
Seorang gadis cantik sedang duduk bersama tiga orang pria di depan sebuah warung kopi, gadis itu menyantap gorengan dengan senang sambil menyesap kopi hitam miliknya, Regi tersenyum kecil melihat Nungky yang suka nongkrong di warung kopi seperti ini, biasanya gadis lain lebih suka nongkrong di kafe dan berbelanja tapi tidak dengan Nungky, gadis itu menyukai semua hal dia tidak memilih-milih tempat tongkrongan selama itu bisa membuatnya kenyang Nungky dengan senang hati akan berada di sana.
Setelah pulang kuliah Regi sengaja mengajak Nungky untuk mampir dan nongkrong bersamanya, dia merindukan saat-saat dimana Nungky menghabiskan waktu bersamanya dan yang lain, sejak kuliah dia memang agak kesulitan itu pergi bersama Nungky selain dia dan gadis itu sibuk kuliah, Nungky juga disibukkan dengan kakaknya Ricko yang menyuruh-nyuruh Nungky mengerjakan pekerjaan rumah.
"Bos Ky gimana kuliahnya enak gak, jadi mahasiswa kedokteran gimana sih rasanya?" Tanya Ipul penasaran, tangannya terulur untuk mengambil goreng tempe di depannya yang langsung dia lahap.
"Iya Bos Ky kita suka lihat loh ada mahasiswa yang lagi praktek nge bedah-bedah gitu, bikin ngilu liatnya" Ucap Kemal bergidik ngeri membayangkan bagaimana para calon dokter itu membelah perut manekin.
Nungky menatap keduanya sambil tersenyum, dia mengelap tangannya yang berminyak pada baju Ipul yang duduk di sebelah nya membuat pria itu langsung menggeser duduknya."Jadi gini Abang-abang jadi mahasiswa kedokteran itu selain harus pintar juga harus bisa menahan rasa mual apalagi jijik lihat yang begituan, kita gak boleh mengesampingkan urusan medis dengan urusan pribadi, pokoknya jadi dokter itu harus kuat Iman Bang" Ucap Nungky menjelaskan sambil cengengesan.
"Kita kan cuman nanya gimana rasanya jadi anak mahasiswa kedokteran bukan jadi dokternya bos Ky" Ucap Ipul Bingung, Kemal ikut mengangguk mengiyakan pernyataan Ipul namun mereka menunduk takut saat melihat tatapan Regi yang menatap mereka tajam.
"Ky kalau kamu udah jadi dokter kamu mau kan ngobatin aku kalau aku lagi sakit?" Tanya Regi tiba-tiba.
Nungky menatap Regi yang tengah tersenyum padanya."Tenang Bang aku pasti obatin Abang Regi, pokoknya kalau aku udah jadi dokter aku bakal jagain Abang biar sehat terus" Ucapnya sambil tersenyum."Tapi gak gratis ya Bang harus bayar" Ucapnya lagi membuat Regi dan yang lain terkekeh dibuatnya.
"Pasti Ky kalau perlu kamu aku jadiin dokter khusus yang kerjanya cuma buatku seorang" Ucap Regi sambil tersenyum, dia tidak berbohong hati kecilnya berharap jika Nungky adalah orang yang akan selalu mengobati semua penyakitnya.
"Kalau Bos Ky jadi dokter pribadi Bos Gi, kita boleh dong dapat pengobatan gratis Bos Ky?" Ucap Kemal menatap Nungky penuh harap.
"Iya Bos Ky, kalau nanti ada anak atau istri kita yang lagi sakit berobat-nya ke Bos Ky aja ya" Ucap Ipul ikut bersuara.
Nungky mendengus sebal menatap keduanya."Bayarlah apalagi sama kalian bayarannya dua kali lipat' Ucapnya membuat Kemal dan Ipul mendesah pelan."Lagian belum juga nikah udah ngomongin anak, aduh Abang-abang jomblo yang kesepian cepat cari pacar gih sebelum kalian jadi jomblo gak laku" Ucapnya lagi sambil cengengesan sedangkan Kemal dan Ipul hanya mendengus mendengar kata-kata menyakitkan dari Nungky.
