
"Abang mau kemana dulu, ke Bioskop, Kafe atau Restoran, mau belanja juga boleh kok Bang biar sekalian belanjaan aku" Ucap Seorang gadis cantik kepada pria di sampingnya sambil cengengesan.
Pria yang berjalan bersama gadis cantik itu menoleh menatap Nungky, dia tersenyum malu-malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Eh Begini sebenarnya aku kemari untuk menemui seseorang" Ucapnya menjelaskan.
"Apa, jadi Abang Andre sudah janjian dengan orang lain?" Ucap Nungky terkejut, pria yang bernama Andre itu mengangguk mengiyakan."Tak apalah Bang aku mengerti apa dia calon mertuaku?" Ucap Nungky sambil cengengesan.
"Bukan Ky, dia itu gadis yang sedang berusaha aku dekati kebetulan dia sedang ada disini jadi aku ingin menemuinya, kamu tahulah aku ingin terlihat benar-benar serius padanya" Ucap Andre menjelaskan sambil tersenyum."Maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu salah paham, aku membantu kamu tadi hanya sebatas membantu saja tidak lebih, hatiku sudah ada yang punya" Ucapnya lagi meminta maaf dengan sopan.
Nungky memperhatikan Andre yang terlihat seperti pria baik-baik, pria tampan itu mengenakan kemeja dipadukan dengan celana jeans yang membuatnya terlihat rapi dan tampan, meski harus Nungky akui tingkah laku Andre seperti seseorang yang canggung jika berhadapan dengan seorang gadis.
"Tidak apa Bang aku mengerti" Ucap Nungky sambil tersenyum membuat Andre bisa bernapas lega karena kesalahpahaman diantara mereka sudah berakhir."Jadi Abang mau nemuin pacar Abang nih?" Tanyanya memastikan.
"Ah begini dia bukan pacarku, aku sedang mencoba mendekatinya walaupun sering ditolak aku tidak akan menyerah, bukankah cinta itu harus diperjuangkan?" Ucap Andre menatap Nungky.
Nungky mengangguk mengiyakan."Bener banget Bang masalah dapat atau nggak-nya itu urusan belakangan, yang penting kita udah berusaha, ya udah ayo aku temenin!" Ucapnya sambil menarik tangan Andre menuju tempat yang dikatakan pria itu.
"Andre kamu ngapain Disini?" Tanya seorang gadis cantik yang mengenakan pakaian kantornya sambil memeluk map yang dipegangnya, kemudian mata gadis itu melebar saat melihat Nungky yang datang bersama Andre."Nona Ky kenapa anda Disini?" Ucapnya lagi menanyakan hal sama kepada gadis di depannya itu.
"Eh ini Ra tadi aku kebetulan ketemu sama dia Ra" Ucap Andre menjelaskan kepada gadis pujaannya itu sambil tersenyum gugup.
"Hai Mbak Zahra yang cantik apa kabar kita ketemu lagi" Sapa Nungky sambil cengengesan menatap Zahra sekretaris dari pria dingin nan tampan yaitu Ricko."Mbak disini sama siapa, habis kerja ya?" Tanyanya sambil menatap sekeliling.
"Ah tidak Nona saya bersam-"
"Zahra ayo kita kembali ke kantor" Potong Ricko yang datang dari arah belakang, kemudian dia melirik Nungky dan Andre secara bersamaan."Kenapa kamu disini?" Tanyanya menatap Nungky dengan kening berkerut bingung.
"Abang Kerokan tidak kusangka kamu menyusul ku kemari" Pekik Nungky senang sambil merangkul tangan Ricko."Aku disini ngikutin kata hati Bang katanya jodohku ada disini eh ketemunya sama Abang" Ucapnya lagi sambil cengengesan.
