Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Para Gadis Licik



Warning jangan tiru adegan ini dosaaaaaa!!!!


Di hari yang cerah ditemani semilir angin lembut yang berhembus menjatuhkan dedaunan kering hingga berguguran ke tanah, Nungky dan Chika sedang berlari kecil di pinggir jalan mengenakan setelan baju olahraga.


Gadis itu terlihat cantik dengan rambutnya yang diikat terombang-ambing dengan langkah kakinya yang berlari, Nungky dan Chika sedang berolahraga pagi dan mencari udara segar.


“Kak Ky mampir dulu yuk lapar nih” Ajak Chika saat mereka melewati gerobak tukang bubur membuat keduanya langsung menghentikan langkah mereka.


Nungky menoleh menatap bubur yang sedang disantap oleh seorang pembeli itu penuh minat, dia dan Chika saling berpandangan sambil tersenyum, dengan langkah pasti keduanya pun duduk di bangku yang tersedia di depan tukang bubur tersebut.


“Bang buburnya 2 ya yang satu jangan pake sambel” Ucap Nungky memesan pesanan mereka.


Si tukang bubur mengangguk mengiyakan dan mulai menyiapkan pesanan mereka, Nungky merasa tenggorokan begitu kering, kemudian dia pun mengambil air minum miliknya yang ditaruh di tas kecil yang dibawa Chika dan meminum air itu hingga tenggorokannya terasa segar kembali.


Tidak lama kemudian pesanan mereka siap dan keduanya langsung menyantap bubur yang masih mengepul itu dengan riang seperti orang kelaparan, Nungky tersenyum senang sambil mengelus perutnya yang kenyang setelah memakan bubur dua mangkuk.


“Chik bayar Chik” Ucapnya menyuruh bocah kecil di sampingnya untuk membayar bubur mereka.


“Mana uangnya kak?” Tanya Chika polos sambil menengadahkan tangannya meminta uang pada Nungky.


“Pakai uang kamu lah Chik, aku gak bawa uang tahu” Ucap Nungky santai.


Mendengar itu Chika langsung mengerjapkan matanya polos seolah tidak mengerti maksud dari perkataan Nungky.”Gak punya uang aku kak, udah tahu aku ini gak dapat penghasilan lagi, punya uang darimana coba” Ucapnya dengan wajah memelas.


Mendengar itu Nungky yang sedang santai dibangkunya langsung mengerjapkan matanya panik sambil menatap Chika dengan kesal.”Heh kampret kalau gak punya duit terus kenapa kamu ngajakin makan bubur tadi?” Ucap Nungky kesal.


“Kan aku lapar kak tapi aku gak punya uang makanya ngajak kak Ky, kalau punya uang mah ngapain juga aku ngajak kak Ky coba” Jawab Chika sambil tersenyum polos.


Nungky Mendengus sebal menatap makhluk menyebalkan bernama Chika itu yang kini menyesatkannya, dia menoleh menatap dua mangkuk bubur miliknya dan satu mangkuk lagi milik Chika, dia merogoh saku celananya namun tidak ada uang sepeserpun yang ada hanya permen yang sudah meleleh di sakunya.


Dengan segera dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang dikenalnya namun tidak ada, kemudian matanya menangkap sosok pria berbaju rapi sedang memunggunginya terlihat jika pria tersebut sedang menerima panggilan dari seseorang.


Nungky tersenyum licik merasa ada jalan dari masalah yang sedang dihadapinya, kemudian dia menoleh pada tukang bubur tersebut.


“Bang bayarnya sama suami saya ya Bang, tuh orangnya disana lagi telponan sama istri mudanya” Ucap Nungky sambil menunjuk pria yang sedang melakukan panggilan itu dengan meyakinkan.


Si tukang bubur menatap pria yang sedang memunggungi mereka dan Nungky serta Chika yang memasang wajah polos mereka dengan sangat meyakinkan, si tukang bubur terlihat berpikir kemudian dia pun mengangguk setuju.


