Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Pemenang



Gadis yang tengah mengendarai motor besar itu bergerak dengan lincah, dia menyalip semua kendaraan di depannya dengan mudah, di belakangnya Regi dan Arka melajukan motor mereka dengan cepat mencoba menyusul Nungky yang berada di barisan paling depan sendirian, sedangkan yang lainnya mengendarai mereka di belakang mencoba mengikuti jejak ketiga orang yang sudah berada jauh di depan mereka.


Rania, Veyya dan Gisuwa, ikut menyusul dengan ojek yang mereka naiki, ketiga gadis itu berteriak kepada si tukang ojek untuk mempercepat laju motor mereka.


“Bang ayo cepetan Bang, teman saya lagi dalam bahaya nih” Ucap Gisuwa.


“Sabar Neng ini motor biasa bukan motor balap kayak mereka, nyerah saya Neng kalau harus ngejar mereka” Keluh si tukang ojek membuat Gisuwa tersenyum.


“Ya udah Bang ngebut aja Bang, keluarkan semua tenaga motor Abang sampai titik darah penghabisan” Ucapnya lagi memberi instruksi.


Nungky berteriak senang di sebuah lapangan yang sepi tanda pertandingan sudah mencapai garis akhir dan dia keluar sebagai pemenangnya, dia membuka helm dan langsung dari motor Regi yang dikendarainya menunggu yang lain.


Regi dan Arka menghentikan motor mereka tepat di depan Nungky yang tengah tersenyum dengan sangat menyebalkan, Regi dan Arka memukul motor mereka pelan merasa malu sekaligus terhina karena harus menerima kekalahan oleh seorang gadis cilik yang bahkan tidak mempunyai pengalaman balap seperti mereka.


“Sudah abang-abang jangan sedih gitu tenang masih ada hari esok, aku siap melayani kalian kapanpun dan dimanapun, udah mana duitnya Bang” Ucap Nungky sambil tersenyum.


Perlahan Regi dan Arka mengeluarkan uang mereka dan memberikannya pada nungky yang langsung mengambilnya, dia mengipasi wajahnya dengan uang tersebut sambil tersenyum senang.


Gadis itu tidak menyadari jika Regi dan Arka diam-diam menatapnya sambil terkagum-kagum melihat Nungky yang terlihat cantik, rambutnya yang melayang diterpa angin membuat Nungky terlihat seperti malaikat cantik yang turun dari langit, mereka berdua menunduk malu saat Nungky menoleh pada mereka berdua.


Tidak lama kemudian rombongan yang tadi bersama mereka pun datang, disusul oleh Rania, Veyya dan Gisuwa yang langsung turun dari ojek yang mereka naiki dan menghampiri Nungky yang berdiri sendirian.


“Ky kamu gak apa-apa kan, mereka ngapain kami Ky ayo bilang!” Ucap Rania sambil menatap Regi dan yang lain dengan tatapan tajam.


“Ky badan kamu masih utuhkan belum ada yang hilang?” Ucap Gisuwa khawatir.


“Tenang Ky jangan takut ada kita sekarang, ayi kita habisin mereka sampai tenaga kita habis!” Ucap Veyya dengan semangat.


“Aduh guys mereka bukan orang jahat kok, aku sama mereka itu lagi balapan liat nih aku dapat duit banyak” Ucap Nungky sambil tersenyum dan memperlihatkan uang yang dia dapat pada ketiga temannya.


“Yaelah kirain kamu dipaksa balapan sama mereka Ky, taunya kamu sendiri yang ikut” Ucap Rania kesal.


“Iya Ky lagi enak-enak nongkrong juga, kita malah harus ngejar kamu pakai ojek mana abang ojeknya bau kambing lagi” Ucap Gisuwa mengeluh.


“Dasar kamu Ky bikin kita repot aja, buang-buang waktu tau gak” Ucap Veyya kesal, Nungky hanya tersenyum menatap mereka, dia tau ketiga sahabatnya itu hanya mengkhawatirkan dirinya.


“Bos Ky kenalin kita dong sama temannya, masa ada cewek cantik kita gak dikenalin” Ucap Ipuo sambil mengedipkan matanya membuat Rania, Veyya dan Gisuwa merasa mual.


“Iya Bos Ky kali aja yang nyangkut terus mau jadi pacar aku, nih hati udah kosong lama minta diisi” Ucap Kemal penuh drama.


“Oh iya guys kenalin ini Bang Regi, Ipul, Kemal sama bang Arka mereka itu teman-teman baruku” Ucap Nungky memperkenalkan Regi dan yang lain.


Dengan perlahan mereka saling berkenalan satu sama lain, Ipul dan Kemal berjingkrak senang karena bisa berkenalan dengan para gadis cantik, apalagi saat mereka berkenalan dan menyentuh tangan Rania yang lembut mereka langsung menciumi tangan mereka karena bisa bersalaman dengan gadis yang terkenal cantik sampai ke sekolah mereka.


“Heh cewek ganjen ngapain kamu pake ngaku-ngaku Arka teman kamu, dia itu pacarku buka temanmu” Ucap Putri membentak Nungky dengan kesal.


“Apasih Bohay ngegas mulu deh dari tadi, takut cowoknya kepincut sama aku ya, udah ikhlasin aja bang Arka udah bosen kayaknya sama kamu” Ucap Nungky sambil terkikik pelan.


“Berani ya kamu godain cowok aku minta dihajar hah” Ucap Putri sambil mendorong Nungky hingga gadis itu terjatuh ke tanah.


“Aduh abang-abang ganteng aku terjatuh tolongin dong!” Ucap Nungky penuh drama sambil merentangkan kedua tangannya.


