
Nungky dan keempat pria yang mendampinginya berjalan menghampiri ketiga sahabatnya yang tengah duduk mengelilingi sebuah meja berbentuk bulat bersama pasangan mereka masing-masing, Rania yang bersama Reno suaminya, Gisuwa bersama Radit tunangannya si pria berkacamata tampan yang memiliki lesung pipit, sedangkan Veyya yang duduk berdampingan bersama Alvian entah mereka berjanjian atau hanya kebetulan saja.
“Hay guys maaf aku telat” Ucap Nungky menyapa teman-temannya dengan heboh.
Semua orang yang tengah duduk itu langsung menoleh menatap Nungky dan keempat pria yang menemaninya, semuanya langsung terpana melihat penampilan Nungky yang terlihat sangat cantik dan anggun, Veyya dan Gisuwa sampai mengucek-ngucek mata mereka saking tidak percayanya dengan penampilan nungky yang begitu memukau.
“Ini kamu Ky, kamu operasi apaan kok bisa jadi cantik gini?” Ucap Veyya tak percaya sambil berdiri memperhatikan Nungky dari dekat.
“Iya Ky kamu cantik banget malam ini, aku pikir barusan syifa hadju beneran yang datang ternyata kamu Ky” Ucap Gisuwa berdecak kagum, sedangkan Rania hanya memperhatikan mereka di kursinya gadis itu sedang merasakan mual yang membuatnya malas bergerak kemana-mana.
Nungky tersenyum bangga mendengar pujian dari teman-temannya itu.”Iya dong Nungky gituloh, lihat nih baru dandan gini aja yang mau udah ngantri gini” Ucapnya dengan bangga sambil menunjuk Regi, Arka, Ipul dan Kemal membaut mereka mendengus sebal membuat nungky tertawa senang.
“Hai bang Radit, Om Ganteng, bang Al apa kabar?” Sapa Nungky.
Reno dan Radit tersenyum sambil mengangguk menjawab sapaan Nungky, sefangkan Alvia pria itu terlihat bengong sambil menatap penampilan Nungky tanpa mengedipkan matanya sekalipun.
Dia tersenyum saat Nungky menatapnya, jantungnya kembali berdetak kencang melihat gadis yang akhir-akhir ini selalu menghantuinya itu, namun senyumannya langsung memudar saat melihat para pesaingnya berdiri di dekat Nungky membuatnya tersenyum sinis pada mereka tak terkecuali Regi dan Arka yang balas menatap Alvian dengan tajam.
“Ayo abang-abang kita duduk bareng” Ucap Nungky sambil menggeser kursi dan ikut duduk bersama Rania dan yang lain.
Nungky menoleh menatap Rania yang terlihat pucat.”Kamu kenapa Ran, lagi sakit?” Tanyanya khawatir.
Rania menoleh menatap Nungky sambil menggeleng.”Gak Ky, aku cuma lagi mual aja bentar lagi juga hilang kok” Ucapnya menenangkan.”Kamu cantik Ky aku suka” Ucapmya lagi memuji penampilan Nungky membuat gadis itu tersipu malu.
“Bang Radit kemana aja baru kelihatan, makin ganteng aja bang” Puji Nungky, namun itu tidak membuat Gisuwa marah karena ketiga temannya dan Radit memang cukup dekat.
“Aku sibuk kerja Ky bair bisa cepat halain Gisu” Jawab Radit rama membuat Gisuwa tersipu malu di tempatnya.
“Cie Gisuwa yang bentar lagi mau dihalalin sama abang Radit” Goda Veyya.
“Cepetan halalin Dit biar bisa cepat hamil kayak Ran” Ucap Reno membuat istrinya itu mencubit pinggang suaminya gemas
“Bisa aja kalian, doain aja ya tunggu kabar baiknya” Ucap Gisuwa membuat mereka tersenyum sambil mendoakan yang terbaik buat sahabatnya itu.
“Kalau kamu Ky kapan mau dinikahin?” Tanya alvian tiba-tiba membuat semua orang menatapnya dan Nungky secara bergantian.
“Nanti vang Al nunggu dilamar aku, kalau ada yang oke aku terima” Jawab Nungky sambil tersenyum.
Dalam hati Regi, Alvian dan Arka berdoa agar pria yang akan diterima Nungky sebagai calon suaminya itu adalah mereka, ketiganya saling berpandangan menyadari persaingan sengit di antara mereka.
Tiba-tiba suara musik mulai terdengar, musik itu mengalun merdu mengiringi para pasangan yang sedang berdansa bersama pasangan mereka, Gisuwa dan Radit tengah berdansa bersama Reno dan Rania yang keadaanya mulai membaik dan tidak merasa terlalu mual.
“Veyy dansa yuk, kali aja Nungky bisa cemburu kalau lihat kita dekat” Bisik Alvian pada Veyya yang duduk di sampingnya.
Veyya mengangguk mengiyakan.”Ayolah Kak, tapi nanti bantuin aku buat deket sama Mas Iyan juga ya” Ucap Veyya sambil beranjak dan mereka pun mulai berdansa bersama yang lain.
“Ky kamu mau dansa sama aku gak, dansa yuk biar kayak yang lain” Ajak Regi pada Nungky yang tengah memperhatikan teman-temannya berdansa sambil tersenyum kecil, hati kecilnya berharap suatu saat nanti dia akan berdansa bersama pria yang akan menjadi pendamping hidupnya.
