Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Tanggung Jawab



Tin


Tin


Suara klakson mobil yang terdengar tidak sabar dari sang Tuan, membuat para pengawal langsung membuka gerbang tersebut dengan tergesa-gesa, mereka mempersilahkan sang Tuang untuk masuk dengan membuka pintu gerbang lebar-lebar.


“Ayo Keluar!” Ucap Ricko sambil menarik tangan Nungky.


Dengan santai Nungky keluar dari mobil Ricko, semua pengawal langsung terkejut melihat kedatangan gadis yang beberapa kali pernah datang kemari, Nungky menatap mereka sambil melambaikan tangannya dengan heboh.


“Hai abang-abang kekar kita ketemu lagi” Ucapnya dengan senyum lebarnya yang membuat para pengawal balas tersenyum padanya, namun mereka langsung menunduk saat Ricko menatap mereka tajam.


Ricko menatap Nungky bingung, gadis itu seolah sudah mengenali tempat tinggalnya terlihat dia bahkan mengenal para pengawal rumah, dan dengan tidak tahu dirinya gadis itu langsung memasuki rumahnya duluan tanpa terlihat canggung apalagi takut.


“Gadis aneh” Gumam Ricko sambil berjalan menyusul Nungky.


“Bang Regi, Om Tua, apa kabar semuanya!” Teriak Nungky dengan heboh di tengah-tengah ruangan yang serba luas itu.


Regi dan Mario yang mendengar suara jeritan Nungky langsung berlari ke ruang tengah, mereka melebarkan mata mereka karena terkejut melihat gadis itu sudah berdiri di depan mereka dengan senyumannya yang menyebalkan tapi sangat manis bagi Regi.


“Gadis licik!”


“Nungky!” Pekik mereka bersamaan.


“Kalian mengenal gadis ini?” Tanya Ricko menatap ayah dan adiknya tanpa ekspresi.


Regi dan Mario saling berpandangan dan mengangguk dengan ragu.”Iya nak ini namanya Nungky, dia gadis yang mengam--


“Dia teman aku Bang Ko, kenapa dia ada disini sama Bang?” Potong Regi sebelum ayahnya itu keceplosan dan mencoba mengalihkan perhatiaan kakaknya itu.


“Ini Bang, Abang kerokan ini marah sama aku bang, masa ya aku disuruh tanggung jawab gara-gara dia kena tembak bola kemarin yaudah dengan ikhlas aku akan menerimanya” Ucap Nungky penuh drama sambil cengengesan dan dengan santai dia langsung duduk di atas sofa.


“Pelayan ambilkan aku jus jeruk!” Perintah Nungky sok berkuasa saat pelayan melewati dirinya.


Pelayan itu menatap ketiga tuannya takut, Regi mengangguk mengiyakan permintaan Nungky membuat pelayan tersebut langsung bergegas menyiapkan minuman untuk tamu tak tahu diri itu.


“Hey dengar gadis aneh, aku ingin kamu men---”


“Tuan tolong ada ibu-ibu ngamuk” Lapor Juki panik yang datang memotong ucapan Ricko.


Ketiganya saling berpandangan bingung sambil menatap Juki yang terlihat ketakutan, sedangkan Nungky gadis itu memilih untuk menikmati Jus miliknya ditemani oleh beberapa cemilan yang membuatnya sangat bahagia.


“Enaknya jadi orang kaya, mau apa aja tinggal ngomong dan langsung muncul” Ucapnya senang sambil memakan beberapa kue kering dengan rakus.


“Usir saja apa kalian selemah itu sampai tidak bisa mengusir ibu-ibu saja hmm?” Bentak Mario marah, bagaimana mungkin pengawalnya bisa panik dan ketakutan begitu hanya karena ibu-ibu.


“Jangan buat kehebohan dengan hal tidak penting seperti itu, pergilah aku tidak ingin mendengar ada keributan lagi” Ucap Ricko dengan suara tenang namun tegas menyiratkan jika dia tidak suka diganggu.


