
Keempat wanita itu memperhatikan seorang gadis cantik eh maksudnya Alvian yang tengah berjalan dengan tertatih karena mengenakan high heel menuju si Aki Udin yang tengah duduk disebuah bangku sambil menyesap rokok aki-aki miliknya.
“Hallo ganteng duduknya sendirian aja sih aku temenin yah tampan” Alvian dengan gaya centil dan bersuara seperti wanita menggoda si Aki Udin.
Aki Udin melebarkan matanya dengan penuh menatap gadis cantik setengah jadi yang tengah tersenyum manis sambil duduk disebelahnya itu, kemudian Aki Udin tersenyum senang karena mendapat wanita baru yang sangat cantik.
“Boleh dong neng cantik nama neng siapa?” Tanya Aki Udin sambil membelai tangan Alvian yang putih mulus membuat kucing aki-aki liar seperti Udin dibuat lapar saat melihatnya.
Alvian menepis tangan aki Udin dengan kesal, ingin rasanya dia menonjok muka si aki-aki mesum di depannya itu.“Ish abang jangan sentuh-sentuh aku dong bang, aku gak suka digituin emangnya aku cowok eh cewek apaan bang, namaku Al bang!” Jawab Alvian kemudian masih dengan gaya centilnya pura-pura jual mahal.
“Al apa neng Alysha, Anna atau aliflamin?” Tanya Si Aki Udin bingung.
“Bukan bang namaku Allahu akbar sama astagfirullah” Jawab Alvian.
“Kok namanya kayak kalimat tasbih gitu neng, neng pasti anak sholeh ya?” Ucap Si Aki Udin sambil tersenyum dan kembali mencolek dagu Alvian.
“Bukan bang hidup saya itu penuh cobaan dan ujian menyakitkan yang artinya sama aj sih hehe, tapi ya gitu bang saya itu harus banyak-banyakin istighfar sama ingat Allah kalau nggak saya takut khilaf dan bunuh orang yang bikin hidup saya menderita gini bang!” Ucap Alvian menjelaskan dengan sedih.
“Gak apa-apa neng ada abang sekarang, abang jamin kalau neng sama abang pasti senang deh!” Ucap si aki Udin dengan senyumannya yang menyilaukan menggoda Alvian sambil merapatkan posisi duduknya.
Alvian tersenyum samar mendengarnya.”Dalam mimpimu!” Itu yang ingin dikatakan Alvian pada si aki Udin yang sayangnya hanya bisa dia ucapkan dalam hati.
Kemudian Alvian melirik ke arah mobil dimana Kikan, Nungky, Veyya dan Gisuwa tengah memperhatikannya dari kejauhan, Alvian mendengus sebal dia sudah tidak kuat berada disana apalagi si aki Udin yang sepertinya tertarik padanya.
“Dasar wanita-wanita cantik berhati iblis!” Sungutnya dalam hati.
“Eh bang Al kayaknya sukses deh liat tuh si aki-aki mukanya udah kayak gak kuat pengen ngajak bang Al ke KUA aja!” Ucap Nungky sambil terkikik geli melihatnya.
“Iya aduh anak Mama bisa juga nyari laki, emang ya mau dijadiin apa aja anak Mama mah cocok” Ucap Kikan bangga.
“Tapi kasihan juga ya Kak Al dia pasti kesiksa banget digoda terus sama aki Udin” Ucap Veyya merasa kasihan melihat Alvian yang tengah digoda oleh Udin.
“Iya benar kamu Veyy liat tuh si aki Udin mau nyosor aja!” Ucap Gisuwa saat melihat aki Udin mencoba mencium Alvian yang tentu saja dihindari oleh pria tampan berbaju seksi itu.
“Ky ada rencana bagus gak buat bantuin anak Mama kasihan juga dia” Ucap Kian sambil menoleh ke arah Nungky.
Nungky berpikir sejenak kemudian menggeleng lesu.”Belum bisa Ma bantuan masih dalam perjalanan kalau kita turun sekarang rencananya pasti gagal” Ucapnya dengan lesu.
Namun tiba-tiba mata gadis itu menatap sesosok wanita cantik yang cukup dikenalnya tengah berdiri di pinggir jalan sambil membawa koper yang dia taruh di sampingnya, dia yakin pasti wanita itu sedang menunggu jemputan atau Taksi yang lewat.
Merasa mendapat ide Nungky keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri wanita cantik yang berdiri di seberang jalan, perlahan dan pasti Nungky mendekati si wanita cantik yang belum menyadari keberadaanya karena sibuk bermain Hp.
