
Seorang pria tampan tengah berdiri di depan cermin sambil mengenakan kemeja biru muda miliknya membalut tubuh indahnya yang seksi, Ricko mengancingkan setiap bagian kemejanya dengan rapi, kemudian dia pun memasangkan dasi warna hitam bergaris putih miliknya, dia menatap pantulan dirinya yang terlihat sangat gagah dan tampan di depan cermin.
Ricko mengambil jam yang dia simpan diatas meja, dia melirik jam itu yang sudah menunjukan Pukul.06:15 pagi, dalam diam Ricko mengenakan jam miliknya itu dan keluar kamar bersiap untuk memulai rutinitas paginya.
“Apa anak itu sudah bangun?” Tanya Ricko pada salah seorang pelayan saat dia sedang melewati kamar gadis yang dibawanya kemarin.
Pelayan itu menggeleng sambil menunduk takut di hadapan tuannya itu.”Be-belum Tuan, Nyonya Nungky masih tidur” Jawabnya dengan gugup.
“Bangunkan, dan suruh dia ke ruanganku!” Ucap Ricko tegas sambil berlalu pergi meninggal kan si pelayan yang mengangguk mengiyakan perintahnya tuannya itu.
Ricko tengah duduk di kursi kerjanya sambil berkutat mengerjakan sesuatu di dalam laptop miliknya, sebelum pergi ke kantor pria itu memang terbiasa melihat dan meneliti semua pekerjaannya agar tidak ada yang terlewat, sebagai seorang pengusaha dia memang sangat teliti dalam mengerjakan semua pekerjaannya, jadi tidak heran jika dia sendiri mampu mendirikan perusahaannya hingga sukses tanpa bantuan sang ayah yang memang sudah terlebih dulu menggeluti dunia bisnis yang kini dia kelola.
Tok
Tok
“Masuk!” Perintahnya kepada si pengetuk pintu tanpa mengalihkan perhatiannya.
Ceklek
Pintu pun terbuka menampilkan sosok wajah pelayan tadi yang kini menatap tuannya dengan mata berkaca, dia berjalan perlahan sambil memainkan jemarinya gugup.
“Ma-maaf Tuan, Nona Nungky sulit untuk dibangunkan” Cicit si pelayan yang bernama Susi itu pelan dengan kepala menunduk takut.
“Apa maksudmu, kenapa dia bisa sulit dibangunkan, Astagfirullah!” Ucap Ricko terkejut saat melihat penampilan si pelayan yang terlihat berantakan dengan mata yang sudah membiru seperti habis dipukul.”Kamu kenapa apa gadis itu memukulmu?” Tanyanya penasaran.
“Bukan Tuan, ah tidak sebaiknya Tuan saja yang melihat bagaimana semua ini terjadi” Ucap Susi dengan takut.
Ricko menghembuskan napasnya kasar, dia penasaran sebenarnya apa yang dilakukan gadis bernama Nungky itu, hingga membuat pelayan yang membangunkannya jadi babak belur begitu, Ricko mengangguk sambil beranjak dari kursi kebesarannya.”Baiklah, ayo kita kesana!” Ucapnya kemudian.
Setelah sampai di depan kamar Nungky, Ricko, Susi dan dua pelayan lain yang dibawanya pun memasuki kamar gadis itu, terlihat Nungky sedang tidur dengan posisi tengkurap atau lebih tepatnya tengah menungging dengan menekuk kedua kakinya, gadis itu benar-benar tidak terlihat anggun apalagi menggemaskan seperti gadis imut dan cantik.
“Bangunkan!” Perintah Ricko sambil menatap ketiga pelayannya.
Dengan perlahan ketiga pelayan tersebut mendekati Nungky, Susi yang sudah berpengalaman saat membangunkan gadis itu memilih mengambil jarak agak jauh, dia tidak mau jadi korban lagi.
“Nona Nungky bangun, ini sudah pagi sudah saatnya anda bangun!” Ucap Si Pelayan sambil menyentuh pundak gadis itu dan menepuk-nepuknya pelan.
Namun Nungky tidak bergeming apalagi menyahut, gadis itu masih setia dengan posisi menunggingnya yang tidak enak untuk dilihat, takut tuan mereka marah salah satu pelayan tersebut memberanikan diri dan mengguncang tubuh gadis itu.
“Nona Nungky ayo bangun Nona” Ucap Si Pelayan lain sambil mengguncang tubuh Nungky dengan keras.
Brukk
Dengan ganas Nungky merubah posisinya dan langsung menendang si pelayang yang barusan membangunkannya hingga gadis itu langsung terkapar di lantai, Susi dan pelayan lain langsung menjauh saat Nungky bangun dengan mata terpejam dan bergerak ke arah mereka.
