Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Kesialan Nungky



"Bang Bensinnya yang penuh ya Bang jangan setengah-setengah kayak hati doi!" Ucap Seorang gadis cantik Paripurna kepada penjaga SPBU.


"Baik Mbak tunggu sebentar ya!" Ucap si Penjaga pria yang mukanya cukup enak dipandang itu sambil tersenyum dengan ramah.


Sore itu Nungky, Veyya dan Gisuwa baru saja pulang dari rumah sahabat mereka yaitu Rania, dan kini ketiga gadis itu hendak mengisi bahan bakar mobil Gisuwa yang dibawa Nungky, gadis itu menunggu dengan sabar sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas dasboard mobil, Veyya dan Gisuwa yang duduk di belakangnya tengah sibuk mengirim pesan kepada Rania dan mereka sendiri yang tengah mengobrol di grup chat.


Sesekali Veyya dan Gisuwa terkikik geli membuat Nungky menoleh menatap mereka bingung."Kalian lagi pada ngapain sih kayaknya seru banget, ikutan dong!" Ucapnya berusaha untuk melihat isi chat Veyya dan Gisuwa, namun kedua gadis cantik itu langsung menjitak kepala Nungky hingga membuat gadis itu meringis dan kembali duduk ditempatnya.


"Ganggu aja kamu Ky, udah nyetir aja sana yang benar!" Ucap Veyya menatap Nungky kesal.


"Iya betul tuh Ky, sebagai supir dadakan harusnya kami itu meranin peran dengan baik Ky" Ucap Gisuwa Soo bijak.


Mendengar itu Nungky menatap mereka dengan kesal."Enak banget ya kalian nyuruh-nyuruh putri Cantik Paripurna kayak aku buat nyetir, dasar teman gak ada akhlak" Ucapnya kesal."Lagian ya di POM itu gak boleh main Hp kalau ada apa-apa baru tahu rasa kalian!" Ucapnya lagi mengingatkan.


Mendengar itu Gisuwa dan Veyya saling berpandangan kemudian mereka menaruh Hp milik mereka ke dalam Tas, sebagai orang aneh kadang Nungky memang bisa berkata benar, dan mereka sebagai orang waras tentu akan mematuhinya.


Setelah selesai mengisi bahan bakar mereka pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal, ketiga gadis itu berkeliling ke setiap toko hanya untuk melihat-lihat sekitarnya seolah mereka adalah satpam keliling, kemudian langkah kaki Veyya berhenti mendadak di depan sebuah restoran makanan Jepang.


Matanya menatap ke dalam restoran tersebut dengan pandangan tak terbaca, dia menatap tanpa berkedip sekalipun, dengan mulut yang terbuka dia terus memandangi sosok pria dan wanita yang sedang berada di depannya itu.


"Veyy kenapa kamu lapar ya sama aku juga" Ucap Nungky sambil cengengesan dan merangkul Veyya mengajaknya untuk pergi namun gadis itu tak bergeming membuat Nungky dan Gisuwa saling berpandangan dengan bingung, kemudian mereka pun mengikuti arah pandangan Veyya dimana terlihat seorang gadis yang mereka kenal tengah makan bersama seorang pria tampan yang mengusap bibir gadis itu menggunakan tangannya sendiri.


Nungky dan Gisuwa melotot menatap mereka dengan pandangan terkejut."Mas Tampan Iyan" Pekik keduanya.


Sontak Iyan dan seorang gadis yang tengah duduk itu-pun menoleh menatap Nungky dan kedua sahabatnya setelah mendengar teriakkan mereka, keduanya melebarkan mata kereka terkejut terlebih Adinda sang Gadis Cantik yang terlihat salah tingkah karena kepergok oleh tiga makhluk menyebalkan itu.


Sambil cengengesan Nungky dan Gisuwa menarik Veyya untuk menghampiri Iyan dan Adinda, Veyya duduk di dekat Iyan gadis itu kini sudah tersadar dari serangan hati yang mendadak itu, Iyan menatap ketiganya sambil tersenyum dengan ramah membuat Veyya tersenyum cerah menatap pria pujaan hatinya itu.


