Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Bang Regi



Nungky berjalan sendirian diatas trotoar di pinggir jalan dengan mengenakan seragam sekolahnya, dia baru saja keluar dari sekolah dengan penampilan yang sedikit acak-acakan karena habis disiksa oleh ketiga teman yang melakukan balas dendam padanya.


“Huh dasar teman gak ada akhlak pada senang banget nyiksa aku yang baik hati dan juga lemah lembut ini” Gumam Nungky sambil menendang kaleng minuman yang berada di depannya.


“Woy siapa nih yang berani lempar kaleng ke kepala aku”


Nungky mendongak menatap orang yang sedang berteriak mencari pelaku pelempar kaleng yang kena kepalanya, pria itu pun menoleh kepada Nungky yang menatapnya dengan mata berbinar senang.


“Bang Regi” Teriak Nungky senang menghampiri Regi yang sedang makan es cendol di pinggir jalan.


Regi menunduk mengutuk dirinya sendiri, harusnya tadi dia melihat situasi dulu sebelum berteriak, alhasil sekarang dia kembali bertemu dengan gadis aneh dan licik yang pernah membuatnya jatuh dari motor dan tertimpa sampah pula.


“Aduh abang ketimpuk kaleng ya bang kasihan banget, siapa sih orang rese yang nimpuk muka abang Regi yang ganteng ini kan jadi lecet, aku doain biar tuh pelaku jadi jodohnya abang Regi ya” Ucap Nungky mengutuk si pelaku.


“Kok jadi jodoh aku sih Ky, kalau dia ibu-ibu beranak 5 gimana coba” Ucap Regi tak menyetujui ucapan Nungky.


“Tenang bang yang nimpuk abang cewek cantik dan imut kok yaitu aku, eh aku gak nimpuk deh tapi nendang bang” Ucap Nungky sambil terkekeh pelan sedangkan Regi hanya bisa diam tidak bisa berkata apa-apa.


“Bang Regi apa kabar bang makin ganteng” Ucap Nungky setelah dia duduk disamping Regi.


“Gak baik Ky buruk hariku” Jawab Regi.


“Kok bisa buruk sih bang kenapa?” Tanya Nungky penasaran.


“Habisnya akhir-akhir ini aku ketemu sama cewek rese yang nyebelin dan aneh yang suka banget ganggu hidup aku Ky” Ucap Regi dengan nada menyindir.


Nungky terlihat merenung mencerna perkataan Regi dengan serius, melihat itu Regi tersenyum senang sepertinya gadis itu sadar jika gadis pengganggu yang dia maksud adalah dirinya sendiri.


Nungky menoleh menatap Regi dengan sendu.”Yang sabar ya bang, tenang ada aku sekarang” Ucap Nungky perhatian sambil menepuk-nepuk pundak Regi.


Regi mengembuskan nafasnya kasar ternyata dia salah gadis itu tidak sadar maksud dari perkataanya, Regi tersenyum miris dia merasa bodoh karena berpikir Nungky akan sadar dan menjauhi Regi, harusnya dia tahu jika gadis itu bukanlah orang waras yang bisa mengerti kalimat berisi sindirannya.


“Bang es cendolnya 1 ya bang pakai es aja ya batunya jangan dimasukin bang aku bukan ahli debus” Ucap Nungky memesan es cendol.


Si pedagang menggangguk mengerti kemudian dia mulai membuat pesanan Nungky dengan secepat kilat, setelah selesai dia pun memberikan es cendol tersebut kepada Nungky yang tersenyum senang saat es cendolnya sudah jadi.


“Makasih ya bang bayarnya sama calon laki saya aja ya bang!” Ucap Nungky sambil menepuk pundak Regi pelan.


“Siap Neng!” Ucap Si tukang cendol mengacungkan jempolnya.


Mendengar itu Regi mendongak menatap Nungky yang sedang tersenyum senang menikmati es cendol miliknya.


“Hey gadis cilik siapa yang bilang aku mau bayarin kamu?” Tanya Regi bingung.


Nungky menoleh menatap Regi dengan pipi menggembung berisi cendol, dengan segera dia menelan es cendol dalam mulutnya dan tersenyum kepada Regi.”Sudah bang aku ngerti kok jangan malu-malu gitu, abang disini sengaja nungguin aku kan buat neraktir es cendol, tahu aja abang kalau aku tuh lagi kepanasan” Ucap Nungky sambil cengengesan.


Regi tersenyum kecut melihat kepercayaan diri gadis bernama Nungky yang begitu tinggi.”Tidak untuk apa aku menunggumu, aku memang sedang isitirahat disini Nungky” Ucap Regi kesal.


“Aduh abang jangan emosi gitu ngomongnya, emang kenapa sih bang lagi banyak masalah ya sini cerita sama aku bang” Ucap Nungky menyuruh Regi mendekat, namun karena Regi tidak juga mendekat Nungky menggeser duduknya agar merapat pada Regi.


“Ya Allah anak siapa sih ni bocah” Ucap Regi dalam hati.


