Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Tamparan Untuk Ricko



Disalah satu ruangan Rumah Sakit  Nungky sedang memperhatikan seorang dokter cantik tengah membalut tangan Ricko dengan perban, sesekali sang dokter mencuri pandang pada Ricko menatapnya kagum seolah terhipnotis oleh aura ketampanan seorang Ricko yang terkesan dingin tapi malah membuatnya para gadis jadi makin tertarik padanya.


"Gimana Dok, suami saya gak apa-apakan?" Tanya Nungky menatap sang dokter dengan raut wajah dibuat khawatir.


Sang Dokter yang bernama Linda itu melebarkan matanya terkejut saat Nungky menyebut pria tampan yang sedang dia obati adalah suaminya, namun sedetik kemudian Linda tersenyum."Kalau mau bohong pinteran dikit Mba, mana mungkin Mas ganteng ini suami Mbak" Ucapnya sambil tertawa renyah.


CUP


Dengan santainya Nungky mencium pipi Ricko membuat pria yang sedang meratapi tangannya itu jadi terkejut, dia menoleh menatap Nungky dengan mata melebar tangannya terulur menyentuh bekas kecupan Nungky di pipinya.


"Heh gadis Licik apa yang kamu la-"


"Iya Sayang nanti ya kalau mau lebih di rumah saja biar gak ada yang kepanasan" Potong Nungky cepat, mendengar itu Ricko hanya tersenyum kecut sambil menggosok-gosok pipinya yang telah ternoda.


"Mbak Dokter percayakan kalau saya ini istri dah dari Abang Ricko, lihat nih mbak ini hasil perbuatan Abang waktu kita kejebak banjir" Ucap Nungky tersenyum malu-malu  sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit.


Mendengar itu Ricko langsung terbatuk-batuk menatap Nungky tak percaya, bagaimana mungkin gadis itu bisa berbohong tentang sesuatu yang sama sekali tidak benar, sejenak dia bersiap untuk mengomeli gadis disampingnya itu, namun sedetik kemudian dia mengurungkan niatnya saat melihat wajah Nungky yang sedang tersenyum membuatnya ikut tersenyum.


"Ah benarkah?" Linda tampak terkejut mendengarnya, dia mengelus perut Nungky yang membuncit itu dengan lembut membuat Nungky kegelian sendiri dibuatnya, kemudian Linda menarik tangannya dan menatap mereka berdua dengan gugup."Maaf saya tidak bermaksud untuk menuduh anda berbohong, saya hanya, ah sudahlah saya minta maaf sekali lagi" Ucapnya sambil menunduk malu.


Nungky menepuk-nepuk pundak Linda sambil cengengesan."Gak apa-apa kok Mbak Dokter, tapi biaya perbaikan mobil Mbak gratis ya" Ucapnya membuat Linda langsung menatapnya bingung, sedetik kemudian dia melebarkan matanya terkejut.


"Jadi kamu ya--"


"Iya saya yang nabrak mobil Mbak tadi,nih ya Mbak saya kan keburu panik takut laki saya mati mendadak, yaudah saya yang nyupirin tuh ambulans eh malah nabrak di parkiran tadi" Potong Nungky sambil cengengesan, pasalnya sebelumnya gadis itu memang membawa sebuah ambulans untuk mengantarkan Ricko namun saat sampai di parkiran tanpa sengaja ada kucing lewat di depannya, membuat gadis itu membanting stir dan malah menabrak mobil sedan merah yang sedang terparkir di sana.


"Ka-kamu--" Sejenak Linda diam sambil menghembuskan napasnya pelan,berusaha untuk teriak dan marah-marah pada Nungky si gadis licik yang dengan tega menabrak mobilnya, yang cicilannya saja belum lunas."Tidak bisa itu beda lagi ceritanya Mbak, anda harus ganti rugi atas kerusakan yang sudah Mbak perbuat pada mobil saya" Ucapnya lagi dengan tegas.


"A-apa?" Nungky menatap Linda dengan mata berkaca-kaca."Saya ini masih kuliah Mbak mana ada uang aku" Ucapnya sedih sambil mengelus perutnya.


"Tapi kan anda punya suami yang akan membayar semua kebutuhan anda" Ucap Linda tak mengerti."Saya lihat suami Mbak ini kelihatan seperti orang kaya mana mungkin dia tidak sanggup membayar biaya perbaikan mobil milik saya" Ucapnya lagi sambil memperhatikan penampilan Ricko yang hanya diam tanpa perduli, untuk apa dia ikut campur itu semua salah Nungky bukan salahnya.


"Sedih kalau diceritain Mbak" Ucap Nungky sambil mengelap air mata buayanya."Jadi Gini Mbak Dokter suami saya ini memang kaya tapi dia tidak pernah menafkahi saya Mbak, dia hanya menemui saya kalau lagi nafsu" Ucapnya lagi 


Mendengar itu Linda dibuat terkejut dia menatap Nungky yang tengah menangis tersedu-sedu sambil berpura-pura mual membuat sang dokter itu merasa iba, dia kemudian menoleh menatap Ricko yang hanya melongo mendengar perkataan Nungky tentangnya.


"Heh Mas kalau punya istri itu dijaga, emangnya anda pikir istri itu cuman buat pemuas nafsu saja hah?" Omel Linda menatap Ricko tajam, semua rasa kagumnya hilang sudah setelah dia mengetahui kebenaran tentang kelakukan lelaki di depannya itu.


"Saya tidak begitu, jangan percaya kata-kata gadis licik itu, dia itu pembohong ulung" Ucap Ricko tegas sambil menoleh menatap Nungky dengan aura kejamnya.


"Sudah Mbak dokter Abang Ricko emang gitu setelah nikah sama istri mudanya dia memang banyak berubah" Ucap Nungky sedih, kemudian dia menutup mulutnya mencoba untuk meredam isakan tangisnya.


