
Tin
Tin
Tin
Suara klakson mobil yang dibunyikan dengan tidak sabar membuat para pengawal yang sedang menjaga gerbang itu menengok ke arah mobil yang sedang dibawa Veyya, Nungky menjulurkan kepalanya sambil melambaikan tangannya dengan heboh kepada para penjaga tersebut membuat mereka membukakan pintu gerbang segera setelah mengetahui jika itu adalah Nungky.
Perlahan Veyya pun membawa mobilnya memasuki gerbang tinggi tersebut yang diikuti motor Alvian di belakangnya, pria tampan itu melihat sekeliling-nya mencari sosok pria yang Nungky bilang adalah calon suami dari gadis yang disukai-nya itu, namun yang dia lihat hanya sekelompok pria berbadan kekar yang memakai seragam serba hitam layaknya tukang pukul.
"Apa jangan-jangan Nungky di deketin sama Mafia aki-aki ya?" Gumamnya berpikir sendiri dalam lamunannya.
"Sore Abang-abang keker pada kangen aku ya sampe senyum-senyum gitu liatinnya" Ucap Nungky setelah turun dari mobil milik Veyya bersama ketiga gadis yang bersamanya dan juga Alvian yang juga turun dari motor besarnya.
"Bukan Nona Ky, kami hanya terpesona lihat Nona-nona cantik ini!" Ucap salah satu pengawal dengan jujur sambil melirik Veyya dan Gisuwa.
Kedua gadis cantik itu langsung terkikik geli mendengarnya dan berpose ala-ala model dadakan yang suka mangkal di lampu merah, Nungky mendengus menatap kedua sahabatnya sebal, tidak mau kalah Nungky pun mengibaskan rambutnya di depan mereka membuat semua orang yang berada disana langsung berteriak kaget sambil menutup mulut mereka setelah melihat sesuatu hewan yang terbang di kepala Nungky saat gadis itu mengibaskan rambutnya yang panjang.
"Apaan tuh Ky, kamu piara apaan sih Ky di rambut aja sampai ada hewannya?" Ucap Gisuwa sambil memperhatikan hewan yang terlihat sedang menggeliat di bawah sebelum akhirnya hewan tersebut mati lemas seperti terkena racun.
"Astaghfirullah itu kecoak" Pekik Veyya setelah mengetahui nama hewan tersebut, dia dan Gisuwa langsung merasakan mual mendadak, mereka jadi bergidik sendiri memandang rambut Nungky, apalagi Gisuwa yang pernah mengalami kejadian mengenaskan karena pernah mencium rambut Nungky.
Nungky menggaruk kepalanya yang sedikit gatal, kemudian dia mencium bau rambutnya sendiri sambil cengengesan."Masih ada wangi Vanilanya" Ucapnya tersenyum senang dan kembali mencium bau rambutnya sendiri.
"Kamu udah berapa hari gak keramas sih Ky?" Tanya Gisuwa penasaran.
Nungky terlihat berpikir sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas dagu."Baru tiga hari sih atau empat hari ya aku lupa" Jawabnya sambil cengengesan membuat kedua gadis di depannya itu bergidik sendiri.
"Eh Veyy kebayang gak sih tadi kan Kak Al di bonceng Ama si Nungky tuh kok dia gak kebauan ya?" bisik Gisuwa penasaran sambil melirik Alvian yang tengah duduk di salah satu gazebo bersama Chika yang terus mengajaknya mengobrol.
"Namanya juga Cinta GIS, Si Nunung mau bau bangke atau bau sampah juga bagi dia mah bau bunga mawar GIS" Ucap Veyya sambil melirik Alvian dan juga Chika."Udahlah cinta mah emang gak bisa di kabarin pake logika yang ada mumet" Ucapnya lagi membuat Gisuwa mengangguk mengerti.
