
“Hai abang-abang ganteng, kenalkan aku Nungky cantik dan imut”
Seorang gadis tengah berjalan melewati koridor kampus dengan riang, hari ini hari pertamanya memasuki kampus tempat dia berkuliah di salah satu universitas ternama, gadis itu menyapa semua orang yang dia lewati.
“Aduh akhirnya aku bisa ke kampus, pasti banyak mangsa baru yang akan mengejar cintaku” Ucapnya sambil terkikik geli membayangkan dia akan bertemu banyak pria tampan baru.
“Hey calon dokter udah nyampe duluan kamu Ky” Sapa Gisuwa sambil merangkul Nungky.
“Dokter apaan dukun beranak yang bener Gis, lagian kamu Ky kenapa milih fakultas kedokteran sih kenapa gak ikut kita aja jurusannya biar barengan” Ucap Veyya sambil menatap Nungky.
Nungky tersenyum sambil merangkul Veyya.”Tenang aja guys biarpun kita beda fakultas tapi kita kan masih bisa bareng-bareng, lagian aku jadi dokter biar kece aja jarang-jarang kan ada dokter cewek cantik dan imut kayak aku, yakin deh semua pasienku pasti bakal klepek-klepek liat kecantikanku” Ucapnya tersenyum bangga membuat keduanya mendengus sebal.
“Terserah kamu ajalah Ky, mudah-mudahan aja gak ada serangan jantung liat tingkah kamu Ky” Ucap Veyya.
“Iya betul tuh Ky, jangan banyak tingkah ya Ky, aku sih berharap kalau aku sakit dokter yang ngobatin bukan kamu Ky” Ucap Gisuwa menyetujui ucapan Veyya sambil tersenyum, Nungky hanya tersenyum kecut mendengar ocehan kedua temannya yang seolah meragukan dirinya.
“Lihat saja nanti akan kututup mulut kalian semua” Batin Nungky sambil tersenyum kecut.
Mereka bertiga pun berkumpul di kantin sambil menyantap jus jeruk, ketiganya menatap suasana kantin yang terlihat berbeda dari suasana di sekolah mereka, mereka tersenyum simpul sambil menghirup aroma udara kampus, kini mereka memasuki fase baru dimana mereka sebentar lagi akan menghadapi kehidupan nyata dimana mereka tidak akan bisa lagi duduk nyaman seperti saat SMA dulu.
“Eh sayang ya Ran belum bisa ke kampus bareng kita kalau ada dia pasti lebih lengkap” Ucap Veyya mengingat sahabatnya yang kini sibuk mengurus kehamilannya yang mulai membesar.
Gisuwa dan Nungky mengangguk setuju mereka juga merindukan sosok Rania.
Kriukkkk
Veyya dan Gisuwa menoleh menatap Nungky yang cengengesan sambil mengelus perutnya yang berbunyi karena keroncongan, Veyya dan Gisuwa langsung menutup wajah mereka karena malu melihat orang-orang yang melirik mereka bertiga setelah mendengar suara keroncongan Nungky.
“Bang soto ayamnya satu ya bang, nasinya banyakin saya lapar” Teriak Nungky pada pedagan soto membuat Veyya dan Gisuwa tambah malu dengan segera mereka langsung beranjak dari duduknya dan kabur meninggalkan Nungky.
“Ayo Gis kabur aja kita, si Nungky emang kampret kalau lagi lapar” Ucap Veyya sambil berjalan dengan terburu-buru bersama Gisuwa disampingnya.
“Bener banget Veyy, mending kita ngilang dulu aja masa baru hari pertama masuk kampus kita udah malu gara-gara kelakukan si Nungky” Ucap Gisuwa.
“Teman-temanku tercinta kalian mau kemana, ayo sini makan dulu!” Teriak Nungky pada Veyya dan Gisuwa yang mulai menjauh.
Namun bukannya menjawab Veyya dan Gisuwa malah mempercepat langkah kaki mereka meninggalkan Nungky membuat gadis itu menangis menatap punggung kedua sahabatnya yang mulai menghilang.”Dasar mau diajak enak malah pada kabur, ya sudahlah biar Nungky cantik ini makan sendiri” Ucapnya Nungky sambil tersenyum karena makanannya sudah datang, dengan segera dia melahap makanannya dengan rakus.
Setelah selesai makan di kantin, Nungky pun berjalan untuk mencari kedua temannya,dia berkeliling kampus namun kedua temannya itu belum juga terlihat batang hidungnya.
“Pada kemana sih masa pada ngilang berjamaah coba” Gumamnya pelan sambil berjalan menuruni tangga kampus, dia baru saja keluar dari kelasnya dan bersiap untuk pulang.