Bugh
Bugh
Nungky menendang dan memukul para oelayan tersebut hingga mereka babak belur.”Sudah kubilang Rodrigo aku akan membunuhmu bersama Marlina selingkuhanmu itu!” Racau Nungky tidak sadar dan kembali berbaring di ranjangnya dengan nyaman.
Ricko menatap ketiga pelayan yang kini sedang meringis kesakitan itu dalam diam, kemudian dia melirik Nungky yang masih terpejam terlelap dalam tidurnya.
“Panggil pengawal dan suruh mereka membangunkan gadis itu!” Perintah Ricko, tanpa banyak bicara, ketiga pelayan tersebut langsung berlalu pergi, untuk memanggil para pengawal sekaligus menyelamatkan diri mereka sendiri.
“Bangunkan dia!” perintah Ricko saat para pengawal sudah datang ke kamar Nungky bersama Regi yang ikut datang dengan menenteng segelas susu.
Para pengawal tersebut mengangguk patuh dan mereka pun berjalan menghampiri Nungky mencoba untuk membangun kan gadis tersebut, namun hal yang sama kembali terjadi gadis itu malah menendang dan memujuk para pengawal membuat Regi yang baru melihat keagresifan Nungky jadi melongo dibuatnya.
“Wah hebat Nungky kalau lagi tidur juga punya pertahanan diri, emang ajaib dia, nanti kalau ada yang mau jahat pasti udah babak belur duluan sama Nungky” Ucap Regi tersenyum sambil berdecak kagum memandang Nungky, Ricko yang mendengar itu menatap Regi dengan kening berkerut, dia tidak mengerti kenapa adiknya itu malah mengagumi keanehan Nungky.
“Angkat dia” Ucap Ricko lagi kepada para pengawalnya.
“Ah tidak jangan sentuh aku Rodrigo, aku tidak mau jadi selirmu!”
Bugh
Bugh
“Siram saja dia!” Perintah Ricko sadis, dan salah satu pengawal itu pun mengambil segelas air yang berada di atas nakas dan langsung menyiramkannya kepada Nungky.
“Ah tolong ada banjir!” Teriak Nungky sambil bangun dan berlari dengan mata masih terpejam.
Brukk
Nungky yang berlari tanpa melihat dan juga dengan ceroboh, dia malah menabrak Ricko yang langsung terjengkang bersama Nungky diatasnya, Nungky membuka matanya menatap ke dalam dua mata yang juga tengah menatapnya, untuk sepersekian detik mereka saling bertatapan tanpa berkedip, hingga Ricko mengalihkan pandangannya dan langsung menggeser Nungky agar dia bisa beranjak bangun.
Setelah bangun Ricko langsung merapikan kembali kemejanya yang terlihat sedikit kusut, dia melirik jam di pergelangan tangannya dan kembali menoleh menatap Nungky yang masih berada sambil duduk diatas lantai menatap Ricko sambil cengengesan.
“Bersihkan dirimu dulu dan temui aku di meja makan!” Ucap Ricko pada Nungky dan tanpa menunggu jawaban dia langsung berlalu pergi keluar kamar diikuti oleh para pengawal dan hanya menyisakan Nungky dan Regi disana.
Regi mengerjapkan matanya setelah terkejut melihat pemandangan dimana Nungky dan kakaknya saling bertatapan, dia berdecak kesal seharusnya dia yang berada di posisi Ricko barusan.
“Ah sial aku kecolongan” Gumam Ricko sedih dengan kepala menunduk.
“Jangan melamun gitu Bang ayo kita turun, Abang kerokan pasti sudah menunggu kita!” Ucap Nungky yang baru selesai mencuci mukanya dan mengajak Regi keluar kamar sambil merangkulnya membuat pria itu tersenyum senang.
“Ayo Ky kita sarapan bareng untuk pertama kalinya” Ucap Regi senang.
“Nah betul itu Bang, Oh iya Bang Regi kakak Abang ganteng juga ya kalau dilihat-lihat bikin aku deg-deg an” Ucap Nungky sambil tersenyum yang tentu saja membuat Regi tidak senang merasa mendapat saingan baru dan itu kakaknya sendiri.
“Kalau kamu gak deg-deg an mati dong Ky” Ketus Regi dengan muka cemberut, dia melepaskan rangkulan Nungky dan berjalan duluan meninggalkan gadis itu menuruni tangga.
“Ck ck ck Abang Regi kalau ngelucu bikin gemes deh jadi pengen nyubit” Ucap Nungky sambil tersenyum menatap punggung Regi dan berjalan menyusulnya.”Abang Gi tunggu aku!” Pekiknya lagi.