"Apa jadi kamu itu di madu?" Tanya Linda terkejut, sebagai jawaban Nungky mengangguk lemah.


Plak


Dengan keras Linda menampar pipi Ricko membuat sang empo langsung mengerjap dengan terkejut, Ricko menggosok pipinya yang terasa perih karena tamparan keras dari dokter muda tersebut, sedangkan Nungky dia hanya diam sambil meneguk salivanya dia cukup terkejut Linda akan berbuat begitu, namun gadis itu hanya mengedikan bahunya tidak perduli,itu salah Ricko sendiri yang dengan kejamnya tidak mau membantu Nungky membayar biaya perbaikan mobil Linda.


"Maaf ya Bang, anggap saja itu azab dari pria yang tega menyiksa putri cantik seperti aku" Ucap Nungky dalam hati.


Tidak ingin mendapat tamparan untuk kedua kalinya Ricko hanya mengangguk pasrah."Baik saya akan membayar semuanya, ini telepon saja sekretaris saya dia yang akan mengurus semuanya" Ucapnya sambil menyerahkan kartu nama milik sekretaris nya itu.


Linda tersenyum puas kemudian dia menatap Nungky yang juga tengah menatapnya dengan pandangan mata polos, Linda mengambil beberapa lembar uang di saku bajunya dan memberikan uang tersebut kepada Nungky."Nih ambil Mbak buat beli susu biar bayinya sehat" Ucapnya sambil menaruh uang tersebut di tangan Nungky.


"Ah jangan Mbak saya tidak enak ngambilnya" Ucap Nungky pura-pura mengembalikan uang tersebut namun Linda menolaknya.


"Sudah ambil saja Mbak saya ikhlas kok" Ucap Linda sambil tersenyum.


"Wah makasih banyak loh Mbak, ini buat biaya hidup sebulan sama beli susu ya Mba" Ucap Nungky  cengengesan sambil menaruh uang yang berjumlah lima ratus ribu itu ke dalam saku celananya.


"Rezeki anak Sholeh" Ucapnya dalam hati.


Setelah membayar biaya pengobatan dan mengambil obat untuk Ricko, Nungky dan Ricko berjalan menyusuri koridor rumah sakit, Nungky bersenandung riang sambil berjalan dibelakang Ricko yang berjalan di depannya dengan cepat tanpa melirik padanya, gadis itu mengedikkan bahunya tidak perduli dia mengipasi wajahnya dengan uang hasil pemberian Linda sambil tersenyum.


"Aw!" Ringis Nungky saat dia menabrak dada Ricko yang tiba-tiba berhenti di depannya saat mereka baru sampai di depan rumah sakit."Aduh Abang kerokan kalau mau berhenti kasih tanda dulu dong biar aku gak nabrak" Ucapnya sambil mendengus sebal.


"Apa tadi maksudmu gadis licik, kenapa kamu bilang jika aku ini suami yang tidak pernah menafkahi dan mengurusmu hah?" Bentak Ricko marah, beruntung suasana disana cukup sepi jadi Ricko bisa dengan bebas memarahi gadis licik di depannya itu,sejak tadi dia sudah menahan emosinya yang meluap-luap karena Nungky.


"Maaf Bang kita kan belum nikah kok Abang jadi tersinggung sih" Ucap Nungky sambil cengengesan tidak jelas.


"Ah I-itu karena dokter tadi menampar wajahku Nungky, aku tidak bisa menerimanya"  Jawab Ricko tegas mencoba menutupi kegugupannya sendiri.


"Sabar Bang anggap saja ini ujian, kalau kita nikah beneran nanti Abang gak boleh kayak gitu dan harus setia sama aku" Ucap Nungky sambil memegang pundak Ricko dan menatapnya dengan pandangan dibuat serius.


"Lepas, ingat satu hal aku tidak akan mau menikahi gadis licik seperti kamu Nungky!" Tegas Ricko sambil melepaskan tangan Nungky di pundaknya, bersamaan dengan itu mobil jemputannya datang sang supir langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Tuannya itu.


"Ayo pulang jangan buat masalah lagi!" Ucap Ricko sambil berjalan menuju mobilnya, kemudian dia berhenti merasa ada yang aneh, saat berbalik Nungky tengah berjalan bersama dokter tampan memasuki rumah sakit, Ricko memijat keningnya yang terasa sakit melihat kelakuan gadis licik itu.


"Dasar Bod*h gadis itu tidak bisa diam sebentar saja, apa aku harus mengikatmu Nungky agar kamu hanya bersamaku saja?" Gumamnya pelan sambil melangkahkan kakinya menyusul Nungky.


"Abang dokter apa kabar Bang kangen aku gak?, Aku juga kangen sama Abang kok, tiap malam aku mimpiin Abang tahu" Ucap Nungky sambil menggandeng pria disampingnya itu.


Sang dokter tampan itu menoleh menatap Nungky dengan kening berkerut."Maaf kamu siapa ya?" Tanyanya Bingung.


"Aku ini calon ibu dari anak-anak kita Bang singkatnya aku ini jodoh Abang" Ucap Nungky sambil cengengesan."Ayolah Bang kita mojok yuk sambil makan es cendol di kantin kayaknya enak tuh Bang" Ucapnya lagi, gadis itu seolah tidak tahu jika tempat yang mereka tuju tidak pernah menyediakan es cendol.


_________


Hayoloh siapa yang nungguin 😁😁😁😁


ayo Like n komen yang banyak kali aja aku baik dan mau up lagi besok😁😁😁😘😘😘 vote juga ya kalau mau yang banyak tapi😂😂😂😂😂


Salam Gesrek


Othor Cantik