“Tapi Tuan me--”


“Hey manusia-manusia biadab, lepaskan anakku!”


Semua orang yang berada di sana langsung menoleh menatap Desi dan Hani serta Chika si makhluk kecil yang menjadi pelapor datang bersama ibu-ibu lain yang tinggal di kompleks yang sama dengan Nungky, mereka menatap semuar orang dengan tajam sambil memegang sapu dan serta wajan seolah bersiap untuk bertempur menyelamatkan anak tidak berguna seperti Nungky.


Nungky yang seolah mengenali suara tersebut langsung beranjak dari duduknya dan berbalik menatap ibu, dan ibu-ibu lain yang merupakan tetangganya.


“Mama” Pekik gadis itu senang sambil menghambur ke pelukan ibunya.


“Kamu belum diapa-apain kan Ky?” Tanya Desi khawatir setelah melepaskan pelukan mereka.


Nungky menggeleng sambil tersenyum.”Gak kok Ma, mana berani mereka ngapa-ngapain aku” Ucapnya membuat Desi mendengus sebak namun sedetik kemudian dia tersenyum pada anak semata wayangnya itu.


“Oh iya Mama ngapain kok ada disini pakai bawa pasukan segala?” Tanya Nungky bingung.


“Tadi Mama di telpon sama Chika katanya kamu diculik, yaudah Mama langsung ngumpulin tetangga buat bantuin kamu” Ucapnya lagi menjelaskan.


“Betul itu Ky!” Ucap para ibu-ibu serempak.


“Eh Jeng anak saya Chika kemana ya kok ngilang, perasaan barusan dia masih ada disini” Ucap Hani panik mencari keberadaan anak bungsunya itu.


“Aku disini Ma” Teriak Chika yang tengah berada diatas sofa menikmati makanan yang tadi sedang disantap Nungky sambil tersenyum senang, Nungky menatap Chika tajam karena gadis itu sudah mengambil jatahnya.


“Dasar Medusa kecil, main serobot aja jatah orang” Batin Nungky kesal.


“Ayo Ky kita pulang sekarang, sebelum Papamu pulang dan marah-marah karena Mama belum masak” Ucap Desi sambil menarik tangan Nungky dan berjalan mencoba meninggalkan rumah tersebut.


“Tunggu, ibu tidak bisa membawa Nungky begitu saja, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan” Ucap Ricko membuat Desi menghentikan langkah kakinya dan berbalik memandang Ricko bingung.


“Apa maksudmu, tanggung jawab apa hah, memangnya apa yang sudah dilakukan anak saya?” Tanya Desi menatap Ricko dengan kening berkerut bingung, sedangkan Nungky hanya menunduk takut.


“Dia sudah menonjok, membuat saya hampir kehilangan nyawa karena sudah menendang bola dan mengenai saya hingga saya harus menabrak tong sampah, dan juga dia harus mengganti biaya kerusakan mobil saya” Ucap Ricko menjelaskan dengan aura dinginnya membuat siapa saja merasa takut untuk menatap mata yang terlihat kelam itu dan wajah tampannya yang tanpa ekspresi menambah aura menakutkan pada dirinya.


“Apa” Gumam Desi terkejut, dia kemudian menoleh menatap Nungky yang langsung nyengir menatap ibunya membuat Desi berdecak kesal.


“Tapi tetap saja menculik anak saya itu bukanlah hak yang dibenarkan, dan juga pertanggung jawaban apa yang kamu minta?, kalau uang saya gak punya” Ucap Desi tegas.


“Maaf untuk soal itu saya tidak bermaksud menculik anak anda, dan juga ibu tenang saja saya tidak akan meminta uang untuk ganti rugi, sebagai gantinya Nungky akan bekerja di rumah ini selama tiga bulan!” Ucap Ricko dengan senyum sinisnya yang menakutkan.


