
Bugh
Bugh
Bugh
Hiyaaaaaa
Empat orang manusia yang terdiri dari pria tampan dan gadis cantik tengah sibuk baku hantam melawan gerombolan jambret yang mencuri Hp milik Alvian, ketiga gadis bersama seorang pria itu dengan gesit menghindari serangan demi serangan yang dilakukan oleh para jambret tersebut.
Alvian beringsut mundur sambil menendang salah satu jambret yang berada tepat di depannya, kemudian dia mengambil batangย kayu lagi untuk menyerang para jambret yang mengurumuninya hingga dia terpojok ke sudut tembok.
Bugh
Alvian tertawa senang saat dia berhasil memukul dua jambret yang menyerangnya."Ayo sini Abang-abang Serang aku kalau berani!" Ucapnya dengan nada menantang.
Di sisi lain Gisuwa sedang berlari menghindari para jambret wanita yang berjumlah tiga orang itu dengan panik, tapi bukan karena jumlahnya yang membuat dia ketakutan, melainkan ukuran badan mereka yang cukup besar."Sial banget deh aku dapetnya yang gede-gede terus" Ucapnya sambil terus berlari dan dia pun mengambil seekor ular yang kebetulan sedang merayap di tembok dan melemparnya pada mereka.
Brukk
Ketiga jambret tersebut langsung jatuh pingsan saat ular tersebut mengenai wajah mereka, Gisuwa tertawa senang melihatnya ternyata mereka hanya memiliki badan besar tapi nyali mereka sangat kecil.
"Ngaso dulu ah gerah nih" Ucapnya sambil duduk di salah satu bangku dan menyandarkan tubuhnya pada tembok, dengan santai doa mengipasi wajahnya yang berkeringat dengan tangannya.
Bugh
Brukkk
"Eh kampret jangan santai dulu bantuin kek, masih banyak nih!" Omel Veyya setelah menendang Gisuwa yang membuat gadis cantik itu terjatuh dari bangku yang sedang dia duduki.
Gisuwa beranjak berdiri sambil menepuk-nepuk bajunya yang kotor namun sedetik kemudian dia kembali terjatuh saat seorang jambret menendangnya kembali."Heh Abang cungkring berani ya nendang aku dari belakang, sini kalau berani jangan kayak banci Bang" Ucapnya kesal sambil memasang kuda-kuda bersiap untuk bertarung kembali.
Veyya yang sedang melawan para jambret tersebut bersama Nungky disampingnya, mereka berdua melawan Para jambret tersebut dengan lihai dan juga gesit menghindari serangan mereka, Nungky nemplok di pundak Veyya untuk menendang para jambret tersebutย
hingga mereka langsung terkapar.
Nungky dan Veyya langsung melakukan Tos saat mereka berhasil melumpuhkan para preman tersebut, Veyya memegang pinggangnya yang terasa sakit karena habis menahan berat badan Nungky."Sakit pinggangku Ky badan doang kecil tapi berat banget, kayak kebanyakan dosa kamu Ky" Keluh Veyya yang hanya ditanggapi dengan senyuman menyebalkan dari Nungky.
"Ahh tolong!" Teriak Alvian berlari ke arah Nungky dan Veyya bersama para jambret yang mengejarnya dengan membawa balok kayu di tangan masing-masing.
"Aduh Bang Al ganteng-ganteng takut jambret" Ucap Nungky cengengesan sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Bukan takut Ky tapi mereka pada nafsu gitu godain aku, dari tadi aku diserang mulu coba" Ucap Alvian membela diri namun sayang Nungky tidak mendengarkan nya karena gadis itu sudah sibuk baku hantam bersama Gisuwa.
Veyya terkikik geli melihat Alvian dengan tatapan iba."Sabar kak, kalau mau dapetin Nungky jangan Cemen kak nanti kalah saing sama yang lain loh"Ucapnya sambil berlalu pergi untuk bergabung bersama Nungky dan Gisuwa.
"Tidak aku tidak boleh kalah dari yang lain, pokoknya demi Nungky lautan api pun akan aku sebrangi, ngelawan jambret doang mah kecil!" Ucap Alvian dan dia-pun kembali berlari untuk membantu ketiga gadis cantik tersebut.
Bugh
Nungky menendang jambret terakhir yang masih melawan mereka, kemudian dia, Veyya, Gisuwa dan Alvian terduduk lemas di tanah, baju mereka sudah kotor dan berkeringat akibat baku hantam melawan para jambret tersebut, di sekeliling mereka para jambret tersebut sudah terkapar lemah dengan wajah sudah babak belur.