“Hai Mbak Gatel”
Adinda mendongak menatap Nungky yang tengah tersenyum padanya.”Kamu, ngapain ada disini?” Ucapnya Adinda terkejut.
“Ada urusan mbak ayo ikut kita ngobrolnya di mobil saja!” Jawab Nungky sambil menarik Adinda untuk ikut bersamanya.
Nungky langsung menyuruh Adinda memasuki mobil dimana Kikan, Veyya dan Gisuwa menyambutnya dengan senyuman menyebalkan yang menurut Adinda akan membawa musibah setelah bertemu keempat orang tersebut.
Adinda duduk di kursi belakang bersama Veyya dan Gisuwa, setelah menaruh koper Adinda Di bagasi mobil kemudian Nungky duduk di kursi depan di tempat bekas Alvian duduk.
“Mbak Adin cantik yang baik hati kita mau minta tolong nih boleh gak?” Tanya Gisuwa basa basi.
“Mau minta tolong apa jangan yang aneh-aneh ya aku gak mau di palak lagi!” Ucap Adinda mengingatkan mereka.
“Gak kok mbak kita minta tolong buat kebaikan sesama, aku yakin mbak pastu suka” Ucap Veyya meyakinkan.
“Apa minta tolong apa?” Tanya Adinda lagi.
“Nih Mba lihat deh si cowok tampan di depan sana, mbak godain ya bantuin bang Al!” Ucap Nungky sambil menyerahkan teropong miliknya.
Saat melihat ke depan menggunakan teropong itu dia melihat seorang gadis cantik tengah digoda oleh seorang aki-aki tua bergigi emas.
“Ihh gak mau ah tuh cewek siapa sih mau aja digodain sama tuh aki-aki!” Ucap Adinda geli sendiri dia mengembalikan teropong Nungky sambil menggeleng menolak permintaan ke empat wanita itu.
“Iyalah dia mau mana mungkin dia nolak permintaan tante Mamanya sendiri, dia Al Din masa kamu lupa sama teman kamu sendiri” Kali ini Kikan ikut bersuara dengan agak ketus.
“Apa?”Adinda seolah terkejut mendengarnya.”Tapi bagaimana bisa Al jadi gitu,ah sudahlah aku tidak mau ikut campur urusan kalian” Ucapnya lagi sambil beranjak keluar mobil.
“Berani kamu keluar Tante bakal neror kamu seumur hidup, kamu gak ingat apa yang pernah kamu lakukan sama Tante Dinda?”
Ucapan Kikan membuat Adinda kembali duduk menatap ibu dari orang yang dicintainya itu, dia menghembuskan nafasnya kasar mengingat kejadian memalukan saat dia mencoba mengintip Reno mandi malah kena sial saat tahu jika yang sedang berada di kamar mandi waktu itu adalah Kikan.
Alhasil Kikan jadi menaruh dendam padanya bahkan setelah bertahun-tahun kejadian itu, Kikan masih suka ketus saat bertemu dengannya.
“Baiklah baik aku turutin permintaan kalian, tapi tante harus maafin Dinda dan lupain kejadian waktu itu gimana?” Tawar Adinda kepada Kikan.
“Ok sayang, kapan sih tante gak maafin kamu nak!” Ucap Kikan sambil tersenyum.
Dengan cepat mereka pun mulai merubah penampilan Adinda, Adinda sang model cantik itu pun kini berubah menjadi si seksi berdandan menor, mereka yakin tak akan ada seorangpun yang sadar jika itu Adinda.
Dengan langkah pasti Adinda menghampiri Alvian yang sudah terlihat sangat tersiksa bersama si Aki Udin yang masih saja menggoda lelaki tampan itu.
“Wah ada om tampan, aku ikutan ya om” Ucap Adinda sambil duduk disebelah si Aki Udin.
Aki Udin menatap Adinda yang terlihat sangat cantik dengan rambut palsu pirangnya, dia merasa hari ini adalah hari keberuntungannya karena ada dua wanita cantik yang mendekatinya.
Si Aki Udin pun merangkul Adinda dan Alvian yang sangat tersiksa dengan kelakukan aki-aki mesum disamping mereka.
Tidak lama kemudian Lisa dengan wajah tanpa dosanya keluar rumah sambil menenteng kresek berisi sampah, setelah membuangnya di tong sampah dia kemudian menoleh menatap si aki Udin yang tengah duduk bersama dua wanita cantik.
“Aki Udin!” Ucapnya pura-pura terkejut.