
“Ya Allah putri cantik sedang disiksa” Ucap seorang gadis dengan merana.
“Cepat bersihkan yang benar, lihat itu masih banyak sampahnya kalau nyapu yang bersih” Ricko menginterupsi sambil menunduk beberapa daun kering yang tertinggal oleh gadis yang sedang menyapu itu.
“Iya Bang iya aku bersihin nih!” Jawab Nungky kembali menyapu dengan bersih.
“Dasar Abang Kerokan gak punya hati, masa putri cantik dan imut seperti ku disuruh bangun pagi cuman buat nyapu doang, kalau laki sendiri udah kutendang dia” Sungut Nungky pelan sambil terus menggerakan kedua tangannya untuk menyapu taman yang luas itu.
Bagaimana tidak pukul 5 pagi Ricko bersama antek-anteknya sudah membangunkan Nungky yang untungnya sudah bangun untuk melaksanakan kewajibannya yaitu sholat subuh, dan sialnya saat gadis itu hendak kembali tidur pintunya sudah digedor-gedor membuatnya berkahir disini.
“Hoammm” Nungky menguap sambil menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangannya.
“Jangan diam terus ayo kerja, dari tadi nyapu kok gak selesai-selesai sih, ini sudah satu jam Nungky!”
Suara Ricko kembali terdengar menbuat gadis itu berdecak kesal.”Luas nih Bang tamannya, makannya bantuin jangan cuma melotot sama ngomel doang!” Ucapnya kesal.
“Salamu sendiri kenapa kemarin kamu mangkur dari tugasmu, anggap saja ini hukuman buat orang yang tidak bisa bertanggung jawab” Ucap Ricko sambil tersenyum sinis.
Mendengar itu Nungky hanya memutar bola matanya malas, dan dengan gesit dia menyapu semua dedaunan dusana dengan kasar hinggar daun-daun itu berterbangan dan mengenai muka Ricko membuat pria didepannya itu menatap Nungky kesal.
“Apa kamu mencoba untuk mengerjaiku?” Tanya Ricko menatap Nungky tajam.
Nungky menggeleng sambil cemgengesan.”Gak Bang mana berani aku ngerjain Abang Kerokan yang tampan ini” Jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Ricko yang tentu saja tidak merespon dan tetap memasang muka datarnya.
“Kalau nyapu pelan-pelan jangan kasar begitu, lihat pekerjaanmu jadi berantakan lagi” Ucap Ricko memberitahu.
“Aku gak bisa nyapu Bang, ajarin dong gimana caranya nyapu yang benar dan bersih” Ucap Nungky sambil memasang wajah polosnya.
Ricko menatap sekelilingnya mencari pelayan namun tidak ada seorang pun yang terlihat membuat pria itu berdecak kesal, dengan gontai dia menghampiri Nungky dan langsung mengambil sapu lidi ditangan gadis itu.
“Perhatikan ini cara menyapu yang benar dan bersih” Ucap Ricko memberitahu sambil menyapu taman itu dengan seksama dan bersih.
“Iya Bang, hebat ya Abang udah ganteng, kaya, jago nyapu lagi mau dong Bang disapu hatiku juga biar bersih dan Abang bisa tinggal disana” Ucap Nungky sambil tersenyum.
Ricko tidak menanggapi ucapan gadis itu, dia hanya fokus menyapu.”Coba sekarang giliranmu, pasti sekarang kamu sudah bisa menyapu dengan benar” Ucap Ricko dan saat dia menoleh gadis itu sedang tertidur sambil bersandar dibawah pohon.
Dengan perlahan dia menghampiri Nungky, dia berjongkok menatap gadis itu tanpa mengucapkan sepatah katapun, tadinya dia ingin memarahi gadis itu namun saat melihatnya yang sedang tertidur entah mengapa hati kecilnya tidak tega untuk memarahi gadis di depannya.
