
Setelah itu Nungky mengajak mereka untuk berkeliling rumah mewah tersebut, dia menunjukan semua fasilitas yang ada disana termasuk ruang olahraga, kamar-kamar miliknya, Mario, Regi, dan juga Ricko, beruntung para pemilik rumah tersebut sedang tidak ada jika tidak bisa dipastikan Nungky akan kembali mendapat masalah.
Dengan santainya gadis itu membawa teman-temannya ke kamar Ricko, dia duduk di pinggir ranjang diikuti oleh Veyya, Gisuwa dan Chika yang menatap sekeliling kamar tersebut penuh minat karena kamar itu sangat rapi dan juga bersih, terlihat sekali jika sang pemilik kamar adalah orang yang sangat disiplin, sedangkan Alvian hanya bersandar di ambang pintu dengan malas dia tidak berminat untuk memasuki kamar yang sudah dia anggap sebagai musuh atau saingannya untuk mendapatkan Nungky.
"Hadeh si kutu kupret Regi aja belum kelar, ini nambah lagi kakaknya yang mukanya pasti lebih jelek dari Regi yang mau ikut-ikutan deketin Ayang Ky" Ucap Alvian mengeluh dalam hati.
"Eh Ky Mukanya Abang Kerokan kayak gimana sih kok gak ada fotonya sama sekali? tadi di ruang tamu juga adanya foto waktu dia masih muda kan kita penasaran sama muka dia yang sekarang" Ucap Gisuwa sambil menatap sekeliling mencari sebuah foto yang menunjukkan wajah asli dari pemilik kamar yang sedang mereka datangi itu namun sayangnya tidak ada.
"Palingan mukanya sebelas Dua belas sama wajahnya si Regi kan mereka Adek kakak" Ucap Veyya menjelaskan sambil berbaring di kasur empuk tersebut yang berukuran besar, diikuti oleh Nungky dan Gisuwa sedangkan Chika gadis itu malah asyik berdiri di atas kasur sambil melompat-lompat kegirangan diatasnya.
Gubrak
Chika terjatuh dengan mulusnya ke lantai membuat gadis itu meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit, Alvian dengan sigap langsung membantu gadis kecil itu untuk berdiri membuat gadis itu tersenyum senang.
"Makanya jadi bocah jangan suka banyak tingkah jadi jatuh-kan!" Omel Nungky sambil beranjak berdiri bersama Veyya dan Gisuwa."Ayo ah Guys kita makan dulu lapar nih" Ucapnya lagi mengajak para tamunya untuk pergi meninggalkan kamar Ricko yang sudah berantakan.
Setelah menyantap hidangan yang disajikan oleh para pelayan di rumah tersebut dengan lahap dan juga rakus, tepatnya itu hanya berlaku untuk Nungky dan Chika yang memang porsi makan mereka seperti kuli bangunan, Nungky mengajak mereka ke ruangan terakhir yang merupakan ruangan karaoke kedap suara yang letaknya dekat dengan ruang kerja milik Ricko.
"Wah gede banget ruangannya canggih gini" Ucap Chika memandang ruangan tersebut dengan kagum.
"Di rumah Abang juga ada kok yang kayak ginian doang mah Chik, kalau kamu mau kapan-kapan main ya!" Ucap Alvian yang tidak mau kalah dengan rumah milik musuhnya itu.
"Nah iya bener tuh Chik, di rumah Bang Al juga bagus banget gak kalah deh sama rumah ini!" Ucap Nungky yang ikut memuji rumah milik Alvian tepatnya milik orang tua pria tampan tersebut.
"Kita sering main loh ke sana kan Kak Ran Sekarang tinggal disana juga Chik, kamu belum lihat Kak yang lagi hamil ya" Ucap Veyya ikut bersuara.
