Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Maling



Di depan sebuah pagar rumah yang besar, ada sekelompok makhluk berjumlah empat orang tengah berkeliling mengelilingi rumah tersebut dengan mengenakan pakaian serba hitam sambil menenteng sebuah tali tambang berukuran besar.


Keempat orang yang mengenakan tutup kepala yang menyembunyikan wajah mereka dan hanya menyisakan iris mata mereka saja yang terlihat memantau situasi di sekitar rumah tersebut, waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, ini adalah waktu yang tepat untuk mereka beraksi dimana sang pemilik rumah tengah tertidur dengan nyaman di kamar mereka.


Keempat orang tersebut melempar tali tambang yang mereka pegang ke atas pagar hingga menyangkut, setelah memastikan tali tersebut sudah cukuk kuat untuk dipanjat, dengan perlahan mereka mulai memanjat tali tersebut, namun ternyata memanjat tembok dengan menggunakan tali tambang tidak semudah yang mereka lihat di film-film aksi yang suka mereka tonton.


Gisuwa dan Kikan terlihat kesusahaan mengendalikan tali yang mereka panjat hingga akhirnya tali tersebut malah melilit tubuh mereka dan mereka pun terjatuh dengan mulus, Nungky dan Veyya yang masih berjuang memanjat tali tersebut ikut terjatuh saat Nungky yang berada di sebelah Veyya menabrak gadis itu hinggga keduanya terjatuh bersamaan.


“Bangke kamu Ky kalau jatuh jangan ngajak-ngajak dong!” Ucap Veyya kesal sambil beranjak bangun dan membersihkan dedaunan yang menempel ditubuhnya.


“Maaf Veyy gak sengaja” Ucap Nungjy sambil cengengesan.


“Ini siapa sih yang nyuruh pake tali tambang buat manjat kan pakai tangga juga bisa” Ucap Gisuwa kesal sambil mendelik pada Nungky sang pemberi ide yang hanya cengengesan di tempatnya.


“Sudab ayo kita cari cara lain biar kita bisa lewatin tuh pagar” Ucap Kikan dengan mata fokus melihat sekitar mereka.


Nungky memicingkan matanya menata dua siluet orang yang tengah memasuki rumah sebelah dengan menaiki tangga, setelah kedua orang itu menghilang dengan santai Nungky mengambil tangga tersebut dan membawanya ke depan rumah yang akan mereka masuki.


“Wah kamu dapat dari mana tuh tangga Ky?” Tanya Gisuwa bingung.


“Dari abang maling, lumayan kan pas kita butuh ada maling lain datang, sesama maling harus saling membantu” Ucap Nungky sambil cengengesan.


“Hebat kamu Nak cocok jadi mantu Mama” Ucap Kikan sambil tersenyum bangga.


Dengan perlahan mereka mulai menaiki tangga dan loncat dari atas pagar dan mendarat di taman rumah orang tua Rania yaitu rumah Bram, keempat gadis itu bersembunyi dibalik bunga-bunga saat para pengawal lewat di sekitar mereka, setelah aman mereka pun mulai masuk ke dalam rumah Bram.


Dengan di pimpin oleh Kikan sang ketua maling dadakan yang bertujuan untuk mencuri rambut Bram agar dia bisa melakukan tes DNA untuk membuktikan jika Bram adalah ayah kandung Rania, dia mengajak ketiga anak angkatnya itu untuk melakukan eksekusi malam ini.


“Ayo kita ke lantai atas” Ucap Kikan memberi intruksi kepada ketuga gadis yang mengikutinya dari belakang, namun saat dia menoleh ketiga gadis itu tidak ada membuatnya kembali menelusuri jalan yang mereka lewati tadi.


“Enak ya ayam gorengnya lapar banget aku masi dimana ya?” Ucap Nungky kepada Veyya dan Gisuwa yang tengah menyantap ayam goreng bersamanya.


“Iya dimana ya kalau nyalain lampu bisa ketauan kita, eh Ky jangan banyak-banyak makannya aku juga mau” Protes Gisuwa saat Nungky langsung melahap dua potong ayam sekaligus.


