
Pagi-pagi sekali seorang pria paruh baya tengah mondar-mandir di garasi rumahnya yang luas, di hadapannya berjejer para pengawal yang berdiri dengan rapi dengan muka datar mereka takut jika sang tuan akan mengamuk pada mereka.
“Jadi teman kamu yang namanya Nungky itu beneran jadi juara pertama Gi?” Tanya Mario menatap anaknya Regi yang sedang menyantap roti miliknya sambil duduk dikursi yang terdapat disana.
Tadi pagi saat anaknya bangun dia memberikan kabar buruk yang membuat Mario kalang kabut, dia tidak menyangka jika gadis licik yang pernah datang ke rumahnya itu bisa memenangkan tantangan yang diberikannya.
Padahal sebelumnya Mario sudah mencari tahu tentang gadis bernama Nungky itu yang ternyata memang bukan anak pintar seperti dugaannya, dan juga gadis itu terkenal suka membuat masalah di sekolahnya membuatnya yakin jika dia akan memenangkan tantangan mereka.
Regi mengangguk dengan yakin.”Betul itu Pa orang kabarnya sampai kedengaran ke sekolah Regi, banyak yang gak nyangka loh Pa tapi emang sih Nungky emang hebat banget” Ucap Regi sambil tersenyum membayangkan wajah Nungky yang sangat menggemaskan.
“Ah tidak bisa sebelum gadis itu kemari aku harus mengganti semua mobilku dengan mobil yang biasa saja, ya benar pasti gadis bodoh itu tidak akan sadar” Ucap Mario sambil tertawa jahat.
Mario menatap para pengawalnya yang sedang menunggu perintah darinya.”Dengar aku mau kalian menukar mobil-mobilku dengan mobil yang biasa saja” Perintah Mario sambil berjalan mondar-mandir memberi instruksi kepada semua anak buahnya.
“Pakai mobil yang mana tuan, mobil tuan kan gak ada yang biasa?” Tanya Juki sang pengawal yang sedikit bodoh dan suka cerewet.
Mario berpikir sejenak kemudian dia melihat semua mobil mewahnya yang harganya kebanyakan berharga Milyaran bukan ratusan juta, bahkan yang paling murah pun harganya sekitar 1 Milyar bisa dimaklumi karena semua mobilnya adalah mobil dari brand ternama, apalagi mobil dengan atap terbuka yang harganya cukup untuk membeli sebuah rumah mewah.
Mario tidak akan rela jika mobil miliknya itu sampai dimiliki oleh Nungky, dia menatap Regi yang terlihat asyik menatap foto Nungky yang dia ambil secara diam-diam saat mereka di taman waktu itu.
“Heh bocah nakal awas saja kalau kamu sampai membocorkan rahasia ini pada gadis licik itu!” Ancam Mario pada Regi.
“Siap Pa tenang aja aku gak bakalan bocorin kok, yang penting aku bisa dekat sama dia” Jawab Regi sambil tersenyum malu.
“Dengar tukar mobilku dengan mobil sewaan atau apapun itu yang penting mobil biasa, cepat cari sebelum gadis licik itu datang ke rumahku!” Perintah Mario sambil terus berjalan mondar-mandir.
“Dan ingat jangan samp---”
Ucapannya terhenti saat melihat gadis licik bernama Nungky itu sudah berdiri di depannya dengan senyumannya yang sangat menyebalkan, di kedua sisinya berdiri Ipul dan Kemal yang langsung duduk menghampiri Regi meninggalkan Nungky sendiri.
“Pagi Om tua, wah hari ini indah ya om!” Ucap Nungky senang dan duduk di hadapan Regi yang cengengesan saat menatapnya namun seketika dia menunduk takut saat melihat tatapan tajam dari ayahnya.
“Indah bagimu tapi buruk untukku!” Ucap Mario dalam hati.
“Bang Regi belum mandi ya tapi gak apa-apa deh bang masih ganteng kok!” Ucap Nungky sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Regi tersipu malu dengan pipi merona merah.
Kemudian Nungky menoleh menatap mobil yang berjejer rapi di garasi membuat matanya langsung berbinar senang, sedangkan Mario bergerak dengan gelisah melihat tatapan gadis licik itu pada koleksi mobil mewahnya.