"Disana kamu juga bisa ketemu sama Mama cantik yang baik hati dan tidak Sombong Chik namanya Mama Kikan, kamu pasti suka deh dia itu Mama Kak Al alias mertua Kak Ran" Ucap Gisuwa menjelaskan membuat Chika jadi tambah penasaran dengan rumah tersebut.
Mendengar itu Alvian mendengus sambil tersenyum kecut, dia tidak mengerti bagian mananya dari ibunya yang bisa dibilang baik hati, dia saja yang menjadi anak kandungnya selalu kena omel dan disiksa dengan kejamnya, tapi jika dipikir-pikir mereka ada benarnya juga karena Kikan memang baik kepada mereka kecuali dirinya dan juga Reno.
"Derita anak kandung yang teraniaya!" Ucapnya dalam hati.
Chika menoleh menatap mereka dengan pandangan berbinar."Benarkah itu kakak-kakak cantik?" Tanyanya yang dijawab dengan anggukan dari ketiga gadis tersebut."Abang Ganteng nanti ajak aku main juga ya, mau ketemu sama Kak Ran, Mama Kikan, sama lihat rumah Abang Ganteng juga" Ucapnya lagi sambil menoleh menatap Alvian yang tersenyum sambil mengangguk padanya.
Nungky mengambil remot yang berada di ruangan tersebut dan mulai menyalakan musik, dia terlihat memilih beberapa lagu hingga akhirnya dia memutar lagu yang berjudul "Semar mesem" dan mengeraskan volume suaranya hingga terdengar sampai seisi rumah karena pintunya tidak ditutup.
Para pengawal dan pelayan yang mendengar suara musik yang berbunyi keras langsung berlari menuju ruang karaoke dimana Nungky bersama yang lain tengah asyik bergoyang mengikuti irama musik dan lagu, dengan sigap salah satu pengawal tersebut langsung mematikan musik tersebut membuat Nungky dan yang lain menghentikan goyangan heboh mereka.
"Maaf Nona Ky sebaiknya Nona tidak memutar musik disini dengan keras, jika Tuan Ricko tau dia bisa marah besar" Ucap pengawal tersebut menjelaskan sebelum Nungky sempat bertanya padanya.
"Betul Nona Ky, Tuan Ricko tidak suka kebisingan di rumah ini" Ucap Salah satu pelayan ikut bersuara.
"Ah gak seru kalau gak boleh nyetel musik ngapain juga ada ruang karaoke" Ucap Veyya malas sambil duduk di salah satu sofa yang berada di sana.
"Baru juga goyang dikit udah disuruh berhenti" Ucap Gisuwa ikut-ikutan sambil duduk di samping Veyya.
Dengan santainya Nungky kembali menyalakan musik tersebut membuat para pengawal dan pelayan tersebut menatapnya panik."Sudah kalian jangan takut Abang Kerokan itu udah kesemsem sama aku mana berani dia marah, pokoknya aku yang tanggung jawab" Ucapnya dengan meyakinkan."Ayo mending kita joget aja semuanya, goyang terus sampai pagi" Ucapnya dengan heboh sambil kembali bergoyang bersama yang lain, para pengawal dan para pelayan tersebut mulai ikut bergabung bersama mereka dengan goyangan yang ragu-ragu, namun tidak lama kemudian mereka ikut bergoyang mengikuti irama dengan heboh seperti Nungky dan yang lain.
Ricko yang baru saja pulang bersama Mario dan juga pengawalnya berjalan memasuki rumahnya dengan langkah kaki yang tegap, saat akan menaiki tangga dia mendengar suara alunan musik dangdut yang membuatnya berbalik dan berjalan menuju sumber suara diikuti oleh ayahnya dan juga pengawalnya.
Nungky langsung menghentikan goyangannya saat melihat wajah sangar Ricko yang sedang menatapnya di ambang pintu, Ricko menoleh menatap pengawalnya yang tanpa diperintah langsung mematikan musik tersebut membuat yang lain menghentikan goyangan mereka.