“Udah kita makan yang ada aja yang penting kenyang!” Ucap Veyya sambil memakan ayam goreng campur sambal terasi yang ternyata cukup enak.


Ketiganya begitu lahap menyantap makanan yang tersaji diatas meja makan yang begitu menggoda untuk mereka lewati begitu saja, Kikan menatap ketiga gadis itu dan berjalan menghampiri mereka.


“Eh kalian lagi ngapain ayo cepat nanti keburu ketahuan” Bisik Kikan.


“Bentar Mama cantik ayamnya enak banget sayang kalau dianggurin” Ucap Nungky sambil tersenyum dengan mulut penuh ayam goreng.


“Iya Ma sini deh ikutan mumpung belum abis” Ucap Veyya.


“Nih Ma cobain dulu tapi gak ada nasi sama lalapannya jadi kurang mantep” Ucap Gisuwa memberi Kikan sepotong ayam goreng yang langsung dilahap olehnya.


“Wah kalian benar ayamnya enak banget, Mama suka” Ucap Kikan sambil tersenyum senang saat merasakan kenikmatan ayam goreng tersebut.


Akhirnya mereka terus menyantap ayam goreng tersebut dan melupakan misi rahasia mereka, hingga ayam tersebut habis yang hanya menyisakan tulang belulang mereka kembali melanjutkan misi mereka.


Di depan sebuah kamar Nungky membuka pintu yang untungnya tidak dikunci, dengan perlahan sambil mengendap-ngendap mereka memasuki kamar tersebut, Gisuwa yang berada dibarisan belakang melihat sekitar memastikan jika tidak ada yang melihat mereka, setelah dirasa aman dia pun menutup pintu itu dengan pelan agar tak menimbulkan suara apapun.


Keempat orang tersebut memperhatikan Bram yang tengah tertidur pulas diranjangnya melalui senter yang mereka pegang, dengan hati-hati mereka mencoba mendekati Bram untuk mengambil sedikit rambutnya.


Kikan mengeluarkan gunting kecil yang dia bawa sambil tersenyum kecil, dia pun jongkok dan menggunting rambut Bram dengan perlahan, dia langsung tersenyum senang saat dia mendapat sejumput kecil rambut tersebut dan memasukannya ke dalam plastik kecil.


“Tunggu Ma bentar” Ucap Nungky sambil berjalan mendekati Bram.


Dengan santai Nungky mengeluarkan gunting rumput miliknya dan menggunting rambut Bram hampir setengahnya yanh membuat rambut Bram jadi botak sebelah, semua orang yang melihat aksi Nungky langsung melotot kaget sedangkan Nungky hanya cekikikan dan memasukan rambut tersebut ke dalam kresek yang dia bawa.


“Kampret kamu Ky ngapain kamu gunting rambut Om Bram segitu banyak mau dijadiin rambut palsu?” Ucap Veyya kesal.


“Iya Ky gak sekalian aja botakin tuh rambut udah nanggung gitu, untung orangnya gak bangun Ky kalau dia sampai bangun bisa habis kita” Ucap Gisuwa ikut kesal dengan tingkah Nungky, sedangkan gadis itu hanya cengengesan mendengat omelan kedua temannya.


“Ini tuh buat stok kali aja kita butuhin rambut Om Bram lagi, kalau tes pertama gagal kita bisa lakuin tes ulang sampai stok abis” Ucap Nungky sambil tersenyum membuat Veyya dan Gisuwa mendengus sebal.


“Udah jangan berantem ayo kita keluar sekarang!” Ajak Kikan sambil membuka pintu dan keluar dengan cara mengendap-ngendap yang diikuti oleh ketiga gadis tersebut.


Saat Kikan, Veyya dan Gisuwa baru saja menuruni tangga dengan selamat, mereka langsung melebarkan mata mereka saat melihat sosok putih yang tengah tertawa cekikikan dengan suara khasnya, melihat itu ketiganya langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Brukkk


Nungky menjatuhkan dirinya dari atas tangga sambil tersenyum senang, dia menatap kresek berisi cemilan dan es krim yang dia curi dari rumah Bram sambil berjalan, namun sebelum dia melangkah dia langsung menatap ketiga orang yang sedang berbaring di bawahnya.


