
Di dalam kamar seorang pria tampan tengah berusaha untuk mengenakan kemeja biru tuanya, Ricko menggigit kerah kemejanya agar dia bisa memasukkan tangannya namun sia-sia dia tidak bisa melakukan nya dengan satu tangan, dengan kesal Ricko melempar kemejanya itu dengan kasar kemudian dia mendaratkan bokongnya di atas ranjangnya yang berukuran besar, dia mengacak rambutnya frustasi, badannya yang berotot terekspos tanpa mengenakan baju hanya celana saja yang menutupi kaki panjang nya.
"Ahhh Abang Kerokan kok gak pakai baju sih, bikin mataku ternoda saja" Ucap Nungky yang sedang berdiri di ambang pintu sambil cengengesan, dengan santainya gadis licik itu memasuki kamar Ricko tanpa permisi sambil menenteng keripik yang dibawanya, gadis itu duduk di samping Ricko menatapnya dengan mata mengerjap polos, seulas senyum tersungging di bibirnya.
"Abang makin hari makin ganteng ya" Ucapnya sambil cengengesan."Mau aku pakein bajunya gak Bang, biar nanti kalau kita nikah aku bisa pakein baju Abang tapi gantian ya Bang" Ucapnya lagi masih dengan senyumannya yang menyebalkan.
Ricko mendengus sambil tersenyum sinis."Sudah kubilang jangan pernah bermimpi untuk menikah denganku Nungky" Ricko mengambil kemeja biru yang tadi dia lempar sambil beranjak berdiri."Aku tidak butuh bantuanmu atau orang lain, aku bisa melakukan semuanya sendiri!" Tegasnya lagi sambil mencoba memakai kemejanya lagi.
Nungky mengedikkan bahunya tidak peduli, dia terus asyik memakan keripik yang dibawanya sambil memperhatikan pria menyebalkan di depannya itu yang terlihat kesulitan memakai kemeja, Nungky terkekeh pelan saat melihat Ricko berhasil memakai kemejanya, dia cukup kagum dengan keteguhan pria di depannya itu.
"Kalau dipikir-pikir kita itu mirip banget ya Bang, sama-sama teguh dan pantang menyerah" Gumam Nungky dalam hati, padahal nyatanya Visi dan Misi mereka sangat bertolak belakang, jika Ricko adalah orang yang suka menindas orang lain dengan kekejamannya, maka Nungky adalah orang yang akan membuat orang seperti Ricko menyesali perbuatan mereka.
Nungky mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Ricko, ini adalah pertama kalinya dia memasuki Tuan dingin yang kejam itu, dia melihat ornamen di dalam kamar Ricko yang terkesan maskulin, para perabotan disana tidak terlalu banyak hanya terdapat rak buku dan juga meja kerja, terlihat jelas jika pria di depannya itu hanya memasang perabotan yang diperlukan tanpa menambah hal lain membuat kamarnya terkesan dingin sama seperti pemiliknya.
"Ah sial" Ricko melempar dasi bergaris putih miliknya itu dengan kesal, setelah berusaha memakai kemejanya dia tetap harus kesulitan mengenakan dasi yang memang sangat sulit dipakai dengan satu tangan.
Nungky Beranjak bangun sambil menaruh bungkus keripik miliknya itu di atas nakas, dia mengambil dasi yang dilempar Ricko dan mendekati pria yang sedang menatapnya itu.
"Jangan marah-marah Abang Kerokan nantii cepat tua loh" Ucap Gadis berwajah imut itu sambil mencoba memasangkan dasi di leher Ricko.
Deg
Ricko merasakan jantungnya berdetak kencang, dia menatap Nungky yang terlihat sibuk memakaikan dasi dilehernya, berada di jarak sedekat ini membuat seorang Ricko jadi mati kutu, dia bisa merasakan hembusan nafas Nungky yang teratur membuatnya tersenyum kecil, beruntung gadis itu sedang menunduk hingga dia tidak melihat wajah Ricko yang menatapnya penuh kekaguman.
Cup
Saat Nungky mendongak tanpa sengaja bibirnya dan Ricko saling bersentuhan, keduanya melebarkan mata mereka terkejut secara serentak keduanya pun beranjak mundur, keduanya terlihat salah tingkah sambil tersenyum malu-malu, Ricko menyentuh bibirnya yang bersentuhan dengan Nungky, ini adalah pertama kalinya dia merasakan bibirnya itu menyentuh bibir seorang gadis, rasa hangat menjalar menuju relung hatinya yang biasanya dingin.
"Ya Allah perasaan apa ini, kenapa aku merasa bahagia?" Gumam Ricko dalam hati, bagi pria yang tidak pernah mengenal cinta seperti dirinya itu adalah hal yang tabu, hal yang tidak bisa dia jabarkan dalam bentuk kata-kata.
"Abang kenapa Bang?" Nungky melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ricko yang terlihat melamun hingga pria itu mengerjapkan matanya terkejut, Ricko berdehem mencoba menutupi kegugupannya sedangkan Nungky hanya cengengesan melihat pria yang terlihat salah tingkah itu.