Acara sarapan pagi itu berlangsung dengan tenang, semua orang menyantap sarapan mereka dalam diam tanpa berbicara sedikitpun, Mario dan Regi menatap Ricko yang terlihat tenang duduk di seberang Nungky sambik menyantap sarapannya seolah tidak terganggu dengan cara makan Nungky yang seperti orang kelaparan, namun mereka tidak berani bersuara takut hal itu akan membuat Ricko menatap mereka dengan tatapannya yang mematikan.
Mario mengelap mulutnya dengan tisu setelah dia selesai menyantap sarapan, kemudian dia beranjak berdiri dengan tenang diikuti oleh Regi yang juga menyelesaikan sarapannya.“Papa berangkat duluan!” Ucap Mario dan berlalu pergi saat Ricko mengangguk mengiyakan ucapannya.
Regi menatap Nungky yang terlihat masih asyik sarapan tanpa menoleh padanya, kemudian dia juga menoleh menatap Ricko yang tengah menyesap kopi miliknya, sudah menjadi kebiasaan kakaknya itu memang suka minum kopi setelah sarapan.
“Kak aku berangkat duluan ya” Ucap Regi pada Ricko, kemudian dia menoleh menatap Nungky.”Ky aku duluan ya aku ada kuliah pagi, kalau ada apa-apa telepon aku!” Ucapnya lagi, dia beranjak dan berjalan meninggalkan kakak dan gadis yang disukainya itu keski hatinya ingin sekali terus berada di dekat Nungky.
“Tanda tangan ini, ini kontrak perjanjian kita!” Ucap Ricko menyerahkan selembar kertas kepada Nungky setelah gadis itu selesia sarapan.
Nungky mengangguk sambil mengambil kertas tersebut dan mulai membacanya.”Kontrak perjanjian perbudakan, hah perbudakan?” Gumamnya seolah tak percaya saat membaca judul dari kontrak tersebut.
“Apa-apaan ini Bang kok perbudakan sih” Protes Nungky, dia kembali membaca tulisan di kertas tersebut, membaca dengan teliti setiap isi poin peraturan yang tertera di kertas tersebut.”Kok gini sih Bang, masa aku harus nurutin semua perintah Abang, kalau abang mau minta nyosor masa aku gak boleh nolak, tapi gak apa-apa sih bang aku gak bakal nolak juga” Ucap gadis itu sambil cengengesan.
“Dalam mimpimu!” Tegas Ricko sambil menatap Nungky tajam, yang tentu saja itu tidak membuat seorang Nungky gentar dibuatnya.
“Sudah cepat tanda tangan, aku harus segera pergi ke kantor!” Ucapnya lagi sambil melemparkan sebuah pulpen yang langsung ditangkap Nungky, kemudian gadis itu pun menandatangani kontrak perjanjian mereka yang sudah lebih dulu ditandatangani oleh Ricko.
“Apa hari ini kamu kuliah?” Tanya Ricko setelah dia mengambil kertas perjanjian itu dari Nungky.”Kalau tidak kuliah kerjakan semua pekerjaan rumah disini bersama yang lain!” Ucapnya lagi sambil beranjak berdiri dan mengenakan jas miliknya.
“Nanti jam sembilan aku ada kelas Bang” Jawab Nungky.
Ricko mengangguk mengerti.”Baiklah setelah selesai kuliah langsung pulang dan kerjakan tugasmu, aku pergi dulu!” Ucapnya pamit sambil berjalan meninggalkan Nungky.
“Dah Abang Kerokan, kalau kangen langsung pulang ya Bang aku menunggumu di kamar eh di rumah maksudnya” Ucap Nungky dengan riang sambil melambaikan tangannya dengan heboh, para pelayan langsung terkikik geli mendengar ucapan Nungky yang berani menggoda tuan mereka itu, Ricko berbalik memandang Nungky namun tanpa berkata apa-apa dia kembali berbalik dan berlalu pergi.
“Pelayan buatkan aku nasi goreng, makan roti sama susu doang mana kenyang aku” Ucap Nungky membuat para pelayan menggelengkan kepala mereka tak percaya, bagaimana tidak gadis itu sendiri sudah menghabiskan lima roti isi sendiri dan kini gadis itu masih meminta dibuatkan nasi goreng, mereka tidak tahu apa lagi keanehan yang dimiliki gadis itu.
--------------
Ini partnya panjangloh biar kalian gk pada protes😆😆😆
Buat aku senang dengan like, vote n komen sebanyak-banyaknya😆😆😆😉😉😉