“Wah ini mobil-mobil yang bisa aku pilih ya Om tua, bagus-bagus mobilnya” Ucap Nungky sambil berjalan memperhatikan mobil-mobil tersebut.
“I-iya itu mobil yang bisa kamu pilih cepatlah pilih mobil mana yang kamu mau!” Perintah Mario dengan ketus sepertinya dia memang harus merelakan salah 1 mobilnya dimiliki oleh gadis licik itu.
Nungky terlihat berpikir sejenak sambil melihat mobil-mobil di sekitarnya.
“Bisa uji coba dulu kan Om tua?” Tanya Nungky menoleh pada Mario.
“Enak saja pilih saja satu jangan pakai uji coba segala” Ucap Mario kesal.
“Gitu banget sih Om tua gak ikhlas banget kayaknya, tapi yasudahlah gak apa-apa” Ucap Nungky.
“Tapi ini gak ada bonusnya nih om masa ngasih mobil doang nih kan aku juara umum om, bukan cuma ujian nasional saja yang nilainya tinggi tapi pelajaran lain juga nilaiku tinggi semua!” Ucap Nungky sambil tersenyum misterius.
“Maksud kamu apa gadis cilik aku tidak mengerti maksudmu, apa mobil masih tidak cukup untukmu?” Tanya Mario curiga.
“Bos Ky mau minta apalagi ya Gi sama Papamu, emang ya bos Ky paling top gak ada takutnya sama bapakmu!” Ucap Ipul menatap Nungky kagum.
Mario adalah seorang konglomerat kaya yang terkenal jahat dan kejam, dia juga memiliki puluhan pengawal berbadan kekar yang akan selalu ada disisinya untuk menjaga tuannya itu, sejak berteman dengan Regi mereka tidak pernah melihat kebaikan Mario meskipun itu pada anaknya sendiri dia sangat tegas.
“Betul tuh Pul aku aja suka sama bos Ky” Ucap Kemal pelan, namun saat dia melihat tatapan membunuh dari Regi dia langsung meralat ucapannya sendiri.”Ma-maksud aku suka kalau bos Ky beneran jadian sama kamu Gi” Ucapnya lagi.
“Pasti dong Nungky gituloh dia lain dari pada yang lain” Ucap Regi sambil tersenyum, kemudian mereka pun kembali mendengarkan percakapan Nungky dan Mario.
“Cukup kok Om saya mah gak suka malakin orang om, masa gadis cantik dan imut kayak saya ini sejahat itu hehe” Ucap Nungky menjawab pertanyaan Mario sambil tersenyum.
“Lalu maksud dari ucapanmu tadi apa?” Tanya Mario dengan kening berkerut bingung.
“Gini loh Om tua saya kan belum kerja baru juga lulus SMA ya kan, kalau saya dapat mobil yang bayarin pajaknya siapa dong Om masa harus jual diri dulu” Ucap Nungky panjang lebar.
“Jadi maksud kamu, kamu ini mau saya yang bayarin pajaknya juga?” Tanya Mario lagi.
“Nah itu tau Om tua pintar juga ya Om, sebagai orang yang ngasih mobil Om juga yang harus tanggung biaya pajaknya dong!” Ucap Nungky.
“Betul itu Om masa orang kaya gak mampu bayarin pajak doang” Ucap Kemal mengompori.
“Kalau orang-orang tau Om gak bisa bayar pajak pasti langsung masuk koran Om judulnya*Orang kaya yang dzholim* “ Ucap Ipul ikut-ikutan memanasi, mereka langsung menunduk takut saat Mario menatap mereka tajam.
“Baiklah gadis licik saya akan membayar pajaknya juga tapi gak selamanya juga itukan mobilmu bukan punya saya lagi” Ucap Mario mengalah.
“Ok siap Om cukup bayar pajak sampai 5 tahun aja kok Om” Ucap Nungky sambil tersenyum senang.
“Apa!, dasar gadis licik kamu pikir itu kredit mobil sampai 5 tahun, tidak saya tidak mau” Tolak Mario mentah-mentah.
“Yah tega banget sih Om tua, kan saya udah bilang saya ini masih sekolah Om” Ucap Nungky menatap Mario dengan memasang wajah sedihnya.