Bibirnya tiba-tiba melengkung membentuk senyuman kecil saat Nungky menyentuh hidung saat rambut gadis itu terbang oleh semilir angin yang lembut dan menyentuh pangkal hidungnya, tangan Ricko terulur berniat untuk merapihkan rambut Nungky, namun dia langsung menurunkan tangannya gugup saat dilihatnya Nungky mengerjapkan matanya.
Nungky menatap Ricko yang tengah berjongkok di depannya, gadis itu langsung melebarkan matanya dengan terkejut dia mencoba bangun, dan tanpa sengaja keningnya bertabrakan dengan Ricko yang juga hendak bangun membuatnya keduanya menggosok kening mereka yang terasa nyeri.
“Aduh Abang kalau mau berdiri ngomong dulu biar gak barengan, kalau gini kan nanti kita bisa jodoh beneran bang” Ucap Nungky sambik cengengesan.
“Jangan bermimpi di pagi hari gadis aneh, sudahlah cepat lanjutkan pekerjaanmu habis itu ikut aku!” Ucap Ricko sambil beranjak meninggalkan Nungky.
Nungky menyapu semua sampah yang tersisa dengan terburu-buru, setelahnya dia langsung melempar sapu yang dipegangnya dengan asal, kemudian gadis itu berlari mengejar Ricko yang terlihat tampan meski masih mengenakan baju tidur sekalipun.
“Bang kita mau kemana Bang, mau sarapan ya?” Tanya Nungky menatap Ricko sambil cengengesan.
Ricko menatap gadis yang tengah berjalan disampingnya itu sambil berdecak dan menjitak gadis itu pelan.”Dasar kamu ini, siapa yang bilang kita akan sarapan, pekerjaanmu masih banyak” Ucapnya sambik terkekeh pelan.
Ricko langsung terdiam sambil menatap tangannya yang baru saja menyentuh gadis di sampingnya itu, ini bukan dirinya sejak kapan dirinya bisa terkekeh bahkan menjitak seorang gadis, ini aneh dia tidak mengerti tindakannya sendiri
Ricko berdehem saat mendapat tatapan Nungky yang menatapnya polos.“Ayo cepat ikut aku!” Ucapnya lagi sambil berjalan mendahului Nungky berusaha menutupi kegugupannya sendiri.
“Kenapa tuh Abang Kerokan apa dia jatuh cinta padaku?, aduh resiko jadi cewek cantik emang gini jadi malu aku” Ucap Nungky terkikik sendiri merasa malu atas pikirannya sendiri yang merasa banyak pria tampan yang kini menyukainya, dan gadis itu pun mengejar Ricko dengan riang.
Nungky mendengus sebal menatap tuan muda yang kejam itu.”Dasar Abang Kerokan teganya dia menyiksa putri cantik sepertiku, untung ganteng” Gumamnya pelan sambil terus mengerjakan pekerjaannya.
Regi yang baru saja bangun tidur menghampiri Ricko dan duduk disampingnya, Ricko menoleh menatap adiknya sekilas dan kembali sibuk memainkan Hp nya yang sedang mengirim pesan pada sekretarisnya.
“Bang kasihan Nungky masa disuruh kerja capek terus, jangan gitu dong Bang” Ucap Regi menatap Nungky iba, biar bagaimanapun Nungky adalah gadis yang disukainya, dan dia tidak akan suka melohat gadis itu menderita apalagi oleh kakaknya sendiri.
“Diamlah jangan ikut campur atau kamu mau bernasib sama dengannya hmm?” Ancam Ricko membuat Regi langsung diam tak berkutik.
Ricko melihat jam di layar Hp nya, kemudian dia beranjak dari duduknya.”Perhatikan gadis itu jangan sampai dia kabur lagi, aku harus siap-siap ke kantor” Ucapnya sambil berlalu pergi.
“Aduh!” Nungky terjatuh sambil memegang kepalanya dengan lemas.
Regi langsung menghampiri gadis itu dengan cemas.”Kamu kenapa Ky capek ya, maaf ya Ky Abangku memang kejam” Ucapnya meminta maaf.
