Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Antara Cinta & Jodoh



Di sebuah taman yang terlihat ramai seorang gadis cantik Paripurna tengah duduk sambil memainkan gelembung yang dia buat, gadis cantik itu terkikik geli saat melihat gelembung-gelembung itu mengenai wajah kedua sahabatnya yaitu Veyya dan Gisuwa.


"Heh kampret perih nih!" Omel Veyya kesal sambil menutup matanya dengan tangan.


"Iya nih kurang kerjaan banget sih kamu Ky main arahin ke kita aja" Omel Gisuwa yang juga tengah memainkan gelembung seperti Nungky dan Veyya.


Sebelumnya saat Nungky tengah jalan-jalan bersama Regi dan kedua temannya yaitu Ipul dan Kemal, mereka bertemu dengan Veyya dan Gisuwa di jalan yang juga hendak menemui Nungky, Alhasil kini mereka semua sedang menghabiskan waktu mereka di taman dengan bermain gelembung udara.


"Maaf Guys gak sengaja lagian siapa suruh kalian berdiri di depanku jadi kena deh" Ucap Nungky sambil cengengesan membuat kedua sahabatnya itu menatapnya sambil mendengus.


"Ky nih es krim-nya!" Regi datang bersama Ipul dan Kemal dengan menenteng kresek berisi es krim dan juga beberapa makanan ringan untuk menemani mereka disana.


"Wah makasih Hi mantap nih!" Ucap Veyya dan Gisuwa yang langsung merebut kresek dari tangan Regi sedangkan Nungky gadis itu malah asyik memainkan gelembung.


"Bang Gi tau gak persamaan Abang sama gelembung ini?" Tanya Nungky saat gadis itu tengah duduk di rumput diantara Veyya dan Gisuwa yang sedang menikmati es krim mereka.


Regi menggeleng tidak tahu, Ipul dan Kemal yang berada di dekatnya pun tidak membantu, mereka malah sibuk menggoda Veyya dan Gisuwa dengan senyuman mereka yang menjijikkan yang tentu saja membuat kedua gadis cantik itu mual.


"Kalau gelembung kan bisa melambung tinggi di udara, kalau Abang bisa bikin aku melambung tinggi dihati Abang" Ucap Gadis cantik itu membuat Regi tersipu malu, sedangkan yang lainnya hanya berpura-pura seolah ingin muntah saat mendengar rayuan maut Nungky.


"Kamu kenapa sih Ky dari tadi ngomong gombal mulu, biasanya kamu kan sukanya langsung nemplok gak pake gombalin mulu?" Tanya Gisuwa penasaran sambil menatap sahabatnya itu yang sedang asyik menjilati es krim miliknya.


"Iya bener kamu kenapa sih Ky lagi jatuh cinta apa kesambet jin jomblo?" Ucap Veyya ikut bertanya pada gadis aneh bin ajaib yang sialnya merupakan sahabatnya dari kecil.


Dalam diam Regi melirik Nungky yang terlihat sedang berpikir, hati kecilnya berharap jika gadis itu benar-benar sedang jatuh cinta, dan itu artinya orang yang Nungky Cintai adalah dirinya, siapa lagi jika bukan dia apalagi Nungky hanya menggombali dirinya, dia sangat yakin jika gadis Cantik itu memang benar-benar menyukainya.


"Ayo Ky jawab aku siap kok jadi pacar kamu, disuruh nikah Sekarang juga aku siap" Ucap Regi dalam hati merasa tidak sabar menunggu jawaban dari gadis yang masih terlihat berpikir itu.