“Apa” Ucap Nungky dan yang lain dengan serempak karena terkejut.


“Kamu gila bagaimana mungkin anak saya bekerja selama itu di rumahmu, tidak saya tidak mau” Tolak Desi mentah-mentah.


“Iya Abang kerokan kok tega sih, udah Bang maafin aku ya bang nanti aku traktir es cendol deh” Ucap Nungky sambil mengedipkan matanya genit pada Ricko, namun pria itu hanya menatapnya sekilas tanpa ekspresi.


“Bang kasihan Nungky kalau harus kerja disni selama itu nanti dia sakit gimana coba” Ucap Regi membujuk kakaknya yang tentu saja diabaikan.


“Baik kalau ibu tidak mau, tapi saya akan meminta ganti rugi serta akan menuntut ibu dan yang lain karena sudah menerobos masuk ke rumah saya dengan paksa, saya yakin kalian semua pasti akan menginap di sell untuk sementara waktu, dan ingat biaya ganti rugi yang saya minta tidak murah loh” Ucap Ricko dengan nada mengancam sambil tersenyum sinis.


Para ibu-ibu langsung saling berbisik dengan panik karena takut masuk penjara begitu juga dengan Desi,  apalagi Chika tubuhnya langsung bergetar hebat dengan mata yang mulai berkaca-kaca setelah mendengar ancaman dari Ricko.


Dia takut masuk penjara nanti dia akan masuk berita tv dengan cerita seorang gadis kecil masuk penjara karena menerobos rumah orang, dan menjadi salah satu pelaku yang mengakibatkan sag Tuang rumah kecelakaan, membayangkannya saja Chika sudah ketakutan.


“Tiga bulan saja kan nak, baiklah saya setuju” Ucap Desi sambil mengulas senyumannya bersama yang lain, kemudian dia menoleh menatap Nungky sambil menyentuh pundak anaknya dengan lembut.”Dengar nak kamu di sini saja dulu ya soal Papa biar Mama yang urus, ingat nak berani berbuat harus berani bertanggung jawab, Mama sama yang lain pamit ya!” Ucapnya lagi,  dan tanpa menunggu jawaban Desi langsung kabur bersama ibu-ibu yang lain dan juga Chika yang sudah lebih dulu menghilang untuk menyelamatkan diri.


Nungky menoleh menatap Ricko sambil tersenyum takut.”Hai Bang, mohon bimbingannya” Ucap gadis itu, dia pun berjalan mengekori Ricko yang tengah berjalan menaiki tangga.


“Bang mau kopi gak bang atau mau susu aja bang?” Tawar Nungky sambil berjalan disamping Ricko yang hanya menatapnya sekilas dan tetap melanjutkan langkah kakinya tanpa menjawab pertanyaan Nungky.


“Nungky tunggu!” Ucap Regi berniat menyusul Nungky dan kakaknya namun Mario langsung menarik tangan anaknya itu membuat Regi menghentikan langkah kakinya.


“Jangan disusul kalau tidak mau kena marah kakakmu!” Tegas Mario membuat Regi menunduk dengan sedih.


Di luar ruangan Awan yang baru saja datang dengan mengendarai motornya langsung turun dan berlari menghampiri  Chika dan yang lain.


“Gimana Nungky selamat?” Tanya tanpa basa-basi.


“Abang telat Bang kak Ky gak bisa pulang, ya udah yuk kita pulang aja Bang lapar aku!” Ucap Chika sambil menarik tangan kakaknya untuk pergi, Awan menatap rumah besar tersebut dengan sendu, tadi dia sedang di kelas  saat Chika mengirim pesan padanya yang membuatnya harus terlambat datang untuk menyelamatkan Nungky, Awan tersenyum kecut merutuki kesialannya.


“Lagi-lagi aku menjadi pria yang tidak berguna untukmu Ky” Gumamnya dalam hati.


---------


Siapa nih yg nungguin😆😆😆