Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Mangkir Dari Tugas



Di koridor kampus sebuah fakultas seorang gadis tengah berjalan dengan riang, dia menyapa semua orang yang kini dikenalnya dengan heboh, gadis itu baru saja keluar dari kelasnya bersama salah satu teman barunya yang merupakan anak baik yang sangat ramah.


“Ky aku pulang duluan ya Papa ku udah nungguin di depan” Ucap Sasa teman baru Nungky setelah dia melihat Hp nya yang berbunyi sejak di kelas.


“Ok Sa hati-hati ya kalau ada apa-apa telepon polisi ya” Ucap Nungky sambil melambaikan tangannya dengan heboh saat Sasa berlari pergi meninggalkannya.


“Hari ini mau ngapain ya pulang atau makan dulu ya?, kalau pulang pasti aku harus beres-beres rumah kan aku males” Ucap gadis itu setelah kepergian Sasa, Nungky duduk diam dibangku taman kampus yang cukup ramai dengan orang yang berlalu lalang.


“Hai nama kamu Nungky ya?”


Nungky mendongak menatap pria tampan yang barusan menyapanya tengah tersenyum lembut di depannya.”Abang yang kemarin itu kan, hai Bang kok tahu sih nama aku?” Ucap Nungky sambil tersenyum senang karena dia disapa oleh pria tampan yang kemarin bertabrakan dengannya.


Wahyu tersenyum dan duduk disamping Nungky.”Iya kenalkan aku Wahyu senior kamu, aku tahu nama kamu soalnya kamu murid yang terkenal pintar” Ucap Wahyu menjelaskan padahal nyatanya dia memang mencari tahu tentang Nungky.


Nungky mengangguk mengerti.”Abang anak kedokteran juga?” Tanya Nungky dan Wahyu mengangguk mengiyakan.”Gak nyangka ya ada juga anak kedokteran yang ganteng kayak abang, di kelasku buluk semua bang cowoknya aku jadi bosen kalau di kelas” Ucapnya lagi membuat Wahyu terkekeh geli mendengarnya.


“Memangnya kamu mau kuliah atau mau nyari cowok Ky, kok gak semangat gitu?” Tanya Wahyu.


“Dua-duanya Bang sekali menyelam minum air gitu, oh iya Abang gak ada kelas sekarang kok belum pulang?” Tanya Nungky berbasa-basi.


Wahyu menggeleng.”Gak ada Ky, aku belum mau pulang lagi asyik nongkrong disini” Jawabnya sambil tersenyum.”Kamu sendiri kok belum pulang, bukannya teman-teman kamu yang lain udah pulang semua ya?” Ucapnya balik bertanya.


“Aku juga belum mau pulang Bang mendingan disini nemenin Abang kali aa kita jodoh iyakan Bang?” Ucap Nungky cengengesan sambil mengedipkan matanya mencoba menggoda Wahyu.


Wahyu terdiam melihat senyuman Nungky yang terlihat manis dan menawan, baru kali ini dia merasakan ada gadis yang bisa membuatnya terpesona seperti yang dilakukan Nungky.


Nungky mengedarkan pandangannya melihat sekeliling taman yang terlihat sepi, dia merasa bosan dan merindukan teman-temannya yang lain, Wahyu mencoba mengambil sesuatu dari dalam tas nya, namun saat dia berbalik Nungky sudah menghilang entah kemana.


Wahyu berdiri mencoba mencari Nungky namun gadis itu benar-benar sudah menghilang seolah ditelan bumi, Wahyu menatap coklat yang dipegangnya sambil tersenyum kecut, dia gagal memberikan coklat itu pada gadis yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman.


“Kamu kayak lebah Ky, menyengat tapi manis” Gumamnya sambil tersenyum.


“Yu ngapain disini sendirian kayak anak kesasar aja tau gak” Ucap Seseorang sambil menepuk pundaknya.


Wahyu menoleh menatap seorang gadis cantik yang tengah tersenyum padanya.”Kak Dinda, kok kakak ada disini sih?” Tanyanya bingung menatap Adinda yang merupakan kakak kandungnya.


Adinda tersenyum sambil merangkul Wahyu.”Sengaja Yu disuruh Mama jemput kamu pulang, lagian bukannya pulang malah keasyikan disini” Ucapnya mengomeli adiknya yang hanya tersenyum, kemudian Adinda menatap coklat yang dipegang adiknya itu.”Wah ada coklat buat kakak aja ya Yu lumayan buat ganjal perut” Ucapnya lagi sambil mengambil coklat tersebut dan langsung melahapnya dengan senang dan mereka berdua pun berjalan menghampiri mobil Adinda yag terparkir tidak jauh di dekat mereka.


“Guys kalian lama banget sih dikelasnya, aku kan bosan sendirian tau” Ucap Nungky sedih sambil merangkul Veyya dan Gisuwa, tadi saat di taman dia melihat kedua temannya itu dan tanpa pamit Nungky langsung menghampiri mereka.


“Maaf Ky kelas kita agak lama tadi, dosennya nyebelin banget suka lupa waktu dia” Ucap Gisuwa menjelaskan sambil meminta maaf.


“Iya Ky maaf kita pikir kamu udah pulang duluan, habis waktu kita ke kelas kamu, disana udah gak ada orang” Ucap Veyya ikut bersuara.


“Hehe gak apa-apa guys kita mau ngapain sekarang jalan-jalan yuk bosen nih!” Ajak Nungky pada kedua sahabatnya.


Tin


Tin


Dan disaat bersamaan Alvian datang dengan mengendarai mobil mewah dengan bak terbuka, ketiga gadis itu menatap Alvian yang terlihat tampan tengah tersenyum pada mereka sambil membunyikan klakson mobilnya.