Ricko langsung menepis tangan Nungky yang merangkulnya dengan kasar, dia melirik sekretaris dan Andre pria yang sudah cukup dikenalnya menatap mereka berdua dengan pandangan bertanya-tanya membuatnya jadi salah tingkah dengan kelakuan Nungky padanya."Diam kamu jangan suka berkhayal terus, sudah kukatakan aku bukan ah tidak aku tidak menyukai gadis seperti kamu Nungky" Tegasnya membohongi hatinya sendiri yang berdebar-debar saat Nungky merangkulnya.
"Yakin Bang gak suka?" Tanya Nungky menatap Ricko dengan raut wajah tak terbaca.
Ricko mengangguk ragu."Te-tentu saja!" Ucapnya merasa gugup melihat tatapan Nungky yang begitu dalam.
Zahra yang melihat Tuannya terlihat salah tingkah jadi senyum-senyum sendiri, selama bekerja dengan Ricko dia tidak pernah sekalipun melihat Ricko gugup apalagi salah tingkah, pria tampan yang dingin itu selalu terlihat menakutkan dengan tatapannya yang tajam menusuk tulang, kemudian dia memalingkan wajahnya saat dia melihat Andre menatapnya tanpa berkedip.
"Tidak menyukai bukan berarti tidak jodoh Bang, yuk ah mending kita jalan-jalan kali aja abis ini Abang klepek-klepek sama aku, ayo Bang Andre, Mbak Zahra kita kuy untuk kencan ganda" Ucap Nungky senang kembali menggandeng tangan Ricko.
Zahra menoleh menatap Ricko meminta jawaban dia tahu Tuannya itu tidak akan mau diajak pergi untuk sesuatu yang tidak penting, namun alangkah terkejutnya dia saat Ricko menurut saat Nungky membawanya ke sebuah Bioskop membuatnya mengikuti mereka bersama Andre dari belakang.
Di dalam Bioskop mereka duduk di kursi yang diperuntukkan untuk pasangan, tentu saja semua itu pilihan Nungky si Gadis Licik dan Andre terlihat sangat senang mendapat kursi bersama Zahra, Ricko berusaha melepaskan tangan Nungky yang terus-menerus merangkulnya meski mereka sudah duduk di kursi.
"Lepaskan Nungky jangan nempel-nempel terus kayak lintah" Bisiknya kesal tanpa menoleh menatap Nungky.
"Aduh Abanh jangan lintah dong anggap aja aku keringat yang selalu nempel di tubuh Abang" Ucap Nungky sambil cengengesan, dengan santainya dia menyandarkan kepalanya di bahu Ricko seolah mereka benar-benar sedang berkencan.
Sejenak Ricko berniat untuk menggeser tubuhnya dari Nungky, namun saat dia melihat wajah Nungky yang terlihat sangat tenang menonton film sambil bersandar padanya membuatnya mengurungkan niatnya, Ricko tersenyum samar dan ikut menonton film tersebut bersama yang lain.
"Apasih Dre lihatin mulu, filmnya di depan bukan disini!" Ucap Zahra pelan menatap Andre kesal.
"Aku gak mau nonton kok maunya mandangin kamu aja" Ucap Andre membuat Zahra jadi tersipu malu.
"Gombalanmu receh Bang" Ucap Gadis itu sambil memalingkan wajahnya.
"Huahahaha"
Semua orang langsung menoleh menatap Nungky yang tiba-tiba tertawa, para pengunjung lain langsung menatap Nungky dengan tatapan tajam seolah terganggu dengan suara tawa gadis itu, bagaimana tidak saat adegan si pria mati yang harusnya sedih Nungky malah tertawa terbahak-bahak membuyarkan kesedihan adegan sedih itu.
"Ya Ampun lucu banget dah masa si cowok mati sama racun yang dia buat sendiri, si ceweknya juga ngakak banget bukannya nangis malah langsung nikah lagi ya ampun keren banget ini film, judulnya apa tadi ya ah iya judulnya *Suamiku ingin kawin lagi malah aku yang kawin*, Ran, Veyya sama Gisuwa harus nonton nih film" Ucapnya sambil terus tertawa.