Regi yang melihat itu menjadi tidak tega, dia menatap ayahnya itu dengan wajah penuh permohonan.”Iya Pa kasihan Nungky kalau dia harus kerja banting tulang buat bayar pajak, kalau dia jual mobilnya ketahuan dong itu mobil Papa, nanti orang-orang pada ngomong Papa jatuh miskin karena bangkrut sampai jual mobil” Ucap Regi memohon sekaligus mengompori ayahnya.
Sejenak Mario terdiam memikirkan ucapan anaknya itu, dia ada benarnya juga kalau Nungky sampai menjual mobilnya pasti nama baiknya yang akan tercemar.
“Baiklah aku setuju” Ucap Mario membuat Nungky, Regi, Ipul dan Kemal berteriak senang.
Nungky mengambil buku yang dia bawa tasnya, dia merobek selembar kertas di buku itu dan membuat sebuah kapal kertas.”Biar adil saya pakai ini aja ya Om, kalau kapal-kapalan ini mendarat di salah 1 mobil berarti itu mobil yang saya pilih” Ucap Nungky sok bijak.
Mendengar itu Mario langsung mengangguk setuju.”Tentu idemu bagus sekali ayo lakukan sekarang!” Ucapnya tidak sabar, dengan itu dia masih punya harapan mobilnya yang mahal tidak akan diambil Nungky.
Dengan santai Nungky menerbangkan kapal-kapalan tersebut, semua orang menatap kapal tersebut penasaran dimana kapal tersebut akan mendarat, dalam hati Mario berdoa jika mobil yang dipilih Nungky bukanlah mobil paling mahal.
Pluk
Mobil itu terjatuh di salah 1 mobil, Mario seketika tersenyum senang karena Nungky tidak mendapatkan mobil yang paling mahal, namun senyumnya langsung memudar saat melihat mobil itu jatuh diatas mobil merk RR berwarna biru.
“Wah aku dapat mobil ini, senangnya” Ucap Nungky sambil berjingkrak senang bersama ketiga temannya.
“Ah ini itu Nungky cantik boleh tidak mobilnya diganti sama yang lain, yang mana aja boleh asal jangan yang ini yah” Ucap Mario merayu Nungky degan gugup.
Nungky menatap Mario yang terlihat memohon padanya.”Maaf Om gak bisa ini tuh sudah takdir saya buat milikin mobil ini, gak apa-apa Om saya ikhlas kok walaupun gak dapat mobil paling mahal saya tetap senang” Ucap Nungky sambil tersenyum dengan sangat menyebalkan.
“Aduh Gi gimana nih, itu mobil kesayangan kakakmu kalau dia sampai tahu mobilnya Papa kasih ke orang lain bisa habis Papa” Bisik Mario pada Regi, dia bergidik ngeri membayangkan anak sulungnya yang sangat jahat itu.
“Yah mau gimana lagi Pa, yang sabar ya Pa mungkin ini ujian, lagian abang kan lagi diluar negeri jadi untuk sementara Papa bisa tenang” Ucap Reno menenangkan ayahnya.
“Ah benar kamu benar juga” Ucapnya sambil melihat Nungky yang sudah masuk ke mobilnya bersama Ipul dan Kemal.
“Gi kamu harus deketin gadis licik itu, Papa mau dia jadi mantu Papa” Ucap Mario.
“Benarkah, kenapa Papa mau Nungky jadi mantu Papa bukannya Papa gak suka dia?” Tanya Regi bingung.
“Iya sih tapi dia itu licik dan pintar cocok buat keluarga kita, apalagi kalau dia nikah sama kamu, mungkin keturunan Papa gak akan ada yang sebodoh kamu Gi yang pernah gak naik kelas!” Ucap Mario sambil tersenyum membuat Regi tersenyum kecut.
“Yang penting aku sudah lulus sekarang Pa, doain aja Pa soalnya gak bakal mudah dapetin Nungky” Ucap Regi mengingat sosok lelaki yang terlihat tidak suka saat dia menjemput Nungky.
“Siap nak Papa dukung!” Ucap Mario yakin.
“Bang Regi ayo kuy kita jalan-jalan!” Ajak Nungky sambil tersenyum senang.
Akhirnya mereka berempat pun pergi menaiki mobil yang dikendarai Nungky, gadis itu membuka kaca mobilnya sambil berteriak senang kepada orang-orang yang dilewatinya.
