
"Apa Bang, ini gak salah?" Nungky menatap Ricko dengan pandangan tak percaya.
Ricko tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya di depan dada dia menatap Nungky."Tentu saja tidak apa aku terlihat sedang bercanda untukmu Nungky?" Ucapnya dengan santai.
Bahu Nungky langsung terkulai lemas, dia menatap deretan mobil yang banyaknya lebih dari sepuluh dan sialnya dia disuruh untuk mencuci mobil-mobil tersebut, ingin rasanya dia kabur untuk menyelamatkan diri tapi tidak dia tidak bisa melakukan hal itu karena Ricko mengancam akan menambah masa hukumannya.
"Abang Regi" Ucap Nungky memandang Regi yang baru saja datang dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kenapa Ky?" Tanya Regi penasaran kemudian matanya beralih menatap Ricko kakaknya."Bang Ko Abang nyuruh-nyuruh Nungky lagi ya Bang, sudahlah Bang jangan siksa dia terus kasihan Nungky Bang dia itu cuma cewek lemah" Ucapnya lagi mencoba merayu kakaknya untuk meringankan hukuman Nungky.
"Iya Bang Kerokan kasihanilah aku Bang, memangnya Abang tega lihat putri cantik dan imut kayak aku nyuci mobil sebanyak ini?" Ucap Nungky ikut merayu Ricko.
Ricko menatap mereka berdua tanpa ekspresi, dia kemudian mengambil koran yang sedang di pegang salah satu pengawalnya."Kerjakan sekarang jika tidak aku tambah hukumanmu, dan ingat tidak ada yang boleh membantu Nungky jika ada yang berani aku akan memberi kalian semua pelajaran!" Ucapnya menatap semua orang yang berada disana dengan tajam, setelah itu dia pun beranjak pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum sinis, akhirnya sekarang dia bisa memberi gadis menyebalkan bernama Nungky pelajaran yang Ricko yakin dengan ini Nungky tidak akan berulah lagi.
Regi menatap Nungky dengan iba dia memegang kedua pundak gadis itu sambil tersenyum lembut."Maaf ya Ky aku tidak bisa bantuin kamu, sebagai gantinya aku siapin kamu sarapan aja ya,kamu belum makan kan?" Ucapnya.
Nungky tersenyum sambil melepaskan tangan Regi yang berada di pundaknya."Tak usahlah Bang aku sudah sarapan tadi, lebih baik sekarang aku nyuci mobil dulu Bang biar bisa cepat selesai" Ucapnya pelan, dia menghembuskan napasnya pelan sambil merenggangkan otot-otot nya bersiap untuk banting tulang.
"Ok ayo mulai!" Gumamnya dengan semangat dan dia pun mulai mencuci mobil-mobil tersebut.
Regi duduk tidak jauh disana sambil memperhatikan Nungky yang tengah mencucii mobil, hatinya sedikit teriris melihat orang yang disukainya harus bekerja kasar, tapi jika dia membantu Nungky mungkin itu malah akan membuat Nungky mengalami masalah lain, jadi mau tidak mau dia hanya bisa memperhatikan gadis itu dari kejauhan.
"Aduh ni mobil mewah banget aku suka ,kapan ya aku bisa dapat mobil lagi, pikirin nanti aja deh sekarang aku harus fokus buat tugas dulu?" Ucap Nungky tersenyum menatap mobil Ricko yang lain yaitu mobil yang atapnya terbuka mobil sama yang kemarin dia pakai untuk jalan-jalan."Nyetel musik enak kayanya" Ucapnya lagi dan dengan santainya dia memutar radio pada mobil tersebut.
Musik pun mengalun dengan merdu, Nungky bergoyang sambil menggosok mobil yang kotor dengan spons, dia ikut bersenandung mengikuti lagu Zaskia Gotik yang berjudul Bang Jono, gadis itu bersenandung dengan badan yang bergoyang mengikuti irama lagu.
"Kau pikir hidup ini cuman makan batu kau pikir anakmu tak butuh susu, susu apa ya?" Gumam Nungky terkikik sendiri setelah memikirkan lirik lagu tersebut.
Para pengawal dan Regi menatap Nungky yang terlihat senang sambil bergoyang tanpa memedulikan tatapan mereka, dengan perlahan para pengawal dan Regi ikut bergoyang bersama Nungky seolah terhipnotis oleh lagu dan goyangan Nungky yang seolah mengajak mereka untuk ikut bergoyang.
"Ayo abang-abang kita goyang biar senang dan lupakan semua duka para!" Teriak Nungky heboh sambik berjoget dengan tangan memegang selang menyemprot mobil dan dirimya sendiri dengan heboh.
Nungky mengeraskan volume suara dari Radio tersebut yang membuat mereka jadi tambah heboh untuk bergoyang bersama sambil menyanyikan lagu Ayu Ting Ting yang berjudul Minyak Wangi, gadis itu menyirami Regi dan para pengawal sambil tertawa melihat mereka yang berjengit kedinginan namun seditik kemudian mereka membiarkan Nungky menyiram mereka sambil terus bergoyang.
"Asik digoyang asik" Ucap mereka serempak.