Siapa yang tidak akan emosi jika bertemu dengan gadis yang datang-datang dan tanpa basa-basi menyuruhnya untuk mentraktir es cendol dan lebih parahnya lagi gadis itu berpikir jika dia duduk disini karena menunggu Nungky.


“Namanya es ya dingin Nungky” Ucap Regi kesal sedangkan Nungky hanya cengengesan tidak jelas.


“Wah abang Regi lucu bisa ngelawak juga ya bang, sumpah aku gak kuat” Ucap Nungky sambil memegang perutnya dan terkikik geli.


Regi bengong menatap gadis disampingnya ini yang mulai menunjukan keanehannya, tidak mau berlama-lama bersama gadis itu Regi menghabiskan es cendolnya dengan cepat.


“Nih bang saya bayar punya saya sama cewek ini” Ucap Regi menyerahkan selembar uang 20 ribuan kepada si tukang cendol.


Saat si tukang cendol ingin memberikan kembalian pada Regi, dengan cekatan Nungky muncul ditengah-tengah mereka dan mengambil uang tersebut sambil tersenyum senang.


“Buat aku aja ya bang buat beli es dawet” Ucap Nungky yang dengan tidak tau dirinya dia langsung memasukkan uang 10 ribu itu ke dalama saku bajunya tanpa menunggu jawaban persetejuan dari Regi.


“Terserah ambil saja Ky udah, aku mau pulang!” Ucap Regi sambil berjalan menuju motornya.


Mendengar itu Nungky menaruh gelas cendol miliknya yang sudah kosong dan mengejar Regi yang sudah duduk di atas motornya sambil memundurkan motornya itu bersiap untuk pergi.


“Kamu ngapain naik di motorku Ky?” Tanya Regi sambil menoleh menatap Nungky yang dengan manis sudah duduk di belakangnya.


“Anterin aku dulu ya bang, masa abang Regi tega ninggalin gadis imut sepertiku disini bang, nanti kalau aku diculik om-om mata keranjang gimana coba?” Ucap Nungky merayu Regi.


Regi tersenyum kecut mendengar ucapan Nungky, dia yakin seribu persen bahwa tidak akan ada orang waras yang mau menculik Nungky, bahkan jika itu om-om mata keranjang sekalipun.


Tapi karena merasa kasihan Regi menurut saja dan mulai menjalankan motornya membelah jalanan yang begitu padat oleh kendaraan, diperjalanan Nungky dengan senang merentangkan kedua tangannya menikmati angin yang menerpa wajahnya itu.


“Ky diam nanti jatoh, tangannya jangan direntangkan gitu emangnya kita lagi syuting iklan shampo” Omel Regi melirik Nungky dari kaca spion motornya.


Mendengar itu Nungky menurunkan tangannya dengan sedih.”Yah bang padahal aku lagi enak-enaknya bayangin kalau kita itu lagi jalan-jalan di atas tebing menikmati angin sepoi-sepoi kayak di sinetron gitu bang” Ucap Nungky berkhayal.


“Oh maksud kamu habis nikmatin angin terus si cowoknya mati loncat dari tebing karena gak kuat nerima kenyataan kalau ceweknya ternyata adalah ibu tirinya sendiri” Ucap Regi ikut berkhayal.


“Astagfirullah bang emang ada ya sinetron kayak gitu kok aku baru tahu?” Tanya Nungky penasaran.


“Ada Ky nanti kalau aku jadi sutradara film azab aku bakal bikin filmnya” Jawab Regi asal.


“Pemainnya aku sama abang ya bang tapi aku mau si cowok gak mati bang yang mati bapaknya aja, nanti pas malam pertama aku racun dia habis itu kita nikah deh bang” Ucap Nungky sambil tersenyum senang membayangkan adegan tersebut.


“Boleh Ky tapi habis itu kamu juga mati kelindes gerobak sampah” Ucap Regi.


“Kok gitu sih bang emang ada orang mati kelindes gerobak sampah?” Ucap Nungky bingung.


“Namanya juga sinetrom azab Ky, gak ada yang mustahil” Ucap Regi membuat Nungky mengangguk mengerti.


“Eh Ky rumahmu dimana dari tadi aku jalan perasaan gak nyampe-nyampe ke rumah kamu Ky” Ucap Regi setelah sekian lama mereka berkeliling.


“Ajak aku ke rumah abang Regi aja bang aku rela, sekalian ketemu calon mertua” Ucap Nungky sambil tersenyum.


“Nungky!” Teriak Regi kesal.


“Apa bang gak sabar pengen nikahin aku ya, sabar ya bang Regi tunggu seserahan dulu kalau ok baru kita nikah” Ucap Nungky sambil tersenyum.


Mendengar itu Regi hanya ingin cepat-cepat berpisah dari Nungky dan saat dia pulang nanti dia akan mandi kembang 7 rupa, agar dia bisa terhindar dan tidak bertemu lagi dengan gadis bernama Nungky.