Para pengawal dan pelayan yang berada di sana langsung ngacir melarikan diri sat melihat wajah Tuan mereka yang terlihat dingin, Alvian, Veyya dan Gisuwa menatap Ricko dan Mario dengan pandangan menilai, mereka tidak menyangka jika wajah Ricko ternyata sangat tampan rupawan membuat Veyya dan Gisuwa langsung ngiler sendiri, sedangkan Alvian malah jadi makin tersaingi setelah tahu wajah Ricko yang sebenarnya.
"Hai Bang kerokan udah pulang Bang, Hai Om Tua tumben pulang bareng sama Abang Kerokan" Ucap Nungky menyapa mereka sambil cengengesan.
Ricko tidak menjawab dia hanya diam menatap Nungky."Saya mau pulang sama siapa bukan urusan kamu gadis licik" Ucap Mario kemudian dia melirik teman-teman Nungky yang tersenyum ke arahnya."Baik-baik ya kalian di sini saya permisi dulu!" Ucapnya sambil berlalu pergi karena dia tahu sebentar lagi anak sulungnya itu akan mengamuk.
"Guys mending kalian pulang duluan ya, kayaknya Abang Kerokan udah gak sabar mau ngobrol berdua sama aku" Ucap Nungky sambil menoleh menatap teman-temannya.
Mereka mengangguk mengerti sambil berjalan keluar ruangan tersebut, Diambang pintu Veyya dan Gisuwa menatap Ricko yang juga menatap mereka dengan ekspresi datarnya."Kita pulang dulu ya Abang Kerokan, besok-besok kita main lagi" Ucap Gisuwa sambil mencolek dagu Ricko dan berlalu pergi.
Veyya menatap Ricko dari atas sampai bawah."Abang ganteng juga jadi pengen nyolek" Ucapnya sambil membelai pipi Ricko dan ikut ngacir bersama Gisuwa.
Chika menatap Ricko sambil melipat tangannya di depan dada."Abang Ganteng mau foto eksklusif gak kalau mau hubungi aku ya aku kasih diskon deh" Ucapnya polos sambil menyelipkan nomor teleponnya di tangan Ricko dan ikut pergi menyusul Veyya dan Gisuwa.
Alvian dan Ricko saling bertatapan dalam diam, Alvian tersenyum sinis seolah merendahkan musuhnya itu membuat Ricko dibuat bingung olehnya kelakuannya pria di depannya."Heh jangan suka deketin Ayang Nungky ya dia itu calon istriku, kalau nggak habis kamu!" Bisik Alvian penuh ancaman yang tentu saja ditanggapi dengan senyuman sinis oleh Ricko membuat Alvian melotot padanya seolah ingin memukul wajah Ricko yang menyebalkan, namun dia mengurungkan niatnya dan memilih pergi karena tidak mau Nungky menilainya seperti pria preman yang suka main otot.
Setelah semua orang pergi meninggalkan dirinya dan Nungky berdua, Ricko menatap Nungky yang tengah cengengesan sambil menatap-nya."Bereskan semuanya aku tidak mau ruangan ini berantakan!" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Nungky sendiri.
"Wah Abang Kerokan kayaknya indah beneran kepentok Cinta aku buktinya dia gak marah" Ucap Nungky sambil terkikik sendiri.
"Nungky!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Ricko yang memanggilnya membuat gadis itu kembali terkekeh geli."Aduh baru juga pergi udah dipanggil aku" Gumamnya dengan wajah tersipu malu."Iya Abang Sayang Nungky datang!" Teriak gadis itu sambil berlari kecil untuk menemui Ricko.
__________
Ayo Dukung terus Si Nunung jangan kasih kendor udah dikasih dobel up juga🤭🤭🤭😁😁😁😘😘😘
Besok aku gak up ya, kan udah dobel up biar kalian gak bosen🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Salam Gesrek
Othor Cantik Paripurna