PING
Suara notif pesan membuat Nungky mengeluarkan HP-nya, keningnya berkerut bingung saat membaca pesan yang masuk, dengan segera dia mengetikkan sesuatu dan kembali menyimpan HP-nya ke dalam saku, Nungky tertawa saat Kemal dan Ipul tersedak gorengan saat seorang wanita cantik danΒ seksi lewat membuat mereka gagal fokus.
"Hahaha syukurin tuh makanya cari cewek Bang, masa lihat cewek cantik dikit udah keluar tuh mata" Ucap Nungky sambil tertawa.
"Ky" Panggil Regi.
Nungky menoleh menatap Regi yang terlihat serius menatapnya."Iya Bang kenapa, Abang gak lagi sakit kan?" Tanyanya dengan tangan terulur menyentuh kening Regi."Gak panas kok Bang, Abang selamat" Ucapnya menarik tangannya kembali sambil tersenyum.
"Bukan itu Ky" Ucap Regi membuat Nungky menatapnya dengan pandangan bertanya."I-itu Ky barusan siapa yang ngirim pesan ke kamu?" Tanyanya penasaran, entah mengapa hatinya sedikit was-was saat melihat ekspresi wajah Nungky yang terlihat berbeda saat membuka pesan tersebut.
"Oh itu teman Bang dia ngajak ketemuan di taman" Jawab Nungky dengan santai, sambil menyantap gorengan.
"Siapa, aku boleh ikut gak Ky?" Tanya Regi penuh harap.
Sejenak Nungky terlihat berpikir sambil menatap Regi dengan kening berkerut bingung, sedetik kemudian dia pun mengangguk mengiyakan."Boleh kok Bang" Ucapnya membuat Regi tersenyum senang.
Setelah pulang nongkrong Nungky dan Regi pun berpisah dengan Ipul dan Kemal dan langsung datang ke taman dimana teman Nungky mengajaknya untuk bertemu, gadis memainkan HP-nya dengan santai seolah tidak terganggu dengan kedatangan temannya itu yang belum juga terlihat.
Regi yang duduk disampingnya juga hanya diam tanpa perduli teman Nungky akan benar-benar datang atau tidak, yang jelas dia sudah sangat senang karena dia bisa berduaan dengan Nungky, dia pura-pura menggeliat sambil merentangkan tangannya dengan posisi seolah hendak merangkul Nungky, namun usahanya gagal saat gadis itu berlari menghampiri seorang gadis yang jatuh tersungkur di taman setelah berlari kencang.
"Kamu gak apa-apakan?" Tanya Nungky sambil membantu gadis itu untuk berdiri.
Gadis itu mengangguk menatap Nungky dengan senyuman samar, Nungky membelalakkan matanya terkejut saat melihat wajah gadis itu yang lebam dan disudut bibirnya ada darah yang menetes, gadis itu meringis saat Nungky mengelap luka gadis itu dengan sapu tangan yang dimilikinya atau lebih tepatnya milik Ricko yang dia curi.
"Ada apa Ky?" Tanya Regi menghampiri keduanya."Kamu Kenapa?" Ucapnya lagi saat melihat wajah gadis yang ditolong Nungky.
"Ti-tidak sa-"
"Marsya!" Pekik seseorang memanggil nama gadis yang ditolong Nungky.
"Marsya ayo ikut denganku, jangan membuatku repot dengan tingkahmu itu!" Ucap si pria yang dengan kasar menarik tangan Marsya.
"Santai Bos, apa kamu tidak bisa lembut sedikit pada seorang gadis lemah seperti dia hah?" Bentak Regi marah sambil menepis tangan si pria yang memegang Marsya dengan kasar.
Pria itu mendengus sambil tersenyum sinis."Memangnya kenapa, apa kamu ingin berlagak seperti jagoan disini hah, dia itu tunanganku dan aku berhak melakukan apa saja padanya" Ucap Si Pria dengan sombongnya."Ayo Marsya ikut aku!" Ucapnya lagi.