“Mas, mbak mobil baru nih keren kan punya saya nih jangan dicolong yah” Ucap Nungky kepada para pengendara yang lewat.
“Hello semuanya kenalin ini si Kuda nil nama mobil baru saya” Ucap Nungky lagi.
Semua orang yang dia sapa hanya diam menatap gadis aneh bin norak yang berteriak heboh itu, mereka beranggapan jika Nungky adalah orang kaya baru yang kelakuannya aneh.
“Ky kamu lancar banget bawa mobilnya udah belajar dari kecil ya, pasti kamu belajar sama orang tua kamu ya Ky” Ucap Regi memuji cara menyetir Nungky yang sebenarnya agak sembrono tapi tidak cukup fatal.
“Salah bang aku gak pernah bekajar mobil bang, aku belajar ini dari permainan” Ucap Nungky menjelaskan sambil tersenyum.
“Apa! Ja-jadi kamu gak punya pengalaman bawa mobil?” Tanya Regi panik, dia dan kedua temannya saling berpandangan takut.
“Iya bang tapi tenang aku ahlinya kok soal beginian” Ucap Nungky meyakinkan.Dan saat dia selesai berkata seperti itu mobilnya menabrak tong sampah di pinggir jalan.
“Arrgghhh” Teriak ketika penumpang tersebut.
“Maaf abang-abang jangan salahkan aku tapi salahkan mobil dan tong sampahnya, kayaknya mereka itu saudara yang terbuang makanya kalau ketemu jadi pengen nyosor!” Ucap Nungky beralasan sambil tersenyum.Regi, Ipul dan Kemal hanya tersenyum samar, mereka menyesal karena tlah ikut bersama Nungky.
Desi yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya sambil mendengarkan musik dangdut, tiba-tiba dia dikejutkan dengan sebuah mobil mewah yang parkir di garasinya, dan Nungky pun keluar dengan gaya sombongnya menghampiri sang ibu sambil memutar-mutar kunci mobil tersebut membuat Desi menatap anaknya bingung.
“Ky mobil siapa nih, kamu gak nyolong punya orang kan Ky, kalau iya jangan dibawa kesini nak umpetin dulu kek sebulan” Ucap Desi sambil menatap Nungky.
Nungky tersenyum dan merangkul ibunya itu.”Bukan nyolong kok Ma, ini hadiah dari orang kaya aku menang dari tantangan yang dia kasih makannya aku dapat mobil” Ucap Nungky tersenyum bangga.
“Wah benarkah bagus banget mobilnya Ky, Mama suka, kamu memang anak Mama yang baik dan juga cantik” Ucap Desi berdecak kagum sambil melihat dan menyentuh mobil mewah tersebut.
“Sering-sering aja kamu tantangin tuh orang kaya Ky biar kita cepat kaya juga, lain kali minta hadiahnya bukan mobil tapi pesawat jet atau rumah ya nak” Ucap Desi menasehati.
“Siap Ma” Ucap Nungky.
“Sini kunci mobilnya nak, Mama mau nyobain mobil baru sekalian mau pamer ke ibu-ibu komplek sebelah!”Ucap Desi sambil merebut kunci mobil dari tangan Nungky.
“Gak ganti baju dulu Ma, masa pakai daster gitu?” Tanya Nungky saat melihat Desi hanya mengenakan daster yang sedikit basah dan juga sandal jepit.
“Gak usah lah nak, biar berdaster tapi kendaraannya mewah” Ucap Desi sambil tersenyum dan menyalakan mobil tersebut.
“Sore Tante Des mau kemana, nyobain mobil baru ya, ikut dong” Ucap Chika yang tiba-tiba nongol.
“Iya nih Jeng mobilnya bagus banget saya juga mau ikut ya” Ucap Hani yang merupakan ibu dari Awan dan Chika.
“Ayo Jeng kita muter-muter komplek sekalian pamer sama musuh kita di komplek sebelah itu” Ucap Desi bersemangat.
“Eh Ky tolong lanjutin siramin bunga ya, Mama sama yang lain mau jalan-jalan dulu” Ucap Desi setelah Hani dan Chika menaiki mobilnya dan mereka pun meluncur meninggalkan Nungky.
“Hadeh dasar ibu-ibu rempong!” Gumam Nungky kesal.
------
Ini harusnya 2 bab makanya pnjg biar kalian senang😆