.


Ricko menoleh menatap Nungky sambil menaruh koran yang sedang dia baca ke atas meja, pria tampan itu tersenyum kecut melihat gadis pembuat masalah itu sedang menggerutu sambil mencabuti rumput, dia terlihat sudah sangat tampan dengan setelan kemeja dipadukan dengan dasi biru tua yang menambah ketampanan dari seorang Ricko.


Pria tampan itu melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul tujuh pagi, masih cukup banyak waktu untuknya bersantai dulu di rumah sebelum pergi untuk rapat jam sembilan nanti, dia menyesap kopi hitam yang tersedia untuknya dalam diam dan kembali membaca koran tanpa berniat beranjak dari sana sedikit-pun.


"Abang Kerokan" Panggil Nungky yang kini sudah berdiri di dekat Ricko membuat dia mendongakkan kepalanya dan menatap Nungky dengan alis yang terangkat sebelah.


"Besok-besok aku kerjanya jangan nyabutin rumput mulu dong Bang, masa dari kemarin belum selesai juga nyabutin Nya" Ucap Gadis cantik bernama Nungky itu merayu Ricko dengan menunjukkan wajah sok manisnya.


"Siapa suruh kamu kabur terus kalau di kasih kerjaan, ingat Nungky kamu disini untuk menjadi budak-ku bukan jadi tuan putri seperti khayalanmu itu" Ucap Ricko tegas membuat Nungky mengerucutkan bibirnya sebal.


Dengan tidak tahu dirinya dia duduk di samping Ricko dan ikut menyesap kopi yang berada di Depannya itu dengan santai, dia juga mencomot kue kering yang tersedia sambil mencelupkan nya pada kopi hitamnya, Ricko yang melihat itu hanya melongo karena baru kali ini ada seseorang yang berani meminum kopinya.


"Kenapa Bang mukanya gitu amat, mau?" Tanya Nungky sambil menyodorkan kue kering yang dipegangnya kepada Ricko dengan cengiran lebah di bibirnya.


Ricko mendengus sambil tersenyum kecut, dia menaruh kembali koran yang dipegangnya sambil beranjak."Tidak kamu habiskan saja semuanya!" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Nungky sendiri, berdebat dengan gadis menyebalkan itu hanya akan mempercepat kematiannya.


Nungky menatap punggung Ricko yang menjauh dan mengedikkan bahunya tidak peduli."Sok jual mahal banget sih dikasih enak gak mau, lumayanlah buat ganjel perut" Ucapnya santai dan kembali asyik menyantap kopi dan kue tersebut.


Setelah selesai mandi dengan cukup bersih setidaknya sekarang dia tidak terlihat acak-acakan dan dekil seperti tadi saat dia mencabut rumput, dengan riang gadis itu menuruni tangga dengan wajah berseri-seri sambil menenteng tas yang akan dibawanya pergi.


"Hari ini pergi kemana ya, ke kampus juga males gak ada kelas teman-temanku yang lain juga gak masuk, ada Bang Regi jam segini juga belum bangun, tapi kalau aku diam di rumah malah tambah bosen" Gumam gadis cantik itu bingung dia tidak tahu harus pergi kemana.


"Pagi Ky!" Sapa Regi yang baru saja bangun tidur dengan wajah masih acak-acakan sambil menuruni tangga menyusul Nungky yang kini tengah berhenti sambil berbalik menatap-Nya.


"Kamu mau kuliah ya Ky udah cantik aja pagi-pagi gini" Ucap Regi cengengesan menatap Nungky sambil berjalan menuruni tangga disamping gadis cantik pujaannya itu.


"Bukan Bang aku juga gak ngulik tahu mau kemana paling aku jalan-jalan keliling Jakarta" Ucap Nungky menjawab pertanyaan Regi sambil tersenyum.


"Kalau gitu kamu mau gak jalan-jalan bareng aku aja Ky?, aku siap kok nemenin kamu kemanapun kamu mau!" Ucap Regi menawarkan diri dengan semangat, saat ini mereka baru saja menuruni tangga terakhir dan berjalan menuju ruang makan.


"Bukannya Abang ada kuliah ya hari ini?" Ucap Nungky menatap Regi bingung, seingatnya kemarin pria disampingnya itu mengatakan jika dia ada kuliah siang nanti.


"Oh iya itu Ky, kuliahnya dibatalin mendadak katanya dosennya mau lahiran"Ucap Regi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum gugup, dia terpaksa berbohong demi bisa jalan bersama Nungky.


"Boleh kok Bang abis makan kita langsung cus ya Bang, kita jalan-jalan nyari udara kotor!" Ucap Gadis cantik itu sambil merangkul Regi dengan semangat.