Alvian dan Veyya saling berpandangan sambil yersenyum misterius, kemudian Alvian menoleh menatap Nungky.”Iya Ky kenapa, kamu mau jalan-jalan?” Tanyanya berbasa-basi.


“Mau dong Bang, ayo guys kita jalan-jalan” Ucap Nungky semangat sambil memasuki mobil Alvian dan duduk di sampingnya, sedangkan Veyya dan Gisuwa duduk di kursi belakang mereka.


Mereka berempat pun pergi jalan-jalan memutari jalanan kota yang ramai, hingga akhirnya mereka pun sampai di pantai, Nungky dan kedua sahabatnya langsung turun dari Mobil mereka dan berlari kecil menyusuri pantai, Alvian menatap Mereka sambil tersenyum geli, kemudian dia menyusul mereka dengan membawa kamera miliknya.


“Bang Al ayo sini kita main air” Teriak Nungky sambil berlari kecil dan dengan sengaja dia melempar pasir kepada Veyya dan Gisuwa yang tengah duduk menikmati semilir angin pantai, keduanya langsung melotot melihat baju mereka sudah kotor, dengan ganas mereka berdua pun mengejar Nungky yang sudah berlari di depan.


“Nungky kampret sini kamu!” Teriak Veyya kesal sambil berlari.


“Heh Nungky tanggung jawab baju putihku jadi ada nodanya” Teriak Gisuwa sambil terus mengejar Nungky yang sedang tertawa senang mengerjai mereka.


“Alvian mengejar sambil sesekali memotret Nungky yang terlihat sangat cantik, apalagi saat gadis itu sedang tertawa senang sambil berlari membuat rambutnya yang panjang diterpa angin laut membuatnya jadi terlihat lebih cantik.


Alvian menatap potret Nungky yang baru saja dia ambil, dia tersenyum kecil memandang wajah gadis yang kini menjadi idaman hatinya.


“Lagi lihatin apa Bang?”


“Astagfirullah” Alvian terpekik kaget saat melihat gadis yang fotonya sedang dia pandangi, tiba-tiba muncul sambil cengengesan dan melirik kamera miliknya mencoba mencoba mengetahui apa yang sedang dilihatnya.


Alvian langsung menyembunyikan kameranya dibelakang punggung, membuat Nungky mengerucutkan bibirnya sebal namun sedetik kemudian dia kembali tersenyum menatap Alvian dengan senyuman jahilnya.


“Hayo loh lagi liat foto cewek yang seksi-seksi gitu ya Bang, cie Abang ketahuan” Goda Nungky sambil cengengesan membuat Alvian jadi salah tingkah dibuatnya.


“Ah gak kok Ky ini cuma foto pemandangan doang” Ucap Alvian berbohong sambil menyampirkan kameranya di bahu.


“Iya foto pemandangan yang bikin nafsu kan Bang, sudah Bang Al aku ngerti kok cowok juga punya kebutuhan, apalagi buat jomblo kayak abang” Ucap Nungky  menepuk-nepuk pundak Alvian sambil mengangukan kepalanya mengerti.


“Gak Ky aku bukan cowok kayak gitu” Ucap Alvian membela diri.”Oh iya mana Veyya sama Gisuwa kok gak kelihatan?” Ucapnya lagi mencoba mengalihkan perhatian.


“Eh iya ya tadi kan aku lagi dikejar mereka, kemana ya tuh bocah-bocah rese?” Gumam Nungky sambil mengedarkan pandangannya, dan saat dia menoleh ke belakang Veyya dan Gisuwa berdiri sambil tersenyum jahat padanya, di kedua tangan mereka terdapat lumpur yang siap mereka lempar kan pada Nungky.


“Arrrrghhhh” Teriak gadis itu saat Veyya dan Gisuwa mencoba menguburnya di dalam pasir.


“Bang Al tolong” Teriak Nungky sambil menjulurkan tangannya meminta tolong dengan tidak berdaya saat Veyya dan Gisuwa sudah menguburnya.


“Sini Ky aku bantuin” Ucap Alvian mencoba meraih tangan Nungky, dan saat gadis itu berdiri Nungky langsung mendorong Alvian hingga terjatuh dan ketiganya pun mencoba mengubur Alvian yang tidak berdaya melawan ketiga gadis yang jahat itu.


“Ya Allah jahat benar mereka, gimana coba kalau aku beneran nikah sama kamu Ky, apa kamu juga bakal kayak gini?” Ucap Alvian merana dalam hati, namun saat dia melihat senyuman di wajah gadis itu dia jadi ikut tersenyum, dia merasa tidak akan keberatan menerima semua keanehan Nungky selama gadis itu menjadi miliknya.


“Aduh emang teman gak ada akhlak, masa bajuku jadi kotor gini” Sungut Nungky menatap penampilannya yang sudah acak-acakan dan kotor.


Gadis itu sedang berjalan menaiki tangga rumah Regi, dia merasa lelah karena baru saja pulang setelah berjalan-jalan dengan teman-temannya, gadis itu menghentikan langkah kakinya saat Ricko tengah berdiri di ujung tangga sambil melipat tangannya di depan dada dan menatapnya tajam.


“Hai Bang Kerokan, udah pulang ya Bang mau aku bikinin kopi?” Tawar gadis itu sambil cengengesan, dia seolah tidak takut dengan aura Ricko yang sedang marah karena gadis itu tidak mengerjakan tugasnya.


-------###


Malesssss nulis akutuh gak ada yg mengasihan aku yg galau merana ini😢😢😢😧😧😧😧😭😭😭