Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Cinta Awan



Seorang gadis tengah duduk berdua di taman dengan seorang pria, gadis itu tersenyum senang pada si pria sambil memakan es krim miliknya, sedangkan si pria terlihat merana karena berada disamping gadis itu.


“Ya Allah kenapa ketemu dia mulu sih” Ucap Regi dalam hati.


Sepertinya takdir baik memang tidak pernah berpihak kepadanya tadi saat dia baru keluar dari kafe dia malah bertemu lagi dengan Nungky yang kebetulan lewat kafe itu, alhasil gadis itu mengajaknya pergi jalan-jalan yang mau tidak mau dituruti Regi karena kalau tidak dia sendiri takut apa yang akan terjadi jika dia menolak ajakan gadis itu.


“Bang tahu gak kenapa orang kalau pacaran ngajak mainnya di taman?” Tanya Nungky tiba-tiba setelah es krim yang dia makan habis.


“Karena gak punya duit lah kalau punya duit ngajaknya ke kafe atau ke mall bukan ke taman” Ucap Regi asal yang sebenarnya ada benarnya juga.


“Bukan bang karena di taman itu bikin adem kalau di kuburan bikin serem makanya ngajaknya ke taman” Ucap Nungky sambil cengengesan.


Regi tersenyum samar gadis itu memang ada saja kelakuannya.”Memangnya kamu pernah jalan sama cowokmu di taman kayak gini?” Tanya Regi penasaran.


Nungky menoleh menatap Regi serius.”Pernah bang ini lagi jalan sama abang” Jawabnya sambil tersenyum.


“Aku belum pernah pacaran bang, maunya langsung nikah aja ah biar gak diapa-apain ntar kalau udah di apa-apain pas malam pertama kita ngelakuin apa dong main gundu kan gak lucu” Ucap Nungky panjang lebar membuat Regi terkekeh pelan ternyata jalan sama Nungky tidak seburuk yang dia kira.


“Mau pulang gak udah mau hujan nih” Ucap Regi saat mendongak melihat awan di langit yang terlihat mendung.


Nungky ikut mendongak menatap langit dan Awan yang mendung.”Iya ya bang mau hujan tapi entar aja ah kan ujannya juga baru mau belum hujan beneran” Jawabnya sambil cekikikan.


Saat keduanya tengah asyik mengobrol berdua yang kebanyakan hanyalah omongan tidak penting, tiba-tiba dari arah depan ada sepasang anak SMA yang datang di depan mereka dan duduk di bangku yang berada tidak jauh dengan Nungky dan Regi.


“Mau apa sih Wan ngajak kesini segala, gak tahu apa aku mau pulang” Omel gadis tersebut kepada pria yang sedang berdiri di depannya.


Mata Nungky melebar saat melihat Veyya dan Awan sedang bersama, terlihat jika Veyya sedang kesal sedangkan Awan tengah tersenyum pada gadis yang sedang kesal itu sambil memegang kotak cinta eh kotak berisi coklat.


“Bang ayo kita nguping!”  Ajak Nungky tiba-tiba sambil menarik tangan Regi dan mengajaknya untuk bersembunyi di sekumpulan bunga yang berada sangat dekat tempat duduk Veyya dan Awan.


Deg


Regi memandang tangan yang dipegang Nungky dengan tertegun, dia merasa jantungnya berdetak dengan cepat hanya karena sentuhan gadis ansh di sampingnya itu, kemudian Nungky berbalik sambil menaruh telunjuknya di depan bibir Regi.


“Jangan berisik ya bang kita lagi ngintip bang Awan calon imamku nih” Ucap Nungky.


Regi mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa, sambil tersenyum dia memandang wajah Nungky yang terlihat cantik dan menggemaskan saat sedang serius menguping pembicaraan kedua orang itu.


“Astagfirullah kenapa sih nit otak tiba-tiba konslet gini” Ucap Regi dalam hati yang sejenak terpesona dengan kecantikan Nungky.


Berusaha mengalihkan perhatian Regi pun ikut menguping pembicaraan mereka yang terlihat serius itu, dia berusaha untuk tidak menoleh apalagi mengagumi Nungky, dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau gadis di sampingnya ini hanyalah gadis aneh.


Nungky dalam diam memperhatikan Veyya dan Awan yang terlihat sedang ingin mengatakan sesuatu kepada sahabatnya Veyya, jantungnya berdetak kencang merasa takut akan apa yang akan didengarnya.