"Mas Tampan lagi ngapain disini sama Mbak Gatel lagi mojok ya?" Ucap Nungiy menatap keduanya sambil tersenyum.


"Tidak!" Ucap Adinda Dengan lantang."Aku dan Iyan ada urusan kerja kalian lupa kalau aku ini model?" Ucapnya lagi menjelaskan.


Iyan tersenyum miris menatap Adinda dengan tatapan nanar, Veyya yang melihat itu hanya bisa diam dia meras kasihan melihat Iyan, tapi disisi lain gadis itu juga merasa terluka karena orang yang disukainya malah menyukai orang lain.


"Yan jawab kita emang ada urusan kerja kan?" Ucap Adinda menatap Iyan dengan tatapan kesal karena pria itu diam saja.


"Ah Iya, kita memang lagi ngobrol urusan kerjaan, Reno mau jadiin Adinda model buat produk kita yang lain" Ucap Iyan akhirnya bersuara.


"Syukurlah aku pikir kalian lagi mojok berduaan disini" Ucap Veyya tersenyum lega, dia menatap Iyan dengan senyuman manisnya."Mas Tampan apa kabar? makin ganteng aja setelah sekian lama kita tidak berjumpa" Ucapnya lagi.


"Baru juga seminggu lalu kita ketemu sama Mas Tampan kamu gak inget kitaa pernah main ke kantornya Om Ganteng?" Ucap Gisuwa mengingatkan.


"Iya bener tuh Veyy cantik-cantik kok pelupa" Ucap Nungky sambil terkikik sendiri membuat Veyya melotot padanya.


"Aku bukan pelupa tapi ketemu Mas Tampan sehari aja aku udah rindu" Ucapnya melirik Iyan yang terlihat salah tingkah mendengar perkataan gadis cantik yang sayangnya sudah dia anggap adik sendiri itu.


Adinda hanya menatap keduanya dalam diam, dia memilih menyantap makanannya dengan lahap."Eh Gadis licik itu minumanku, dasar kalian gadis-gadis licik yang menyebalkan" Ucapnya kesal menatap Nungky dan Gisuwa yang meminum jus pesanan miliknya yang baru saja sampai.


"Haus aku Mbak masa putri Cantik kayak aku dilarang minum sih apa kata dunia nanti" Ucap Nungky penuh drama sambil mengibaskan rambutnya dengan gaya centil.


"Aku juga haus sebagai anak paling baik dan berbudiman aku gak boleh kehausan" Ucap Gisuwa ikut bersuara sambil cengengesan.


"Lapar nih Bang pesen Bang!" Teriak Nungky dengan heboh yang tentu saja membuat yang lain menundukkan wajah mereka karena malu.


"Sama aku juga Veyy emang ya tuh bocah bikin malu aja, abis ini kita habisin dia!" Bisik Gisuwa kepada Veyya yang langsung mengangguk setuju dengan rencana menghabisi Nungky.


Setelah acara makan-makan yang tentu saja Nungky sebagai gadis cantik yang makannya jauh lebih banyak dari yang lainnya, gadis itu bersandar di kursi sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit dengan senyuman lebar di bibirnya."Makanannya kurang enak aku gak terlalu suka sama yang mentah-mentah, tapi gak apa-apa lah lumayan buat ganjel perut" Ucapnya sambil cengengesan.


Semua orang yang berada bersamanya hanya mendengus sebal mendengar perkataan Gadis Cantik Paripurna itu yang isinya hanya kebohongan belaka."Emang ya dasar perut karet, ini lihat semuanya habis sama kamu Ky, dan kamu malah bilang gak terlalu suka makanannya sungguh terlalu" Ucap Gisuwa sambil menggeleng-gelengkan  kepalanya tak mengerti saat menatap Sahabatnya itu.


"Dasar rakus bayar tuh Ky, jangan minjem duit ya uangku tipis" Ucap Veyya mengingatkan.


"Tenang aja kan ada Gisuwa, kamu mau minjemin aku kan GIS?" Ucap Nungky sambil mengedip-ngedipkan matanya sambil tersenyum pada Gisuwa.