"Ayo ah guys kita masuk ngapain ngerumpi mulu disini gak asyik tau" Ucap Nungky sambil merangkul kedua sahabatnya yang tentu saja langsung menepis tangan Nungky di pundak mereka dan memilih berjalan di belakangnya, Nungky menatap mereka bingung kemudian dia mengedikkan bahunya tidak peduli dan kembali melanjutkan langkah kakinya dengan riang.
"Abang Ganteng ayo sini kita masuk!" Ucap Chika sambil menarik tangan Alvian dengan senyuman manis yang dibuatnya.
"Adik ini saudaranya kak Ky ya atau kamu adiknya?" Tanya Alvian menatap Chika sambil berjalan di samping gadis polos itu atau lebih tepatnya licik."Kamu kelihatannya dekat banget sama dia ya" Ucapnya lagi mencoba berbasa-basi.
Chika menggeleng sambil tersenyum."Bukan Bang aku itu tetangganya kak Ky, tapi emang benar sih aku lumayan dekat sama kak Ky soalnya dia itu yang ngajarin aku nyolong kak" Jawab Chika polos.
"Apa?" Pekik Alvian terkejut, dia menutup mulutnya sendiri sambil tersenyum saat melihat Nungky Veyya dan Gisuwa menoleh ke arahnya, kemudian ketiga gadis itu kembali berbalik dan melanjutkan langkah kaki mereka menuju taman belakang yang ada kolam renangnya.
"Nyolong maksud kamu apa Chik masa Nungky ngajarin kamu nyolong sih?" Tanya Alvian penasaran.
"Iya benar Bang kak Ky itu adalah orang yang ngajarin anak-anak komplek seumuran aku buat ngambilin buah tetangga kadang aku nyolong di rumah Om Naim juga sih" Ucap Chika menjelaskan sambil menatap Alvian yang seolah tak bisa mempercayai apa yang Chika katakan."Abang Ganteng gak percaya ya, masa aku bohong sih, emangnya tampang aku kelihatan suka bohong ya Bang?" Ucapnya lagi sambil menampilkan wajah penuh dustanya menatap Alvian dengan muka sok sedih.
"Maaf ya Chik.Abang bukannya gak percaya tapi cuma kaget aja" Ucapnya meminta maaf membuat Chika kembali ceria.
"Tapi kamu jangan suka gitu lagi ya Chik itu perbuatan yang tidak baik nanti Abang beliin permen buat kamu deh asalkan kamu gak kayak gitu lagi!" Tambahnya yang dibalas dengan anggukan semangat oleh Chika.
Alvian melirik Nungky yang terlihat asyik menyantap makanan yang disajikan oleh para pelayan bersama Veyya dan Gisuwa yang sedang duduk di kursi yang berada di bawah pohon dengan meja yang melingkar, sebelumnya kursi dan meja tersebut tidak ada tapi Nungky yang meminta para pengawal untuk menaruhnya di sana.
"Oh iya Chik kamu tahu gak yang deketin kak Ky siapa aja, terus ada yang kak Ky suka gak sekarang?" Ucap Alvian setengah berbisik agar tidak ada orang lain yang mendengar ucapan mereka.
"Banyak Bang, kakak aku Bang Awan juga suka sama kak Ky tapi Kak ky itu banyak gebetannya, tukang bubur aja suka digodain Ama dia, susah pokoknya kalau mau dapetin kak Ky banyak saingannya Bang" Ucap Chika menjawab pertanyaan Alvian.
Alvian terlihat merenung dia membenarkan ucapan Chika yang memang benar adanya, dia memang sering melihat Nungky dikelilingi oleh para pria yang mukanya tentu saja tidak lebih tampan darinya, tapi tetap saja dia tidak bisa santai karena lengah sedikit saja Nungky bisa jadian dengan orang lain.
"Abang suka sama Kak Ky ya?" Tanya Chika setelah melihat wajah Alvian yang terlihat merana.