Bruukkkk
Seorang pria datang dengan tiba-tiba sambil berlari dan menaiki tangga, namun di tangga pertama dia malah tergelincir dengan panik dia menarik tangan Nungky, bukannya membantu Nungky malah ikut terjatuh bersama pria tersebut.
Keduanya saling berpandangan, si pria menatap Nungky tanpa berkedip gadis itu tersenyum ke arahnya dengan sangat manis ditambah lagi rambutnya yang berterbangan karena angin yang berhembus entah dari mana, si pria tersenyum menatap Nungky saat gadis itu menyingkir dari atas tubuhnya dan beranjak berdiri.
“Nah kalau gini kan abang jadi kelihatan kerennya, udah dulu ya bang aku pergi dulu!” Ucap Nungky tersenyum sambil mengacak rambut si pria dan berlalu pergi meninggalkan si pria dengan riang.
Pria tersebut menatap punggung Nungky yang mulai menjauh meninggalkannya, dia tersenyum melihat gadis itu yang menabrak tiang kampus, namun bukanya menangis gadis itu malah memukul tiang tersebut dengan heboh seolah meluapkan kekesalannya.
“Bro kenapa kamu kayak kesambet cewek cantik aja” Ucap teman si pria sambil menatap pria tersebut dengan bingung.
Pria yang bernama Wahyu itu menoleh menatap temannya sambil tersenyum.”Iya Juk kayaknya aku jatuh cinta pada pandangan pertama” Ucapnya sambil menyentuh dadanya yang berdetak dengan kencang setelah bertemu dengan gadis yang baru saja menolongnya.
“Siapa yang bisa bikin kamu jatuh cinta Yu, hebat ya tuh cewek bisa naklukin idola kampus kayak kamu” Ucap Juki sambil merangkul Wahyu.
“Ayo Bro kita ada kelas” Ucapnya lagi mengajak Wahyu untuk pergi.
“Kira-kira tuh cewek siapa namanya yah Juk, besok kalau ketemu lagi mau aku ajak kenalan ah” Ucap Wahyu dengan semangat, sedangkan Juki hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum geli melihat tingkah temannya Wahyu yang seperti gadis baru jatuh cinta.
Nungky berjalan sendirian di pinggir jalan, gadis itu terlihat bosan karena tidak bertemu siapapun yang dikenalnya, Regi dan yang lain juga menghilang seperti Veyya dan Gisuwa membuatnya kesepian.
“Ya Allah turunkanlah pria tampan untuk aku putri cantik yang sedang kesepian ini” Gumamnya pelan.
“Ahhhh tolong putri cantik diculik!” Teriak Nungky heboh saat seseorang tiba-tiba menggendongnya seperti karung beras dan memasukkannya ke dalam mobil.
“Aduh” Nungky meringis sambil mengusap keningnya yang terantuk pintu mobil, kemudian dia menoleh menatap pria yang masuk dan duduk disampingnya.
“Abang” Ucap Nungky pelan sambil menatap pria yang beberapa hari lalu kena tendang bola yaitu Ricko.
Ricko tersenyum sinis menatap gadis yang membuatnya kena sial beberapa hari lalu, gadis itu terlihat terkejut karena melihatnya.”Kita bertemu lagi gadis licik” Ucapnya dengan senyumnya yang dibuat menyeramkan.
“Abang mau bawa aku kemana bang ke hotel ya, aduh bag jangan dong kenalan juga belum” Ucap Nungky pura-pura jual mahal sambil cengengesan.
Ricko mendengus menatap Nungky dengan tajam sambil melajukan mobilnya.”Kita lihat saja nanti, aku akan membuatmu bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan!” Ucapnya sambil tersenyum misterius.
“Ayolah Bang kita jalan, Nungky cantik akan bersiap untuk bertanggung jawab” Ucap Nungky semangat membuat Ricko menatapnya dengan kening berkerut, namun tanpa banyak bicara dia tetap melajukan mobilnya membawa Nungky.
Chika yang melihat teriakan Nungky dan melihat ada seorang pria tampan yang menculik gadis itu langsung berlari panik menuju rumah Nungky, untuk melaporkan kejadian yang menimpa teman seperjuangannya itu kepada Desi.
Namun tiba-tiba langkah kaki gadis itu langsung terhenti kemudian dia berbalik dan menghentikan sebuah taksi.”Bang ikuti mobil itu” Ucapnya sambil menunjuk mobil yang ditumpangi Nungky.
Di dalam taksi Chika mengeluarkan Hp di dalam tasnya dan mulai menelepon seseorang, setelah berbicara dengan orang yang berada di seberang telepon Chika pun memutuskan sambungan teleponnya.
“Tunggu kak Ky, Chika cantik akan menyelamatkanmu” Ucapnya penuh tekad.
--------
Acieeee nungguin ya😆😆😆😆