Sesampainya di meja makan terlihat Ricko sudah duduk manis di kursinya di dekat Mario, dengan santai Nungky mengambil tempat duduk di samping pria tampan yang dingin itu, sedangkan Regi ikut mengekori Nungky dan duduk di sebelahnya.


Melihat itu Mario mendengus menatap kedua anaknya yang terlihat seolah memperebutkan tempat duduk disamping Nungky."Dasar gadis licik menangnya kelebihan aku kan hanya berharap Regi saja yang menyukai kamu bukan dua-duanya, sebenarnya apa yang kamu punya sampai anakku terlihat klepek-klepek padamu?" Ucapnya dalam hati merasa bingung sendiri."Tapi ah sudahlah aku tidak peduli selama kamu tetap menjadi menantu di rumahku" Ucapnya lagi dalam hati sambil tersenyum dan melahap roti isi miliknya., dia merasa mungkin kedepannya Regi akan mendapat saingan baru yaitu Ricko kakaknya sendiri.


Dalam diam sambil menikmati sarapannya Ricko melirik Nungky yang terlihat sedang asyik bercanda dengan adiknya Regi, entah mengapa dia merasa tidak menyukai kedekatan antara adiknya dan gadis menyebalkan itu, padahal sebelumnya dia tidak peduli jika mereka dekat dan bercanda seperti sekarang, namun setelah kejadian ciuman singkat yang terjadi antara dirinya dan Nungky membuat Ricko jadi suka uring-uringan sendiri dibuatnya.


"Sial kenapa aku harus seperti ini padahal gadis licik itu saja terlihat biasa saja harusnya aku juga bisa seperti dia" Ucapnya dalam hati merasa kesal sendiri.


"Oh Abang Regi itu mukanya belepotan sini aku bersihin!"


Ricko menatap Nungky yang sedang mengelap bekas makanan di sudut bibir Regi menggunakan tisu, keduanya terlihat senang dengan apa yang mereka lakukan apalagi Regi yang menatap Nungky tanpa berkedip saat gadis itu mengelap bekas makanan-nya.


Orang


Dengan kesal Ricko membanting garpu dan pisau yang di pegangnya, dia tidak kuat melihat pemandangan yang menurutnya sangat menyebalkan dan menyakitkan untuknya, semua orang yang berada di sana menatap Ricko dengan kening berkerut bingun.


"Abang mau kemana Bang?" Tanya Nungky saat melihat Ricko beranjak dari kursinya.


"Bukan urusanmu!" Ucap Ricko sinis sambil berjalan meninggalkan mereka tanpa berbalik sedikitpun.


"Abang Kerokan suka gitu ya Bang Go kayaknya dia kesambet beneran cinta aku deh makanya suka marah-marah gak jelas, soalnya bingung mau deketin aku pakai cara apa" Ucap Nungky sambil cengengesan.


"Kamu lucu Ky emang gak ada yang bisa nolak pesona kamu Ku aku aja sampai kepincut eh maksudku kepincut jadi teman kamu Ky" Ucap Regi meralat ucapannya sendiri.


"Sudah Abang Gi kalau suka ngaku aja jangan dipendam nanti Abang tambah suka!" Ucap Nungky sambil menepuk-nepuk pundak Regi pelan membuat Regi menegang seketika, namun seolah tidak menyadari perubahan ekspresi wajah Regi Nungky kembaki mengambil roti isi dan langsung melahapnya dengan rakus."Ini roti kayaknya diisinya pake cinta ya Bang soalnya aku makan sebanyak apapun tetap aja kurang" Ucapnya lagi sambil menoleh menatap Regi yang membuatnya tersipu malu.


"Dasar Ratu Lebah bisa banget bikin orang klepek-klepek" Dengus Mario menatap mereka sebal, karena tidak kuat melihat omongan Nungky yang menggoda anaknya dia pun memilih pergi meninggalkan mereka.


"Abang Gi jangan diambil rotinya!" Pekik Nungky saat Regi hendak mengambil Roti membuat pria itu mengurungkan niatnya dan menoleh menatap Nungky bingung.


"Kenapa emangnya Ky, kamu mau lagi rotinya?" Tanya Regi bingung.


Nungky menggeleng sambil tersenyum, dia pun mengulurkan tangannya dan menyentuh roti tersebut yang sudah di pegang Regi."Ngambilnya berdua Bang biar ada rasa cintanya" Ucapnya sambil menyunggingkan senyum manisnya membuat Regi langsung dimabuk kepayang oleh Cinta Nungky, kalau sudah begini dia tidak mungkin bisa mengenyahkan Cinta Nungky.


_______


Muehehe nungguin ya maaf guys aku lagi sibuk nyari kebahagiaan seperti Nunung🤭🤭🤭😂😂


Tadinya aku gak mau up tapi takut di demo massa yaudah demi kalian aku up😘😘


Siapa yang nanya visual Abang Kerokan? angkat tangan 😂😂