Alvian tersenyum simpul matanya melirik Nungky yang kini sedang naik pohon bersama Veyya dan Gisuwa entah untuk apa membuatnya terkekeh geli, melihat itu Chika tersenyum kecut dia tidak mengerti kenapa gadis seperti Nungky bisa memiliki banyak penggemar termasuk kakaknya sendiri yang akhir-akhir ini sering bicara sendirian sambil memandang foto Nungky yang tengah tertidur dengan posisi tengkurap yang tentu saja dia dapatkan dari Chika yang menjualnya dengan harga dua ratus ribu.
Chika melirik Alvian yang terlihat asyik memandangi Nungky, dia tersenyum misterius kemudian dia menarik baju Alvian membuat pria tampan itu menoleh padanya dengan pandangan bertanya.
"Abang Ganteng mau foto kak Ky kalau lagi tidur gak, dia kelihatan cantik dan imut gitu, kalau mau aku punya loh Bang" Ucap Chika mengeluarkan kata-kata maut ala penjual.
Alvian mengangguk semangat sambil tersenyum senang."Mau banget Chik" Ucapnya.
"Boleh sih Bang tapi gak gratis loh harganya lima ratus ribu untuk satu foto ya Bang, aku dapetinnya susah banget Bang dan cuma ada satu doang, jadi maklum aja kalau harganya mahal Bang kan ini barang ekslusif bukan yang pasaran" Ucap Chika bicara panjang lebar untuk mengelabui seorang Alvian yang tentu saja mempercayai kata-kata penuh tipuan dari Chika.
Tanpa berpikir panjang Alvian merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang sebanyak enam ratus ribu dan langsung memberikannya kepada Chika."Nih Abang kasih bonus buat kamu tapi nanti kalau ada barang baru kasih tau Abang ya" Ucapnya
Chika mengangguk mengiyakan dia menatap uang pemberian Alvian ditangannya dengan mata berbinar senang, kemudian gadis kecil itu menaruh uangnya di tas yang sekolah miliknya sambil mengeluarkan selembar foto yang menampilkan wajah Nungky yang sedang tidur dengan posisi tengkurap dan memberikannya pada Alvian.
Jika orang lain akan melihat foto tersebut dengan pandangan jijik tapi tidak dengan para pria yang mengejar Nungky, bagi mereka itu adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai karena bisa melihat kecantikan yang terpancar di wajah penuh iler Nungky yang sebenarnya tidak ada cantiknya sama sekali, Alvian langsung menaruh foto tersebut di saku dalam jaketnya saat melihat Nungky bersama Veyya dan Gisuwa berjalan ke arahnya dan Chika.
Nungky menatap Chika dan Alvian yang terlihat sedang cengengesan membuatnya curiga."Bang Al lagi ngapain kayaknya asyik banget ngobrol sama nih bocah tukang tipu, Abang gak lagi dikibulin sama dia kan?" Tanyanya menatap Alvian penasaran.
"Gak kok Ky tadi aku sama Chika cuma lagi ngomongin kartun soalnya aku sama Sekali sama-sama suka Barbie iyakan Chik?" Ucap Alvian meminta dukungan dari gadis cilik di sampingnya itu.
Dengan senyuman polosnya Chika mengangguk."Iya betul itu, nanti kata Abang Ganteng kita mau main Barbie bareng" Ucapnya.
Mendengar itu Nungky, Veyya dan Gisuwa langsung tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah Alvian saat dia bermain boneka Barbie membuat Alvian menatap mereka bingung, sedetik kemudian dia merutuki kebohongan-nya sendiri yang terlalu bodoh dan malah menjatuhkan harga dirinya sendiri.
"Dari sekian banyak kartun dan permainan di dunia ini, kenapa aku ingetnya Barbie ya Allah malang benar nasibku" Ucap Alvian dalam hati.
_________
Muehehe ada yang kangen gak khusus hari ini aku kasih dobel up deh makanyaike yang banyak 🤭🤭🤭🤭🤭😘😘😘