“Aku suka kamu Veyy” Ucap Awan tiba-tiba.


Deg


Veyya tersenyum kecut mendengar ucapan Awan padanya.”Kamu gak kesambet kan Wan nembak aku?” Tanya Veyya seolah tak mempercayai pendengarannya sendiri.


“Tidak Veyy aku cukup waras saat bilang ini ke kamu Veyy, aku suka kamu udah lumayan lama makannya aku nembak kamu Veyy, gimana kamu gak jadi pacar aku?” Tanya Awan sambil menyunggingkan senyum termanisnya yang akan membuat siapa saja meleleh kecuali Veyya yang malam terlihat biasa saja.


“Gak” Jawab Veyya singkat, padat dan jelas.


“Kenapa apa kamu sudah punya pacar atau kamu suka sama orang lain?” Tanya Awan penasaran.


“Tidak dan Ya, aku belum punya pacar sekarang tapi aku sudah menyukai orang lain yang jelas itu bukan kamu Wan” Ucap Veyya tegas.


Awan tersenyum kecut baru kali ini ada gadis yang menolaknya mentah-mentah, tapi apa mau dikata dia bukanlah pria menyebalkan yang akan memaksakan kehendaknya sendiri dan menyuruh Veyya untuk menerima cintanya.


“Baiklah maaf aku sudah mengganggumu Veyy, ini untukmu anggap saja sebagai tanda terima kasihku karena kamu sudah meluangkan waktu untuk kesini” Ucap Awan sambil tersenyum dan menyerahkan coklat yang di pegangnya.


Sambil melipat dadanya Veyya menatap kotak coklat yang dipegang Awan dan matanya menatap Awan yang masih menyunggingkan senyumannya.”Maaf aku tidak bisa menerima coklatmu simpan saja untukmu sendiri” Ucap Veyya sambil beranjak berdiri dan berjalan meninggalkan Awan.


“Veyy” Teriak Awan membuat gadis itu berhenti dan menoleh menatap Awan dengan pandangan seolah bertanya.


“Kalau kamu patah hati nanti cari aku ya kali aja kamu berubah pikiran dan mau jadi pacar aku” Ucap Awan.


“Tidak Wan, bahkan meskipun aku patah hati kamu bukanlah pria yang akan aku cari” Jawab Veyya tegas dan kembali melanjutkan langkah kakinya, merasa teringat sesuatu Veyya kembali berbalik memandang Awan yang  berbinar senang karena merasa cintanya mungkin akan terbalas.


“Dan ya dari pada kamu ngabisin waktu kamu buat hal yang sia-sia seperti berharap aku mau sama kamu, mending kamu berusaha untuk membuka hati kamu kepada orang yang memang mencintai kamu Wan” Ucap Veyya yang tanpa menunggu jawaban langsung berlalu pergi meninggalkan Awan yang menatapnya bingung.


“Kamu gak nangis Ky?” Tanya Regi pada gadis yang tengah duduk sambil melamun itu.


Saat ini mereka sedang berada di sebuah warung kopi untuk berteduh dari derasnya hujan yang melanda, tadi setelah Veyya pergi Nungky juga mengajaknya pergi.


Nungky menoleh kepada Regi yang duduk di sampingnya, dia menghembuskan napasnya kasar mengingat kejadian tadi yang membuatnya tidak bisa berkata  apa-apa.


“Ngapain aku nangisin cowok yang gak suka sama aku bang, maaf ya bang aku cuma mau nangis buat orang yang sayang dan sayang balik sama aku, emang sih bang Awan itu cinta pertama aku tapi dia gak cukup penting untuk buat aku nangis bang” Ucap Nungky panjang lebar sambil tersenyum samar.


Regi terdiam di tempatnya, dia merasa jantungnya kembali berdetak tidak karuan, Nungky terlihat sangat cantik jika sedang serius sedangkan dia terlihat sangat lucu dan imut jika sedang bercanda.


Regi menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan pikirannya tentang Nungky.”Sadar Gi sadar” Ucapnya dalam hati.


“Kenapa bang lagi mikirin yang iya-iya bang, emang sih hujan-hujan gini suka bikin nafsu, kuy lah bang kita mojok” Ucap Nungky sambil cengengesan.


“Nungky!” Teriak Regi kesal karena gadis itu selalu bicara asal yang membuatnya jantungan.