“Baik-baik kasihan ya adek ini masih kecil udah nikah terus dimadu” Ucap si penjual bubur prihatin.


“Iya Bang mau gimana lagi orang tua saya sakit keras terus nyuruh daya buat nikahin saudagar kaya, nih anak saya juga punya penyakit rabies lagi tapi bapaknya gak peduli malah minta kawin lagi, sedih bang kalau diceritain” Ucap Nungky sambil memasang muka sedih dan air mata buaya, dia dan Chika langsung berpelukan sedih seolah mereka memang ibu dan anak membuat si tukang bubur itu merasa iba.


“Wah kasihan sekali kalian apa kalian bahagia sekarang?” Tanya di tukang bubur penasaran.


“Bahagia dari mana Pa udah suami minta kawin lagi, di rumah juga saya sama anak saya dijadikan babu sama istri mudanya” Ucap Nungky sedih menghayati perannya.


“Iya Chika juga udah gak sekolah Om gak dibolehin sama Muda muda sama Papa juga, katanya Chika kalau sekolah ngabisin duit doang” Ucap Chika dengan wajah polosnya ikut bersuara membuat si tukang bubur merasa kasihan pada dua makhluk licik di depannya itu.


“Sudah nak kamu jangan sedih gitu kan ada Mama, yang penting kamu sudah bisa ngitung sampai 10 sama tau duit nak segitu aja udah pinter kok, Mama bangga sama kamu” Ucap Nungky sambil membelai rambut Chika.


“Maaf saya tidak bermaksud membuat kalian sedih” Ucap si tukang bubur meminta maaf.


Nungky dan Chika menghapus air mata buaya mereka sambil tersenyum samar kepada si tukang bubur itu.”Gak apa-apa kok Bang, ya sudah saya sama anak saya pergi dulu nanti uang buburnya tagih sama suami saya aja ya!” Ucap Nungky dan tanpa menunggu jawaban kedua makhluk licik itu langsung berlari meninggalkan si tukang bubur yang menatap mereka iba.


Saat sampai di sebuah lapangan mereka berhenti berlari dan langsung duduk dibangku yang tersedia di lapangan tersebut, mereka menghembuskan napas mereka lega karena berhasil kabur.


“Untung kita pintar ya Chik sudah kabur duluan sebelum ketahuan” Ucap Nungky tersenyum senang.


Chika mengangguk setuju sambuk tersenyum senang.”Iya betul kalau sama kak Ky punya duit atau gak pasti bisa makan gratis” Ucapnya senang membuat Nungky tersenyum bangga.


“Tapi nanti kira-kira si abang tukang bubur bakal ngapain ya sama om yang telponan tadi?” Ucapnya lagi membuat Nungky ikut memikirkannya.


“Ky main yuk”


Keduanya menoleh ke arah lapangan dimana Anya teman sebaya Nungky, yang sedikit tomboy tengah bermain bola bersama anak-anak kecil seumuran Chika, Nungky mengangguk setuju dan langsung berlari ke arah lapangan bersama Chika.


“Ayo Nya kita habisi mereka” Seru Nungky dengan semangat.


Permainan pun dimulai Nungky dan Anya menjadi satu tim melawan semua anak kecil termasuk Chika yang berjumlah lima orang, mereka bermain dengan sangat lincah saling mengoperkan bola hingga bola tersebut masuk ke gawang lawan.


Chika mendengus sebal melihat Nungky dan Anya memimpin pertandingan, dia pun menyusun strategi bersama keempat temannya, setelah itu mereka langsung mengepung Anya hingga gadis itu kesulitan bergerak dan terjatuh hingga bola yang di tendangnya mengenai wajah Nungky.


“Ah siak awas saja dasar bocah-bocah licik aku balas kalian” Ucap Nungky berapi-api.


Dengan sekuat tenaga dia menendang bola tersebut ke arah Chika dan temannya, dengan gesit Chika dan yang lain langsung menghindar dan bola itu malah mengenai seorang pria yang kebetulan lewat dengan mengendarai mobil mewah dengan bak terbuka, sontak mobil yang dikendarainya hilang kendali sehingga menabrak sebuah tong sampah besar di depannya.


