Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Mencari Rania



Nungky, Veyya dan Gisuwa sedang berada di sekolah saat mendapat kabar dari Kikan jika Rania tema mereka menghilang dan belum ada kabar, mereka saling berpandangan karena terkejut dan mulai mencoba menelepon dan mengirim pesan pada Rania, namun mereka malah mendapat balsan dari Kikan yang memberitahu Hp Rania ada di rumah.


“Ran kenapa ya apa dia dicerain sama si om tampan?” Tanya Nungky serius.


Mendengar itu Veyya dan Gisuwa langsung menjitak kepada gadis itu pelan.”Kalau ngomong jangan asal, mana mungkin dia di cerain kalau istrinya kayak kamu sih bisa jadi Ky” Ucap Veyya kesal.


“Iya udah tahu lagi genting gini masih aja ngelantur kamu Ky, udah gimana kitaharus cari tahu Ran” Ucap Gisuwa memandang kedua temannya serius.


Veyya dan Nungky mengangguk setuju.”Benar banget tuh tapi harus cari dimana, dia gak pernah ngilang jauh apalagi tanpa kabar gini, bukan Ran banget” Gumam Veyya.


“Udah dari pada kita mikirin apa penyebab dia ngilang tanpa bertindak apa-apa, mending kita mikir sambil jalan, ayo kuy kita pergi!” Ajak Nungky sambil berjalan keluar kelas dengan membawa tas miliknya.


Veyya dan Gisuwa ikut meyusul Nungky dan membawa tas mereka masing-masing yang isinya hanya satu buku dan satu pulpen, selain karena mereka sudah tidak memiliki jadwal pelajaran, setiap harinya juga mereka jarang membawa buku banyak, isi tas mereka kebanyakan hanya cemilan.


Saat mereka sampai di depan gerbang sekolah, Regi, Ipul, Kemal dan juga Arka sudah duduk rapi diatas jok motor mereka menunggu Nungky dan kedua temannya, mereka langsung melambai ke arah Nungky yang datang menghampiri mereka.


“Hai abang-abang ganteng, eh ada bang Arka kok disini bang, tahu aja aku lagi butuh bantuan” Ucap Nungky sambil tersenyum kepada Arka.


“Bukan gitu Ky tadi pas kamu minta aku kesini, dia juga ngikut gak tahu mau ngapain” Ucap Regi menjelaskan sambil melirik Arka kesal.


Sebelumnya saat dia sedang nongkrong di dekat sekolah Nungky, gadis itu mengirim pesan padanya dan meminta Arka dan kedua temannya untuk menemui Nungky, namun di tengah jalan mereka bertemu Arka yang kebetulan berpapasan dengan mereka, alhasil tanpa diminta pria itu mengikuti Regi kesini.


“Aku kan kahawatir sama kamu takutnya ada apa-apa Ky” Ucap Arka sambil tersenyum.


“Iya Bang Ar aku memang lagi butuh sesuatu nih, bantu aku cari teman aku Rania dia hilang” Ucap Nungky serius, kali ini jika menyangkut sahabat dan orang-orang terdekatnya yang kesusahan dia memang bisa diandalkan.


“Iya teman kita ngilang gak ada kabar, sebelum terjadi apa-apa  kita harus menemukan Rania” Ucap Veyya serius.


“Apa, jadi neng Ran ngilang Bos Ky, ya Allah kasihan sekali dia apa jangan-jangan dia diculik ya?” Ucap Ipul sedih.


“Bisa jadi tuh kan banyak banget yang suka sama dia, pasti ada cowok yanh sakit hati karena ditolak Neng Ran” Ucap Kemal menyetujui pendapat Ipul.


“Kalau aja Neng Ran ketemu duluan sama aku pasti dia aman, kan ada abang Ipul yang bakal jagain bebeb Ran 2x24 jam” Ucap Ipul dengan percaya diri.


“Aku juga kali Pul pantesan juga aku jadi pacarnua Neng Ran, aku lebih ganteng daripada kamu Pul” Ucap Kemal ikut-ikutan.


“Sudah gak ada yang pantes dua-duanya juga, teman kita Ran udah nikah tau!” Ucap Gisuwa menjelaskan.


“Apa!” Teriak Ipul dan Kemal bersamaan seolah tak percaya, namun saat melihat Nungky dan Veyya mengangguk mengiyakan perkataan Gisuwa, mereka menunduk lesu karena kalah berperang sebelum bertempur.


