Kepentok Cinta Nungky

Kepentok Cinta Nungky
Salah Paham



Devan berjalan mendekati Nungky dengan senyum sinisnya, dia memandang Nungky dari bawah sampai atas dengan gaya seolah merendahkan, gadis yang menantang nya itu terlihat kecil dan lemah, dia yakin tanpa mengeluarkan banyak tenaga pun gadis itu pasti sudah habis dibuatnya.


"Sebenarnya aku tidak terlalu suka berkelahi dengan perempuan apalagi gadis lemah sepertimu, tapi jika kamu memaksa aku bisa apa" Ucap Devan dan sedetik kemudian dia langsung melayangkan pukulan pada Nungky.


Dengan gesit Nungky menghindari serangan Devan dan menangkis tangan pria itu, dengan kecepatan kilat Nungky berhasil melayangkan pukulan pada bibir Devan yang membuatnya meringis merasakan sakit.


"Sial" Umpatnya saat darah mengalir di sudut bibirnya."Kurang ngajar kamu gadis menyebalkan aku akan membunuhmu!" Teriaknya marah dan kembali menyerah Nungky.


Mereka saling baku hantam mengeluarkan semua jurus yang mereka punya untuk saling menjatuhkan satu sama lain, Marsha membantu Regi untuk berdiri dan mengajaknya untuk duduk di bangku sambil menonton perkelahian antara tunangannya dan juga Nungky.


"Pacarnya jago banget ya Mas, lihat dia bisa banget ngindarin serangan Bang Devan padahal dia itu jago karate loh" Ucap Marsha menatap Nungky penuh kekaguman.


Regi mengangguk mengiyakan."Dia itu bukan pacarku" Ucapnya sambil tersenyum."Tapi kamu benar Nungky memang jago aku saja tidak bisa melawan tunangan mu itu" Ucapnya lagi, meski hati kecilnya merasa malu karena harus kalah tapi dia tidak bisa membohongi perasaannya yang makin menyukai Nungky.


"Tapi Abang suka dia ya?" Tanya Marsha tiba-tiba membuat Regi gelagapan sendiri.


"Eh itu kenapa kamu bisa berpikir begitu?" Tanya Regi sambil tersenyum dengan pipi merona merah.


Marsha terkekeh geli melihat tampang Regi yang terlihat salah tingkah.


"Sudah kelihatan Bang, wajah Abang gak bisa ditutupin kalau Abang itu suka sama Nungky" Ucapnya jujur."Kenapa gak tembak Nungky aja Bang kan kalau udah gitu kalian bisa bareng terus" Ucapnya lagi.


Regi tersenyum samar, matanya kembali menatap Nungky yang masih setia berkelahi dengan Devan."Gimana aku bisa ngajak pacaran kalau aku saja tidak tahu isi hatinya seperti apa" Ucapnya pelan ada sedikit kesedihan saat dia mengatakan hal itu."Sejak pertama jatuh cinta padanya aku sudah tahu kalau mendapatkan Nungky itu sangat sulit, jadi sebelum aku yakin aku bisa mendapatkan hatinya, aku akan diam dan menunggu saja" Ucapnya lagi menjelaskan membuat Masha kehabisan kata-kata dibuatnya.


Tangan Marsha terulur menyentuh pundak Regi dan menepuknya pelan."Sabar Bang kadang mendapatkan cinta sejati lebih sulit daripada nyolong mangga tetangga" Ucapnya memberi semangat.


Nungky berlari saat Devan mencoba memukulnya menggunakan kayu."Sial dasar Abang-abang pengecut mainnya pake kayu, bisa mati aku kalau kena pukul" Sungutnya kesal, kemudian dengan cepat dia berlari dan menaiki pohon secepat kilat.


"Haha kena kamu gadis nakal, kamu tidak akan bisa kabur dariku lagi" Ucap Devan tertawa puas melihat Nungky dari bawah, dia melemparkan kayu yang dipegangnya itu dan mulai menaiki pohon yang dinaiki Nungky, saat melihat itu Nungky tersenyum senang dan tepat saat Devan sudah berada di atas pohon gadis itu langsung meloncat turun dengan berani.


"Hey gadis bod*h jangan kabur kamu!" Teriak Devan marah dan mulai menuruni pohon itu kembali.


Brak


Tepatnya saat Devan sudah berada dibawah pohon Nungky melempar sarang lebah di atasnya dengan tepat sasaran, sebelum Devan sempat menghindar sarang lebah itu sudah jatuh mengenainya.


"arghhhh!" Teriak Devan saat para lebah itu mencoba untuk mengikutinya, Nungky tertawa terbahak-bahak melihat Devan yang sudah bentol-bentol oleh para lebah tersebut, namun sedetik kemudian gadis itu kembali berlari kabur meninggalkan taman saat Devan mengejarnya.


"arghhhh tolong aku mau diperkosa!" Teriak Nungky dengan heboh pada orang-orang di pinggir jalan, dengan sigap orang-orang tersebut mulai mengeroyok Devan diantaranya ada juga seorang polisi yang langsung memborgol Devan.


"Tolong Pak lepaskan saya, saya tidak bersalah" Ucap Devan dengan mata sudah menangis ketakutan, Nungky tersenyum sinis ternyata pria itu jadi pengecut kalau ditangkap polisi.


