
Nungky bersama kedua sahabatnya yaitu Veyya dan Gisuwa sedang duduk di sebuah warung pinggir jalan, ketiganya sedang asyik menyantap bakso mereka dengan lahap, ketiganya baru saja pulang kuliah dan memutuskan untuk mengisi perut mereka yang kosong sebelum melanjutkan aktivitas mereka lagi yang belum tau apa.
"Bang Baksonya satu lagi ya Bang jangan pake lama!" Teriak Nungky dengan wajah menunduk sibuk melahap bakso miliknya yang tinggal sedikit.
"Ini Neng saya kasih tambahan bakso kecilnya" Ucap Si tukang Bakso sambil menaruh mangkuk pesanan Nungky di meja.
"Wah terima kasih Bang tau aja kalau saya memang butuh tambahan" Ucap Nungky tersenyum senang sambil memegang botol plastik berisi saus yang ingin dia tuangkan ke dalam mangkuk baksonya.
Si tukang Bakso mengangguk kecil dan kembali berlalu pergi untuk melayani pelanggan mereka yang lain.
Krreeet
Duarr
Saus tersebut tumpah dan muncrat mengenai Gisuwa dan Veyya, untungnya saus itu hanya mengenai tangan dan baju mereka dan tidak mengenai wajah keduanya yang akan membuat mereka kepedihan, Nungky tersenyum cengengesan saat menatap wajah kesal dari kedua sahabatnya itu mendelik ke arahnya.
"Kurang ngajar kamu Ky lihat baju putihku jadi ada nodanya" Umpat Veyya kesal sambil mengelap sisa-sisa saus tersebut menggunakan tisu.
Gisuwa juga melakukan hal yang sama seperti Veyya, keduanya sama-sama kotor karena saus Nungky."Kampret emang kamu Ky makannya kalau makan yang tenang dong, Nuang saus aja gak bisa" Omel Gisuwa kesal.
"Maaf guys aku gak sengaja" Ucap Nungky meminta maaf."Akutuh capek dari tadi pagi disuruh-suruh mulu guys, Ya Allah berat benar cobaan yang kamu berikan" Ucap Nungky sedih, pasalnya tadi pagi-pagi sekali Ricko sudah menyuruhnya untuk mencuci mobil yang banyaknya melebihi dari tim sepak bola yang tentu saja itu membuatnya kelelahan, ditambah lagi tadi dia juga sangat sibuk kuliah.
Veyya dan Gisuwa saling berpandangan dengan bingung, sebelumnya Nungky memang tidak sempat atau memang tidak berniat untuk menceritakan kisahnya yang diculik Ricko dan menjadikannya Babu selama tiga bulan penuh.
"Maksudnya gimana Ky, emangnya sejak kapan kamu mau disuruh-suruh sama Tante Des?" Tanya Veyya menatap Nungky bingung.
Gisuwa mengangguk setuju."Iya betul tuh Ky, biasanya kamu juga kalau disuruh beresin kamar suka kabur, mana mungkin kamu mau kerja pagi-pagi gitu" Ucapnya tak mempercayai ucapan Nungky.
Nungky menatap keduanya sambil menghembuskan napasnya kasar."Aku bukan disuruh kerja pagi-pagi sama Mama tapi sama Abang Kerokan" Ucapnya pelan.
"Siapa Abang Kerokan kok namanya aneh gitu kayak tukang urut aja dipanggil Abang Kerokan" Ucap Gisuwa terkikik sendiri membayangkannya."Tapi serius dia siapa gebetan baru ya Ky?" Ucapnya lagi penasaran.
"Iya Ky aku juga gak pernah dengar namanya, siapa dia?" Ucap Veyya ikut bertanya.
Nungky menatap kedua sahabatnyanya yang juga tengah menatapnya menunggu penjelasan, dia mengembuskan napasnya lagi mau tidak mau dia harus menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya itu.
"Jadi gini guys ceritanya--!"
Nungky pun menceritakan kisah pilunya kepada Veyya dan Gisuwa yang mendengarkannya dengan khidmat tanpa memotong cerita Nungky, dengan santai Nungky menceritakan dari awal dia bertemu dengan Ricko, saat dia diculik dan saat ibunya yang datang ke rah Ricko sambil membawa bala tentara ibu-ibu bersaster untuk menyelamatkan-nya yang ujung-ujungnya dia tetap menjadi Budak Ricko selama tiga bulan.
