
“Ma mau kemana, pagi-pagi udah rapi banget?” Tanya Nungky pada ibunya Desi yang sudah terlihat rapi mengenakan baju bagus serta kacamata yang bertengger menghiasi matanya.
Desi tersenyum menatap Nungky yang sudah rapi mengenakan seragam sekolah, gadis itu seperti sudah siap untuk berangkat ke sekolah, Desi mengambil tas tangan miliknya diatas meja makan dan menoleh kembali pada Nungky yang masih menatapnya bingung.
“Mama mau jalan-jalan sama tante Hen Ky pake mobil baru” Ucapnya sambil tersenyum.
“Itukan mobilku Ma, kok dipake mulu sih aku juga mau pake buat ke sekolah” Protes Nungky sambil duduk di kursi makan dan mulai menyendok makanannya.
“Diam kamu Nung sama ibu sendiri itungan banget, gak ikhlas nih mobilmu Mama pake, kalau gitu uang jajan kamu Mama gak kasih lagi ya Nung” Ucap Desi dengan nada mengancam.
“Lagian kamu kan belum punya SIM kalau kamu bawa mobil terus ditangkap polisi Mama gak mau tanggung jawab ya Nung, terus kalau Papamu tahu kamu bawa mobil kamu bisa dikurung satu bulan Nung” Ucap Desi mengingatkan.
Nungky mendengus sebal ibunya itu memang paling jago membuatnya tidak berkutik.”Yaudah iya pakai aja tapi uang jajan jadi dua kali lipat ya Ma” Ucap Nungky sambil menatap ibunya.
“Tentu sayang duh anak Mama memang yang terbaik nih bonus jajan buat kamu” Ucap Desi memberi Nungky selembar uang lima ribuan.
“Lima ribu doang dibilang bonus buat beli gorengan juga abis Ma, oh ya Papa mana kok gak kelihatan Ma?” Tanya Nungky sambil melihat sekitar mencari sosok ayahnya yang tidak kelihatan.
“Papamu sudah pergi tadi subuh katanya ada operasi mendadak Ky, yaudah ya Mama pergi dulu jangan lupa kunci pintu nanti kalau maling masuk kamu yang Mama usir Nung” Ucap Desi sambil mengecup kening anaknya dengan lembut dan berlalu pergi meninggalkan Nungky.
Tidak lama Nungky mendengar suara deru mesin mobil yang dinyalakan tanda ibunya itu sudah pergi melancong bersama Heni ibu Chika dan Awan, dia yakin ibunya itu hanya akan jalan-jalan di sekitar komplek hanya untuk pamer pada ibu-ibu komplek sebelah yang sudah menjadi musuh bebuyutan sejak berabad-abad lalu.
Dengan perlahan gadis itu beranjak dari kursinya sambil menyampirkan tas gendong miliknya, Nungky mengunci pintu rumahnya dan mulai melangkah bersiap untuk berangkat sekolah.
“Bang Awan ngapain masih disini nungguin Chika ya bang?” Tanya Nungky saat melihat Awan masih duduk manis di atas jok motornya.
“Gak Ky aku sengaja nungguin kamu, oh ya selamat ya kamu jadi juara umum di sekolah kamu tahu aku bangga akhirnya kamu bisa buktiin kalau kamu pintar Ky” Ucap Awan sambil tersenyum, dulu mungkin Nungky akan langsung klepek-klepek saat melihat senyuman Awan yang mempesona, tapi tidak untuk sekarang Nungky sudah berusaha untuk melupakan perasaannya pada Awan.
“Iya makasih bang, abang juga hebat dapat juara terus” Ucap Nungky sambil tersenyum tulus.”Yaudah aku duluan ya bang sampai ketemu di sekolah” Ucapnya sambil berbalik.
“Berangkat bareng aku yuk Ky” Ajak Awan membuat gadis itu berbalik memandangnya dengan kening berkerut.
“Nungky berangkat sama aku”
Nungky dan Awan menoleh menatap Regi yang baru saja datang dengan mengendarai motor besar miliknya, Regi dan Awan saling berpandangan tajam seolah menyiratkan persaingan diantara mereka.
“Eh ada bang Regi rajin amat bang pagi-pagi udah datang kesini, emang ya bang Regi yang terbaik” Ucap Nungky memuji Regi membuat Awan merasa panas mendengarnya.
“Iya dong Ky demi kamu apa sih yang nggak yaudah naik yuk kita pergi sekarang” Ajak Regi.
Saat Nungky ingin menaiki motor Regi, Awan langsung memegang tangannya membuat gadis itu mengerjap bingung.”Kamu sama aku aja Ky, kan aku yang ngajakin kamu duluan bukan dia” Ucapnya sambil memandang Nungky.
Nungky melepaskan tangan Awan dan tersenyum padanya.“Maaf bang aku sama bang Regi aja, ya udah bang aku duluan ya!” Ucapnya dan langsung naik motor Regi.
Awan menatap motor Regi yang memboncengi Nungky telah menjauh meninggalkannya di belakang, dia menatap tangannya yang baru saja ditepis oleh Nungky saat dia memegang tangan gadis itu, entah kenapa hatinya sedikit sakit mendapat perlakuan yang tidak biasa dari Nungky.
“Kenapa kamu berubah Ky, aku kangen kamu yang dulu” Gumamnya pelan.
“Ky kamu suka banget ya makan gorengan udah habis banyak banget?” Ucap Regi.