Tidak lama kemudian para polisi pun datang untuk menangkap para jambret tersebut, kini para jambret itu akan dihukum atas apa yang suka mereka lakukan yang menjadi keresahan masyarakat selama ini, beruntungnya Hp Alvian tidak dijadikan barang bukti karena selain Hp miliknya terdapat banyak hp, dompet dan juga tas hasil jarahan para jambret tersebut yang bisa dijadikan barang bukti.
Para polisi tersebut berterima kasih kepada Nungky dan yang lain, setelah itu merekapun membawa para jambret tersebut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
"Akhirnya selesai juga ya guys, rasanya badanku gak bakal sanggup lagi ngelawan para Jambret tukang berantem itu" Ucap Gisuwa sambil merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal, Nungky, Veyya dan Alvian juga Melakukan hal yang sama seperti dirinya mereka juga sudah sangat kelelahan melawan para jambret yang pantang menyerah itu.
"Apa kubilang Nungky dilawan gitu loh" Ucap Nungky bangga yang langsung mendapat jitakan ringan dari kedua temannya itu.
"Kita juga bantuin Ky bukan kamu doang" Ucap Veyya mengingatkan.
"Iya betul tuh aku kan yang ngelawan cewek-cewek keker tadi" Ucap Gisuwa.
"Iya-iya tahu kok, aduh kalian ini kalau soal baku hantam emang gak suka ngalah" Ucap Nungky sambil cengengesan."Tapi ngomong-ngomong siapa yang tadi nelepon polisi?" Ucapnya lagi bertanya sambil menatap kedua sahabatnya dan juga Alvian.
Ketiganya saling berpandangan dan langsung menggeleng sebagai jawaban sambil menatap Nungky."Bukan kita Ky, aku pikir kamu yang telepon mereka" Ucap Veyya.
"Gak lah kalau aku yang nelpon ngapain juga aku nanya sama kalian" Ucap Nungky membuat yang lainnya mengerutkan kening mereka bingung.
Ketiganya pun langsung menoleh dimana Chika sedang cengengesan menatap mereka dengan tangan memegang kresek sate yang isinya tinggal sebiji, terlalu hat jelas dari mulut gadis cilikย itu yang belepotan jika dia sudah memakan sisanya.
"Chika" Ucap Mereka serempak kecuali Alvian yang belum mengenal sosok makhluk menyebalkan itu.
"Heh bocah kenapa kamu ada disini, ini kan bukan jalan menuju rumah kamu?" Ucap Nungky bingung."Ah aku tahu kamu pasti diusir sama Mama kamu ya Chik makannya sekarang jadi gelandangan" Ucapnya lagi sambil tertawa terbahak-bahak membayangkan Chika sedang ngamen di jalan.
Chika mengerucutkan bibirnya sebal menatap gadis licik yang sudah lama tidak bertemu dengannya itu."Ihh mana ada aku diusir aku kan anak baik" Ucapnya sewot."Aku itu tadi lagi naik ojek abis pulang kerja kelompok eh lihat kalian makannya aku kejar deh" Ucapnya menjelaskan sambil duduk di sebelah Nungky, dia mengedip-ngedipkan matanya polos sambil menyunggingkan senyum manisnya kepada Alvian yang hanya tersenyum samar, entah mengapa dia seperti mengalami Deja Vu melihat kelakuan Chika.
"Jadi kamu dari tadi nonton kita Chik, Kana gak dari tadi aja nelpon polisinya kan kita gak harus berantem dulu Chik" Ucap Veyya menatap Chika kesal.
Chika menatap Veyya dengan wajah polosnya."Ihh kalau aku nelpon polisi duluan gak seru dong kak gak bisa lihat kalian berantem" Ucapnya membela diri."Lagian kalau kalian pinter harusnya dari awal kalian udah nelpon polisi bukan sok-sokan ngejar jambret tadi!" Ucapnya lagi yang langsung menohok keempat orang tersebut karena apa yang dikatakan Chika benar adanya.
"Kamu" Veyya hampir saja menjambak Chika saking kesalnya, beruntung Gisuwa langsung menahan gadis cantik itu untuk beraksi.
"Sabar Veyy sabar dia itu cuma bocah, kalau kamu sampai nyakitin dia yang ada kamu masuk penjara" Ucap Gisuwa mengingatkan.