Nungky menggeleng lemah sambil tersenyum samar.”Tak apa kok Bang mungkin ini sudah nasibku yang harus tersiksa, mana perutku perih lagi udah keroncongan minta diisi” Ucapnya merana sambil memasang sok sedihnya yang lucunya Regi mempercayai kelicikan gadis itu.
Dengan segera Regi berlari pergi dan tidak lama kemudian pria itu kembali sambil membawa nampan berisi roti dan susu.”Ini Ky makan dulu!” Ucapnya dan tanpa diminta lagi Nungky langsung melahap makanannya dengan lahap.
Regi tersenyum melihat Nungky yang terlihat senang melahap makanannya, hatinya berdebar kencang melihat senyuman dan mata gadis yang memabukan itu, tangannya terulur mencoba menyentuh pipi mulus nya namun dia langsung mengurungkan niatnya dan kembali tersenyum saat Nungky meminum susunya hingga tandas.
“Ah kenyang lumayanlah” Ucap Gadis itu bersyukur.”Makasih ya Bang” Ucapnya lagi sambil tersenyum pada Regi.
Regi mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.”Sama-sama” Jawabnya.
Tiba-tiba Nungky beranjak berdiri dengan panik.”Aduh Bang gimana nih pekerjaanku belum selesai coba, mana sebentar lagi aku ada kelas” Ucapnya dengan gusar.
“Sudah kamu siap-siap kuliah aja Ky biar aku yang ngerjain pekerjaan kamu, lagian aku gak ada kelas sekarang jadi aku bisa gantiin kamu” Ucap Regi menenangkan membuat Nungky langsung tersenyum senang.
“Wah Abang Regi kamu memang yang terbaik, ya sudah Bang aku siap-siap dah Abang” Ucap Nungky mencubit pipi Regi gemas dan langsung berlari meninggalkan Regi dengan terburu-buru.
Regi menatap punggung Nungky yang menjauh sambil tersenyum samar, kemudian dia pun mulai mengerjakan pekerjaan Nungky, namun dia langsung berhenti saat ada para pelayan yang datang.
“Bereskan ini!” Perintahnya dengan serempak para pelayan tersebut mengangguk dan mengerjakan perintah Regi.
Ricko yang baru saja selesai sarapan dan bersiap untuk pergi ke kantor berjalan menuju garasi, sesampainya disana dia mengerutkan keningnya bingung karena mobil yang biasa digunakannya sudah menghilang.
Ricko menoleh menatap Mario ayahnya yang juga sudah siap untuk ke kantornya.”Mobilku dimana Pa, apa hilang lagi?” Tanyanya membuat Mario menatapnya bingung kemudian dia menoleh melihat mobil anaknya yang satu lagi sudah menghilang.
Mario langsung menggeleng menjawab pertanyaan anaknya itu.”Bukan nak Papa tidak tahu” Jawabnya kemudian dia menatap para pengawal yang berada di sana.”Heh kalian mana mobil anakku?” Tanya Mario dengan nada tinggi kepada para pelayannya.
“I-itu mobilnya dibawa Nona Nungky Tuan, tadi dia bilang disuruh Tuan Ricko untuk membeli bubur” Jawab salah satu pengawal dengan gugup.
“Apa!” Ucap Ricko dan Mario secara bersamaan.
Ricko memijat pelipisnya yang terasa sakit, lagi-lagi gadis itu membuat ulah di pagi hari, dia tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan gadis menyebalkan itu.
Dijalan Nungky tertawa senang sambil mengendarai mobil mewah Ricko yang atapnya terbuka membuat rambutnya berterbangan diterpa angin, gadis itu bersenandung senang karena berhasil menipu Regi dan juga dia berhasil kabur dan tidak lagi bekerja.
“Kemana ya enaknya, ah jemput Gisuwa sama Veyya aja deh biar ke kampus bareng” Gumamnya sambil tersenyum senang.
------
Cie Nungguin ya😆😆😆😆😆😆