"Eh mana ada aku juga gak punya uang Ky kan kamu tahu tadi abis beli bensin" Ucap Gisuwa menolak Nungky.


"Astaghfirullah bagaimana ini aku tidak punya uang" Ucap Nungky panik, dia menatap Adinda penuh harap."Mbak Cantik calon kakak ipar ku yang baik bayarin ya biar masuk surga, nolongin anak cantik dan Sholeh kayak aku pahalanya gede loh" Ucapnya merayu Adinda.


"Ogah" Tolak Adinda dengan tegas kali ini dia tidak akan tertipu oleh gadis menyebalkan itu."Makannya kalau gak punya uang jangan makan banyak ganjel aja pake roti dua ribu" Ucapnya lagi membuat Nungky menghembuskan napasnya kasar.


"Yasudah lah mau bagaimana lagi teman sendiri kaya tapi kere, sudahlah aku jadi pelayan aja Disini selama sebulan gak apa-apa kok akumah ikhlas" Ucap Nungky memulai dramanya dengan penuh haru, hampir saja Adinda tertipu dengan wajah sedih Nungky, sedangkan Veyya dan Gisuwa yang sama liciknya dengan Nungky hanya meliriknya sekilas dan kembali asyik meminum minuman mereka.


"Sudah biar  aku saja yang traktir kalian" Ucap Iyan tiba-tiba sambil tersenyum.


"Benarkah itu Mas Tampan?" Tanya Nungky menatap Iyan dengan tatapan mata berbinar-binar.


Iyan tersenyum sambil mengangguk pelan mengiyakan menjawab pertanyaan Nungky, sontak gadis itu langsung berjingkrak dengan senang karena dia bisa makan gratis kali ini, sedangkan Veyya, Gisuwa dan Adinda hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka sambil tersenyum miris menatap Iyan dengan Iba, pria yang Tampan itu harus tertipu untuk tipuan Nungky yang mematikan.


Selesai membayar semua Makannya Iyan menatap kertas berisi catatan bayaran makanan tersebut sambil menghembuskan napasnya kasar, dia tidak menyangka jika mentraktir Nungky makan sama saja seperti mentraktir lima orang."Baru makan aja udah banyak apalagi kalau biayai hidupnya Nungky bisa mati mendadak aku" Ucap Iyan dalam hati sambil bergidik ngeri membayangkan Nungky jika jadi istrinya.


Di parkiran Iyan memilih pergi duluan meninggalkan keempat gadis cantik tersebut karena ada urusan mendadak, Veyya, Gisuwa dan Adinda saling pandang seolah merencanakan sesuatu yang licik untuk gadis yang sedang sibuk menjilati es krim miliknya dengan senang.


"Enak banget ya abis makan terus dikasih es krim, emang ya rezeki itu bisa  datang dari mana saja" Ucap Nungky senang


Bugh


Dengan sadisnya Veyya, Gisuwa dan Adinda langsung menutup kepala Nungky dengan plastik Hitam yang entah mereka dapatkan dari mana, setelah itu mereka menendang Nungky dan meninggalkan gadis itu di parkiran.


"Tolong Putri cantik dianiaya!" Teriak Nungky heboh sambil mencoba membuka plastik yang menutup kepalanya itu.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang membantu Nungky melepaskan plastik tersebut.


Nungky menatap pria di depannya itu yang sedang membantunya berdiri sambil tersenyum."Gak apa-apa aku Bang, sebagai tanda terima kasih ayo Bang aku temenin jalan-jalan kali aja kita jodoh!" Ucap Nungky sambil cengengesan dan merangkul pria Tampan tersebut seolah mereka sudah saling mengenal satu sama lain.


_____


Muehehe harusnya mereka sadar Nungky tidak mudah untuk dijahili 🤭🤭🤭


Btw Visualnya yang indo aja guys biar lebih dapet gitu muehehe, komen siapa yang menurut kalian cocok!!,,😍😍😘😘


Up lagi kah,?


Salam Gesrek


Othor cantik Paripurna