“Ya Allah kapan ya jodohku muncul, kok belum kelihatan tanda-tandanya?” Gumamnya dalam hati.
“Sama aku aja ky, aku juga bisa jadi pasangan dansa kamu kok” Ucap arka menawarkan diri.
“Tapi kan Nungky belum jawab iya, jadi aku juga masih berhak ngajak dia dansa” Ucap Arka tak mau mengalah.
“Bos Ky kenalin aku cewek dong, masa aku lihatin orang dansa doang” Ucap Ipul.
“Aku juga bos Ky, aku juga gak mau jadi jomblo ngenes sendirian disini” Ucap Kemal ikut bersuara.
Nungky berdecak kesal menatap keempat pria yang mengganggu khayalanya dengan pria impiannya itu, kemudian dia beranjak berdiri dan berjalan menuju Dodit yang mengatur musik di acara tersebut.
“Awas Dit, nyalain musik yang melow gini mana seru” Ucap Nungky sambil menyuruh Dodit untuk bergeser, kemudian gadis itu mengganti musik tersebut dengan lagu Zaskia Gotik yang berjudul *Bang Jono*.
“Ayu Guys kita joget bareng” Seru Nungky heboh.
Sontak semua orang yang tadinya sedang berdansa itu merubah tarian mereka mengikuti Nungky yang sedang berjoget ala penonton alay tak terkecuali semua teman-temannya dan pasangan mereka, bahkan yang tidak memiliki pasangan juga ikut berjoget bersama, mereka berjoget dengan heboh mengikuti irama lagu yang mengasyikan membuat suasana jadi hidup.
“Wan maaf Nungky yang ganti lagunya” Ucap Dodit meminta maaf saat Awan datang menghampirinya.
Awan mengangkat tangannya mengisyaratkan jika dia mengerti, matanya fokus melihat Nungky yang sedang berjoget dengan hebohnya bersama yang lain, dia tersenyum samar melihat gadis itu tengah tertawa lepas, Awan merasakan jantung berdetak kencang, dia merindukan tawa dan senyuman di wajah Nungky yang biasanya selalu ditujukan padanya, namun senyuman itu kini bukan tertuju padanya melainkan pada para pria lain yang sedang berjoget bersama Nungky seperti Regi, Alvian dan Arka.
Awan menggenggam tangannya sendiri dengan kuat hingga membentuk tinju, dia memukul tembok di sebelahnya dan berlalu pergi meninggalkan pemandangan yang terasa menyakitkan untuknya.
Nungky melambaikan tangannya pada keempat pria yang sudah mengantarkannya pulang, mereka baru saja pulang dari acara sekolah tersebut setelah mereka berjoget hingga mereka semua kelelahan, saat mobil itu menjauh meninggalkan rumahnya, Nungky berbalik bersiap untuk masuk ke dalam rumahnya dengan riang.
“Nungky!”
Gadis itu berhenti kemudian kembali berbalik menatap Awan yang kini tengah berdiri memandangnya sambil tersenyum.”Bang Wan kok disini?” Tanyanya bingung.
Awan tersenyum sambil melangkahkan kakinya mendekati Nungky.”Sengaja nunggu kamu Ky, oh iya barusan kamu diantar sama siapa Ky kok banyak banget cowoknya, mereka siapa cowok kamu?” Tanyanya penasaran dengan senyum sinis yang terbit di bibirnya.
“Mereka semua temanku bang bukan pacar, lagian itu juga bukan urusan kamu mau mereka itu oacarku atau bukan” Ucap Nungky ketus sambil berbalik bersiap meninggalkan Awan yang terlihat menyebalkan dengan pertanyaan yang terlihat seolah sedang merendahkannya.
Awan mencekal tangan Nungky membuat gadis itu kembali berbalik memandang Awan dengan bingung.”Lepas bang jangan suka pegang-pegang aku!” Ucap Nungky tidak suka sambil menepis tangan Awan membuat pria itu tersenyum kecut.
“Kamu berubah ya Ky, sekarang kamu suka banget dideketin sama cowok kayaknya” Ucap Awan membuat Nungky menatapnya kesal.
“Apa maksud kamu, aku tidak seperti itu Awan” Ucap Nungky marah sambil menyebut nama Awan tanpa embel-embel.
“Terus kenapa kamu jauhin aku Ky, aku kangen kamu yang dulu” Ucap Asn jujur menatap Nungky dengan sendu.
Nungy menghembuskan napasnya kasar dengan wajah menunduk kemudian dia berbalik memunggungi Awan.”Aku bukan jauhin kamu, hanya saja aku sadar kapan waktunya aku harus maju dan mundur, berjuang sendirian itu gak enak Wan kebanyakan sakitnya, jadi sebelum aku semakin terluka lebih baik aku mundur” Ucapnya sambil berjalan meninggalkan Awan yang diam mematung merasa tertohok dengan kata-kata yang Nungky ucapkan.
“Tapi sekarang aku juga suka sama kamu Ky” Gumamnya pelan menatap punggung Nungky yang menghilang memasuki rumahnya.
Dalam hati Awan bertekad untuk mendekati Nungky dan membuat gadis itu kembali menyukainya, agar dia dan Nungky bisa bersatu, namun semua itu mungkin akan sulit mengingat banyak saingan yang harus dia hadapi, terlebih lagi membuat orang yang sudah kecewa untuk jatuh cinta lagi itu lebih sulit.
------------
Satu kata buat Awan Basiiiii
Baik kan aku up 2 kali😆😆😆