Nungky yang sedang mengunyah goreng bakwan itu menoleh menatap Regi yang tengah tersenyum padanya.”Suka Bang suka banget, aku kan harus banyak makan Bang lagi proses penumbuhan nih Bang” Ucapnya sambil minum teh manis hangat yang dipesannya tadi.
Tiba-tiba Ipul dan Kemal menghampiri Regi dan Nungky dengan wajah panik seperti dikejar maling, mereka langsung duduk dan meminum air milik Regi dengan ganas seperti orang kehausan.
“Kenapa Abang-abang kok mukanya panik gitu ketahuan nyolong ya bang?” Tanya Nungky polos.
“Iya kalian kenapa sih ada apa?” Tanya Regi menatap keduanya sebal karena sudah mengganggunya yang sedang ingin mendekati Nungky.
“Gini Bos tadi kita dikejar gengnya Arka, katanya mereka mau bikin perhitungan sama kita gara-gara kalah balapan waktu itu” Ucap Kemal menjelaskan.
“Terus kenapa kalian panik gitu tadi kirain ada apa ternyata gitu doang” Ucap Regi membuat Ipul dan Kemal tersenyum.
“Kan biar seru Boss hehe, tapi serius Arka ngajakin balap sekarang di jalanan kayak gini, kalau ketangkap polisi bisa habis kita” Ucap Ipul menjelaskan sambil mencomot gorengan yang berada di depannya.
“Brengsek, Arka emang gak ada kapoknya ya ngajakin tanding mulu!” Ucap Regi kesal.
“Arka siapa bang Gi dia musuh abang?” Tanya Nungky penasaran.
Sebelum Regi menjawab 5 motor besar parkir di dekat motor mereka, semua penumpang itu turun dan datang menghampiri Regi yang sudah berdiri bersama yang lain menatap mereka tajam sambil tersenyum sinis, kecuali Nungky yang mengedipkan matanya menggoda para pria di depannya.
Mereka adalah Arka yang datang bersama kekasihnya dan keempat anak buahnya yang merupakan musuh bebuyutan atau bisa dikatakan saingan Regi jadi preman sekolah maupun jadi pembalap jalanan yang sering mereka ikuti.
“Hai Gi apa kabar lama juga ya kita gak ketemu di jalanan” Sapa Arka sambil tersenyum dengan kekasihnya yang sedang bergelayut manja di tangan Arka.
“Hai abang ganteng kabarku baik bang, abang kemana aja aku udah nungguin dari kemarin loh” Ucap Nungky sambil menyunggingkan senyuman mautnya.
“Kamu ngapain Ky dia itu musuh aku” Bisik Regi pada Nungky.
“Kamu siapa emang kita pernah kenal gitu?” Tanya Arka dengan kening berkerut bingung.
“Heh cewek ganjen jangan suka godain laki aku ya kalau gak kucolok matamu” Ucap Putri kekasih Arka dengan mata melotot.
“Apa Sih Bohay gak usah marah-marah gitu deh, jodohkan gak ada yang tau iyakan Bang?” Ucap Nungky sambil mengedipkan sebelah matanya pada Arka yang membuat Regi cemburu sedangkan Arka hanya diam tidak tahu harus berkata apa.
“Udah jangan kebanyakan basa-basi katanya mau balapan sekarang ayo” Ucap Regi dengan nada menantang.
“Taruhan apa Bang hadiahnya bukan ditraktir bakso doang kan?” Tanya Nungky penasaran.
“Tentu saja bukan nih Gi taruhannya 2 juta gimana berani gak?” Tantang Awan, Nungky yang melihatnya langsung berbinar senar.
“Segitu doang ya berani lah!” Jawab Regi dengan tersenyum sinis.
Tidak lama datang 3 motor yang dikendarai oleh para gadis yang merupakan teman Putri, Putri langsung naik di salah 1 motor temannya, sedangkan Arka dan yang lain juga langsung naik motor mereka bersiap untuk balapan.
“Ky kamu ngapain naik motor aku?” Tanya Regi bingung.
“Ikut balapan lah Bang masa duit segitu banyak aku biarin lewat gitu aja, apa pakai motor Ipul aja ya Bang” Ucap Nungky sambil tersenyum.
“Tapi a-”
“Ayo Gi cepat lelet banget kaya cewek” Ucap Arka kesal, Regi pun menaiki motor Ipul sedangkan Ipul diboncengi oleh Kemal.
“Ayo abang-abang kita kuy! Teriak Nungky.
Dan balapan pun dimulai, semua orang menjalankan motor mereka dengan kecepatan tinggi mencoba saling menyalip satu sama lain, sedangkan Nungky dengan santainya berteriak heboh di sepanjang jalan.
“Hallo semuanya lihat aku si Nungky gadis imut dan cantik jangan lupa like statusku ya” Teriaknya.
Rania, Veyya dan Gisuwa yang sedang nongkrong di depan gerbang sekolah, mereka terkejut saat melihat segerombolan anak sekolah yang sedang ngebut di depan sekolah mereka, mata mereka memicing saat melihat satu makhluk yang berada di barisan depan tengah memakai tas punggung yang seperti mereka kenali.
“Itu bukan Nungky kan gak mungkin kan dia ikut balapan?” Tanya Rania seolah tak mempercayai penglihatannya, ketiganya saling berpandangan dengan mata terkejut setelah sadar jika itu benar-benar Nungky teman ajaib mereka.
“Nungkyyy” Teriak mereka bersamaan, dan tanpa basa-basi mereka langsung naik ojek yang mangkal di sekolah mereka dan langsung mengejar gerombolan motor tersebut.
--------