Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Pergi Ke Pesta



Seorang gadis berjalan dengan anggun menuruni tangga, gadis itu tersenyum menatap kedua orang tuanya yang memperhatikannya dari bawah dengan wajah melongo melihat penampilannya, Kimmy dan Alysha dengan setia ikut mendampingi gadis kecil itu dan berjalan sambil sebuah sepatu hak tinggi dan juga tas kecil untuk sebuah pesta.


Gubrak


Di tangga terakhir gadis yang bernama Nungky itu terpeleset, karena tidak sengaja menginjak gaun yang dikenakannya hingga dia terjatuh dengan mulus di lantai, sontak semua orang yang berada di sana langsung tertawa terbahak-bahak melihat gadis itu, Nungky mendongak sambil tersenyum melihat mereka semua kemudian dia pun beranjak bangun sambil merapikan kembali gaun yang dikenakannya hingga rapi.


“Ada-ada aja deh niat mau kayak cinderella malah jadi upik abu beneran” Gumam Nungky kesal.


“Nunung anak Mama ini kamu nak?” Desi mengucek-ngucek matanya berharap penglihatannya tidak salah, gadis yang berdiri di depannya begitu cantik dan anggun dengan gaun indah dan juga rambut yang sudah ditata sedemikian rupa, membuat Nungky seperti putri cantik yang dari tangga eh kayangan maksudnya.


“Nungky Ma Nungky bukan Nunung” Nungky mengoreksi namanya sambil berdecak kesal, Kimmy dan Alysha berdiri di samping Nungky.”Iya dong apa kubilang Nungky itu beneran cantik dan imut tinggal poles dikit langsung jadi deh” Ucapnya lagi dengan bangga.


“Papa setuju Ky kamu memang cantik banget sekarang, Papa aja sampai gak ngeh kalau itu kamu”. Ucap Juno kemudian dia menoleh menatap Kimmy dan Alysha, aduh pasti kalian ya yang bikin anak saya jadi cantik begini makasih loh kalau gak ada kalian saya gak tahu anak saya bakal kayak gimana” Ucap Juno sedih dengan wajah terharu sambil memeluk Desi yang juga merasa terharu karena akhirnya Nungky bisa terlihat cantik juga, setelah selama ini dia melihat kebulukan anaknya itu.


“Iya loh terima kasih ya kalian memang yang terbaik, anak saya yang tadinya kayak tukang es cendol jadi cantik gini berasa kayak anak saya beneran” Ucap Desi sambil tersenyum bangga dan merangkul Nungky anaknya.


“Dari dulu juga kan emang Nungky anak kita Ma” Ucap Juno bingung.


“Iya sih Pa tapi kan kalau orang-orang liatnya Nungky kayak anak pungut udah jelek, dekil, suka ngibul lagi, kan beda jauh sama aku yang cantik, baik hati dan tidak sombong” Ucap Desi sambil nyengir.


Nungky menepis pelukan Desi padanya dengan wajah merengut karena kesal.”Dasar emak-emak berhati jahat, suka banget jatuhin harga diri anaknya udah tahu belum laku, tapi gak apa-apalah yang penting aku sudah cantik paripurna, lihat saja nanti cowok-cowok pasti pada terpesona melihat kecantikan Nungky cantik dan imut” Gumamnya sambil memainkan rambutnya dengan centil.


Kimmy dan Alysha saling berpandangan melihat mereka bertiga, malahan menurut mereka Nungky terlihat sangat mirip dengan orang tuanya sebelum atau sesudah didandani, apalagi melihat kelakuan Desi tadi mereka seperti melihat perawakan Nungky versi tua, tidak mau membuat masalah mereka hanya tersenyum menanggapi ocehan mereka.


Tin


Tin


Terdengar suara klakson mobil membuat Nungky berbinar senang, dia pun langsung mengambil sepatu hak tinggi dan juga tas kecil miliknya yang dipegang oleh Kimmy dan Alysha, kemudian dengan cepat gadis itu mengenakan sepatu hak tinggi miliknya sambil tersenyum.


“Udah aku pergi ya Pa, Ma, romeo Nungky  sudah datang” Serunya sambil mencium tangan kedua orang tuanya, setelah itu dia mencium pipi kimmy dan Alysha dan berlalu pergi sambil melambaikan tangannya.


“Siapa cowok yang berani jemput anak Papa malam-malam gini, lihat saja aku bikin babak belur dia” Ucap Juno berang sambil melangkahkan kakinya berniat menyusul anaknya itu ke depan.


Namun langkahnya terhenti saat Desi menarik kaosnya hingga dia berbalik memandang istrinya itu dengan bingung.”Udah biarin anak kita juga mau senang-senang Pa, kayak kamu gak pernah muda saja” Ucap Desi mencoba menenangkan suaminya itu.


“Tapi Papa takut Nung--”


“Tenang Pa, Mama percaya kok Nungky pasti baik-baik saja lagian dia cuma datang ke acara sekolah Pa, bukan ke tempat hiburan” Potong Desi membuat Juno mengangguk dengan lesu, melihat itu Desi tersenyum kecil dia tahu suaminya itu sangat menyayangi anak mereka.


