
"Aduh Abang Kerokan jatuhin putri Cantik kayak aku ini gak ada lembut-lembutnya, untuk ada sofa kalau gak pantat aku yang seksi ini bisa tepis mendadak" Ucap Nungky kesal sambil melirik Ricko yang berdiri di depannya dengan raut wajah tak terbaca.
"Ini ruang kerja Abang ya luas ya bagus banget" Ucap Nungky sambil berdiri dan melihat sekitarnya, dengan perlahan Nungky berjalan menuju meja kerja Ricko dan dengan santainya gadis itu duduk di kursi yang biasa di duduki Ricko saat bekerja.
"Sebenarnya kenapa kamu datang kemari Nungky, dan juga apa yang kamu katakan barusan pada para wartawan itu Hah?" Bentak Ricko kesal.
"Ihh Abang jangan bentak-bentak aku jadi takut loh!" Ucap Nungky menatap Ricko dengan wajah dibuat sedih."Aku cuka mau nyelamatin Abang Kerokan dari Nenek lampir itu, sekalian buat ngumumin tentang hubungan kita juga sih Bang" Ucapnya sambil cengengesan.
"Memangnya apa yang harus diumumkan Nungky kita berdua itu tidak punya hubungan apa-apa, apa kamu lupa jika kamu tinggal di rumahku hanya untuk menjadi budak-ku tidak lebih" Ucap Ricko panjang lebar dia mencoba untuk tidak meluapkan emosinya kepada gadis yang sedang menatapnya sambil berkedip-kedip dengan lucu."Tapi kenapa kamu malah bilang kalau aku dan kamu itu punya hubungan yang spesial, apa kata orang nanti apa kamu tidak memikirkan semua itu?" Ucapnya lagi bertanya pada Nungky.
Mendengar itu Nungky tersenyum sambil beranjak dari kursinya, dengan perlahan gadis itu berjalan menghampiri Ricko dan berdiri di depannya,Ricko terlihat salah tingkah saat Nungky menatapnya dengan wajah yang tidak biasa."Abang yakin Abang gak mau sama aku, aku ini gadis cantik Paripurna loh Bang gak bakal ada cewek kayak aku lagi di dunia ini" Ucapnya sambil cengengesan setelah melihat wajah salah tingkah Ricko.
"Abang lucu kalau lagi gugup gitu" Ucap Nungky sambil terkekeh geli.
"Kamu!" Ucap Ricko sambil menarik punggung Nungky hingga gadis itu merapat ke dalam pelukannya, Nungky menatap Ricko dengan mata berkedip polos.
Cup
Tanpa aba-aba Ricko langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Nungky dengan lembut, gadis yang tengah diciumnya itu menegang dengan mata melotot, dia seolah terhipnotis oleh ciuman dadakan yang dilakukan Ricko, badannya seolah mati rasa hingga tak mampu melawwn ataupun mendorong pria yang sedang menciumnya itu.
"Ini hukumanmu karena kamu sudah membuat heboh dasar gadis nakal" Ucap Ricko menatap Nungky sambil tersenyum setelah dia melepaskan ciuman mereka, jantungnya berdetak kencang dan jangan lupakan pipinya yang sudah merona merah membuat Ricko menggaruk tengkuknya yang senyam-senyum sendiri, dia sendiri tidak menyangka jika dia bisa seberani itu mencium Nungky.
"Ciuman pertamaku!" Pekik Nungky dengan kata melotot.
Gubrak
Setelah mengatakan itu Nungky-pun jatuh pingsan dan dengan sigap Ricko langsung menangkap tubuh Nungky dan membawanya ke sofa, perlahan Ricko membaringkan tubuh Nungky yang sedang tidak sadarkan diri dengan lembut, dia membelai rambut Nungky sambil tersenyum."Terima kasih untuk ciuman pertamamu dan juga yang pertama untukku Ky" Ucapnya sambil mencium kening Nungky.
"Ehmm maaf Tuan kita ada rapat!" Ucap Zahra yang sedang berdiri dengan salah tingkah, sepertinya gadis itu sudah cukup lama masuk ke ruangan Ricko Tuannya yang memang lupa untuk ditutup itu.
"Baiklah ayo, kita selesaikan pekerjaan kita!" Ucap Ricko sambil berdiri dan mengambil map merah yang tadi dibawa Nungky, dengan senyum merekah yang menghiasi bibirnya Ricko berjalan keluar ruangan disusul Zahra yang mengikutinya dari belakang.