Ricko yang duduk di samping Nungky menutup wajahnya sambil menunduk karena malu."Cukup sudah aku tobat Ky" Ucapnya dalam hati.
Selesai menonton film Nungky dan Ricko berpisah dengan Zahra dan Andre yang memiliki berpisah dari mereka untuk menikmati waktu berdua, dengan riang Gadis cantik Paripurna itu menggandeng tangan Ricko sambil berjalan memasuki sebuah toko baju.
"Abang aku cantik gak?" Tanya Nungky setelah gadis itu keluar dari ruang ganti baju.
"Astaghfirullah" Pekik Ricko sambil menutupi matanya dengan tangan, bagaimana tidak dengan santainya Nungky mengenakan baju yang begitu seksi membuatnya meneguk salivanya sendiri.Dia benar-benar dibuat melongo oleh Nungky, gadis yang biasanya hanya mengenakan kaos polos itu malah memakai gaun yang terkesan seksi."Cepat Ganti baju itu jelek sekali untukmu!" perintahnya tanpa menoleh pada Nungky.
"Benarkah tapi bajunya bagus Banh aku suka" Gumam Nungky sambil memandangi penampilannya sendiri di depan cermin.
"Aku bilang ganti ya ganti apa kamu tidak mendengarku?" Ucap Ricko tegas sambil mendorong Nungky kembali ke ruang ganti untuk mengganti bajunya."Apa lihat-lihat mau kuhabisi kalian?" Ucap Ricko marah saat melihat tatapan lapar dari para pria yang melihat penampilan Nungky barusan.
"Siapa yang dihabisi Bang, Abang lapar aku juga Bang" Ucap Nungky yang melongokkan kepalanya sambil cengengesan.
"Masuk!" Teriak Ricko marah, dia memijat keningnya yang terasa sakit."Apalagi setelah ini?" Gumamnya bertanya sendiri, dia yakin berjalan bersama Nungky bukanlah hal yang akan membuatnya tenang.
"Makasih ya Abang Ganteng udah beliin aku banyak banget baju, Alhamdulillah ya" Ucap Nungky tersenyum senang sambil menenteng beberapa kantong belanjaan.
"Hmmm" Gumam Ricko menjawab ditanganinya juga terdapat beberapa kantong belanjaan yang semuanya milik Nungky.
"Aku lapar Bang gimana kalau abis ini kita makan dulu?" Ucap Nungky menatap Ricko sambil tersenyum.
"Terserah" Jawab Ricko singkat yang membuat Nungky memekik senang sambil menariknya pergi ke dalam salah satu restoran.
Brukk
Awan menjatuhkan kantong belanjaan saat melihat Nungky tengah makan bersama seorang pria, dia tersenyum miris menatap mereka berdua dengan pandangan nanar, pria tampan itu baru saja selesai membeli beberapa buku untuk keperluannya kuliah, dan sekarang dia harus melihat adegan yang membuat hatinya seakan teriris-iris apalagi saat melihat wajah Nungky yang tengah tersenyum pada pria di depannya.
Chika yang menemani kakaknya itu memungut kantong belanjaan yang dijatuhkan Awan.
"Sudah Bang yang ikhlas, ayo ikut Chika pulang nanti aku kasih barang baru, khusus hari ini aku kasih diskon buat Abang yang lagi galau!" Ucapnya sambil menarik kakaknya untuk pergi meninggalkan Nungky dan Ricko.
_____
Tadinya aku gak mau up tapi kasihan sama yang nungguin makanya walaupun malas aku nulis🤭🤭 jadi jangan bosen buat dukung aku ya😘😘.
Kasihan Awan😭😭
Btw aku gak belum tentu bisa Up besok, doakan saja aku semangat nulis 😘😘
Salam Gesrek
Othor cantik Paripurna