Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Masak Sendiri



“Ini kamarmu” Ucap Ricko sambil membuka sebuah kamar yang berada di lantai dua.


Nungky memasuki kamar yang luas itu sambil tersenyum senang, dia duduk di kasur dan mencoba berbaring merasakan kenyamanan di ranjangnya, kemudian dia beranjak bangun dan meloncat-loncat di atasnya dengan tertawa senang, namun dia langsung menghentikan aksinya saat Ricko menatapnya tanpa ekspresi.


“Kenapa Bang Kerokan kok lihatnya begitu amat, gak ada nafsu-nafsunya gitu” Ucap Nungky menatap Ricko sambil cengengesan, dia bergeser dan duduk bersandar di kepala ranjang.


“Selamat tinggal rumah lamaku, maaf aku sepertinya bakal lebih suka disini” Ucapnya lagi dengan mata menerawang masih dengan senyumannya yang menyebalkan.


“Ingat kamu disini bertugas untuk mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini termasuk mengurusi kebutuhanku, dan juga aku akan menulis kontrak perjanjian denganmu, jadi jangan berani melanggarnya kalau tidak mau masuk penjara!” Ucap Ricko menjelaskan dengan tegas penuh ancaman.


Nungky mengerucutkan bibirnya sebal, merasa teringat sesuatu dia kembali menoleh menatap Ricko.


“Aku kan kuliah Bang gak bisa setiap waktu ada, sama bajuku di rumah semua loh masa aku kerja gak pakai baju” Ucapnya memasang wajah sendu.


“Kamu bebas jika sedang kuliah dan bajumu juga sedang diambil oleh para pengawal” Jawab Ricko menjelaskan, Nungky mengangguk mengerti semuanya sudah dipersiapkan oleh lelaki tampan yang sayangnya tidak ada manis-manisnya menurutnya, Nungky menatap lekat wajah pria tanpa ekspresi itu namun Ricko hanya mengerutkan keningnya tanpa berkata apa lagi tersenyum membuat Nungky mendengus sebal.


“Kayaknya Abang kerokan ini tipe cowok sok pendiam tapi liar di belakang, jadi penasaran aku” Ucapnya sambil terkikik geli membayangkan Ricko yang sedang mengejarnya penuh nafsu.


Ricko menatap Nungky dalam diam, gadis itu sangat aneh menurutnya, kadang dia suka tersenyum dan melamun sendiri membuat Ricko merasa jika Nungky punya kelainan, dia mengedikkan bahunya tidak peduli yang penting sekarang gadis itu sudah berada digenggamannya, dan dia akan membuat gadis itu menderita karena telah membuatnya sial hari itu.


“Bang aku lapar” Suara rengekan dari gadis itu membuyarkan lamunan Ricko, dia menatap Nungky yang sedang cengengesan adanya sambil memegang perutnya sendiri.


Ricko berdecak pelan, belum apa-apa gadis itu sudah bertingkah.”Masak sendiri, ingat kamu ini bukan tamu tapi orang yang akan bekerja di rumah ini, jadi jangan banyak tingkah!” Ucap Ricko tegas dan berlalu meninggalkan Nungky.


Gadis itu mendengus mendengar ucapan dari lelaki tidak berperasaan itu padanya.”Aku disuruh masak coba, mana bisa aku masak, dasar Ababg Kerokan kubuat kamu jatuh cinta nanti” Sungutnya kesal.


“Abang tunggu Bang!” Teriak Nungky sambil berlari kecil mengejar pria di depannya itu.


“Awww” Nungky meringis saat dia tanpa sengaja menabrak punggung pria dingin di depannya itu, dia mengusap keningnya sambil menatap Ricko yang kini sudah berbalik dan tengah menatapnya.


“Ada apa?” Tanya Ricko tanpa memerdulikan ringisan gadis di depannya itu.


“Dapurnya dimana Bang, aku kan gak tahu kalau nyari sendiri takut kesasar Bang” Ucap Nungky menjelaskan.


“Ayo ikut!” Ucao Ricko kembali berbalik dan berjalan diikuti Nungky di belakangnya.


“Ini dapurnya masaklah apa yang kamu mau, semua bahan sudah tersedia disini!” Ucap Ricko menjelaskan saat mereka sudah sampai di dapur yang ternyata dapurnya sangat luas, alat-alat masaknya saja mahal semua.


“Siap Bang, Abang mau makan apa sekalian aku masakin Bang” Ucap Nungky menawarkan sambil tersenyum.


Dengan santai Nungky menaruh wajan diatas kompor menuangkan minyak di atasnya dan langsung menyalakan kompor tersebut, Nungky membuka kulkas yang besar tersebut, dia berdecak kagum melihat banyak bahan makanan yang memenuhi kulkas tersebut, namun dia hanya mengambil telur disana, saat ini dia ingin membuat telur ceplok saja mengingat perutnya yang sudah keroncongan minta diisi.