"Abang tahu gak barusan itu Abang tinggal narik aku terus kita ciuman deh" Ucapnya membuat Ricko langsung melotot mendengar hal yang sebenarnya dia inginkan itu.
"Dasar Bod*h, itu hanya kecelakaan aku tidak bermaksud untuk menciummu Nungky" Tegas Ricko.
Nungky terlihat berpikir sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu."Emang barusan kita ciuman ya Bang?" Tanyanya Bingung."Maaf Bang itu bukan ciuman tapi itu cuma kecupan doang Bang, kalau dari film yang aku tonton itu belum apa-apa" Ucapnya sambil cengengesan.
Selama berjalan bersama Nungky Ricko terlihat melamun memikirkan perkataan Nungky padanya, jadi yang tadi terjadi pada mereka barusan itu bukan ciuman dan hanya kecupan singkat?, Ricko melirik Nungky yang terlihat biasa saja tanpa terlihat terganggu dengan apa yang menimpa mereka barusan, gadis itu masih bertingkah seperti biasa dengan santai dan Riang dia menyapa Mario dan Regi yang sedang duduk di kursi makan menunggunya dan Nungky.
"Jadi aku ini bukan ciuman pertama kamu Nungky, sepertinya itu tidak berarti apa-apa bagi kamu ya Ky?" Ucapnya dalam hati sambil tersenyum miris.
"Ky hari ini kamu ada kuliah gak, berangkat bareng aku yuk Ky!" Ucap Regi memecah keheningan di acara makan mereka.
Nungky menoleh menatap Regi kemudian dia menjulurkan tangannya dengan gerakan super cepat untuk mencomot ayam goreng saat Mario ingin mengambilnya membuat pria paruh baya itu mendengus sebal, Nungky tersenyum senang sambil asyik memakan ayam goreng itu dengan lahap tanpa mempedulikan tatapan Mario yang Seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.
"Dasar perut karet, ayam sepiring gede abis sama dia sendiri!" Sungut Mario kesal.
Nungky menelan ayam goreng itu dengan sekali telan, kemudian tangannya terulur mengambil air minum miliknya setelah meminum air hingga tandas dia berdecak senang sambil mengusap-usap perutnya yang sudah kenyang, kemudian dia kembali menoleh pada Regi yang masih menunggu jawabannya.
"Ayo Bang kita berangkat sekarang, aku ada kelas pagi" Ucapnya sambil cengengesan.
Regi tersenyum mendengarnya dia pun beranjak diikuti oleh Nungky yang tengah sibuk memakan pisang yang kulitnya dia lembar sembarangan, Alhasil Mario langsung terjatuh karena terpeleset saat menginjak kulit pisang yang dilempar Nungky.
"Nungky!" Teriak Mario marah namun gadis itu hanya cengengesan sambil berlari pergi menyusul Regi.
"Kalian semua memang tidak berguna harusnya kalian memberitahuku kalau ada kulit pisang saat aku berjalan tadi, memang kalian para pengawal tidak berguna!" Teriak Mario marah pada para pengawal yang membantunya berdiri.
Ricko yang terganggu dengan suara bising memukulkan garpu yang dipegangnya ke atas piring hingga menimbulkan suara berdenting, semuanya menoleh menatap Ricko yang beranjak dari kursinya dan berjalan melewati mereka dengan aura yang dingin, semuanya bernapas lega karena sang Tuan yang kejam itu tidak mengucapkan sepatah katapun pada mereka.
Nungky yang berjalan menuruni tangga sambil menyampaikan tas miliknya ke atas bahu berpapasan dengan Ricko, gadis itu tersenyum menyapa Ricko namun pria itu tidak membalasnya, dia hanya melirik Nungky sekilas tanpa berkata apapun dan langsung berlalu pergi menaiki tangga dengan cepat.
"Abang Kerokan makin hari makin aneh" Gumam Nungky menatap punggung Ricko yang menjauh.
Di atas balkon kamar miliknya Ricko memperhatikan Nungky yang berjalan berdampingan bersama Regi, dia tersenyum kecut saat melihat gadis itu duduk di belakang jok motor milik adiknya itu, sedetik kemudian mereka pun sudah menghilang membuatnya mengedarkan pandangannya ke arah gerbang dimana Nungky dan Regi baru saja melewatinya.
Di sebuah warung kopi yang menjadi tempat tongkrongan kesukaan Nungky, gadis itu terlihat asyik menyantap gorengan miliknya itu dengan lahap bersama Ipul dan Kemal yang memang kelaparan karena belum sarapan, sedangkan Regi hanya duduk sambil menyesap kopi hitam miliknya.
"Katanya kamu ada kelas pagi Ky, kok nongkrong disini?" Tanya Regi bingung.
Nungky tersenyum mendengarnya."Ada Bang tapi masih satu jam lagi, mending sekarang kita makan-makan dulu biar gak lapar!" Ucapnya sambil meminum teh manis hangat miliknya itu dengan senang.