Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
the terror of that figure



sekilas ingatan yang sudah berlalu hinggap begitu saja di pikiran nya, Celine duduk di bawah pohon besar yang rimbun. setelah makan siang dia memutuskan untuk berkeliling sekitaran kastil.


sebenarnya dia masih sedikit bingung dengan penghuni kastil ini, apa pekerjaan mereka?, kenapa mereka selalu menghilang saat menjelang sore hari?, dan sebenarnya bagaimana mereka bisa hidup dengan sangat mewah di hutan ini?.


banyak pertanyaan yang hinggap di kepalanya, hanya saja dia tidak mengerti apapun dia juga tidak berfikir mereka semua jahat, jika mereka semua jahat sudah di pastikan dia tidak akan hidup sehat seperti ini.


"mereka berbeda dengan ayah!" gumamnya


langit mulai berwarna jingga tanda waktu malam akan segera tiba, seakan tidak peduli dengan gelap nya malam Celine masih betah duduk di tempatnya itu.


lampu-lampu taman hidup secara otomatis, sepertinya menggunakan tenaga matahari.


"William pasti akan pulang sebentar lagi"


angin malam menyentuh lembut kulit nya yang terbuka, entah mengapa Celine tidak merasa kedinginan sama sekali.


"malam itu jika aku tidak melarikan diri, apa aku masih hidup seperti sekarang? lagipula bagaimana bisa ayah memiliki hubungan dengan monster seperti itu?"


Celine memuntahkan berbagai pertanyaan yang tidak bisa ia tanyakan dan ia jawab.


bulan mulai muncul di langit, berbeda dengan di tempat tinggal nya dulu, langit di hutan ini lebih hitam dibanding langit yang biasa ia lihat, bulan purnama nya pun tidak pernah berubah atau pun berpindah, bulan itu terlihat besar dari tempat nya duduk.


saat tengah asik memandangi bulan di langit Celine merasa bulu kuduk di lehernya meremang, bagaimana bisa? padahal dia sama sekali tidak kedinginan.


angin malam yang berhembus dengan lembut pun perlahan semakin kencang.


"ah! ada apa ini?" Celine terkejut saat ranting pohon jatuh tepat di atas kepalanya.


"sepertinya akan ada badai"


Celine pun pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas untuk masuk kedalam kastil.


"lady~"


Celine tersentak


"s-siapa i-itu?!" dia tidak melihat siapapun di sana "William!?" lanjut nya biasanya yang memanggilnya seperti itu adalah William.


"apa kau pikir aku setara dengan bedabah itu? lady~?"


gadis itu sangat gelisah, tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak, hampir sama dengan kejadian tadi malam, dimana ketika tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.


"William!-akhh!....


brak!


Celine jatuh terpental saat angin yang sangat kuat mendorong nya, punggung dan telapak tangan nya terluka, tidak parah hanya menimbulkan rasa nyeri dan perih.


"kenapa? kau terus memanggil si brengsek itu?!"


"hiks!... to-tolong aku!...." Celine ketakutan sosok itu, sosok yang sama yang dia lihat sedang bersama ayahnya, sosok itu juga yang dia lihat di hutan dan kamarnya.


tidak terlalu jelas, karena tubuh sosok itu tertutup kabut asap berwarna hitam. tetapi tidak menutupi wajah tampannya dengan mata merah itu, jangan lupa taring yang sudah menggigit nya sebanyak 2 kali.


sosok itu menyeringai lebar saat Celine ketakutan, tubuh gadis itu bergetar hebat.


Celine menutup matanya saat makhluk itu beregrak mendekati nya.


"lady!"


seketika mata nya terbuka saat melihat siap yang memanggilnya.


"William!..hiks!" Celine berlari mendekati pria berkacamata itu, menenggelamkan wajahnya yang penuh air mata ke dalam pelukan hangat pria itu.


"apa yang terjadi? kenapa berada di luar?"William cukup merasa terkejut saat melihat taman yang berantakan dan Celine yang terduduk di lantai.


gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi dia sangat takut, kenapa sosok itu menerornya? apa salahnya pada makhluk itu? dia sangat ingin pulang.


"hah, lady kita masuk kedalam terlebih dahulu!" ajak nya pada gadis itu.


mereka berdua akhirnya memasuki kastil


"pengganggu! lain kali aku akan mendapatkan apa yang menjadi milikku!"


jauh berada di gelapnya malam sosok pria tampan itu menggeram marah, mentapa lurus ke arah kastil, asap hitam mengelilingi tubuhnya,


kemudian menghilang begitu saja.