Tiba-tiba Ricko berhenti berjalan dan menatap sekretaris-nya itu dengan serius."Panggil pengawal ku dan suruh mereka berjaga disini, jangan biarkan siapapun masuk ke ruanganku!" Ucapnya dengan tegas.
"Baik Tuan" Ucap Zahra sambil mengangguk patuh, kemudian gadis itu mengetikkan sesuatu di hp miliknya setelah selesai gadis itu menyusul Ricko yang sudah lebih dulu pergi menuju ruang rapat."Sepertinya Tuan Ricko benar-benar sedang jatuh cinta, mudah-mudahan setelah ini pekerjaan ku tidak akan sesulit sebelumnya" Ucapnya pelan dengan penuh harap, dia tidak tahu saja jika kedepannya mungkin hidupnya akan lebih kacau dari sebelumnya, atau mungkin harapannya terkabul dan Ricko akan menjadi Tuan yang baik hati yang sayangnya itu hal yang sedikit mustahil kecuali Nungky bertindak.
Setelah selesai rapat Ricko berjalan dengan langkah cepat menuju ruang kantornya, dengan langkah tegap pria tampan itu berjalan melewati para pelayan yang memberi hormat padanya, tujuannya saat ini hanya satu yaitu bertemu dengan gadis yang sedang pingsan itu, dia ingin tahu apa Nungky sudah bangun atau mungkin masih tidak sadarkan diri sama seperti terakhir kali dia meninggalkannya, Zahra dengan sabar mengikuti Tuannya itu tanpa berniat berkomentar tentang keanehan yang terjadi pada Ricko hari ini.
"Siapa kamu?" Tanya Ricko menatap pria yang sedang duduk di sofa bersama Nungky.
Keduanya pun berbalik menatap Ricko, Nungky langsung berdiri dengan salah tingkah sepertinya gadis itu masih terkejut dengan kejadian yang tadi menimpanya akibat perbuatan Ricko, pemuda tampan yang ternyata adalah Arka itu ikut beranjak berdiri sambil tersenyum."Hallo Tuan Ricko perkenalkan aku Arka anak Direktur perencanaan di perusahaan anda" Ucapnya memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya berniat untuk berjabat tangan.
Ricko menatap tangan Arka sekilas kemudian pria itu menatap Arka dengan tatapan dinginnya."Lalu untuk apa kamu datang ke ruanganku?" Tangannya dengan alis yang terangkat.
Arka berdehem sambil menarik tangannya kembali, dia menyesal karena sudah bersopan santun pada orang yang bahkan tidak aku bersalaman dengan dirinya."Aku tadi mau ketemu Papa tapi ketemu Nungky cantik makannya aku ngobrol sebentar dengannya!" Ucapnya menjelaskan sambil menatap Nungky yang tengah mengangguk mengiyakan perkataan Arka.
"Betul itu Abang Kerokan, tadi pas aku keluar aku ketemu Bang Arka jadi aku ajak dia kesini, biasa Bang kita mau ngobrol sama nanyain kabar soalnya aku sama Bang Ar udah lama gak ketemu" Ucap Nungky menjelaskan sambil tersenyum namun saat Ricko menoleh menatap-nya Nungky langsung mengalihkan pandangannya dan memilih menatap Arka.
"Cepat bawa dia pergi aku tidak mau ada orang asing diruanganku!" Perintah Ricko tegas kepada para pengawal yang menurutnya tidak becus bekerja, dengan sigap para pengawal itu membawa Arke keluar ruangan dengan paksa.
"Nungky Putri Cantik jangan lupa nanti malam ya, aku tunggu di depan pagar!" Ucapnya lagi sebelum akhirnya dia benar-benar menghilang meninggalkan ruangan Ricko.
"Dah Bang Ar, aku pasti ingat Bang!" Teriak Nungky menjawab perkataan Arka."Hmm kasihan Bang Ar udah lama gak ketemu sekalinya ketemu malah diusir!" Ucapnya lagi dengan sedih sambil melirik Ricko sebal, namun saat Ricko menatapnya Nungky langsung memalingkan wajahnya."Ah aku lupa hari ini ada balapan ngesot di komplek rumah aku harus segera pulang!" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Ricko dan Zahra.
Setelah Nungky pergi Ricko menatap Zahra dengan tatapan seriusnya membuat gadis cantik itu juga memasang wajah serius, dia tahu Tuannya itu akan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu."Suruh Pak Hendra dan keluarganya pergi sore ini juga, buat dia pindah keluar negeri dengan alasan apapun aku tidak perduli!" Perintahnya dengan tegas menyebutkan nama ayah dari Arka.
