
"Pada kemana semua orang kok sepi banget sih?" Gumam seorang gadis cantik melihat sekitarnya yang terasa sepi, hanya ada para pengawal dan pelayan di rumah itu, namun sang pemilik rumah tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali.
"Hoammm lapar banget ya Allah" Ucapnya lagi sambil menguap lebar merasakan kantuk yang masih terasa, Nungky pun berjalan menuruni tangga dengan perlahan, dia baru saja bangun dari tidur panjangnya yang begitu nyenyak saking nyenyaknya dia tidak terbangun saat ada kilat sekalipun.
"Susi yang lain udah pada pergi ya?" Tanya Nungky kepada salah satu pelayan yang tengah sibuk mengelap meja itu.
Susi mengangguk mengiyakan."Betul Nona Ky tadi pagi-pagi sekali Tuan Mario dan Ricko sudah pergi ke kantor mereka dan Tuan Regi juga baru saja berangkat kuliah" Ucapnya menjelaskan sambil tersenyum sopan.
Nungky mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, kemudian gadis itu duduk di meja makan dan langsung meminum jus jeruk yang sudah tersedia di sana."Makan apa dulu ya sayang banget kalau gak dihabisin semuanya" Ucapnya menatap makanan-makanan yang tersaji di atas meja sambil menjilati bibirnya yang sudah meneteskan air liur.
Dengan segera dia segera menyendok nasi beserta lauk pauknya dengan cukup banyak, para pelayan dan pengawal yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka dengan nafsu makan gadis kecil itu yang sudah dibatas wajar, namun mereka juga cukup mengagumi Nungky karena selain baik gadis itu juga sangat suka membuat sesuatu yang membuat mereka bisa tertawa dengan kehadirannya, mereka tidak bisa memungkiri jika sejak kedatangan Nungky rumah itu lebih terasa hangat dan ramai, tidak seperti biasanya yang terkesan dingin mencekam, apalagi jika Ricko sedang di rumah untuk berbicara saja mereka tidak berani keras-keras.
"Nona Ky apakah Nona akan selamanya tinggal disini?" Tanya Susi memberanikan diri untuk bertanya pada Nungky yang sedang asyik mengunyah ayam goreng.
Sejenak Nungky menghentikan aksinya dia melihat Sisi dan yang lain tengah menatapnya."kenapa memangnya, apa kalian begitu senang ada aku?" Ucapnya balik bertanya sambil tersenyum dan kembali menghabiskan ayam goreng yang tinggal setengah itu.
"Tentu Nona Ky semenjak ada Nona Ku di rumah ini, suasananya jadi lebih terasa hangat tidak seperti dulu" Ucap salah satu pengawal sedangkan yang lain mengangguk setuju mengiyakan pernyataannya.
"Betul itu Nona Ky, sejak ada Nona Ky Tuan Ricko juga jadi jarang marah-marah lagi" Ucap Susi kembali bersuara.
Nungky tersenyum senang mendengarnya."Ah terima kasih aku juga senang berada disini, tapi aku tinggal disini hanya selama tiga bulan saja tidak lebih" Ucapnya menjelaskan, dia pun menghitung sudah berapa lama dia tinggal disini, selesai menghitung dia melebarkan matanya terkejut dan menoleh menatap mereka yang menatapnya bingung."Dan sekarang adalah hari terakhirku!" Ucapnya dengan sedih sambil menghembuskan napasnya pelan, para pelayan dan pengawal juga mendesah kecewa mendengarnya, mereka tidak menyangka waktu berjalan begitu cepat dan sekarang gadis mungil itu akan pergi meninggalkan mereka semua.
"Sayang sekali kami pikir Nona Ky akan tinggal disini selamanya, tapi apa boleh buat kami tidak bisa berbuat banyak" Ucap salah seorang pelayan dengan sedih.
"Nona Ky kalau sudah kembali ke rumah Nona sering-sering main kesini ya!" Ucap salah satu pengawal, yang kain menganggukkan kepala mereka secara sederhana sambil menatap Nungky penuh harap.
"Tenang saja aku pasti akan sering datang kemari jadi kalian tidak usah khawatir" Ucap Nungky sambil tersenyum menenangkan, kemudian dia pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ujung meja, dia mengambil sebuah map berwarna merah dan membukanya namun sedetik kemudian dia menutupnya kembali setelah merasakan kepalanya yang mendadak pusing setelah membaca isi map tersebut."Punya siapa nih kayaknya ini berkas penting deh?" Gumamnya pada diri sendiri.
"Emm sepertinya itu milik Tuan Ricko Nona Ky, tadi saya lihat Tuan Ricko yang memegang map tersebut" Ucap Susi memberitahu.
"Benarkah lalu kenapa dia tidak membawanya ke kantor, apa dia lupa?" Tanya Nungky menatap Susi dengan kening berkerut bingung.
"Sepertinya begitu Nona Ky, tadi Tuan Ricko mendapat telepon yang membuatnya langsung pergi buru-buru" Ucap Susi menjelaskan.
"Baiklah biar aku saja yang mengantarkan map ini, kali aja Abang Kerokan jadi makin cinta sama aku" Ucap gadis cantik sambil senyum-senyum sendiri membayangkannya, kemudian dia menatap para pelayan dan pengawal yang masih setia menemaninya."Sekarang ayo bantu aku, aku ingin masak buat makan siang Abang Kerokan sayang!" Ucapnya lagi sambil berjalan dengan riang menuju ruang dapur.