“Sabar abanh-abang masih banyak jalan tunggu aja sampai Ran punya anak, terus kalau anaknya udah gede kalian bisa coba deketin anaknya” Ucap Nungky menyarankan sambil tersenyum.


“Gak sih tapi lumayan kalian bisa dijadiin supir atau gak tukang kebun mereka” Jawab Nungky membuat semua orang langsung tertawa cekikikan, sedangkan Ipul dan Kemal hanya mengerucutkan bibir mereka sebal.


Akhirnya mereka semua mulai melakukan pencarian mereka dimulai dari taman yag sering menjadi tempat tongkrongan mereka berempat, kafe tempat biasa mereka menghabiskan waktu jika malas pulang ke rumah sampai kw tempat dimana Ran suka menyendiri yaitu kuburan ibunya Alea.


“Huh kita udah keliling kemana-mana tapi Ran gak ketemu juga ya” Ucap Gisuwa sambil bersandar di bawah pohon.


Saat ini mereka sedang berada di taman dekat rumah lama Rania, mereka sudah keliling mencari gadis itu kecuali ke rumah Rania karena mereka yakin Ran tidak mungkin berada disana mengingat mereka tahu bagaimana perlakuan Bram pada anak bungsunya itu.


Veyya menghembuskan napasnya pelan.”Kita gak guna banget ya jadi teman gak bisa ada pas teman kita lagi terpuruk” Ucapnya pelan dengan mata berkaca-kaca dan perlahan berganti menjadi tangisan.


Gisuwa ikut menangis dan memeluk Veyya.”Iya ya aku khawatir Ran kenapa-napa, dia kemana coba gak mungkinkan dia sendirian dijalanan sekarang” Ucapnya sedih.


Nungky mengusap air matanya dan memeluk Veyya dan Gisuwa.”Tenang aku yakin kok Ran pasti aman, jangan pada sedih kalau kita nangis disini siapa yang nyariin Ran” Ucapnya mencoba menghibur.


Regi dan Arka terdiam melihat Nungky yang terlihat berbeda dari biasanya, mereka memegang jantung mereka yag berdetak kencang saat melihat Nungky mengeluarkan air matanya, gadis itu benar-benar membuat mereka terkejut dengan semua tingkahnya yang sulit ditebak.


“Nungky aku padamu!” Ucap Regi dan Arka dalam hati secara bersamaan.


Sore harinya Nungky yang sedang berjalan melewati koridor rumah sakit setelah bertemu ayahnya, langkah kakinya terhenti saat melihat Bram tengah berdiri bersama seorang pria yang dia ingat pernah menjemput Rania tengah mengobrol.


“Semua ini gara-gara Rania anak pembawa sial itu sampai istrimu Nat jadi lumpuh” Ucap Bram dengan wajah terlihat menahan amarah.


“Sudah Pa jangan bahas itu lagi, aku mau menemui Nat dulu” Jawab Si pria yang merupakan Joshua.


Setelah Joshua pergi Mungky berjalan menghampiri Bram yang tengah duduk di bangku koridor, gadis itu berhenti tepat di depan Bram membuat pria paruh baya itu menatapnya bingung.


“Kenapa kamu menatapku terus gadis cilik?” Tanya Bram kepada Nungky yang tengah tersenyum padanya.


“Gak ada Om, saya cuma mau bilang Ran itu bukan anak sial seperti yang Om katakan, ingat Om penyesalan itu selalu datamg diakhir, kalau datang diawal gak akam ada orang yang akan menyesal nanti” Ucap Nungky dan kemudian gadis itu langsung berlalu pergi meninggalkan Bram yang menatapnya dengan kening berkerut.


“Dasar gadis aneh” Gumam Bram sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sudah seminggu berlalu semenjak Rania menghilang, namun mereka belum juga mendapat petunjuk tentang keberadaan Rania, bahkan mereka sudah menyebarkan selebaran kertas berisi foto Rania dengan keterangan anak hilang tapi belum ada kabar juga.


Saat mereka sedang duduk di bangku sambil meminum es kelapa setelah seharian mencari Rania, tiba-tiba hp mereka berbunyi saat mereka membukanya terdapat pesan dari Kikan yang memberi mereka misi rahasia.


Nungky menatap Veyya dan Gisuwa sambil tersenyum misterius.”Ayo guya malam ini kita beraksi!” Ucapnya, Veyya dan Gisuwa mengangguk setuju bersiap untuk melakukan aksi mereka malam ini.