Nungky memegang kedua tangan Regi dan mengajaknya untuk bergoyang bersama membuat mereka terlihat serasi, gadis itu tidak menyadari jia yang dia lakukan membuat Regi makin memujanya, Regi tersenyum menatap Nungky yang terlihat cantik dengan tetesan air yang turun di pipinya, rambutnya yang membuat Nungky terlihat sangat menawan apalagi saat gadis itu tertawa, dia tertawa saat Nungky membuat para pengawal melakukan goyang itik bersamanya.
"Aku cinta kamu Nungky" Ucap Regi dalam hati, kemudian dia pun kembali ikut bergoyang bersama mereka.
"apa-apaan kalian!"
Semua orang langsung menghentikan aksi mereka saat Ricko datang menatap mereka dengan tajam, Regi memilih kabur sebelum kakaknya itu mengamuk pada mereka, para pengawal yang berada disana juga ikut kabur mengikuti Regi dan hanya menyisakan Ricko dan Nungky disana.
"Eh Abang kerokan mau ikutan joget Bang?" Ucap Nungky sambil cengengesan, dia menjatuhkan selang yang dipegangnya.
"Apa yang kamu lakukan Nungky, aku menyuruhmu untuk mencuci mobil bukan malah berjoget seperti biduan bersama mereka" Ucap Ricko menatap Nungky dengan mata melotot.
"Jangan bermimpi gadis aneh sampai kapanpun aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu" Ucap Ricko dengan tajam, dia melirik mobil-mobil yang berjejer rapi dengan kondisi basah semua."Bagus kamu sudah mencucinya dan jangan lupa untuk mengelapnya mobil-mobil nya hingga kering!" Ucapnya lagi mengingatkan.
Nungky mengangguk dengan patuh sambil mengikuti Regi yang tengah berjalan menuju mobilnya."Bang hari ini Abang mau kemana, mau jalan-jalan sama aku gak Bang mumpung hati minggu!" Ajak Nungky sambil berdiri di depan Ricko.
"Aku bukan orang yang punya waktu untuk bermain denganmu, minggir!" Ketus Ricko menyingkirkan Nungky yang menghalangi mobilnya.
Rickie mengambil sebuah benda yang berada di jok belakang mobilnya dengan tatapan tak percaya, Nungky langsung melotot saat melihat laptor milik Regi sudah basah kuyup dengan air yang masih menetes.
"sini Bang aku benerin dulu ya Bang, tunggu satu jam lagi juga beres!" Ucap Nungky mengambil laptop tersebut dan langsung berlalu pergi sebelum Ricko berteriak marah padanya.
Di dalam kamar Nungky menatap laptop tersebut dengan kening berkerut seolah sedang memikirkan cara untuk memperbaiki laptop yang sudah mati itu, dia memainkan obeng ditangannya dengan gerakan memutar bersiap untuk memperbaiki laptop tersebut.
"Tunggu saja Abang Kerokan aku akan memperbaiki laptop Abang dan lihat kamu pasti akan langsung klepek-klepek padaku setelah melihat kehebatan Nungky si Cantik dan imut" Ucapnya sambil tersenyum senang dan mulai memperbaiki laptop tersebut.
Dia membongkar laptop tersebut dengan asal kemudian dia mengeringkanmya menggunakan pengering rambut, setelah itu dia menyusun semua perangkat yang ada dengan penuh keyakinan seolah mengerti apa yang sedang dikerjakannya itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
Nungky memasuki ruang kerja Ricko yang memeluk laptop milik Ricko yang sudah selesai dia perbaiki, gadis itu berjalan menghampiri Ricko sambil tersenyum, dia menaruh laptop tersebut di meja Ricko membuat pria tampan tersebut menatap Nungky sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Sudah beres Bang coba aja colokin pasti nyala kok!" Ucap Nungky meyakinkan dengan senyumannya yang menyebalkan.
Tidak mau banyak bicara Ricko beranjak dari kursinya dan berjalan sambil menenteng laptop tersebut menuju sudut ruangan dimana dia berniat mengisi baterai laptop tersebut, Nungky mengekor dibelakang Ricko sambil memperhatikan Ricko yang tengah mencoba menyolokan colokan ke laptop miliknya itu.
Duarr
Laptop tersebut meledak tepat saat Ricko mencolokkan kabel pada laptopnya, dia berbalik memandang Nungky yang cengengesan saat melihat wajah Ricko yang hitam akibat ledakan tersebut, apalagi rambutnya yang acak-acakan membuat Ricko terlihat seperti orang habis kesetrum dan dibedak pakai arang.
"Nungky!" Teriak Ricko marah namun Nungky sudah kabur menyelamatkan diri dari amukan seorang Ricko.
Ricko mengacak rambutnya frustasi, baru kali ini dia bertemu dengan seorang gadis yang terus-menerus membuat hidupnya jadi kacau, dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana dia bisa sesial itu sampai harus bertemu Nungky.
"Sepertinya aku salah membawamu kemari Nungky" Gumam Ricko penuh penyesalan, tapi apalah daya dia tidak bisa mengusir Nungky karena terikat perjanjian yang sudah mereka tanda tangani, dia merasa caranya untuk memanfaatkan Nungky malah berbalik membawa malapetaka untuknya.
__-___________
Nungguin gak tadinya aku gak mau up tapi kasihan ma kalian jadi untukmu aku up😘😘😘😘