"Iya aku jatuh Cinta" Ucap Nungky lantang membuat semua orang menatapnya penasaran menunggu kelanjutan dari kata-kata gadis itu yang menggantung, melihat tatapan penasaran dari semua orang Nungky tersenyum."Aku jatuh Cinta sama kata-katanya cowok di IG katanya *Jika kamu ingin menebar kebahagiaan dengan cinta, maka katakanlah kalau mereka adalah orang yang paling berharga untukmu, rayu dia dengan rayuan mautmu*, nah aku ini kan Putri cantik yang selalu menebar kebahagiaan , 


makanya aku juga gombalin Abang Regi biar dia bisa senyum, habisnya dia udah lama aku lihat suka ngelamun sendiri di kamarnya kayak jomblo ngenes" Ucap Gadis itu panjang lebar sambil cengengesan menatap Regi dan yang lain yang hanya melongo mendengar penjelasannya.


Veyya, Gisuwa, Ipul dan Kemal menatap Regi iba sambil menepuk pundak pria malang itu pelan, mendapat hiburan dari para sahabatnya Regi hanya bisa menunduk sambil tersenyum kecut dan menghembuskan napasnya kasar, diantara semua jawaban yang dia pikirkan, dia sama sekali tidak menyangka jika Nungky melakukan itu hanya untuk membuatnya tersenyum tidak lebih.


"Tahukan kamu Ky, aku sering melamun akhir-akhir ini karena kamu yang selalu datang di dalam mimpiku, bahkan saat aku tersadar sekalipun wajah kamu selalu terbayang-bayang dan aku tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasinya" Ucap Regi dalam hati, ingin rasanya dia mengatakan itu pada gadis manis yang terlihat sedang asyik menyantap es krim yang mulai meleleh di tangannya itu seperti anak kecil.


"Woy ******** kampret balikin kamera-ku!" Teriak seseorang dari arah jalanan sambil berlari mengejar seorang jambret yang berlari sambil menenteng kamera.


Nungky dan yang lain menatap Alvian yang tengah berlari kencang dan lewat di depan mereka untuk mengejar jambret tersebut, pria tampan itu seolah tidak menyadari keberadaan Nungky dan yang kian terbukti dia masih terus berlari tanpa menoleh pada mereka, dengan santainya Nungky melempar kayu yang berada di dekatnya ke arah Jambret tersebut.


Bruk


Jambret tersebut langsung terjatuh dengan posisi tengkurap, dengan segera Alvian langsung menangkap jambret tersebut dan menamparnya dengan keras."Dasar kampret kamu jambret gak punya akhlak, main nyomot kamera orang aja" Umpatnya marah sambil terus menampar jambret tersebut yang kini sudah tidak berdaya dengan hidung yang berdarah.


"Ya Allah malang benar nasibku bukanya dapat cewek malah dapat jambret" Ucap Alvian lagi dengan sedih sambil mengambil kamera miliknya, dia mengecek kamera miliknya itu sesaat kemudian dia bernapas lega."Alhamdulillah masih bagus" Ucapnya bersyukur sambil mengelap keringatnya yang bercucuran, dia terlihat kelelahan dengan baju berantakan dan sepatu yang tinggal sebelah, karena sepatu yang satunya lagi sudah hilang entah kemana saat dia menggunakannya untuk melempar jambret tersebut.


Merasa ada kesempatan jambret tersebut beringsut mundur dengan pelan menjauhi Alvian yang terlihat fokus dengan kameranya kemudian Jambret itu-pun berlalu pergi sambil berlari kencang meninggalkan Alvian sendiri.


"Nungky!" Pekik Alvian senang saat gadis pujaannya itu membantunya berdiri.


"Abang gak apa-apa kan, keringetan banget gara-gara ngejar Jambret" Ucap Nungky tersenyum yang dengan refleks tangannya terulur mengusap kening Alvian yang berkeringat.


Degg


Alvian merasa jantungnya berdetak kencang bahkan lebih kencang saat dia berlari mengejar jambret tadi, sedangkan Regi yang melihat itu merasa jantungnya di remas-remas dengan kuat dia memalingkan wajahnya ke arah lain berharap itu bisa mengurangi kesedihannya, Veyya dan Gisuwa mendengus menatap Nungky.


"Itu bocah makin hari makin bikin orang klepek-klepek sama dia, tapi ujung-ujungnya dia malah nyakitin mereka, aku jadi ngerasa si Nungky kayak cewek yang suka main gila" Bisik Veyya pada Gisuwa.