Namun Marsya menggeleng dengan kuat dan tetap bersembunyi dibalik punggung Nungky dan Regi."Tidak aku tidak mau, aku mohon lepaskan aku kak Dev, aku ingin kita putus" Cicitnya pelan dengan tubuh masih bergetar ketakutan sambil memandang wajah Devan tunangannya itu yang terlihat mengeraskan rahanya kuat saat mendengar kata-kata Marsha.
"Heh gadis bod*h aku bilang ikut denganku sekarang juga, kalau tidak aku tidak akan segan-segan untuk menyiksamu disini" Ucap Devan dengan kejam."Putus kamu bilang, boleh saja tapi dengan itu berarti kamu harus mati!" Ucapnya lagi dengan senyum jahat yang terukir di bibirnya.
Plak
Dengan keras Nungky menampar pria itu, Regi dan Marsya menatap Nungky dengan tatapan mata terkejut melihat aksi Nungky yang tiba-tiba, Nungky menatap Devan dengan senyuman sinisnya seolah tidak takut dengan tatapan marah Devan padanya.
"Gadis sial beraninya kamu menamparku!" Teriak Devan marah dengan tangan terangkat hendak membalas Nungky.
Bugh
Dengan sigap Regi mencekal tangan Devan dan langsung memukul wajah pria itu membuat emosi depan kian memuncak, akhirnya kedua pria itu pun berkelahi dengan hebat tanpa ampun, keduanya saling baku hantam seolah meluapkan emosi masing-masing.
"Sudah tidak apa-apa Bang Regi pasti bisa ngalahin cowok gak guna itu kok" Ucap Nungky menenangkan sambil mengusap punggung Marsha yang memeluknya ketakutan sambil menangis.
Brukk
Belum lama Nungky berbicara Regi sudah jatuh terkapar dengan sudut bibir mengeluarkan darah, Devan tersenyum senang dan hendak menginjak-nginjak tubuh Regi yang sedang tidak berdaya itu, namun dengan santainya Nungky melepaskan pelukan Marsya dan kangsung menendang Devan.
BrukΒ
Devan terjatuh setelah menerima serangan mendadak dari Nungky, dia langsung beranjak bangun dan menatap Nungky dengan mata menyala merah karena amarah yang sudah memuncak.
"Ayo Bang kalau berani lawan Nungky si gadis cantik dan imut" Tantang Nungky memasang gaya siap bertarung sambil cengengesan membuatnya tidak terlihat seram apalagi menakutkan.
______
Nungguin gak sorry telat up td akutuh sibuk main ML guysπππ
Btw di novel si Ran kan Gisuwa udah mau nikah ya tapi disini gak bakal diceritakan ya guys soalnya aku mau mempersingkat cerita ini n kalian mau aku segera masukin konflik kah??
Jujur aku gak punya rencana buat masukin konflik untuk sekarang kalian tahulah aku gak terlalu suka Ama cerita yg byk sedihnya hehe,πππππππ
Novel ini kubuat cuma buat kalian readersku tercinta yg minta dibikinin lapak khusu Nungky dan emang novel ini hanya novel receh yg kadang candaan-candaan Garin dan ngebosenin, janngan bully aku ya guys jangan campurkan kehidupan nyata dan ngasih kriktik tentang semua tokoh di novel ini, ketahuilah aku hanya berniat membuat kalian senang dan terhibur dengan novel recehku bukan bermaksud lain.πππ
ayo like,komen, n vote sebanyak-banyaknya kali aja si Nunung bisa bersaing Ama othor yg novelnya pemes guysπππ.
Share novel si Nunung ya biar banyak yang Gesrek kayak kalian, sekali2 puji aku kek kenapa setiap baca kalian nyebut nama si Nunung terus kan aku cembokurππππ
Β
Salam Gesrek
Β
Othor Cantik Paripurna ππ