Setelah Nungky selesai bercerita, Veyya dan Gisuwa langsung tertawa terbahak-bahak membuat Nungky mengerucutkan bibirnya sebal, memang kedua sahabatnya itu bukanlah sahabat yang akan bersedih mendengar kisah pilunya apalagi jika ada Rania, gadis cantik itu pasti akan ikut-ikutan menertawai nasib tragisnya namun sayang karena usia kehamilan Rania yang sudah memasuki usia matang, membuat gadis yang sudah menikah itu tidak bisa berkuliah seperti biasanya dan memilih untuk belajar dirumah.
"Kasihan banget kamu Ky, aku penasaran wajah Ricko alias Abang Kerokan itu kayak gimana pasti dia serem banget ya" Ucap Veyya dengan pandangan menerawang membayangkan wajah Ricko.
"Gimana kalau habis ini kita ke rumah Abang Kerokan aja, sekalian jalan-jalan kita daripada gak ada kerjaan" Ucap Gisuwa memberi usul.
Veyya langsung mengangguk setuju dengan semangat keduanya pun menatap Nungky penuh harap."Baiklah ayo kuy kita jalan" Ucap Nungky sambil beranjak berdiri dengan semangat dan berjalan keluar warung diikuti oleh kedua temannya.
"Woy bayar dulu jangan main kabur aja" teriak si Tukang Bakso yang membuat ketiganya mengehentikan langkah kaki mereka, ketiganya pun berbalik sambil menatap si tukang Bakso sambil cengengesan.
"Maaf Bang kita khilaf" Ucap Ketiganya serempak.
Setelah selesai membayar bakso mereka, ketiganya pun berjalan menuju mobil Veyya yang terparkir tidak jauh disana, saat akan memasuki mobil Veyya terlihat Alvian tengah duduk di atas jok motornya sambil melambaikan tangannya kepada mereka membuat ketiganya pun menghampiri Alvian yang sedang berada di depan tukang sate.
"Hai Bang Al lagi ngapain Bang nungguin aku ya?" Sapa Nungky sambil cengengesan.
Alvian tersenyum menatap Nungky yang terlihat cantik dengan rambutnya yang diikat asal."Maunya sih gitu Ky, tapi nggak aku abis beli sate biasa buat Ran yang lagi ngidam" Ucapnya menjelaskan.
Tiba-tiba terdengar suara hp yang berdering membuat Alvian langsung merogoh saku jaketnya dan mengambil HP-nya tersebut, dia mendengus sebal saat melihat nama Reno yang tertera dipanggilkan masuknya, kakaknya yang kejam itu memang tidak sabaran, tangannya pun menggeser layar HP-nya untuk menjawab panggilan Reno.
"Hallo kak, iya ini jug--- arrghh jambret!" Teriak Alvian heboh sambil menatap dua orang yang mengendarai sepeda motor mereka dengan cepat setelah mengambil Hp miliknya itu.
"Woy kurang ngajar sini kalau berani" Terika Veyya dan Gisuwa heboh dan langsung memasuki mobil untuk mengejar para jambret tersebut.
Brem
Brem
Dengan patuh Alvian duduk di belakang Nungky sambil memeluk pinggang gadis itu layaknya perawan Desa yang diajak jalan, Nungky menjalankan motornya atau lebih tepatnya motor Alvian dengan cepat untuk mengejar motor para jambret tersebut.
"Arrghh!" Teriak Alvian saat Nungky menuking motornya untuk menyalip beberapa kendaraan besar dengan kecepatan tinggi dan juga lihai tanpa memedulikan teriakan protes dari para pengendara tersebut, Alvian mengeratkan pelukannya pada pinggang Nungky saat gadis itu menambah kecepatan motornya hingga melewati Mobil Veyya.
Wusss
Veyya dan Gisuwa bertepuk tangan dengan heboh saat Nungky melewati mereka."Argghh" Teriak keduanya saat mobil Veyya menabrak gerobah sampah di pinggir jalan, beruntung laju mobilnya pelan hingga tidak menimbulkan kecelakaan yang berat dan hanya membuat Veyya dan Gisuwa benjol sedikit.