“Ini gimana bukanya ya, masa aku jedotin di kepala nih telur” Gumam Nungky memandang telur itu bingung, merasa mendapat ide Nungky memecahkan telur itu di pinggir wajan dan telurnya mendarat dengan indah diatas kompor membuat gadis itu berdecak kesal.


“Aneh perasaan di tv-tv masuknya ke wajan bukan ke kompor” Gumam gadis itu pelan, para pelayan dan pengawal yang melihat kelakuan Nungky hanya terkekeh pelan melihat kekonyolan yang dilakukan tamu mereka itu, namun mereka tidak bisa membantu gadis yang tengah kelaparan itu, jika tidak mereka bisa kehilangan pekerjaan mereka sebagai gantinya, Ricko bukanlah tuan rumah yang baik apalagi tuan mereka itu sangat suka memecat orang hanya untuj kesalahan sekecil apapun.


Dengan pantang menyerah Nungky kembali mengambil telur dan mencobanya lagi, dia terus mencoba berulang kali hingga akhirnya dia berhasil memecahkan telur dengan mukus kedalam wajan yang sudah lama dipanaskan itu, namun tiba-tiba api menyala keluar dari wajan tersebut membuat gadis itu panik dan memukul-mukul api tersebut dengan serbet yang dipegangnya, bukannya padam api tersebut malah menjalar ke serbet dan entah bagaimana juga mengenai bajunya.


“Ahhhhh Toloonggg ada apiiii!” Teriak gadis itu panik.


Beruntung semua pelayan dan pengawal yang berada di dekatnya dan juga Regi yang datang setelah mendengar teriakan Nungky, langsung memadamkan api tersebut dengan tabung pemadam kebakaran yang sudah disediakan dan juga air yang diambil oleh para pelayan.


“Nungky kamu gak apa-apa kan?” Tanya Regi khawatir menghampiri Nungky yang sudah terduduk lemas di lantai dengan pakaian dan badan yang sudah basah kuyup.


Nungky menatap Regi dengan mata berkaca-kaca dan tanpa aba-aba gadis itu langsung menghambur ke pelukan Regi.”Huaa Abang Regi aku lapar Bang!” Ucap gadis itu sedih.


Regi terkekeh pelan sambil membalas pelukan Nungky yang terasa menghangatkan untuknya.”Sudah ada aku sekarang, habis ini kamu bersih-bersih dulu baru kita makan ya” Ucapnya sambil tersenyum memandang Nungky, dia berharap gadis itu tidak mendengar suara detak jantungnya yang berdetak keras karena berada di dekat Nungky.


“I-ini Tuan” Seorang pelayan memberikan handuk kepada Regi yang langsung dia selimutkan ke tubuh Nungky yang basah.


“Mandilah dulu bajumu sudah datang barusan, setelah itu kita baru makan” Ucap Regi menenangkan sambil mengajak Mungky untuk berdiri.


Saat mereka berdiri dan hendak berjalan ke kamar Nungky, Ricko menatap mereka tanpa ekspresi, semua pengawal dan pelayan menunduk takut saat melihat kedatangan tuan mereka yang dingin itu, Ricko menatap kekacauan yang disebabkan Nungky dalam diam.


“Bereskan semuanya, dan buang semua peralatan yang rusak ataupun gosong, aku ingin semuanya bersih dan mengkilat seperti biasa!” Ucap Ricko tegas dan tanpa basa-basi dia berlalu pergi meninggalkan mereka.


Setelah kepergian Ricko para pelayan langsung membereskan semua kekacauan yang dibuat Nungky dalam diam, mereka menatap Nungky iba karena gadis itu terlihat sedih melihat kekejaman tuan mereka, meski Nungky penyebab kekacauan ini tapi mereka bisa mengerti gadis itu tidak bermaksud melakukannya.


“Sudah jangan sedih gitu Ky, Bang Ko emang gitu orangnya dingin kayak kulkas” Ucap Regi mencoba menenangkan Nungky yang terlihat sedih.


“Apa hubungannya sama Abang Kerokan, aku cuma sedih telor ceplok buatanku harus berakhir tragis Bang, padahal tadi udah mukus tuh masuk ke wajan” Ucap Nungky prihatin.


Regi tertawa renyah mendengarnya, dia lupa jika Nungky tidak akan mungkin sedih hanya karena tatapan menyeramkan dari kakaknya itu.”Gak apa-apa Ky, besok coba bikin lagi aja ya, sekarang kita makan yang lain aja!” Ucapnya sambil berjalan bersama Nungky.


“Aku mau nasi goreng sama soto ayam ada gak Bang?” Tanya Nungky menatap Regi dengan mata berbinar.


Regi mengangguk mengiyakan.”Ada Ky pokoknya semua yang kamu mau pasti ada kok!” Ucapnya sambil tersenyum membuat gadis disampingnya berjingkrak senang.