
Tiga orang gadis tengah duduk di pinggir lapangan, mereka tengah menonton permainan sepak bola yang diadakan setelah semua ujian selesai, banyak murid tengah memenuhi sekitar lapangan untuk mendukung tim mereka masing-masing.
Nungky dengan heboh meneriakan dukungannya kepada Tim sepak bola kelasnya yang sedang bertanding, dengan menggunakan speaker gadis itu berteriak sambil berjingkrak senang.
“Ayo hajar terus tembak Mat tembakkkkk” Teriak Nungky saat Mamat teman sekelasnya tengah menendang bola memasuki gawang lawan.
“Goollll”
Nungky, Veyya, Gisuwa bersama murid lain langsung bersorak merayakan keberhasilan Mamat mencetak angka, Awan yang merupakan panitia acara memperhatikan Nungky dari jauh, pria tampan itu tersenyum kecil saat melihat Nungky tengah berjoget bersama Veyya dan Gisuwa.
“Wan ayo kita kesana masih banyak kerjaan kita!” Ajak Ijul mengajak Awan pergi, dengan terpaksa Awan harus pergi karena pekerjaannya sebagai ketua Osis memang sangat sibuk apalagi jika sedang ada acara sekolah seperti ini.
Nungky dan yang lain kembali duduk memperhatikan permainan sepak bola dari teman-teman mereka, sesekali gadis itu bersorak melihat kegesitan permainan mereka, dia meminum air yang dibawanya setelah merasakan tenggorokannya terasa sakit karena terus-terusan berteriak.
“Aduh serunya liat abang-abang jelek main bola, lumayanlah biar tampang jelek mereka ada gunanya juga selian bikin kelas rusuh” Ucap Nungky senang saat melihat para pria di kelasnya memimpin permainan.
“Kalau mau ngomong liat diri sendiri juga Ky emang kamu ada gunanya selain bikin rusuh dan sial orang?” Ucap Veyya ketus sambil mengipasi wajahnya yang kepanasan.
“Ikutan dong Veyy gerah nih” Ucap Gisiwa ambil mendekatkan badannya mendekati Veyya agar dia bisa ikut merasakan kipasnya.
“Ada banyak Veyy aku itu ya selain cantik, imut, pintar dan juga suka menebarkan segala kebahagiaan ke semua orang” Ucap Nungky menjawab pertanyaan Veyya dengan gaya lebaynya.
“Gak kebalik Ky tuh omongan, emang sejak kapan orang jadi bahagia pas ketemu kamu, kita aja yang temenan sama kamu dari kecil sial mulu perasaan” Ucap Gisuwa menimpali.
“Betul tuh Gis, eh Ky kalau pas kuliah nanti jangan dekat-dekat aku sama Gisuwa ya, kita gak mau hari kita di kampus jadi buruk kalau ada kamu” Ucap Veyya mengingatkan.
Mendengar itu Nungky berdecak kesal.”Sombong amat kalian, awas aja kalau kalian deketin aku ya, aku juga gak mau temenan sama kalian soalnya aku mau cari teman baru yang lebih baik dari kalian” Ucap Nungky sinis.
“Dapat teman baru aja udah alhamdulilah kota mah Ky, oh iya sepi ya gak ada Ran” Ucap Gisuwa sedih, Veyya dan Nungky mengangguk setuju dengan lesu.
Pasalnya Rania teman mereka memang sudah lama tidak masuk sekolah meski dia sudah kembali pulang, gadis itu dilarang oleh keluarganya untuk kembali ke sekolah mengingat usia kehamilannya yang masih rentan.
“Mau gimana lagi udah punya laki sama lagi hamil kan” Ucap Veyya berusaha mengerti keadaan salah satu sahabatnya itu.
“Sabar guys lagian kita di sekolah tinggal sebentar lagi abis itu kuliah deh!” Ucap Nungky menenangkan meskipun sebenarnya dia sendiri merindukan Rania.
Setelah pertandingan selesai semua murid bubar termasuk Nungky, Veyya dan Gisuwa, mereka berjalan melewati koridor sekolah dengan santai kecuali Nungky yang masih saja melancarkan aksinya.
“Hai ganteng abis dari mana, mau ikut gak ke kantin aku traktir deh” Goda Nungky kepada salah satu anak pemain sepak bola yang cukup tampan.
“Maaf Ky aku gak boleh dekat-dekat sama cewei takut kena rabies” Ucap si pria dan langsung berlalu pergi meninggalkan Nungky dan kedua temannya dengan terburu-buru.
“Diajak enak gak mau, cowok sekarang sok jual mahal banget ya” Ucap Nungky memandang pria yang digodanya barusan dengan wajah prihatin.