Namun tidak ada satupun orang yang membantu gadis itu membuatnya berdecak kesal dan berdiri dengan sendirinya, Rania melangkah menghampiri Putri dan menatapnya tajam dengan tangan terlipat.


“Heh cewek Bohay berbaju ketat itu baju adeknya ya kecil banget, kalau berani ayo sini lawan kita jangan cuma ngomong doang” Tantang Rania sambil tersenyum sinis.


“Siapa juga yang takut sama kalian cewek-cewek sok cantik yang taunya cuma godain cowok orang aja!” Ucap Putri sambil tersenyum sinis.


“Eh Maemunah kalau ngomong jangan suka asal, mau aku tampar apa tonjok? nih tangan udah gatel pengen nutup mulut kamu yang gak guna itu” Ucap Veyya sambil mendorong Putri.


“Heh cewek-cewek marmut berhati busuk sini kalau berani lawan kalian sendiri juga mampu aku” Ucap Gisuwa menantang.


Pertempuran Pun antara para gadis dimulai dengan heboh sedangkan para lelaki yang ada disana hanya menonton sambil menyemangati mereka, Rania dengan ganas menjambak rambut salah satu teman putri dan langsung melemparnya ke tanah, di dekatnya Gisuwa sedang berlari menghindari salah satu teman Putri yang berbadan besar, dia pun melempari gadis itu dengan kodok yang diambilnya di pinggir lapangan.


Gadis berbadan besar itu berteriak heboh saat kodok tersebut nemplok di kepalanya dengan mulus, dia pun berlari kabur entah kemana.


“Badan aja gede nyalinya cemen, hadeh Gisuwa dilawan gitu loh” Ucap Gisuwa sambil tersenyum senang.


Namun senyumannya langsung pudar saat melihat gadis berbadan besar itu kembali sambil menggelindingkan sebuah tong besar yang ditujukan untuk Gisuwa, dengan panik dia pun langsung ngacir mencoba menghindari gadis berbadan besar itu.


“Hadeh baru juga ngilang udah balik lagi” Gumam Gisuwa sambil terus berlari.


Nungky dan Putri saling tampar dan tonjok bahkan kadang menendang, dengan gesit Nungky menghindari semua serangan Putri dan membalasnya dengan tepat sasaran membuat Putri langsung tersungkur ke tanah, sedangkan Veyya dengan santai menampari salah satu teman Putri yang langsung meminta ampun padanya.


“Ampun kakak cantik, cukup aku menyerah!” Ucap gadis itu membuat Veyya menghentikan serangannya dan tersenyum senang.


Pertempuran berakhir setelah keduanya sama-sama kelelahan, penampilan Putri dan ketiga temannya sangat berantakan, sedang Nungky dan yang lainnya tidak begitu terlihat mengenaskan hanya rambut dan seragam mereka saja yang sedikit kusut.


“Nih Ky minum dulu kamu pasti capek!” Ucap Regi memberi Nungky sebotol minuman sambil mengelap keringat Nungky menggunakan sapu tangan miliknya, sedangkan Rania, Veyya dan Gisuwa diberi minuman oleh Ipul dan Kemal.


“Sayang kamu gak ngasih aku minum juga, aku capek tau abis ngelawan cewek-cewek preman kayak mereka” Ucap Putri sambil bergelayut manja pada Arka.


“Apaan sih belut sawah nempel mulu kayak lintah” Ucap Arka sambil menepis tangan Putri dengan kesal.


“Kok kamu gitu sih Beb, kamu udah gak sayang lagi sama aku ya?” Tanya Putri memandang Arka dengan wajah dibuat sedih.


“Nggak lagian ya Put pacaran sama kamu itu cuman ngabisin duit doang, pokoknya mulai sekarang kita putus!” Ucap Arka tegas, membuat semua orang menertawakan nasib Putri yang sial.


“Sabar Bohay gak usah sedih, nanti aku kenalin sama tetanggaku yang jomblo juga, masih muda kok dia tahun ini umurnya 70 tahun” Ucap Nungky sambil cengengesan, sedangkan Putri hanya menatapnya kesal tanpa berniat melawan dia sudah lelah untuk berkelahi lagi.


Tiba-tiba terdengar suara sirine polisi mendekat ke arah mereka setelah mendapat laporan dari beberapa warga yang melihat aksi balapan mereka, semua orang langsung berlari kocar kacir untuk menyelamatkan diri.


“Ky ayo kabur ada polisi” Ucap Regi.


Namun saat dia berbalik, Nungky sudah tidak ada disana bersama ketiga temannya, Regi pun bersembunyi dibalik semak-semak bersama Arka sambil memperhatikan gerak gerik polisi.


“Eh Gi kenalin aku sama teman kamu yang namanya Nungky itu dong, kalau dilihat-lihat dia orangnya lucu dan cantik juga” Ucap Arka sambil tersenyum.


“Tidak bisa dia itu calon pacar sekaligus calon ibu dari anak-anakku!” Ucap Regi menolak permintaan Arka dengan tegas.


“Gak bisa gitu Gi, pokoknya sebelum janur kuning melengkung aku gak akan nyerah”  Ucap Arka tak kalah tegas.


Mereka berdua pun saling baku hantam memerebutkan seorang gadis bernama Nungky yang bahkan tidak jelas siapa orang yang disukainya, gadis yang saat ini tenga tertawa senang bersama ketiga temannya di sebuah warung penjual bakso.


“Bang baksonya empat gak pake lama” Ucap Nungky sambil tersenyum karena pagi ini dia sudah mendapat uang banyak.


-------


Bangke emang fail yang udah aku tulis di word tanpa sngja kehapus alhasil aku harus nulis ulag anjayyyyyy😠😠😠😠😠😠😠