"Ta-tapi Tuan, itu tidak mungkin Pak Hendra baru saja naik jabatan kalau kita pindah tugaskan dan disuruh bekerja di luar negeri bukankah itu akan membuat keributan bagi yang lain, mereka akan merasa jika Tuan pilih kasih dan mencampur urusan pribadi dengan urusanku kerja" Ucap Zahra mengingatkan, dia tahu jika Ricko melakukan itu karena mendengar Nungky janjian dengan Arka nanti malam.
"Aku tidak peduli, memangnya siapa yang berani menentang keputusan yang aku buat Zahra?" Ucap Ricko keras kepala."Aku tidak mau cepat urus semuanya dan buat mereka pergi sore ini juga, jika tidak kamu akan aku pecat dan akan aku pastikan kamu tidak akan mendapat kerja di tempat lain Zahra" Ucapnya dengan sadis, kemudian dia berbalik sambil mengibaskan tangannya mengusir Zahra.
"Baik saya permisi Tuan" Ucap Zahra dengan patuh, kemudian gadis itupun berlalu meninggalkan ruangan Ricko.
"Argghh" Teriak Zahra sambil mengacak rambutnya frustrasi setelah keluar dari ruangan Tuan kejamnya itu, ingin rasanya dia membunuh Ricko dan memasukan mayat pria itu ke kandang buaya."Dasar Tuan Kejam, ya Allah berat benar nyari duit kok sudah amat ya" Ucapnya sedih.
"Kamu Kenapa Ra, tuh singa ngamuk lagi ya?" Tanya salah satu teman kantor Zahra.
"Bukan ngamuk tapi dia lagi kena jebakan cinta yang malah bikin dia jadi lebih kejam, sudahlah lebih baik aku segera mengerjakan tugas sebelum dia benar-benar memecatku!" Ucap Zahra sedih sambil berlalu pergi meninggalkan temannya yang hanya melongo bingung.
Di dalam ruangan Ricko duduk di kursinya sambil membuka kotak makanan yang dibawakan Nungky untuknya, dia mengernyit menatap nasi goreng tak berbentuk itu, dengan perlahan Ricko-pun mengambil sendok dan mulai menyendok sesuap nasi goreng yang langsung dilahapnya.
Uhukk
Ricko langsung terbatuk sambil menepuk-nepuk dadanya, dengan segera dia meminum air putih hingga habis tak bersisa setelah merasakan rasa dari nasi goreng buatan Nungky."Nasi Goreng apa ini kenapa rasanya hancur sekali?" Ucapnya bingung."Ah tidak ini masakan Nungky khusus untukku aku tidak boleh membuangnya!" Ucapnya lagi menguatkan dirinya sendiri.
Akhirnya Ricko pun mengambil suapan keduanya dengan penuh perjuangan, dengan perlahan tapi pasti Ricko menghabiskan nasi goreng buatan Nungky dengan air mata yang sudah berlinang membasahi pipinya, sampai akhirnya disuapan terakhir Ricko-pun jatuh tidak sadarkan diri, beruntung ada Zahra yang dengan sigap menelepon ambulans meskipun sebelum bantuan datang dia memukuli Ricko yang sudah menyiksanya selama ini, kapan lagi dia bisa membalas dendam jika tidak sekarang saat Tuannya itu sedang pingsan.
"Huh Bang Ar kok gak datang ya, padahal aku udah siap nih buat jalan" Ucap Nungky sedih sambil berjalan menuju sofa dan duduk sambil mengembuskan napasnya pelan, dia menatap sekelilingnya yang terasa sepi, Regi sedang pergi mengantar ayahnya ke Bandara karena ada urusan mendadak, sedangkan Ricko pria pencuri ciumannya itu tidak kelihatan batang hidungnya sampai saat ini."Sepinya padahal ini malam terakhirku disini, tak apalah mending aku dangdutan untuk menghibur hati yang gundah gulana" Ucap sambil beranjak berdiri dengan semangat menuju raung karaoke.
END
__________
Muehehe sampai jumpa lagi di season kedua, yang jelas pasti aku gak bakal lanjutin disini, gak tahu pindah lapak atau pindah judul aja aku masih bingung soalnya kalian kbnykn pada gak mau aku pindah hadeh🤭🤭
Jangan Protes ceritanya gantung kan emang sengaja biar pada penasaran n baca di season kedua🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Salam Gesrek
Othor Cantik Paripurna