“Bukan jual mahal Ky kamu aja yang bikin mereka takut sama tingkahmu itu” Ucap Veyya memandang Nungky kesal.
Tiba-tiba ada dua orang pria yang tampan datang ke arah mereka, Nungky langsung tersenyum senang melihat kedua pria itu, dengan cepat dia langsung merapikan rambutnya dan menyunggingkan senyuman termanisnya.
“Hai Veyy kamu mau gak jadi pasanganku buat prom night besok malam?” Tanya si pria tampan sambil tersenyum ke arah Veyya.
Veyya melirik pria yang mengajaknya itu sekilas.”Maaf aku gak bisa jalan sama cowok di sekolah sendiri, aku sukanya orang luar” Ucapnya tegas.
“Kenapa Veyy aku kurang ganteng ya Veyy, kasih tau dong tipe cowok kamu kayak gimana!” Ucap Si pria belum menyerah.
“Yang jelas bukan cowok kayak kamu!” Jawab Veyya membuat tersebut menunduk sedih.
“Kalau kamu Gis mau gak jadi pasangan aku, kalau mau aku jemput di rumah kamu besok malam mau gak?” Tanya si pria satunya lagi kepada Gisuwa.
Gisuwa menatap pria tersebut sambil tersenyum ramah.”Maaf ya aku udah punya pasangan dan dia itu tunanganku” Ucapnya meminta maaf namun juga meruntuhkan harapan pria tersebut membuatnya ikut bersedih seperti temannya.
“Aku gak diajakin abang-abang ganteng, aku mau kok jadi pasangan kalian 2 cowok sekaligus juga sanggup aku” Ucap Nungky menawarkan diri sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
Kedua pria tersebut menggeleng dengan cepat sambil memandang Nungky ngeri.”Maaf Ky kayaknya besok aku gak bakal jadi ikutan acaranya deh, aku baru ingat ibuku katanya mau ngadain acara pengajian buat syukuran karena aku udah lulus” Ucap si pria menolak ajakan Nungky.
“Iya betul aku juga bakalan datang ke acara syukurannya dia jadi aku juga gak bisa ikut, ayo bro kita pergi!” Ajak temannya sambil merangkul si pria dan mereka pun berlalu pergi menjauh meninggalkan Nungky, mereka tidak sebodoh itu untuk menjadikan Nungky pasangan mereka.
Nungky mendelik pada Veyya dan Gisuwa yang sedang cekikikan berdua melihat Nungky yang ditolak oleh para pria yang didekatinya, gadis itu mendengus kesal dia tidak mengerti kenapa semua pria di sekolahnya tidak ada yang mau dekat-dekat dengannya padahal dia merasa dia itu cantik dan imut.
“Bodo amat ah emang cewek cantik dan imut kayak aku itu yang sukanya cuma cowok-cowok khusus yang pastinya lebih ganteng dan keren dari mereka” Ucap Nungky sambil tersenyum senang.
“Aku penasaran deh Ky siapa ya kira-kira jodohmu Ky, kan udah banyak yang kamu godain” Ucap Gisuwa menghayal sendiri.
“Sama aku juga penasaran, mudah-mudahan aja tuh cowok bisa ngerubah kamu Ky, gak semuanya berubah juga gak apa-apa yang penting kamu agak baikan dikit” Ucap Veyya berharap.
Nungky tersenyum ke arah Veyya dan Gisuwa sambil merangkul mereka dan berjalan terus menuju kantin.”Tenang cowok yang bakal jadi jodohku yang jelas bukan cowok biasa, dia yang akan bisa bikin aku jatuh cinta dan benci secara bersamaan” Gumamnya pelan membuat kedua temannya ikut membayangkan seperti apa sosok pria yang dimaksud Nungky, apakah tukang bakso, atau tukang siomay?.
Disaat bersamaan seorang lelaki muda yang tampan baru saja turun dari jet pribadinya, dia berjalan dengan tegap menghampiri mobil yang sudah dipersiapkan untuknya, para pengawal langsung menunduk hormat saat pria tampan berwajah dingin itu menghampiri mereka.
“Selamat datang tuan Ricko” Ucap salah satu pengawal menyapa tuan mereka.
“Hmmmm” Pria yang bernama Ricko itu hanya bergumam sambil memasuki kursi belakang mobilnya.”Jalan!” Perintahnya pada sang supir membuat kendaraan tersebut langsung melaju meninggalkan tempat tersebut.
Di belakang mobil yang dinaiki Ricko, terdapat dia Mobil yang mengikuti mereka, dimana itu adalah para pengawal dan juga sekertaris pribadi Ricko yang mengikutinya untuk menjaga sang tuan selamat sampai tujuan.
------
mau hiatus blh???