"Emang kampret kami Veyya udah tau lagi nyetir malah tepuk tangan lagi" Omel Gisuwa smabil mengusap-usap keningnya yang sedikit benjol.
Veyya tersenyum mendengarnya ."Maaf GIS aku kebawa semangat tadi pas lihat si Nungky bawa motornya jago banget" Ucapnya meminta maaf dan Gisuwa mengangguk mengerti karena dia juga ikut kagum saat melihat Nungky, Veyya pun memundurkan mobil mereka bersiap untuk kembali mengejar Nungky dan Alvian."Ayo kita kejar mereka lagi" Ucapnya.
Di tempat lain Nungky mengejar motor yang dikendarai para jambret tanpa memedulikan teriakan Alvian yang sudah bertingkah seperti wanita cantik pemalu yang baru pertama kali diajak jalan, pria tampan tersebut berteriak saat Nungky memotong motornya tepat di depan motor para jambret tersebut hingga keduanya terjatuh untuk menghindari tabrakan.
"Sial*n berani-beraninya kalian mengejar kami!" Umpat salah satu jambret sambil beranjak berdiri dan menatap keduanya dengan marah.
"Apa kalian sudah bosen hidup hah, apa kalian tidak tahu kami siapa?" Tanya Jambret satunya lagi sambil tersenyum sinis.
Dengan gaya santainya Nungky dan Aovian turun dari motor mereka, tidak lama kemudian Veyya dan Gisuwa juga datang dan langsung bergabung bersama Nungky dan Alvian, mereka berempat tersenyum sinis menatap kedua jambret tersebut sambil melipat kedua tangan mereka di depan dada.
"Gimana Abang-abang jelek masih berani ngancam kita?" Ucap Alvian dengan gaya sok berani seperti pahlawan kesiangan, padahal dia sendiri tadi berteriak seperti gadis saat Nungky membawa motornya dengan kecepatan tinggi.
Kedua preman tersebut tertawa terbahak-bahak kemudian mereka menepuk kedua tangan mereka membuat mereka berempat menatapnya bingung, tidak lama kemudian datang segerombolan orang yang terdiri dari pria dan wanita yang merupakan teman-teman si jambret tersebut.
"Aduh banyak banget premannya, bisa babak belur kita" Ucap Alvian panik."Ky tenang saja aku pasti melindungi kamu walaupun nyawa taruhannya" Ucapnya lagi sok berani sambil memegang pundak Nungky dan menatapnya dengan penuh keyakinan, dia sudah bertekad akan melindungi gadis pujaannya itu.
Nungky tersenyum sambil menurunkan tangan Alvian dipundaknya."Abang baik bener dah aku jadi makin suka" Ucapnya yang tentu saja membuat pipi Alvian jadi bersemu merah.
"Heh jangan malah pacaran disini dasar bod*h sudah mati saja kalian masih banyak tingkah" Ucap Si Jambret.
Ketiga gadis tersebut saling berpandangan kemudian mereka merenggangkan otot-otot mereka, sedangkan Alvian mengambil beberapa kayu yang dia bagikan kepada ketiga gadis tersebut untuk pertahanan diri."Ayo Guys kita libas mereka" Ucap Veyya semangat.
"Ayo tanganku juga udah pegel pengen nonjok orang, udah lama juga kita gak berantem" Ucap Gisuwa semangat.
"Tenang Guys kayaknya kita bakal dapat hiburan kali ini, sayang ya gak ada Ran kalau ada dia pasti lebih seru" Ucap Nungky, Veyya dan Gisuwa mengangguk setuju mereka juga merindukan sahabat mereka itu.
Huaccihhh
Rania yang sedang asyik menonton TV jadi bersin saat ketiga sahabatnya membicarakan dirinya."Aduh ini siapa yang ngomongin aku lagi, Al juga lama banget beli satenya" Ucapnya sambil menekan remot tv nya dan kembali menonton tv dengan santai.
"Serang!" Ucap mereka serempak sambil berlari menuju para jambret yang jumlahnya sekitar dua puluh orang tersebut.
______
Muehehe ada yang kangen gak?
jangan lupa like n komen yang banyak, vote juga ya😘😘😘
Pokoknya kalau kalian lakukan itu insya Allah aku Up lagi besok.
Salam Gesrek
Othor Cantik Paripurna