“Mmmm Om, Tante kita pamit duluan ya udah malam” Ucap Alysha sambil tersenyum ramah menatap keduanya.


“Iya soalnya tugas kita juga udah selesai, Nungky udah cantik sekarang” Ucap Kimmy menjelaskan.


“Karena Nungky udah cantik mending kita ke kamar Tante aja yuk, tante mau di dandani juga” Ucap Desi tersenyum sambil merangkul Kimmy dan Alysha sambil berjalan mengajak mereka ke kamarnya.


“Memangnya Mama mau kemana malam-malam gini mau di dandanin?” Tanya Juno bingung sambil berjalan menyusul istrinya itu.


“Gak mau kemana-mana sih Pa kan Maka dandan buat Papa, tunggu ya sayang kita beraksi malam ini mumpung gak ada Nungky” Ucap Desi sambil mengedipkan matanya genit membuat Juno berjingkrak senang.


“Baik Mama sayang yang cantik ya Ma, Papa tunggu” Ucap Juno sambil menghentikan langkah kakinya membiarkan ketiga orang itu berlalu pergi sedangkan dia memilih kembali menonton tv sambil menunggu istrinya dengan tidak sabar.


Kimmy dan Alysha saling berpandangan kemudian mereka berdua menghembuskan napas mereka kasar sambil terus berjalan bersama Desi, mereka mulai merasa menyesal karena sudah datang ke rumah Nungky, harusnya mereka sadar jika Nungky saja sudah aneh apalagi orang tuanya, namun semuanya sudah terjadi mereka hanya berharap semuanya cepat berakhir.


“Kalau ada Tina sama Dona pasti aku gak bakal bosan” Gumam keduanya secara bersamaan, tanpa sadar mereka mulai merindukan sosok lelaki yang selalu menemani mereka selama ini.


Di aula sekolah yang sudah dihias dengan sedemikian rupa, Nungky berjalan dengan anggun sambil menggandeng Regi dan Arka yang berdiri di sisi kanan dan kirinya, ada juga kemal dan Ipul yang berjalan dibelakang Nungky, membuat gadis itu terlihat seperti dikelilingi oleh para pria tampan.


Keempat pria itu terlihat gagah dan juga tampan mengenakan setelan jas dan juga rambut yang sudah ditata dengan rapi menambah ketampanan mereka, khususnya Regi dan Arka yang terlihat memang sangat tampan terbukti beberapa gadis mencuri pandang pada mereka.


Nungky tersenyum lembut melihat semua orang-orang yang terlihat terkejut sekaligus terkagum-kagum melihat penampilannya yang terlihat sangat cantik malam ini, Nungky tersenyum puas karena tujuannya sudah tercapai.


“Wah gila itu si Nungky kan cantik banget ya kelihatan beda banget” Ucap salah seorang wanita berbisik kepada pasangannya.


“Iya kamu benar apalagi kalau dia diam gitu jadi hilang deh keanehannya, Nungky kayak putri kecil yang cantik dan imut beneran” Ucap si pria menatap Nungky penuh minat membuat pacarnya langsung melotot padanya dengan tajam hingga si pria itu menunduk takut.


Terdengar kasak kusuk dari gadis dan pria yang memuji penampilan dan kecantikan Nungky malam ini, mereka benar-benar tidak menyangkan melihat kecantikan Nungky yang selama ini tidak terlihat.


Regi dan Arka menatap sambil melotot tajam pada semua pria yang menatap Nungky dengan pandangan berbinar seperti kucing melihat mangsanya,  mereka merangkul Nungky dengan posesif namun gadis itu langsung menepis tangkulan mereka.


“Sudah abang-abang kalau mau rebutan dapetin aku ya ngantri” Ucap Nungky sambil tersenyum menatap Regi dan Arka, sedangkan Ipul dan Kemal terlihat melambaikan tangan mereka menggoda para gadis di sana.


Regi dan Arka menunduk patuh sambil tersenyum malu melihat Nungky, tadi saat mereka menjemput NungKy gadis itu terlihat seperti pengantin yang akan menikah bersama mereka, namun sayang itu hanyalah khayalan belaka yang belum pasti bisa tercapai atau tidak.


“Aduh mana ya teman-temanku kok pada gak kelihatan” Gumam Nungky mencari keberadaan Rania, Veyya dan Gisuwa sambil berjalan diikuti oleh keempat pria yang setia mendampinginya.


Di kejauhan Awan meremas kertas yang sedang dipegangnya dengan keras, hatinya terasa sakit melihat Nungky dikelilingi oleh banyak pria tampan, Dodit yang berada di sampingnya menatap Awan bingung karena tidak biasanya Awan terlihat marah seperti ini.


“Wan kamu kenapa?” Tanya Dodit bingung.


Awan menoleh pada Dodit sambil menggeleng.”Tidak, ayo pergi pekerjaan kita masih banyak” Ucapnya sambil berlalu pergi bersama Dodit, sebagai ketua osis dia harus menjadi orang yang bertanggung jawab akan kelangsungan acara tersebut, dan sialnya itu mengakibatkan dia tidak bisa memantau Nungky dan itu membuatnya kesal.


--------@--#


Aku pun tak tahu jodoh Nungky siapa jadi kita ikutin alur aja ya😆😆😆😆