Nungky mencomot sate di kresek Chika yang tinggal satu itu dan langsung melahapnya."Enak satenya Chik beli dimana?" Tanyanya penasaran.
"Gak beli kak tadi aku Nemu di motor kan sayang daripada dianggurin mending aku makan" Jawab Chika sambil cengengesan.
"Sate-ku" Pekik Alvian sedih."Habislah aku sama Rania" Ucapnya panik.
"Oh jadi satenya punya Abang Ganteng yah maaf Bang, Chika gak tahu" Ucap Chika menatap Alvian dengan wajah dibuat sedih."Adanya tinggal tusuknya doang Bang gimana dong ya Bang" Ucapnya lagi sedih.
Alvian tersenyum manis sambik membelai rambut Chika dengan lembut."Sudah gak apa-apa Abang bisa beli lagi kok satenya, jadi jangan sedih ya" Ucapnya menenangkan membuat Chika kembali tersenyum ceria.
Nungky, Veyya dan Gisuwa hanya mendengus menatap Chika sebal, pasalnya mereka bertiga sudah tahu jika gadis itu hanya pura-pura bersedih untuk mendapat simpati dari orang yang gampang dibohongi seperti Alvian.
"Eh ayo guys kita cabut sekarang aja yuk mumpung masih siang!" Ucap Nungky menatap Veyya dan Gisuwa sambil beranjak berdiri diikuti oleh kedua temannya.
"Mau kemana Ky ikut dong" Ucap Alvian yang ikut beranjak bersama Chika.
"Aku juga ikut ya Kak" Ucap Chika dengan gaya santainya.
"Dasar kamu Chik bukannya pulang malah kelayaban" Nungky menatap Chika kesal, kemudian dia mendongak menatap Alvian."Akus sama yang lain mau main Bang. Bukannya tadi Abang disuruh beli sate sama Ran ya, nanti Ran marah loh!" Ucapnya mengingatkan.
"Gak apa-apa kok Ky aku yakin dia juga udah gak mau satenya, mending aku ikut kamu sama yang lain ya?" Ucap Alvian menatap Nungky penuh harap.
Nungky tersenyum sambil merangkul Alvian, Chika yang tidak mau kalah ikut memegang tangan Alvian." Yaudah Ayo Bang kita kuy ketemu calon laki!" Ucap Nungky penuh semangat yang membuat baju Alvian merosot ketika mendengarnya.
Di tempat lain Reno sedang berlari menuju ke dalam rumah mertuanya sambil menenteng kresek berisi sate,di dalam Rania sudah menyambutnya dengan wajah penuh amarah sambil berkacak pinggang.
"Maaf Sayang tadi aku sibuk rapat, nih satenya Ran!" Ucap Reno sambil memberikan sate tersebut kepada Rania yang langsung menerimanya.
"Besok-besok kalau sampai telat lagi kamu tidur diluar ya Mas, ini nih akibat nyuruh orang gak berguna kayak Alvian, itu mobilnya Al udah aku kempesin sama Mama Kikan, ,nanti kalau Al udah pulang suruh dia cuci mobil ya Mas!" Ucap Rania sambil berlalu pergi meninggalkan Reno untuk segera menyantap sate yang sudah ditunggu-tunggu dari tadi.
"Awas kamu Al kubunuh kamu!" Ucap Reno penuh dendam.
_______
Ada yang nungguin gak? ayo dong like n komen yang banyak, itu doang juga akumah udah bahagia.
Btw ini Ran waktu lagi hamil si Bima ya jd jangan pada keder dan mikir itu hamil kedua๐๐๐๐
Siapa yang rindu Abang Kerokan angkat tangan!!!
Aku udah bilang kalau jodohnya si Nunung kalian readers yang nentuin jadi ayo dukung tokoh favorit kalian sebanyak mungkin yang paling banyak pendukung nya insya Allah jadi jodoh di Nunung ๐๐๐.
Btw Ini cerita si Nunung alurnya lambat ya guys gak dipercepat kayak si Rania sama Reno, aku suka sama si Nunung dia tanpa bantuan tokoh lain bisa bikin hidup novel ini sendiri ๐๐.
Ini kan novel kubikin karena permintaan kalian ya guys jadi dukung si Nunung banyak2๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Btw aku kok berharap banget cerita ini ada sinetron nya gitu ya, soalnya cerita si Nunung itu ngehibur kayak cerita Upin Ipin dan Naruto ๐๐๐, ada yang sepemikiran sama aku gak sih??
Salam Gesrek
Ohtor Cantik Paripurna