Sambil bersenandung kecil Nungky mulai mengeluarkan semua bahan-bahan masakan yang berada di dalam kulkas, para pelayan dan pengawal yang melihat Nungky jadi khawatir sendiri, bagaimana tidak gadis itu dengan kejamnya memotong wortel menjadi beberapa bagian dengan pisau berukuran besar, mereka bergidik sendiri melihat wortel yang sudah terlihat mengenaskan itu melihat Nungky memasak malah membuat mereka membayangkan tukang potong ayam.
"Nona Ky apakah Nona yakin akan membuat makan siang untuk Tuan Ricko, bukankah sebaiknya koki di rumah saja yang masak, kalau Nona Ky mau saya akan memanggilnya sekarang" Ucap salah satu pelayan mencoba untuk menghentikan aksi Nungky dengan sopan, padahal sebenarnya dia dan yang lain hanya takut jika Nungky memasak maka akan ada masalah lain yang menimpa mereka.
Sejenak Nungky menghentikan aksinya memotong brokoli, dia menatap para pelayan dan pengawal dengan alis yang naik sebelah."Apa maksud kalian, aku sudah bilang kalau aku yang akan memasak untuk Tuan kalian, sudah-lah kalian diam saja aku sudah ahlinya dalam hal masak memasak" Ucapnya dengan senang sepertinya gadis itu lupa jika dia pernah membuat rumah tersebut hampir terbakar karena dia mencoba untuk memasak telur ceplok.
"Nona Ku sebenarnya Nona Ky mau masak apa kenapa banyak sekali bahan-bahannya?" Tanya pelayan lain menatap Nungky bingung karena Gadis itu kini tengah memotong kentang."Ah saya tahu pasti Nona Ky mau masak sayur SOP ya?" Ucapnya lagi menebak apa yang akan dimasak Nungky "Eh tapi kan sayur SOP gak pakai telur kocok" Ucapnya lagi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sreng
Prank
Pluk
Setelah Nungky memulai acara masaknya dapur yang tadinya sangat bersih dan rapih kini berubah menjadi amat sangat berantakan, dengan santainya Nungky membuka telur namun langsung pecah membuatnya kesal dan melemparkan cangkang telur tersebut ke sembarang arah, dia mengelap keringatnya yang muali bercucuran sambil terus mengaduk nasi goreng yang bentuknya tidak karuan di atas wajan.
"Sudah enak belum ya?" Gumamnya pada diri sendiri sambil mencoba nasi goreng tersebut."Ah sial kurang garam" Ucapnya dan dia pun mengambil tempat yang isinya berwarna putih dan langsung menuangkan beberapa sendok makan ke dalam nasi goreng tersebut.
"Nona Ky itu gula bukan garam" Ucap Susi memberitahu.
"Ah benarkah baiklah aku kasih garam lagi yang banyak sekarang biar rasa gulanya hilang" Ucap Nungky mengambil wadah berisi garam dan menuangkannya sambil terkikik geli."Akhirnya jadi juga!" Ucapnya setelah dia mematikan kompor tersebut dengan senang.a
Para pelayan dan pengawal bergidik ngeri melihat nasi goreng yang dihidangkan Nungky di atas meja."Ayo makan!" Ucap Gadis itu membuat mereka menggeleng secara serempak.
"Ka-kami masih kenyang Nona Ky" Ucap salah satu pengawal dan yang lain langsung mengangguk setuju dengan semangat, mereka masih menyayangi lidah dan perut mereka yang mungkin terancam mati rasa setelah memakan masakan Nungky.
"Ayolah aku tahu kalian itu cuma malu, sudah tenang saja aku jamin kalian tidak akan kena marah makan di meja makan" Ucap Nungky sambil menarik mereka semua untuk duduk di kursi masing-masing."Sekarang ayo makan aku jamin kalian pasti suka!" Ucapnya lagi sambil cengengesan.
Dengan gerakan yang begitu berat seolah sedang diambang Kematian, para pengawal dan pelayan tersebut mulai menyendok nasi goreng di depan mereka dan mencoba untuk memasukkannya ke dalam mulut mereka.
"Bagaimana apa enak?" Tanya Nungky menatap mereka setelah mereka selesai menghabiskan suapan pertama mereka. Sejenak mereka saling berpandangan dan mengangguk kecil membuat Nungky tersenyum senang."Bagus kalau begitu aku siap-siap dulu baru ke kantor calon suamiku" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan mereka sambil bersenandung riang.
Huek
Setelah Nungky pergi para pelayan dan pengawal tersebut langsung memuntahkan isi makanan mereka, dengan panik mereka langsung meminum air putih yang banyak namun semua itu tidak berhasil, mereka memegang leher mereka yang terasa sakit dan sedetik kemudian semuanya tertidur dengan pulas dan menjatuhkan kepala mereka di atas meja makan.
"Wah sepertinya mereka mengantuk semua sampai ketiduran gitu" Ucap Nungky terkikik geli menatap para pengawal dan pelayan yang sudah tidak sadarkan diri itu, dia baru saja selesai mandi dan berganti baju dan dengan santainya dia mengambil kotak makan yang sudah dia siapkan untuk Ricko, kemudian dia berjalan menuju ke garasi dimana dia memilih mobil Ricko untuk dibawanya pergi."Abang Kerokan Sayang tunggu Nungky akan datang!" Ucapnya penuh semangat dengan mobil yang mulai melaju meninggalkan rumah.
_______
Muehehe pada Nungguin ya🤭 makanya bantu aku naikin Rank Di ML biar aku semangat Up.
kalau aku pindah lapak apa kalian akan ikut dan baca novelku?
Salam Gesrek
Othor cantik Paripurna