“Lah pada kenapa nih, kok pada pingsan baru juga ditinggal bentar” gumamnya bingung, kemudian Nungky mendengar suara cekikikan dari atas pohon saat dia mendongak ke atas terlihat sesosok berbaju ****** tengah bergelantungan disana.


“Eh Cong sini kamu!” Panggil Nungky.


Sosok putih tersebut terbang melayang menghampiri Nungky.”Apa sih kamu manggil-manggil aku, lagian namaku Kunti bukan Cong” Ketus si Kuntil Anak


“Maaf Til lupa aku, ini kamu kan yang bikin teman-temanku pingsan tanggung jawab Til” Ucap Nungky yang tidak merasa takut kepada hantu tersebut.


Si Kuntilanak mendengus menatap Nungky kesal” Ogah siapa suruh mereka malah pingsan saat lihat kecantikantu yang tiada tara ini, udah ah jangan ganggu mau ngaso dulu!” Ucap Si Kuntilanak dan kembali terbang namun dengan cepat Nungky menarik baju putihnya hingga si Kuntilanak terjatuh.


“Awww sakit rambutku woy jangan ditarik” Protes si kunti pada Nungky yang menarim dan memotong rambut si kuntilanak hingga tinggal sebahu.


“Oh tidak rambutku, dasar manusia jahat beraninya kamu menyiksa hantu sepertiku, cepat kembalikan rambutku!” Teriak si Kunti marah kepada Nungky.


Namun bukannya mengembalikan rambut si kuntilanak, Nungky malah memasukan rambut tersebut ke dalam tas miliknya.”Jangan banyak tingkah kamu Til mau aku botakin rambutmu itu biar jadi tuyul aja hah?” Ancam Nungky sambil tersenyum sinis.


“Jangan dong nanti kalau aku botak abang pocong gak bakal suka sama aku lagi, yaudah iya aku tanggung jawab sekarang kasih tahu aku harus ngapain Bos” ucap Si Kuntilanak menyerah demi mempertahankan rambutnya.


“Nah gitu dong Til gitu kan enak, angkat mereka abis itu anterin kita pulang ya Til kamu yang nyetir” Perintah Nungky sambil duduk di kursi depan dan menikmati cemilan yamg dicurinya.


Si kuntilanak melirik gadis do sebelahnya yang tengah asyik menyantap keripik singkong, sedangkan dia harus menyetir mobil dan mengantarkan mereka pulang.


“Sial banget sih aku besok-besok aku gak mau mangkal di pohon tadi, bisa-bisa aku ketemu sama dia lagi” Ucap si kuntilanaka dalam hati, dia merasa profesinya sebagai hantu kawakan menjadi sial setelah bertemu dengan Nungky.


Di depan mereka ada ďua orang polisi yang menghentikan mobik mereka karena sudah ngebut di jalan, Si Kunyilanak membuka kaca mobilnya dan menatap kedua polisi tersebut dengan kesal.


“Apa sih Pak ganggu setan aja lagi sibuk juga” Ucapnya kesal namun kedua polisi tersebut langsung ngacir saat melihatnya.


“Sudah biarin aja Til mereka suka sama kamu kali Til, ayo cabut udah mau subuh nih aku ngantuk” Ucap Nungky sambil menguap dengan lebar.


“Dasar manusia gak ada akhlak” Guman si hantu kesal sambil tetap melajukan mobil mereka membelah jalanan kota.


------#--


Sedikit Cerita tentang hantu aku pernah loh lihat hantu penunggu rumahku dan tahu gak mereka kalau di ajak ngomong gak nyaut loh, adeku jg pernh liat si Kunti Ini berdiri doang gak tau mah ngapain di depan kamar adekku yang lain jam 1 subuh, pkoknya aku lumyn punya bnyk penglam sama hantu.