"Main Gila? Bukannya si Nunung cuma baperin orang aja dan bikin mereka jatuh cinta gitu tapi gak sampai bikin gila deh kayaknya!" Ucap Gisuwa bingung.


Veyya memutar bola matanya malas."Main Gila itu maksudnya yaitu dia suka bikin orang jatuh cinta tanpa kepastian yang jelas, gak tahu deh tuh bocah nantinya bakal milih siapa" Ucap Veyya menjelaskan sambil berbisik, dia menatap Nungky yang sedang menarik tangan Alvian dan Regi untuk ikut berjalan bersamanya.


"Abang-abang hari ini cerah banget ya, kayaknya cocok deh buat jalan-jalan romantis bareng pacar,  tapi tanpa pacar aku juga udah seneng kok asalkan Abang-abang ada disini bersamaku" Ucap Nungky sambil menyunggingkan senyum manisnya pada Alvian dan Regi yang tentu saja terpesona akan kecantikan wajah Nungky, salahkah mereka jika tidak bisa mundur menjauhi cinta Nungky yang main menjerat mereka semakin dalam?.


"Hmmm jodoh itu gak ada yang tahu mungkin aja si Nunung nikahnya bukan sama mereka, kadang kita mencari seseorang yang sebenarnya ada di dekat mereka, kayak kamu sama Mas Iyan juga Veyy kamu ngejar-ngejar dia tapi bisa aja kan ujung-ujungnya kamu nikah sama yang lain" Ucap Gisuwa dengan bijak membuat sahabatnya itu menatapnya dengan tatapan mata bingung."Iya aku bener kan, ah bisa juga kamu nikah sama Bang Al!" Ucapnya lagi sambil terkekeh geli.


"Ogahh!" Ucap Veyya tegas sambil berlalu pergi bersama Ipul dan Kemal menyusul Nungky dan yang lain yang kini tengah duduk di depan gerobak tukang bakso.


"Woy tunggu!" Teriak Gisuwa sambil berlari menyusul mereka.


Di tempat lain di sebuah ruangan yang luas, Ricko tengah sibuk berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk, pria tampan nan dingin itu mengacak rambutnya frustasi sambil bersandar di kursi kebesarannya, dia menatap langit-langit di ruangannya dan yang terlihat malah wajah Nungky yang tengah tersenyum padanya, Ricko kembali mengacak rambutnya sambil menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan wajah Nungky.


"Argghh" Teriak Ricko saat gadis itu kini malah terlihat sedang tertawa dibayangkannya.


Mendengar suara teriakan dari Tuan mereka, seorang manajer yang hendak mengetuk pintu Ricko langsung mematung dengan badan gemetar, begitu juga sekertaris Ricko yang langsung ngacir melarikan diri di susuk suara teriakan Ricko lagi yang kini terdengar lebih keras, membuat sang manajer langsung kencing di celananya, dalam pikirannya dia yakin tuan Nya itu sedang marah besar dan itu mungkin pada dirinya yang sebelumnya memang dipanggil oleh sang sekertaris oleh permintaan Ricko.


"Ya Allah selamatkan-lah hamba, saya punya istri dan anak yang harus saya nafkahi!" Ucap Sang Manajer dengan sedih, dan akhirnya dia pun pingsan di tempat dengan celana yang sudah basah oleh air kencingnya sendiri.


___________


Etdah Si Nunung kok kayak jd PHP-in laki mulu ya, aq sumpahin jodohnya kang rujak🤣🤣🤣


Yang nanya Visual aku sih ngebayangin kalau Abang Kerokan itu Rizky nazar ada yg setuju? atau mau yang lain?


coba kasih saran menurut kalian siapa yang cocok buat keranin tokoh2 di novel ini!!,


Ayo Like n komen yang banyak biar besok aku up😁😁🤭🤭😘😘😘


Salam Gesrek


Othor Cantik Paripurna