Semua orang yang berada di lapangan berteriak panik dan langsung kabur meninggalkan Nungky dan Chika berdua, dengan perlahan kedua gadis tersebut menghampiri pria tersebut yang terlihat tidak sadarkan diri dengan kepala yang dijatuhkan di atas kemudi.


“Chik ni orang mati apa pingsan ya?” Ucapnya sambil menyentuh lengan si pria dengan telunjuknya.


Merasa tidak ada jawaban Nungky pun menoleh menatap Chika disampingnya, namun gadis itu sudah tidak ada di tempatnya, dia mengedarkan pandangannya mencari gadis licik tersebut dan terlihat Chika sudah jauh di depannya sambil berlari dengan terbirit-birit.


“Dasar licik semuanya pada kabur lagi” Ucap Nungky kesal, kemudian matanya kembali teralih menatap pria yang masih tidak sadarkan diri tersebut.


“Yang sabar ya Bang, aku doain biar abang tenang di alam sana” Ucap Nungky sambil menyentuh pundak pria tersebut.


“Argghhhh”


Bugh


Nungky menjerit saat si pria tersebut terbangun dan langsung memegang tangannya, pria tersebut menatap Nungky tajam membuat gadis itu panik, dan dengan sekuat tenaga dia melepaskan tangannya dari pria tersebut dan langsung menonjok pria itu yang meringis kesakitan menerima pukulan Nungky.


Saat dia mendongak gadis itu sudah kabur entah kemana.”Sial” Umpatnya kesal sambil memukul stir mobilnya.


Ricko berjalan memasuki rumahnya dengan wajah kusut, semua pengawal langsung menunduk takut melihat tuannya itu terlihat sedang marah besar, Mario dan Regi menatap Ricko yang berjalan melewati mereka.


“Kamu kenapa Ko, mukanya kok pada bonyok gitu?” Tanya Mario penasaran.


Namun dia dan Regi langsung menunduk takut saat melihat tatapan Ricko yang terlihat menyeramkan.


“Aku mau mobilku cepat kembali, Papa tanya polisi apa maling yang mencuri mobilku sudah ketemu atau belum” Ucapnya tegas.


Mario mengangguk mengiyakan, dia dan Regi memang berbohong kepada Ricko anak sulungnya itu, dengan mengatakan jika mobil kesayangannya dicuri orang, setelah mendapat jawaban dari ayahnya Ricko langsung berlalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


Di dalam kamar dia membuka jas yang dikenakannya dan langsung melemparnya dengan asal, dia meringis menyentuh matanya yang membiru karena habis ditinju oleh seorang gadis yang tidak dikenalnya.


Hari ini dia merasa sial sekali, sudah dimarahi oleh tukang bubur yang memalak dan menyebutnya laki-laki tidak tahu diri, dia juga harus pasrah saat ada bola yang mengenai pipinya hingga mobil yang dia kendarai menabrak tong sampah, belum habis sampai disitu dia juga harus menerima tonjokan, Ricko mendengus kesal sambil mengepalkan tangannya marah, bagaimanapun caranya dia akan membuat perhitungan pada gadis itu.


“Tunggu saja kita pasti akan bertemu lagi” Ucapnya sambil tersenyum sinis.


“Huacihhh”


Nungky yang sedang nongkrong di atas pohon mangga bersama Chika jadi bersin sendiri, dia menggosok hidungnya yang terasa gatal dan kembali asyik mencuri mangga tetangga bersama gadis kecil bernama Chika.


---------


Sue bener dah pagi2 udah kena azab aku, masa ya tiba2 ada tawon nemplok dimata alhasil mata aku bengkak coba, pasfi nih gara2 aku nulis crita s Nungky.


yakin dah yag bca gesrek semua, kecuali author yang cantik paripurna dan baik hati ini😆😆😆