"Bang Devan" Ucap Marsya saat dia dan Regi menyusul Nungky dan Devan.


Devan menatap Marsha penuh permohonan."Marsha tolong Sha, aku tidak mau dipenjara" Ucapnya meminta tolong.


"Seharusnya Abang bilang begitu sebelum Abang menggunakan tangan Abang untuk menyakiti wanita lemah seperti Marsha, ingatlah Bang jangan jadikan wanita seperti budak, mereka itu juga manusia yang punya hati dan pantas untuk dihargai, Abang tidak punya hak untuk menyakitinya, jika bukan karena wanita Abang tidak akan ada di dunia ini!" Ucap Nungky panjang lebar dengan wajah serius, tidak terlihat sedikitpun wajah menyebalkan yang biasa dia tampilkan.


Devan menunduk lesu, dia mulai menyesali semua perbuatannya namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur, dan dia harus rela menerima semua konsekuensi atas semua perbuatannya selama ini.


Nungky dan Regi menatap mobil polisi yang membawa Devan dan Marsha, Regi tersenyum menatap Nungky, sekali lagi dia dibuat tambah tenggelam oleh cintanya pada Nungky, gadis itu gadis ajaib yang selalu membuatnya terkejut, meski Nungky adalah gadis yang suka sekali membuat onar tapi disisi lain gadis itu adalah gadis baik hati yang suka menolong orang lain tanpa pamrih.


"Aw" Regi meringis saat luka di bibirnya terasa perih.


Nungky menoleh menatap Regi dengan raut wajah khawatir."Sakit ya Bang, ayo sini biar aku obatin!" Ucapnya sambil menarik tangan Regi untuk pergi bersamanya.


Awan tengah berjalan menuju taman, dia adalah orang yang mengirim pesan dan  mengajak Nungky untuk bertemu di taman, dia tersenyum senang menatap kotak kado yang dipegangnya, dia bermaksud memberikan kado itu untuk Nungky setelah sekian lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing yang sama-sama sedang berkuliah.


"Aku yakin Nungky pasti suka menerima hadiah dariku" Gumamnya sambil mempercepat langkah kakinya tidak sabar untuk bertemu dengan gadis pujaannya itu.


Deg


Awan menghentikan langkah kakinya dengan tiba-tiba, dia menatap Nungky yang tengah duduk di bangku membelakanginya, gadis itu tengah berhadap-hadapan bersama Regi yang jaraknya begitu dekat, pikiran negatif langsung hinggap di otaknya saat melihat mereka yang masih belum juga menyadari kehadirannya.


Awan meremas kotak kado yang dipegangnya itu dengan kuat, matanya merah menatap mereka berdua yang terlihat begitu intim, dia tersenyum kecut meratapi nasibnya yang harus melihat pemandangan yang begitu menyakitkan untuknya, dadanya terasa sakit seolah ditusuk ribuan panah yang panas, tanpa sadar kado yang dipegangnya terjatuh seiring dengan tangannya yang terasa lemas.


"Apa aku benar-benar sudah kamu lupakan Ky? kenapa rasanya bisa sesakit ini bahkan perasaan ini lebih sakit dari yang pernah kurasakan Ky, aku menyesal dan penyesalanku tetap tidak bisa membuatmu kembali padaku Ky" Ucapnya sedih, dan dengan gontai dia berbalik berniat untuk meninggalkan Nungky dan Regi.


Krak


Nungky yang sedang sibuk mengobati Regi menoleh saat mendengar suara ranting yang terinjak."Bang Awan" Gumamnya pelan saat melihat punggung Awan yang menjauh darinya.


"Ada apa Ky?" Tanya Regi mencoba mengalihkan perhatian Nungky yang  sedang menatap Awan.


Nungky kembali' menoleh menatap Regi sambil menggeleng dengan senyuman samar di bibirnya."Gak ada Bang, udah jangan banyak gerak bang biar aku obatin luka Abang Gi" Ucapnya sambil mengoleskan obat merah pada luka Regi.


Malam harinya saat sedang duduk sendirian di kamar, Nungky menatap kotak kado yang sudah tidak berbentuk itu ditangannya, tadi saat dia hendak pulang dia menemukan kotak tersebut dan langsung memungut dan membawa kado tersebut, tanpa banyak berpikir lagi Nungky membuka kotak tersebut dengan cepat untuk mengusir rasa penasarannya akan isi dari kotak kado tersebut.


Nungky tersenyum saat melihat isi kado tersebut yang isinya adalah sebuah gelang yang terlihat sangat lucu dan manis, dia memakai gelang tersebut dengan senyuman bahagia, Nungky pun mengambil secarik kertas yang berada di kotak tersebut dan membacanya.


     Untuk Nungky Si Gadis Imut!


   Aku kangen kamu Ky, kangen digodain kamu lagi.!


      Jika berkenan ajak aku untuk bermain bersamamu Ky!     


                                TTD


                              (Awan)


"Terima kasih Bang!" Ucap Nungky dengan senyuman tulus dibibir nya.


__________


Hiya galau akutuh dihukum sama ML dan gak bisa main rank selama satu hari,😭😭


ayo like n komen yang banyak😘😘😘